Hot Young Mom And King Mafia (S1 Dan S2)

Hot Young Mom And King Mafia (S1 Dan S2)
(S2) Page 83 ~ flahsback


__ADS_3

...⚠️ Warning ⚠️...


...Awas berhati-hati karena typo bertebaran dimana-mana, kata-kata kasar, vulgar atau apapun tetapi author berusaha menutupinya, kalo author lupa berarti khilaf 🤫🤭😚😘...


...Jangan lupakan di akhir cerita ada aja bikin gantung dan penasaran 🤭😌🤗...


...🎥🎥🎥🎥🎥🎥...


Mohon maaf atas terlambatnya ya reader 😘 Mau nulis episode selanjutnya seketika kerjaan mendadak lewat 🤣 Flashbacknya sesuaikan perepisode ya kemungkinan ada yang loncat 🤭


...💞💞💞💞💞💞...


Episode 69 : pasangan Lou-Grace, si kembar R, dan Noe berada diruang keluarga mansion Utama RR menunggu kedatangan pasangan Gava-Lou, Zafar-Miya dan Agra-Miko.


Panggilan untuk Radith, Resmi dan Noe dari sang bunda tercinta membuat ketiga bocah itu langsung bangkit dari sofa dan berlari menuju Gava dan Miko.


Gava memeluk serta memeriksa keadaan Radith dan Resmi samahalnya Miko melakukan hal yang sama untuk Noe.


Grace memanggil Gava dengan lirih dan terisak membuat Gava melepaskan pelukannya lalu Leo menyambut kedua anak kembarnya.


Gava menenangkan Grace dan menatap sepupu kandungnya dengan wajah cemas dan khawatir. Agra mengelus pundak Lou. Dengan aura Gava yang dingin dan penuh intimidasi meminta penjelasan kepada bawahannya.


Kepala penjaga gerbang utama yang menjelaskan kejadian yang dialami 4 bocah berusia 8an, Meli dan Edward.


Gava dan Leo sebenarnya tau rencana Edward dan pasangan paruh baya Drixson serta Dewa dan Fira untuk mengorbankan nyawa mereka.


Flashback On


Satu hari sebelum kejadian terjadi, malam hari di sebuah kamar pasutri. Gava dan Leo sedang melakukan video call bersama Edward, pasangan Dewa-Fira dan pasangan paruh baya Drixson.


"Tuan Edward, mami, papi, tuan Drixson, nyonya Drixson kalian serius akan melakukan ini. Rencana ini sangat berisiko takutnya nyawa kalian tidak bisa diselamatkan. Tolong, ubah rencana ini." Mohon Gava dengan menggelengkan kepalanya.


"Ayya. Percayalah pada rencana kami. Biarpun nyawa kami tidak terselamatkan. Yang penting penghianat sudah masuk perangkap kita." Ucap Fira lembut.

__ADS_1


Wajah Gava bimbang untuk saat ini, Leo hanya diam sebenarnya dia juga tidak setuju untuk rencana ini. Leo menggenggam tangan Gava seperti memberikan kekuatan.


"Baiklah. Tuan Edward, jam berapa kamu akan membawa anak-anak dan nona Meli ke luar?"


"Sekitar jam 9 pagi, nona Ayya. Nona Meli sangat ingin membunuh saya bahkan racun yang diberikan nona Meli kepada Saya dan kedua orang tua saya mempercepat kematian kami."


"Ya kalian benar. Rencana nona Jeslin, nona Meli dan tuan Jacob tertata rapi. Padahal mereka tidak tau bahwa menantuku Ayya dan putraku Leo juga memiliki rencananya ke mereka semua."


Obrolan pun berlangsung selama dua jam lalu mereka mematikan video call bersama-sama karena malam sudah tengah malam.


Keesokkan harinya pukul 9 pagi, Edward mengajak Neira, Amzar, Ahsan dan Meli pergi ke taman dekat rumah. Neira sudah diberitahukan Gava dan Leo setelah sarapan pagi membuat Neira hampir berontak dan tidak mau mengikuti rencana Edward dan yang lain tetapi Gava maupun Leo menyakinkan Neira agar mau mengikuti rencana Edward dan yang lain.


Baru saja sampai di gerbang utama mobil yang ditumpangi Edward, Meli dan keempat bocah dihadang oleh penjaga gerbang utama.


"Tuan muda, nona muda kecil. Kalian mau kemana?" tanya kepala penjaga gerbang ramah dan sopan.


"Jalan-jalan paman." Jawab Ahsan ceria.


"Kemana? Biar paman menghubungi kepala pengawal utama agar diberi beberapa pengawalan?" tanya kepala penjaga gerbang utama.


Baru 10 menit, kepala penjaga utama ingin masuk pos ada 5 buah mobil asing berhenti di depan gerbang utama lalu orang-orang berbaju hitam keluar dari dalam mobil sekitar 50 orang dengan senjata lengkap menembak beberapa penjaga.


Edward dan Neira tau ini rencana Meli. Edward yang sudah diracun saat sarapan pagi tadi pura-pura tidak tau apa-apa bahkan memberikan perintah agar Meli menjaga anak-anak.


Perkelahian tidak dapat dielakkan lagi, Edward yang diracun sebenarnya sudah tidak kuat untuk bergerak bahkan kepala penjaga gerbang utama dan para bawahannya juga ikut bertarung. Mereka tidak sadar bahwa ada sekitar 10 orang mendekati mobil para anak-anak dan Meli.


Prang


Para anak-anak berteriak saat 10 orang asing memecahkan jendela mobil bahkan dengan gampangnya meringkus anak-anak dengan obat bius membuat anak-anak pingsan.


Sebelum diringkus, Neira melihat Meli memberikan kode kepada 10 orang tersebut. Setelah itu, Neira di bius dan pingsan.


Edward yang sudah diracun mendengar teriakan tersebut konsentrasinya buyar dan melihat situasi para anak-anak yang awalnya melawan akhirnya di ringkus juga.

__ADS_1


Edward yang lengah menbuat salah satu orang asing mendekatinya langsung menikam Edward secara brutal dan sadis. Darah segar keluar dari mulut Edward. Sebelum hilang kesadaran, Edward melihat seringai Meli ke arahnya dimana dirinya pura-pura ditawan. Para anak-anak diseret secara paksa oleh para orang asing itu.


Flashback OFF


Setelah mendengar hal itu, Gava dan Leo mengepalkan tangan mereka bahkan Gava terus saja menenangkan Leo agar aura monsternya tidak keluar. Membuat Leo menggenggam tangan sang istri tercinta.


Ponsel Gava berbunyi dimana Shafa memberitahukan bahwa Edward tidak terselamatkan padahal Edward dibawah salah satu robot manusia untuk membawa tubuh Edward yang kritis dimana terdapat racun serta terlukanya ginjal dan hati.


Gava menanyakan keadaan Sekar dan membawa pulang jenazah Edward. Sebenarnya kedua pasangan muda itu tau kalo Edward selamat dari maut tapi dalam kondisi kritis dan butuh penanganan cepat.


Masih dalam keadaan ponsel menyala pengawal mansion Utama memberitahukan bahwa Fira dan Dewa kecelakaan mobil dan nyawa mereka tidak bisa diselamatkan.


Leo dan Gava tau hal ini, dia juga memerintahkan robot manusia untuk membawa kedua orangtuanya yang masih dalam keadaan kritis. Leo dan Gava berakting untuk saat ini. Miko memeluk Gava dengan erat dimana Gava sudah menangis dalam diam dan tidak mengeluarkan suara hanya tubuhnya saja bergetar. Samahalnya Leo, menundukkan kepala dan kedua tangannya menggenggam erat menandakan kesedihan mendalam.


Beberapa menit kemudian keluarga Amel dan Vori datang ke mansion utama RR. Amel memeluk Gava menyalurkan ketenangan dan Calis mengelus punggung Gava.


Intan memeluk Resmi sahabatnya yang sudah menangis sama halnya Akbar memeluk Radith. Si kembar R begitu terpukul mendengar penculikan adiknya, meninggalnya kakek dan nenek mereka serta paman Edward. Tetapi itu hanya akting saja agar para musuh yakin kalo mereka menang.


Beberapa menit kemudian, kepala maid datang tergesa-gesa memberitagukan keadaan paruh baya Drixson yang meninggal akibat makanannya di racun. Ternyata paruh baya Drixson lah yang tidak terselamatkan nyawanya.


Gava meremas dadanya karena sangat bersalah tidak bisa menyelamatkan paruh baya Drixson. Amel yang memeluk Gava tidak merasakan ada pergerakan di tubuh Gava membuatnya kalang kabut. Leo bangkit dari kursinya dan mengangkat tubuh Gava ala bridal style diikuti Radith dan Resmi.


Di kamar pasutri, Leo meletakkan tubuh Gava dengan hati-hati. Gava perlahan-lahan membuka matanya. Gava memeluk Leo yang berada disamping.


"Kita gagal menyelamatkan kakek nenek Sekar baby." isak Gava.


"ya, kamu benar baby." angguk Leo mengelus pucjn kepala Gava.


"Apa yang harus kita lakukan mama papa?"


"kita akan memakamkan kakek nenek sekar, kalo paman Edward, oma dan opa kita tunggu perkembangan dari para profesor."


Radith dan Resmi menganggukkan kepala. Gava merebahkan diri dan menjalankan akting kembali diikuti Leo.

__ADS_1


...🔜🔜🔜🔜🔜🔜...


...Jangan lupa tekan Rate, Favorit dan Follow, terus tinggalkan jejak dengan tekan vote ❤❤, like 👍👍 dan komentar 💬💬...


__ADS_2