
...โ ๏ธ Warning โ ๏ธ...
...Awas berhati-hati karena typo bertebaran dimana-mana, kata-kata kasar, vulgar atau apapun tetapi author berusaha menutupinya, kalo author lupa berarti khilaf ๐คซ๐คญ๐๐...
...Jangan lupakan di akhir cerita ada aja bikin gantung dan penasaran ๐คญ๐๐ค...
...โกโกโกโกโก...
Pagi hari hotel FC tepatnya di kamar pengantin baru, sepasang pasutri muda yang baru saja menikah kemaren masih terlelap di ranjang dengan selimut menutupi tubuh polos mereka.
Seorang pria tampan terusik karena suara burung berkicau. Dia memandang istrinya tertidur dengan damai dan pulas. Dia mengelus wajah istrinya kemudian mengecup seluruh wajah istrinya.
"Leo, jangan ganggu. Aku masih ngantuk." Seraknya dengan protes.
"Bangunlah. Kita harus segera bersiap-siap untuk tinggal di mansion baru." Sahut Leo lembut.
"Kamu duluan ke kamar mandi. Aku nanti setelah kamu." Sahutnya memeluk guling.
"Kita mandi berdua saja lebih cepat, baby." Sahut Leo menggoda.
"Apa hanya MANDI?" Tanyanya curiga.
"Ya mandi. Sebenarnya mau lebih, tapi aku tau kau masih sakit akibat aku terkam kemaren malam." Sahut Leo dengan pengertian.
"Gendong." Manjanya sambil merentangkan tangannya tetapi wajahnya memerah malu.
Leo memasang celananya kemudian menggendong istrinya ala bridal style sampai menuju kamar mandi.
Beberapa menit, leo mengangkat Gava ala bridal style karena Gava tidak bisa jalan akibat kesakitan. Leo memakai pakaian kasual samahalnya dengan Gava memakai pakaian kasual dari koper yang sudah disiapkan. Mereka keluar kamar, Leo menggendong Gava ala bridal stylenya.ย
Saat di tempat makan, semuanya ada disana kecuali si kembar, agung dan pasutri paruh baya.
"Inilah pasutri yang baru saja turun dari kamar." Ejek Amel menggoda.
"Gak sabar gue nunggu keponakan, kan sudah JEBOL." Goda Lou dan Grace berbarengan sambil mengatakan JEBOL.
Lou dan Grace membuang muka saat tau pemikiran mereka sama.
"Cie cie,, samaan nih ye.." ejek Amel dan Gava berbarengan. Yang diejek siapa, yang malu siapa. ๐
Mereka makan dengan tenang tanpa bicara satupun. Kemudian mereka berangkat menuju mansion baru diberi nama mansion utama RR (Rajendra Ramos) menggunakan hampir 6 buah mobil.
...โโโโโ...
Bandara Internasional negara A
Seorang pria paruh baya berusia 50an sedang berjalan angkuh, sombong dan datar ditemani seorang gadis berusia 20an yang bermanja di lengan pria paruh baya tersebut. Juga seorang kaki tangannya berusia 45an didepan untuk membantu pasangan beda usia tersebut. Lucas dan Ine menyambut kedatangan mereka.
"Tuan Aaron, nona Feli, Pak Agam. selamat datang." Sapa lucas ke Aaron, Feli dan Agam.
__ADS_1
Aaron mengangguk kemudian berjalan menuju mobil yang sudah disediakan untuk menuju mansion Darwin.
Sesampai di mansion Darwin di negara A, kepala maid menyambut Feli, nyonya kecil almarhum tuan Darwin.
"Saatnya bersenang-senang baby." Goda Aaron mesum sambil m*****s bokong sintal Feli.
"Ayok sayang." Goda Feli balik.
...โกโกโกโกโก...
Sementara di mansion utama RR yang baru tepatnya di kamar pengantin Gava dan Leo. Sejak menginjak mansion ini Gava sama sekali tidak bisa berjalan karena merasakan perih dan sakit di area bawah. Leo selalu berada disampingnya dan tak pernah pergi ke manapun.
Tok tok tok
Suara pintu kamar yang diketok menandakan ada seseorang yang datang.
"Siapa?" Tanya Gava agak teriak.
"Ma. Alana sama Alan boleh masuk gak." Sahut suara gadis kecil.
"Masuklah princess, prince." Lembut Leo.
Ceklek
Pintu terbuka dari luar, masuklah dua bocah kembar tetapi memasang wajah polos khas anak-anak.
"Anak-anak mama. Mama kangen banget sama kalian. Kalian gak repotin oma sama opa kan?" Tanya Gava lembut memandang wajah kedua bocah kembar itu.
"Gak ma. Alana dan Alan senang banget punya oma opa. Oma tadi masakin menu Favorit Alana dan Alan." Sahut Alana senang.
Leo hanya mendengar saat Alana dan Gava, dua orang kesayangannya kalo berbincang asyik sekali. Leo memandang Alan, putranya yang sekarang.
"kenapa prince? mikirin apa?" tanya Leo lembut.
"gak papa. gak pikirin apa-apa." geleng Alan manja.
"terus kamu kenapa?"
"senang aja. Alan senang banget karena Alan sudah punya orang tua lengkap. Ada papa, ada mama, ada oma, ada opa." tulus Alan manja.
Leo memeluk Alan, Alan membalas pelukan Leo. Ada kehangatan dan kenyamanan di diri Alan saat Leo memeluknya.
"Kata aunty Amel, mama sakit akibat Papa ya." tuding Alana memicingkan wajahnya.
Mulut Gava bungkam dan wajah Leo sweetdrop mendengar tudingan putrinya.
"Kata oma Fira, papa mama lagi buat adik untuk kami." polos Alan di angguki Alan.
"Buat adiknya gimana ma?" Tanya Alan manja.
__ADS_1
Sekali lagi mulut Gava bungkam sebenarnya dalam hatinya mengumpat. Berbeda dengan wajah Leo bingung dan heran menjadi satu untuk menjawab pertanyaan dua bocah kembar ini. Kenapa marga mereka Rajendra karena orangtuanya adalah Azka Aldric Rajendra.
"Ya Allah, otak polos anak gue di racuni oleh mertua gue sendiri." batin Gava meringis dan frustasi.
"Pah, mah kok diam. Jawab pertanyaan Alan. Alana juga penasaran." Desak Alana merengek.
"Loh kembar, kalian disini? Oma cari-cari kalian loh." Ucap wanita paruh baya saat memasuki kamar pengantin baru itu.
Wanita paruh baya itu membawa makanan di nampan untuk menantu dan anaknya.
"Oma." Pekik mereka berlari.
Wanita yang dipanggil Oma itu bingung melihat raut wajah Leo dan Gava.
"Kalian kenapa?" Tanya Fira bingung.
"Ditanya si kembar mi." Balas Gava memelas.
Fira hanya membulatkan mulutnya tanpa harus membantu menjawab pertanyaan si kembar ke Leo maupun Gava.
"Apa kalian siap kalo punya adik?" Tanya Leo mengalihkan pandangan dari pertanyaan Alana dan Alan.
Alana dan Alan saling pandang kemudian mengangguk polos. Wajah Gava memerah sedangkan Leo menyeringai jahil.
"Mau berapa?" Goda Leo mengangkat alisnya.
Alana mengangkat tangannya 12. Leo dan Gava melotot kaget.
"Na, angka itu kamu dapat dari mana sayang?" Tanya Gava hati-hati.
"Ya Allah, mudahan mami gak masuki pikiran kotor Alana." Batin Gava berdoa.ย
Lama menunggu akhirnya Alana menunjukkan Fira sebagai dalangnya. Fira yang terciduk langsung membawa Alana dan Alan keluar agar pasangan iblis tak mengeluarkan tanduknya.
"Mami!!!! Jangan kotorin pikiran anak Gava!!!!"ย Teriak Gava dari arah kamar.
"Hahahahaha, leo kalo mau lagi jangan lupa kunci pintu lalu kedapin suara agar suara kalian gak kedengaran." Teriak Fira dari luar kamar Gava.
Alana dan Alan hanya bingung pembicaraan oma dan mamanya.
"Ada apa sayang?" Tanya Dewa heran saat menantu dan istrinya teriak.
"Memanasi mereka sayang." Jahil Fira kemudian kerling manja.
Dewa menghela napas atas kelakuan istrinya ini. Bagaimana bisa menggoda pengantin baru secara terang-terangan. Dewa melihat cucu kembarnya sedang bingung.
"Kalian jangan ikutin kata oma ya." Nasehat Dewa kepada si kembar. Si kembar malah mengangguk saja.
...Jangan lupa di follow terus tinggal jejak dengan tekan vote, like serta koment agar author semangat up ๐ฅฐ๐๐คฉ๐...
__ADS_1