Hot Young Mom And King Mafia (S1 Dan S2)

Hot Young Mom And King Mafia (S1 Dan S2)
[S2] Page 40


__ADS_3

...⚠️ Warning ⚠️...


...Awas berhati-hati karena typo bertebaran dimana-mana, kata-kata kasar, vulgar atau apapun tetapi author berusaha menutupinya, kalo author lupa berarti khilaf 🤫🤭😚😘...


...Jangan lupakan di akhir cerita ada aja bikin gantung dan penasaran 🤭😌🤗...


...🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀...


Taman belakang Mansion Utama RR


Radith, Resmi, Neira, Bintang, Griffin, Bara, Amzar Ahsan, Noe, Alfa, dan Gilang sedang bermain petak umpet (permainan author zaman dulu 🤭) dibawah pengawasan Anita, Ben dan beberapa pengawal berbaju hitam bak orang melayat.


Para anak lain bersembunyi sedangkan Bara terkena giliran menjadi penjaga. Bara menghitung 1-10 pelan-pelan.


"Sudah belum?" teriak Bara dengan menutup mata di balik dinding.


SUDAH


Teriakan bersamaan membuat Bara membuka matanya. Kepalanya celingak celinguk mencari saudara dan teman-temannya.


Bara melangkah ke sebelah kiri dimana Radith dan Bintang bersembunyi di semak-semak. Resmi bersembunyi di sebuah permainan. Berbeda dengan Ahsan dan Amzar di ruang dapur.


Griffin bersembunyi di dekat dinding apartemen. Noe, Alfa dan Gilang bersembunyi dibawah gazebo. Neira dengan entengnya naik ke atas pohon mangga yang super duper rimbun dan lebat (tempat favorit author bersembunyi 🤣) membuat Bara dan yang lain akan kelimpungan mencari.


"Bang Dith, bang Amo gak akan nemuin kita disinikan?" bisik Bintang melihat situasi dimana Bara dekat sekali dengan tubuh Radith dan Bintang.


"Gak, tang. Disini tempat paling aman untuk bersembunyi." bisik Radith melihat situasi.


Bara terus saja mencari keberadaan yang lain.


"Kak Resmi." batin Bara tersenyum senang melihat siluet tubuh Resmi di sebuah permainan.


Bara melangkah ke arah Resmi, Resmi yang bersembunyi seketika jantungnya berdetak lebih cepat.


"Amo, jangan kesini. Ke arah lain aja. Aish ... Amo pliss jangan kesini." batin Resmi saat melihat Bara ke arahnya.


Bara terus saja berjalan ke arah Resmi. Saat tiba dipermainan, Bara melompat.


"Duar ..... ketemu kak Res." teriak Bara senang.


"Ya Allah ... Bara !!!!" teriak Resmi terkejut.


"Hahahaha ... Kak Res, udah ketemu. Jadi Bara cari yang lain." sahut Bara senang.


Resmi yang ketahuan berjalan ke arah gazebo. Bara mencari lagi anak-anak yang bersembunyi. Baru 10 menit ketemunya Resmi, Bara mendapatkan Noe Alfa dan Gilang di bawah gazebo.


"pangeran bala gak asyik, masa waktu menemukan Nona muda Lesmi, Kak Noe, Kak Alfa dan Gilang 10 menit." cadel Gilang cemberut.


"Hahaha derita kalianlah siapa suruh bersembunyi dibawah Gazebo." ejek Bara saat melihat siluet 3 orang berbeda usia dibawah gazebo.


Bara pergi ke arah dapur dimana Amzar dan Ahsan yang bersembunyi. Amzar dan Ahsan melihat siluet tubuh Bara seketika menegang.


"Bang Amzar, kita ketauan gak ya?" bisik Ahsan diseberang Amzar.


"Aku gak tau." bisik Amzar menggelengkan kepala.


"Nahkan ketemu lagi, Ahsan dan Amzar." batin Bara menyeringai.

__ADS_1


Bara mengendap-endap ke arah Amzar dan Ahsan. Amzar dan Ahsan sama sekali tidak tau bahwa Bara menemukan persembunyian mereka.


"Kalian berdua ketemu !!!" teriak Bara senang.


Amzar dan Ahsan seketika terduduk saat mendengar Teriakan Bara.


"Yeeee !!! tinggal Bang Dith, Bintang, bang Grif dan Neira." ceria Bara lalu keluar dari arah dapur.


Amzar dan Ahsan memasang wajah di tekuk dan menuju arah gazebo.


"Ketahuan?" tanya Resmi terkekeh melihat kedua adik sepupunya ini.


"Iya, Kak Resmi." angguk Ahsan Lesu.


20 menit kemudian, Radith, Bintang dan Griffin juga ketauan oleh Bara. Kalo ditotalkan sih 1 jam lebih untuk menemukan Resmi, Noe, Alfa, Gilang, Amzar dan Ahsan, lalu Radith, Bintang dan terakhir Griffin. Tersisa tinggal Neira.


2 jam 30 menit kemudian, Bara mencari tempat persembunyian Neira tetapi sama sekali tidak menemukan tubuh si Neira dimana pun. Bara kembali ke gazebo dengan raut wajah lelah dan cemas bersamaan.


"Neira mana mo? kamu belum ketemu sama sekali?" tanya Resmi mengernyitkan dahinya.


"belum kak Res. Amo belum bertemu sama sekali. Padahal hampir 3 jam Amo mencari." sahut Bara lesu dan khawatir.


"Sebaiknya kita mencari Neira setengah jam. kalo Neira belum ketemu juga, biarkan abang memberitahukan ini ke mama papa." sahut Radith.


"Resmi, ipin dan Amo ke dekat permainan. Aku, Alfa dan Bintang ke dekat semak-semak. Amzar dab Ahsan di daerah dapur dan sekitarnya. Noe dab Gilang cari di sekitar apartemen para maid dan para pengawal. Kita akan kembali ke Gazebo setelah sejam, kalo Neira belum ketemu aku akan memberitahukan ke mama papa." lanjut Radith memberi perintah.


Semuanya bergerak sesuai intruksi bahkan Anita dan beberapa pengawal ikut mencari sang nona muda.


Dimana Neira bersembunyi? dia bersembunyi di atas pohon mangga yang rimbun dan lebat terus tubuhnya bersender di batang, kedua matanya terlelap alias tidur. Neira sama sekali tidak mengetahui kalo para saudaranya mencarinya.


"Ada apa little boy?" tanya Gava saat Radith datang dengan wajah cemas dan khawatir.


"Ma, Neira tidak bisa ditemukan dimanapun. Aku dan yang lain hampir 4 jam tak menemukan Neira dimana pun." balas Radith kaku.


"Hah?! kok bisa boy?! emang kalian main apa?" pekik Gava sambil terlonjak bahkan Putri Shira dan Selir Irene mengelus perut buncitnya akibat kaget.


Leo juga bangkit dari tempat duduknya menuju Radith. Leo membelai pundak Radith agar menenangkan sang anak.


"Main petak umpet. Yang jaga Bara, Ma. Tapi Bara sudah 2 jam lebih mencari Neira, tetapi Neira masih belum ketemu." Balas Radith bergetar bahkan matanya berkaca-kaca.


"Petak umpet. Apa semua tempat sudah kalian cari?" tanya Grace.


"Sudah mom. Radith dan yang lain sudah mencari dimanapun hasilnya nihil." geleng Radith.


"Mama tau deh boy dimana keberadaan adikmu." sahut Gava mengetuk dagunya. "sebaiknya kamu dan yang lain ikut mama." lanjutnya pergi ke taman belakang.


Tubuh Gava berjalan cepat dimana Radith, Leo dan yang lain mengikuti dari belakang. Gava menuju Gazebo untuk memastikan kedua anaknya yang lain aman.


"Mama hiks. Aa nei hilang hiks." sahut Bintang terisak saat melihat tubuh Gava memeriksa kedua anaknya yang lain.


Gava memeluk tubuh Bintang untuk menenangkan berbeda dengan Resmi berada didekapan Alan. Alana dan Ceilo, juga bergegas turun dari kamar pengantin karena mendengar bahwa Neira menghilang.


"Kamu ngapain disini princess?" tanya Gava heran saat Alana di gendong ala bridal style oleh Ceilo.


"Cari Neira ma." balas Alana polos.


"Emang bisa jalan kamu? Ini aja kamu digendong oleh Ceilo." Ucap Gava sedikit mengejek.

__ADS_1


"Kan baru jebol tadi malam mah." decak Alana kesal.


"Maka dari itu. Kamu bisa jalan gak? kalo kamu jalannya masih perih lebih baik kamu gak usah turun." kesal Gava saat Alana mulai keras kepala. "Lebih baik kamu berada di ruang keluarga temani para bumil. Biarkan mama mencari adikmu." lanjut Gava seperti mengusir.


"Yah, mama. kok gitu. Alana juga mau mencari." rengek Alana.


"Turutin aja kenapa sih. Jangan keras kepala deh. Mama tau kok Neira dimana." Ucap Gava agak sewot.


"ish mama gak asyik." rajuk Alana mencebikkan bibirnya.


"bodo amat." sahut Gava melengos.


Ceilo mengangkat tubuh Alana ala bridal style memasuki mansion RR. Di ruang keluarga putri mahkota Aina, Selir Agung Leni, putri Shira dan Selir Irene duduk manis tetapi wajah mereka juga cemas.


Putri Mahkota Aina menatap heran dan mengernyitkan dahinya saat melihat Alana dan Ceilo memasuki mansion tanpa yang lain.


"Loh Alana, Ceilo. Kok kalian disini?" tanya putri mahkota Aina.


"Disuruh mama nemenin bibi dan kakak." balas Alana lesu.


Tubuh Alana didudukkan oleh Ceilo dengan hati-hati.


"Terus Neira udah ketemu?" tanya putri Shira.


"Belum bibi putri." rengek Alana manja.


"Tunggu aja. Bibi yakin deh, kakak putri Ayya akan menemukan Neira." sahut Putri Shira menenangkan Alana.


Sementara di taman belakang, Ben membawa sebuah gergaji listrik. Para orang tua dan para anak-anak mengernyitkan dahi.


"Tuh gergaji listrik buat apa sih bibi Ratu?" tanya Saguna mewakili.


"Buat nurunin anak gorila." balas Gava polos.


Pletak Pletak Pletak


"AAAAUUUUUU ... Saguna !!! Lou !!! Bang Kaisar !!! kenapa dahi cantikku dijitak. Sakit tau !!!" teriak Gava meringis dan tak terima sambil mengelus dahinya.


"Mulut kamu, princess. bisa-bisanya nyebut keponakan cantik abang anak gorila. hah?!" decak Kaisar Awan sewot.


"Iya, bibi ratu. Mulutnya gak di filter ngatain anak namanya anak gorila, kalo Neira itu anak gorila beratti bibi ratu itu induk gorila." decak Putra mahkota Saguna kesal.


"kayanya mulutmu perlu di rukyah deh, Gav. Seenak jidat kamu manggil Neira dengan sebutan anak gorila." sahut Lou kesal dan gak terima.


Gava hanya cengir saja saat mendengar 3 tausiyah dari 3 lelaki berbeda usia itu.


"Ayok, kalian ikut aku." sahut Gava berjalan mendahului.


Para orang tua dan para anak-anak mengikuti Gava dari belakang dimana Ben memegang gergaji listrik. Gava sampai disebuah pohon mangga yang rimbun dan lebat. Kedua tangannya memegang pohon itu dan kepalanya mendongak ke atas. Bibirnya menyeringai saat melihat siluet salah satu kaki mungil berjuntai.


"Disitu kamu rupanya baby girl." batin Gava menyeringai.


...🥀🥀🥀🥀🥀🥀...


...Crazy up dan part terpanjang 🤭🤭 sampai ketemu lusa, soalnya author mau meneruskan novel Young Grandmom 😊😊 ...


...Jangan lupa tekan Favorit kemudian Follow, terus tinggalkan jejak dengan tekan vote ❤❤, like 👍👍 dan komentar 💬💬 agar author semangat update 🥰😍🤩😘...

__ADS_1


__ADS_2