
...⚠️ Warning ⚠️...
...Awas berhati-hati karena typo bertebaran dimana-mana, kata-kata kasar, vulgar atau apapun tetapi author berusaha menutupinya, kalo author lupa berarti khilaf 🤫🤭😚😘...
...Jangan lupakan di akhir cerita ada aja bikin gantung dan penasaran 🤭😌🤗...
...🎊🎊🎊🎊🎊🎊🎊🎊...
Sebuah taman yang sangat sejuk, indah, harum dan tenang pasangan Gava dan Leo berdiri bak orang linglung dan bingung. Tangan Gava dan Leo saling bergenggaman seperti saling menguatkan.
"Gue dan Leo berada dimana sekarang?! taman apa ini?! Kenapa sangat tenang dan sejuk?!" batin Gava memandang ke semua arah.
"Baby, kita berada dimana? Apa kita berada di surga?" Ucap Gava tanpa melihat wajah Leo yang menoleh ke arah Gava.
"Aku tidak tau sayang. Kalopun kita di surga, masa iya kita ehem-ehem langsung meninggal." geleng dan frontal Leo.
Seketika Gava memandang Leo, tatapan mata Leo dan mata Gava benar-benar penuh tanda tanya.
"Putri."
"Pangeran."
sapa dua orang wanita paruh baya diikuti dua pria paruh baya, sepasang pasutri paruh baya dan sepasang pasutri muda.
Gava dan Leo menoleh ke arah sumber suara dan berlari ke arah kedua wanita paruh baya itu.
"Oma Permaisuri."
"Nenek ratu."
Gava dan Leo layaknya anak kecil memeluk kedua wanita paruh baya itu.
"cucu kesayangan nenek/oma walaupun sudah dewasa ternyata masih anak kecil." Ucap kedua wanita paruh baya itu memeluk cucunya masing-masing.
Gava dan Leo sama-sama melepaskan pelukan nenek ratu Rajendra dan oma permaisuri Ramos.
"Putriku tidak kangen sama mama." Ucap wanita muda itu membuat Gava menoleh.
Mata Gava berkaca-kaca saat melihat wanita muda yang sangat dirindukannya selama ini.
"mama." sapa Gava meneteskan air mata dan memeluk wanita muda terkesan anggun.
"Putri mama sekarang sudah besar. Terus sudah menikah dan memiliki empat orang anak." ucapnya memeluk Gava dengan penuh kerinduan.
__ADS_1
"Apa princess lupa sama nenek permaisuri hem?" rajuk wanita paruh baya lain.
Gava melepaskan pelukan mama kandungnya. Lalu memeluk nenek permaisuri Atmaja. Setelah melepas kerinduan dari wanita-wanita hebat di depannya, tetap mata Gava menatap wanita paruh baya yang dipeluk Leo.
"Ada apa sayang?"
"Nenek ini siapa sayang?"
"Nenek aku sayang. Oma permaisuri."
Gava membulatkan matanya tak percaya saat mendengar ucapan suaminya bahwa didepannya ini adalah Kaisar dan permaisuri Ramos.
Oma permaisuri yang melihat wajah terkejut Gava langsung memeluknya dengan tulus dan lembut : "Terima kasih sudah membawa cahaya untuk keluarga kami, Ayya sayang cucu menantuku."
"Seharusnya Ayya berterima kasih sama oma permaisuri karena memiliki cucu yang sangat penyayang, lembut dan hangat." tulus Gava dengan nada polos.
Oma permaisuri Ramos terkekeh mendengar ucapan tulus Gava terkesan polos. Gava lalu memandang ketiga pria paruh baya dan matanya berkaca-kaca saat melihat pria muda yang tersenyum manis, hangat dan lembut.
"Ayah. Vava kangen ayah." Sendu Gava memeluk pria muda itu.
"Ayah juga kangen sama princess, ayah satu ini." Ucapnya mengecup kening sang putri.
"Sebaiknya kita semua ke gazebo untuk melepas rindu sebelum waktu kita habis. Kami para wanita dan pria tua berbeda dengan kalian yang masih muda." sahut Nenek Ratu Rajendra.
Gava berjalan bersama kedua orang tua kandungnya berbeda dengan Leo berjalan dengan opa oma Ramos. Berbeda dengan kedua pasangan pasutri paruh baya hanya menggelengkan kepala kalo cucu dan cucu menantu mereka bak anak kecil padahal sudah dewasa.
"Sebenarnya Gava dan Leo berada dimana?" tanya Gava menatap satu persatu dari mereka.
"Kita berada di alam mimpi sayang. Kami datang karena ada hal penting yang menyangkut takdir anak kalian." balas nenek ratu Rajendra lembut dan anggun.
"Di alam mimpi." beo Gava dan Leo bersamaan.
"Iya, Va, Leo. Kami sekarang berada di alam mimpi kalian." Ucap Mama Gava membelai rambut Gava.
"Putra mahkota Rajendra, sebaiknya kita langsung memberikan sesuatu kepada pasutri muda ini." Ucap opa kaisar Ramos ke ayah Gava.
Gava dan Leo saling pandang. Mereka menatap satu persatu dari pasutri paruh baya dan pasutri muda.
"Gava, Leo, Cobalah liat layar disana. Kalian akan melihat takdir keempat anak kalian." tunjuk nenek permaisuri Atmaja.
Gava dan Leo mengikuti arah yang ditunjuk seketika tubuh mereka terpaku saat melihat 4 layar yang menampilkan takdir keempat anak kandung mereka.
"Apa maksudnya ini?" tanya Gava tanpa mengalihkan layar di depannya.
__ADS_1
"Takdir keempat anakmu saat sudah besar nanti, princess." Balas Ayah Gava menepuk punggung Gava agar kuat.
Gava dan Leo benar-benar melihat satu persatu layar yang menampilkan masa depan keempat anak mereka tetapi mata Gava terpaku kepada takdir Neira dan Bintang. Gava meneteskan air matanya karena takdir Neira dan Bintang sangat mengerikan dibandingkan takdir Radith dan Resmi. Berbeda dengan Leo mengepalkan tangannya dibalik genggaman oma Permaisuri Ramos.
"Mengapa hiks.. takdir hiks... kedua anak Gava hiks... sangat mengerikan hiks... Bahkan Gava, Leo dan yang lain hiks... tidak bisa membantu hiks..." isak Gava saat melihat takdir Neira dan Bintang yang diputar di dalam layar.
Orangtua kandung Gava mengelus punggung putri mereka untuk menenangkan Gava.
"Coba kamu liat lagi cucuku takdir kedua anakmu setelah menderita." sahut Nenek permaisuri Atmaja.
Seketika Gava membulatkan matanya saat melihat kebahagian Neira dan Bintang setelah mengalami takdir mengerikan. Leo juga tak kalah terkejut saat melihat takdir yang di alami Neira dan Bintang.
"Jadi, Gava maupun Leo hanya memantau tanpa membantu Neira dan Bintang?" tanya Gava menatap satu persatu yang berada di kursi masing-masing.
"Ya, kamu dan Leo hanya cukup memantau tanpa harus membantu Neira dan Bintang. Mereka memiliki kemampuan malaikat, iblis dan monster bersamaan." jelas Nenek Ratu Rajendra tersenyum lembut.
"Di masa depan Neira akan di kejar dua pria, diantara dua pria itu seimbang antara sengsara dan kebahagiaan berbeda dengan masa depan Bintang, dia di kejar 5 perempuan dimana salah satunya benar-benar sangat tulus dan berbahaya." jelas Nenek Permaisuri Atmaja.
"Oma, opa, kakek, nenek, ayah, mama. Kenapa di layar masa depan Radith dan Resmi adem ayem saja. Bahkan pasangan masa depan mereka hanya satu?" tanya Leo lembut dan manja.
"Cucuku Radith dan Resmi berbeda dari kedua anakmu, Leo. Di masa depan mereka akan melindungi keluarganya dan pasangannya." jelas Ayah Gava.
"Kalo boleh tau berapa tahun umur anak-anak kalian?" tanya Mama Gava memandang Gava dan Leo bergantian.
"Radith dan Resmi sebentar lagi mau 11 tahun setelah 3 hari pernikahan Alan dan Sekar, Neira usianya 8 tahun dan Bintang usianya 4 tahun." Jawab Leo lembut.
"Wah ... ternyata Radith dan Resmi akan menjalankan takdir mereka, setelah itu Neira lalu Bintang." Ucap Ayah Gava tersenyum manis.
"Iya, ayah benar. Anak Vava sudah pada besar."
"Apa kalian sudah dapat pemberitahuan dari para tetua 3 kerajaan?"
"Sudah, Oma Permaisuri. Radith dan Resmi pergi kekeluarga Ramos, Neira pergi kekeluarga Atmaja, dan Bintang pergi kekeluarga Rajendra." jawab Gava.
"Sebaiknya kalian harus cepat bangun. Kami juga harus kembali karena sudah terlalu lama." Ucap Opa kaisar Ramos melihat sekitar.
Gava dan Leo memeluk satu persatu orang-orang kesayangan mereka. Ayah Gava berpesan agar Leo selalu menjaga dan melindungi putrinya.
Para pasutri paruh baya dan pasutri muda perlahan-lahan menghilang. Gava dan Leo membuka matanya, Gava dan Leo sama-sama menoleh dan berpelukan padahal tubuh mereka masih polos.
Ddddrrrrrrtttttttt
...🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉...
__ADS_1
...Sampai ketemu Lusa 😊😊...
...Jangan lupa tekan Favorit kemudian Follow, terus tinggalkan jejak dengan tekan vote ❤❤, like 👍👍 dan komentar 💬💬 agar author semangat update 🥰😍🤩😘...