
...โ ๏ธ Warning โ ๏ธ...
...Awas berhati-hati karena typo bertebaran dimana-mana, kata-kata kasar, vulgar atau apapun tetapi author berusaha menutupinya, kalo author lupa berarti khilaf ๐คซ๐คญ๐๐...
...Jangan lupakan di akhir cerita ada aja bikin gantung dan penasaran ๐คญ๐๐ค...
...โกโกโกโกโกโก...
Zafar yang di tunjuk bingung harus mengatakan apa. Dia diam dan hanya menunduk untuk mencari kata-kata yang pas buat tuan Leo dan nona Ayya.
"Astaga tuan Lou, kenapa anda sampai keceplosan?! Aku harus jawab apa?! Masa iya aku jawab sebenarnya." Batin Zafar berperang.
Amel dkk menatap dengan penuh tanda tanya, heran juga penasaran menunggu jawaban yang keluar dari mulut Zafar.
Ceklek
Pintu terbuka, membuat mereka mengarah ke pintu dan memandang pelaku mesum tak tau tempat. Leo yang ditatap hanya memandang dengan wajah dingin dan datar.
"Syukur tuan leo datang tepat waktu. Selamat jantung aku ya Allah." Batin Zafar mengelus dada lega.
Leo duduk di kursi Gava. Di wajah datar dan dinginnya hanya memandang heran dan penuh tanda tanya.
"Kenapa semua orang menatapku seperti orang jahat?! Kenapa Zafar jadi mengusap dadanya?! Apa yang terjadi?! Ada apa?!" Batin Leo bertanya-tanya.
Eehhhmmmm
Deheman Lou membuat semuanya menatap seperti biasa.
"Leo, apa yang lo ketahui di mansion itu saat bersama dengan Gava?" Tanya Lou memulai interogasi.
Wajah Leo yang datar dan dingin menjelaskan dengan singkat, padat dan jelas apa yang terjadi di mansion tak terurus itu. Semua orang yang hadir diruang pertemuan menampilkan wajah syok, kaget, kesal, marah seperti campur aduk.
"Jadi si tua bangka itu selain hipers**, menculik anak berusia 7-10 tahun untuk dijadikan kelinci percobaan, terus anak perempuan yang masih gadis diculik untuk menjadi seorang jalang
diclubnya." Teriak Amel marah.
Leo mengangguk membenarkan. Dia dan Gava melihat hal itu sebenarnya ingin membunuh langsung ketimbang bermain terlebih dahulu.
"Brengsek, keparat si tua bangka itu. Sudah membunuh tiga keluarga besar masih saja belum puas." Marah Lou dengan aura membunuh pekat.
"Calis jadi takut." Sahut Calis gemetar hebat.
__ADS_1
Vori yang berada di dekat Calis, melihat tubuh Calis gemetar hebat langsung mendekapnya sekaligus menenangkan. Agra juga mendekap Miko yang syok mendengar kabar ini.
"Bagaimana dengan nona Gava yang menjadi target Aaron." Ucap Miko dengan pandangan kosong.
"Aaron tidak akan bisa melukai nona Gava. Nona Gava lebih licik dan pintar." Sahut Adam datar.
Semua orang yang hadir menatap Adam dengan penuh tanda tanya terutama Leo.
"Apa kalian ingat kejadian 6 tahun yang lalu." Sahut Adam.
Miko, Amel, Vori dan Lou sangat tau kejadian 6 tahun lalu. Adam menceritakan semuanya tanpa terlewat satupun. Berbeda dengan Zafar dan Leo.
Flashback 5 tahun yang lalu
Azka dan istrinya di sekap oleh Aaron beserta anak buahnya dimana tempatnya bekas mansion Rajendra. Azka dan istrinya di ikat terpisah. Azka di ikat di tiang sedangkan istrinya di atas ranjang.
"Halo anak manis." Sapa Aaron menyeringai.
"Keparat kau, Aaron lepaskan kami." Berontak Azka.
"Hahaha melepaskan kalian, mimpi !!!" Aaron tertawa terbahak kemudian menyeringai.
Aaron melihat istri Azka yang cantik serta menggoda. Ide licik Aaron seketika terlintas di otaknya.
"Tua bangka apa yang kau lakukan?! Jangan dekati istriku?!" Teriak Azka berontak saat Aaron mulai berjalan ke arah istrinya.
"Aku akan bermain dengan istrimu, anak manis. Tubuh istrimu sangat seksi dan montok." Seringai Aaron bergairah.
Aaron merobek pakaian istri Azka sehingga istri Azka hanya memakai pakaian dalam saja. Azka sangat marah dan sakit hati saat istrinya menangis dan memohon kepadanya untuk meminta tolong tetapi tubuh Azka yang masih terikat kuat.
"Aaron apa yang kau lakukan bajingan sialan. Lepaskan istriku." Murka Azka.
Aaron tidak mendengarkan kemurkaan Azka. Telinga Aaron seolah-olah tuli. Kemudian Aaron melepaskan pakaian dalam istri Azka. Jakun Aaron naik turun saat melihat kemolekan tubuh istri Azka yang menurutnya sangat seksi dan montok.
Aaron langsung melepaskan pakaiannya sampai tak tersisa di tubuhnya. Istri Azka kaget saat melihat tubuh Aaron polos dan kepemilikkan berdiri bak tiang listrik.
Aaron yang sudah terbakar nafsu langsung menerkam istri. Azka melihat istrinya diperk**a di depannya berusaha melepaskan ikatan yang berada ditubuhnya.
Hati Azka benar-benar sakit dan tersiksa melihat istrinya yang tak berdaya di bawah Aaron bahkan Aaron terus saja menerkam istrinya kasar bak binatang buas.
Setelah hampir 2 jam, Aaron puas melakukan tindakan senonoh itu. Istri Azka pingsan karena kelelahan.
__ADS_1
"Hahahaha punya istrimu sungguh sangat sem**t, anak manis. Bahkan aku ingin melakukannya lagi." Ledek Aaron sangat puas melihat lawannya menderita.
"Aaron, kau sungguh manusia iblis tak berperasaan. Ingat Aaron suatu saat nanti karma akan mendatangimu." Murka Azka.
"Hahahaha kau hanya membual saja anak manis." Ejek Aaron terbahak-bahak.
Sebulan sudah Azka dan istrinya di sekap Aaron. Istri Azka harus melayani manusia iblis itu terus menerus bahkan sampai meregang nyawa.
Azka sangat frustasi dan depresi saat istrinya meninggal di depan matanya dimana saat itu Aaron melakukan pengguguran kandungan secara paksa dengan bantuan bidan atau dukun beranak bukan dokter.
Istri Azka meronta kesakitan saat perutnya di pijat-pijat oleh bidan atau dukun beranak tersebut.
"Saaaakitttt... hhiikkssss.... hen....ti...kan... hhhiiikksss.... saa..yaang... to...long." lirih Istri Azka kesakitan dengan wajah pucat.
Dahi istri Azka terus berkeringat karena menahan sakit yang luar biasa. Bidan atau dukun beranak tersebut terus saja memijat tanpa henti. Darah terus mengalir di bagian bawah.
"Tahanlah sebentar lagi janinmu akan keluar." Sahut dukun beranak itu tidak tega.
Dukun beranak itu menekuk kedua kaki istri Gava lalu memijat agak kencang.
Aaaaaaaagggghhhhhhh
Aaaaaagggggghhhhhh
Istri Azka teriak kencang saat dukun beranak itu mengeluarkan janinnya secara paksa. Kemudian istri Azka merasakan napasnya putus-putus. Dukun beranak itu kaget saat melihat istri Azka tak bergerak setelah janinnya keluar.
"Tuan Aaron, dia meninggal." Ucap dukun beranak itu gemetar.
"Aaron, dasar iblis jaha**m. Kau sudah membunuh istriku dengan kejam dan keji." Murka Azka seketika ikatannya terbuka.
Tubuh Azka menyerang Aaron tetapi Agam langsung menembak Azka tepat di jantung. Tubuh Azka ambruk bahkan meninggal di tempat.
"Buang bayi itu bidan." Titah Aaron datar. "Agam, ambil beberapa organ dari pasutri itu lalu jual di pasar gelap." Lanjut Aaron menyeringai puas.
Bidan dan Agam mengangguk saja. Sementara Gava dan Adam melihat kejadian itu tercekat saat melihat orang yang di sayang mereka tewas. Lou, Miko, Amel dan Vori juga melihat hal itu menangis dalam diam. Mereka benar-benar terlambat menyelamatkan pasutri itu. Bahkan Ryker frustasi sama halnya Shafa, Miya dan Agung sebelum kedatangan Ceilo dan Grace di organisasi Zero Zone.
Flashback Off
Setelah mendengar cerita Adam tentang Aaron sebenarnya Leo, Zafar beserta beberapa mafia Alaskar diam tanpa kata dan tak tau dari mana.
Leo kemudian bangkit dan berlari-lari menuju ..........
__ADS_1
...Jangan lupa di follow terus tinggal jejak dengan tekan vote, like serta koment agar author semangat up ๐ฅฐ๐๐คฉ๐...