
...⚠️ Warning ⚠️...
...Awas berhati-hati karena typo bertebaran dimana-mana, kata-kata kasar, vulgar atau apapun tetapi author berusaha menutupinya, kalo author lupa berarti khilaf 🤫🤭😚😘...
...Jangan lupakan di akhir cerita ada aja bikin gantung dan penasaran 🤭😌🤗...
...🎥🎥🎥🎥🎥🎥...
Episode 78 sedikit cerita : Biarpun sudah terkepung, Jeslin masih saja sombong dan angkuh menbuat Amel mencibir. Gava asli hanya mencibir saja lewat batin lalu memiliki ide cemerlang. Gava asli memberi kode ke Hansa palsu untuk melakukan sesuatu ke Jacob. Hansa palsu yang paham kode dari Gava asli segera melaporkan hal ini ke Leo dengan memakai earphone yang satunya.
Gava asli langsung menyerang Jeslin menggunakan jarum tetapi Jeslin berhasil menghindar dengan wajah murka. Chan yang tidak jauh dari kejadian, menekan earphone memberitahukan Adam dan Zafar untuk melindungi Radith dan Lou agar tidak terluka sedikitpun karena kedua pasutri sekarang sudah mode mengamuk dan tanpa bisa di cegah.
"Tuan Lou, tuan muda Radith, serta yang lain tetap berada ditempat." perintah Zafar.
"Kenapa?" tanya Amel heran.
"Nona Ayya dan tuan Leo dalam mode mengamuk untuk saat ini." jelas Zafar pelan alias berbisik.
"Apa?! Serius?! Wow. Akhirnya dia mengamuk juga, si ****** itu meninggal gak yah." Sahut Amel dengan berbagai ekspresi dan menebak.
"Kenapa tidak dibantu ayah Zafar?" singkat Radith.
"Nanti akan ada kode dari papa mama anda tuan muda." balas Zafar.
Mereka semua menganggukkan kepala tanda setuju lalu melihat Gava asli dan Jeslin sedang berdebat bahkan melepaskan topengnya membuat Jeslin, Meli dan Jacob melototkan mata, Hansa palsu menekan punggung Jacob dengan lutut kaki membuat tubuh Jacob maju beberapa langkah.
Jacob murka sambil menahan sakit di daerah punggung. Gava langsung memanggil nama Lucas ke Hansa palsu membuatnya melepaskan topeng lalu wajah Lucas datar sedatar tembok ada dihadapan mereka semua.
Tawa Gava sangat sinis dengan wajah datar membuat emosi Jeslin mencuat lalu menyerang Gava bertubi-tubi dan brutal. Jacob mengarahkan pistolnya ke Gava karena memiliki kesempatan tetapi dihalangi oleh salah satu anak buahnya membuat Gava dan Jeslin menghentikan pertarungan.
Jacob murka kepada salah satu anak buahnya. Salah satu anak buahnya berjalan ke arah Jacob tanpa rasa takut. Jacob menyerang salah satu anak buahnya dan pistol yang berada di tangan Jacob terlepas begitu saja akibat tembakan Chan membuat Jacob frustasi.
"Jangan lukai my baby." sahut Leo berada dihadapan Jacob. Jacob, Meli dan Jeslin melototkan matanya saat melihat Leo masih hidup.
Gava lebih parah lagi melihat Leo karena kedua mata Leo berwarna merah darah bahkan batinnya sudah meronta. Jeslin memberi kode ke Meli untuk menyerang Gava bersama-sama.
Terjadinya perkelahian Gava melawan Meli dan Jeslin membuat Radith ingin membantu Gava tetapi dihalangi Adam dengan cara menggeleng keras.
Jacob dan Leo juga mengalami perkelahian hebat bahkam tangan kiri Jacob patah. Leo sama sekali tidak merasa kasihan.
Tendangan Gava membuat tubuh Meli terlempar ke dinding menyebabkan terbatuk darah segar. Jeslin teriak kesakitan karena tangan kanannya dipelintir oleh Gava.
Gava dan Leo memerintahkan menangkap Jacob, Meli, dan Jeslin. Jeslin dan Meli berada ditempat Miko dan Shafa, Jacob berada di tangan Agra dan Vori.
Gava berjalan ke arah Leo lalu memerintahkan Lou dan Radith melepaskan topeng. Radith berlari ke arah kedua orangtuanya disambut dengan pelukan hangat dan kasih sayang bahkan Gava memeriksa keadaan tubuh Radith ternyata Radith tidak terluka satupun.
__ADS_1
Gava memberi kode kepada Light untuk membedah tubuh anak Gita karena waktu tidak banyak lagi buat kehidupan Ahsan. Light melepaskan topeng anak tersebut membuat Gita histeris karena putranya berada disana.
Gava juga memberi titah Hide agar melepaskan topeng Resmi palsu lalu terpampanglah wajah Friska. Meli melihat hal itu histeri tidak terima bahkan menyumpahi Gava bahkan Gava membentak ke Meli.
Leo malah mengusap punggung Gava, Radith diserahkan ke Adam. Light mengangkat boks berisi jantung, hati dan ginjal milik putra Gita dan Hansa membuat Gita histeris.
Lou dan Light pergi untuk ke rumah sakit pribadi menggunakan helikopter. Setelah Lou dan Light pergi, Gava memberikan kode ke Leo untuk menjinakkan monster yang berada di dalam diri Radith. Adam menyerahkan Radith dan Leo menutup mata Radith alias membisikkan sesuatu membuat Radith tidak sadarkan diri lalu Leo juga menutup mata agar kembali menjadi Leo sebenarnya.
Zafar memerintahkan untuk membawa Jacob, Meli, Jeslin, dan Gita dibawa ke markas dan Adam memasang bom agar bisa meledak selama 30 detik. Ledakan bom yang dipasang Adam membuat bangunan hancur lebur tanpa sisa.
...🎞🎞🎞🎞🎞🎞...
Episode 79 sedikit cerita :
Rombongan Gava dan Leo menuju mansion utama RR menggunakan mobil. Leo memangku Radith yang tidak sadarkan diri, Gava hanya mengelus pucuk kepala Radith dengan wajah cemad dan mata berkaca-kaca.
Leo mendekap tubuh Gava dari samping kiri bahkan tangan kirinya menepuk punggung Gava agar menenangkannya.
Seketika Gava mengingat Resmi dan menjelaskan ke Leo membuat Leo menyuruh Hide mempercepat laju mobil. (Selebihnya baca episode 79 season 2)
Pasangan Grace-Lou, pasangan Raja Raden-ratu Freya menunggu hasil operasi Ahsan berjalan hampir 2 jam. Lalu datanglah Gava, Agra dan Miko dibelakangnya ranjang Radith dan Leo.
Gava melihat Light langsung memerintahkan Light agar ikut dengannya bahkan Lou dan Raja Raden di lewati begitu saja. Light memerintahkan membawa ke ICU VVIP khusus.
Flashback terakhir ini 😘😘
...🎞🎞🎞🎞🎞🎞...
Kembali ke masa depan
Di ruangan ICU VVIP, seorang wanita berusia 32an terbaring dengan selang infus, oksigen bertengger diantara mulut dan hidungnya. Wajah dan bibir pucat, mata terpejam rapat, dan tubuh agak kurus menandakan wanita itu seperti tidak ada kehidupan. Seorang pria berusia 37an terus saja menggenggam salah satu tangan wanita itu yang tidak terinfus. Pasangan itu tidak ditemani oleh siapapun.
"baby, bangunlah. Kamu tidak kasian sama aku, baby. Kamu sudah tertidur hampir sebulan. Bintang, Neira, Lusi, tuan Athaya dan Lya ada disini. Radith dan Resmi sudah berangkat ke negara Z bersama abang Ali dan kak Mala." oceh pria berusia 37an lirih sambil mengeluarkan air mata.
Pria berusia 37an seperti tidak terurus karena rambut acak-acakan, mata bengkak, kumis dan jenggot mulai tumbuh, serta jarang mandi karena sang istri masih tertidur lelap bak princess sleeping beauty.
Pria berusia 37an mengingat flashback hampir beberapa minggu yang lalu yang diceritakan oleh Lucas, Hide dan Light.
Flashback 3 minggu yang lalu dimana trategi terjadi.
Di ruang ICU VVIP khusus Gava dibantu Lucas, Light dan Hide merawat Leo, Radith dan Resmi selama hampir seminggu. Gava sama sekali tidak beranjak dari ruangan tersebut.
Lucas berinisiatif memgambil makanan untuk sang nyonya besar saat ini. Dia meletakkan sebuah nampan berisi sarapan lengkap bahkan menyuapi Gava layaknya baby sitter. (Syukur Lucas robot manusia tanpa perasaan 🤣)
"Cas. gue udah kenyang." serak Gava lirih.
__ADS_1
"nyonya besar. Anda baru saja makan 5 suap. Bagaimana anda bisa kenyang?" datar Lucas.
"Tapi aku ... aku ..." Gava tidak melanjutkan kata-katanya karena tubuhnya hampir saja menyentuh tanah kalo Hide tidak dibelakang sang nyonya besar.
Light yang baru masuk ruangan bersama seorang profesor senior dan 2 orang dokter langsung bergegas memeriksa kondisi tubuh Gava. Matanya terbelalak saat dahi Gava benar-benar panas.
"Ranjang, infus, oksigen." titah Light singkat.
Mereka yang paham segera mengambil tindakan medis secepatnya.
Flashback selesai.
Ceklik
Pintu ruangan dibuka datangnya Neira dan Bintang mendekati pria berusia 37an bersamaan Tuan Athaya dan Lusi yang diperbolehkan masuk.
"Tuan Leo, bagaimana keadaan nona besar?" tanya Athaya datar terkesan lembut.
"masih sama tidak ada perubahan sama sekali." lirih Leo.
"Mah, kapan bangunnya sih. Tangtang kangen tau." Ucap Bintang sendu menatap Gava yang masih terpejam rapat.
"Mah, ini Nei mah. Bangun dong mah. Mama gak kangen sama Nei dan Bintang." lirih Neira terisak.
Perlahan-lahan jari Gava bergerak dan matanya terbuka membuat Neira, Bintang, Leo, Tuan Athaya dan Lusi tersenyum. Lusi menekan tombol merah.
Light dan seorang profesor senior serta 2 orang perawat senior memasuki ruangan tersebut. Leo dan yang lain mundur perlahan-lahan.
"Bagaimana?"
"Nyonya besar Ayya sudah sadar tuan besar Leo."
Leo memeluk kedua anaknya. Lusi juga berada di dekapan tuan Athaya.
"Ha...us....." Ucap Gava terbata-bata.
Seorang suster senior melepaskan oksigen untuk Gava dan meminumkan air putih ke Gava. Gava menghambiskan minuman tersebut hingga habis.
"Baby, Neira, Bintang." lirih Gava.
...🔜🔜🔜🔜🔜🔜...
...Sampai disini dulu author capek 😁...
...Jangan lupa tekan Rate, Favorit dan Follow, terus tinggalkan jejak dengan tekan vote ❤❤, like 👍👍 dan komentar 💬💬...
__ADS_1