
...⚠️ Warning ⚠️...
...Awas berhati-hati karena typo bertebaran dimana-mana, kata-kata kasar, vulgar atau apapun tetapi author berusaha menutupinya, kalo author lupa berarti khilaf 🤫🤭🥰...
...Jangan lupakan di akhir cerita ada aja bikin gantung dan penasaran 🤭😌🤗...
...🇲🇨🇲🇨🇲🇨🇲🇨🇲🇨🇲🇨🇲🇨🇲🇨🇲🇨🇲🇨🇲🇨...
Mansion Cabang Kediaman Utama RR
Hari - 1 sebelum pernikahan Alan dan Sekar dilakukan, sama seperti pernikahan Alana dan Ceilo seminggu yang lalu. Ratusan pekerja memenuhi halaman mansion cabang dengan dekorasi tema outdoor dengan gaya klasik dan elegan.
Gava sangat antusias dan semangat bahkan sampai turun tangan langsung sehingga membuat Leo kelimpungan.
"mbak, tolong dekorasi bunga sebelah kanan harus sama dengan dekorasi bunga sebelah kiri."
"mas, meja dan kursi harus pas ya."
"Mbak, tolong meja kursus makanan dan minuman ditambahin lagi."
Blablablabla
Ocehan Gava yang super duper rempong dan tubuhnya yang gesit dan lincah kesana kemari bahkan Leo yang di belakangnya selalu saja mengikutinya bak anak ayam.
"Baby, Biarkan panitia saja yang mengurus dekorasinya."
"Baby, berhati-hatilah nanti kamu jatuh."
"Sayang, istirahat dulu, nanti kamu sakit."
Bujukan Leo panjang lebar tanpa henti tetapi Gava menulikan pendengarannya. Membuat wajah Leo frustasi karena tidak berhasil membujuk Gava untuk istirahat.
Bahkan susunan meja khusus orang dewasa sama dengan seperti pernikahan Alana dan Ceilo. Meja pertama dan meja kedua agak lebih besar dan luas ketimbang meja ketiga karena diisi khusus para orang tua.
Meja pertama terdiri Kaisar Awan, Permaisuri Genia, putra mahkota Saguna bersama putri mahkota Aina dan selir Agung Leni. Pangeran Ello bersama putri Shira dan Selir Irene.
Meja kedua terdiri pasutri Lou-Grace, King-Amel, Agra-Miko, Zafar-Miya, Adam-Shafa, dan Vori-Calis. Meja ketiga terdiri dari Dewa-Fira, Opa-Oma Sekar, serta daddy edwin, Sekar dan Alan, Alana dan Ceilo.
Ada dua meja khusus anak-anak juga saling berdekatan dengan 3 meja khusus orang dewasa. Meja pertama terdiri atas Radith dan Resmi mengapit Neira dan Bintang, Ahsan dan Amzar di sebelah Resmi, Griffin dan Bara ~ anak Ello dengan kedua istrinya. Meja kedua terdiri atas Intan, Kenzo, Gilang, Noe, Alfa dan Akbar.
Di meja para orang tua, mereka hanya menggelengkan kepalanya saat Gava, si emak rempong mengurus dekorasi pernikahan Alan dan Sekar dengan antusias.
Berbeda lagi di meja anak-anak. Para anak-anak juga melihat bagaimana tubuh Gava dengan gesit dan lincahnya bak seorang penari kesana kemari tanpa henti.
"Mama kok gesit banget ya. Waktu Pelnikahan Kak Alana dan Kak Ceilo, mama juga sepelti itu." cadel Bintang menghembuskan napas.
__ADS_1
"Iya, ya. Nei yakin deh kalo kita semua nikah, mama pasti akan turun tangan." Ucap Neira melihat Gava kesana kemari bak burung terbang yang lepas dari sangkarnya.
"Kalo Amo nikah, Amo ingin bibi ratu Gava ikut terlibat mendekorasi pernikahan Amo." sahut Bara berbinar.
"Gak !!!!!" teriakan Radith, Resmi, Neira dan Bintang bersamaan membuat para orang tua menoleh ke meja khusus anak-anak.
"Kenapa gak boleh?" tanya Bara heran dan bingung.
"Gak, Amo. Bang Radith gak akan membiarkan mama turun tangan lagi. Kamu kan tau semakin anak tumbuh, maka semakin tua usia orang tua kita." nasehat Radith.
"Iya, juga sih bang didit. Tapi gimana dong, Amo juga mau bang." angguk Bara lalu puppy eyes.
"Gak bang Amo, kalo kita semua nikah jangan sampai mama turun tangan." mutlak Neira tegas.
Bara mengerucutkan bibirnya dimana keempat anak Gava-Leo bodo amat sama wajah bebek Bara. Para orang tua terkekeh melihat interaksi menggemaskan hal itu.
Hampir 2 jam, Gava memerintahkan ratusan para pekerja untuk pesta pernikahan Alan dan Sekar berjalan ke arah meja orang dewasa.
Gava terduduk di kursi disebelahnya Leo juga duduk akibat kelelahan mengikuti Gava yang lincah dan gesit bak burung terbang yang lepas.
"Akhirnya lo duduk juga, Gav. Wow ... dekorasinya beda lagi ,,, berbeda dari dekorasi sebelumnya." puji Amel memandang dekorasi tersebut.
"Campur tangan besan sangat menakjubkan." sahut edwin, daddy Sekar terkagum-kagum melihat dekorasi pesta pernikahan outdoor putrinya.
"Gav." panggil Amel.
Gava mendongakkan kepalanya sambil meminum susu coklat dingin dengan pandangan bertanya.
"Siapa kedua wanita maid itu?" tanya Amel menunjukkan ke Jeslin dan Meli.
Gava menceritakan kedua wanita asing itu ke pasangan Calis-Vori dan Amel-King.
"Namanya Jeslin dan Meli, kakak beradik yang ditemukan pingsan di gerbang utama kediaman lo."
"Mereka mengundurkan diri karena hampir di perkosa."
"Meli lulusan SMA sedangkan Jeslin lulusan diploma 1."
Ucap Amel, Calis dan King bersahutan. Gava menganggukkan kepalanya.
"Lo gak merasa curiga gitu sama mereka, Gav?! Mereka orang asing loh?! Syukur gue paham sama sikap lo, Gav. Coba gue gak paham, bisa mencak-mencak gue hehehe .... " tanya dan kekeh Amel menatap Gava.
"Hahahaha .... Nah lo tau sikap gue." Ucap Gava tertawa.
Grace yang disebelah Gava menoel lengannya.
__ADS_1
"Ada apa?" Tanya Gava tanpa suara dan hanya bibirnya saja.
Grace mendekatkan diri ke telinga Gava dan berbisik : "kak, kita harus memberitahukan masalah MP ke Alan dan Sekar. Mereka masih polos dalam hal ehem-ehem."
Gava tersenyum manis kemudian menatap Leo, suaminya. Gava bergelanyut manja di lengan Leo.
"Ada apa baby?"
"Kita ajarin Alan dan Sekar untuk MP mereka yuk. Nanti kalo mereka sudah menikah gak bingung lagi kalo ehem-ehem." bisik Gava.
Sama halnya Grace ke Lou. Lou dan Leo saling tatap kemudian menganggukkan kepalanya.
"Lebih baik ikuti aja keinginan istri, dari pada ngambek kan bahaya buat boy." batin Leo dan Lou sehati dan sepemikiran. 😂
Para orang tua jangan ditanya, mereka semua bertanya-tanya kenapa kedua pasangan ini saling berbisik.
"Alan ikuti daddy dan papa yuk." ajak Lou menatap Alan yang diam bak patung hidup.
"Sekar, ikut mommy dan mama, yuk." ajak Grace menatap Sekar dengan puppy eyes.
"Kenapa gak bareng aja?" tanya Sekar.
"Urusan pria dan wanita berbeda sayang. Yuk ikut mama dan mommy Grace." ajak Gava mengapit lengan Sekar di sebelah kiri dan Grace disebelah lengan kanan.
Alan juga berada ditengah antara Lou dan Leo. Definisi suami yang mau mengikuti kemauan istri demi JATAH dan KELONAN. 🤣🤣🤣
Sementara Jeslin dan Meli, sebagai maid pembantu hanya mengerjakan tugas dengan penuh malas-malasan padahal hati mereka terutama hati Jeslin terus saja menatap Gava dengan penuh dendam kesumat melihat kebahagiaan keluarga Gava dan Atmaja.
"Ratu Ayya,, bersenang-senanglah terlebih dahulu. Setelah ini anda akan merasakan bagaimana kehilangan satu persatu orang-orang terdekat anda." batin Jeslin menyeringai dibalik wajah manis.
"Yap semuanya, dekorasinya sudah selesai. Kita istirahat." Ucap seorang kepala dekorasi yang ditunjuk Gava.
Meli dan Jeslin terduduk di kursi taman tak jauh dengan pesta pernikahan.
"Kak Jes, aku akan mendekati pria yang bernama Edwin Drixson. Dia besan dari ratu Ayya. Dari dialah kita akan memasuki kediaman utama RR." bisik Meli memberikan ide.
"Mel, kamu emang bisa diandalkan." bisik Jeslin menyeringai.
Jeslin dan Meli tidak tau kalo mereka di awasi dari jarak jauh. Yang mengawasi mereka sama sekali tidak bisa mendengar percakapan akibat berbisik.
...🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩...
...Author ngebut 🤭🤭 Sampai ketemu Lusa 😊😊...
...Jangan lupa tekan Favorit kemudian Follow, terus tinggalkan jejak dengan tekan vote ❤❤, like 👍👍 dan komentar 💬💬 agar author semangat update 🤭🤗😊...
__ADS_1