
...β οΈ Warning β οΈ...
...Awas berhati-hati karena typo bertebaran dimana-mana, kata-kata kasar, vulgar atau apapun tetapi author berusaha menutupinya, kalo author lupa berarti khilaf π€«π€ππ...
...Jangan lupakan di akhir cerita ada aja bikin gantung dan penasaran π€ππ€...
...π·π·π·π·π·π·π·π·...
...****Page 26 itu 2Γ terupload karena wifi author mengalami gangguan, jadi author pake kouta deh π€**** Author upload bisa malam atau sore tergantung kerjaan author π...
...ππππππππ...
Alan Pov On
Tet tet tet
Bel pulang sekolah sudah di bunyikan, aku membereskan peralatan sekolah terlebih dahulu untuk di masukkan ke dalan tas. Di hadapanku Alana dan Sekar, tunanganku asyik berbincang.
"Lo pulang bareng kita?" tanya Sekar.
"Gak, gue di jemput kak Ceilo. Mau ngedate." jawab Alana tersenyum manis dan ceria.
Sekar menganggukkan kepalanya. Aku berjalan ke arah tempat duduk Alana dan Sekar sambil tersenyum tipis. Sekar dan Alana yang mendongakkan kepala dengan menatapku heran karena aku tersenyum amat tipis.
"Lan, lo kesambet ya." celetuk Alana.
Wajahku kembali datar saat mendengar celetukan Alana.
"Sayang, yuk kita ngedate." ucapku dengan tatapan lembut.
Sekar menganggukkan kepalanya lalu tubuhnya bangkit. Karena anak-anak hanya sedikit di area sekolah, aku dan Sekar bergandengan tangan tanpa peduli sekitar.
Aku dan Sekar menuju tempat parkir khusus pemilik sekolah. Sebelum membuka pintu mobil depan, kedua tanganku menarik tubuhnya. Tubuhnya terhuyung ke depan dan menabrak dada bidangku.
"Aauuu .... hati-hati lan. Sakit nih dahiku." Ringisnya manja mengelus dahinya yang terkena dada bidangku.
"Maafkan aku sayang." Lembutku sambil mengusap dahinya.
"Mau kemana sih, lan?" Herannya.
"Rahasia sayang." Lembutku.
"Kok pake rahasia segala sih." Bingungnya dengan nada manja dengan wajah menurutku sangat menggoda dan menggemaskan.
Aku pun langsung mencium kening Sekar karena hanya kami berdua di area parkiran khusus pemilik. Wajahnya merah padam seperti orang yang baru saja berjemur di terik sinar matahari.
"Ish ... jangan cium keningku." rajuknya memeluk tubuhku dan menyembunyikan wajahnya di dada bidangku.
"Terus dimana dong?" godaku mengelus pucuk kepalanya.
Dia mendongakkan kepalanya dengan memanyunkan bibirnya bak bebek. Mataku malah terfokus kepada bibir merah merekahnya.
Lalu mataku beralih ke matanya yang tenang dan teduh. Aku memberanikan diri memajukan wajahku ke wajahnya. Hampir saja bibir kami bersentuhan tetapi telapak tangan seseorang yang aku kenal menghalangi bibirku.
"Ckck ... Syukur gue tepat waktu. Kalo terlambat yang ada mobil bergoyang. Lalu kalian berdua langsung dinikahkan di depan penghulu tanpa resepsi." decak Alana, saudara kembarku.
Sekar menundukkan kepalanya malu. sedangkan aku berdecak kesal karena moment yang di tunggu malah di cegah oleh Alana.
"ganggu lo." decakku tak suka.
Tak
__ADS_1
"Aaauuu .... Alana setan. Sakit nih dahiku." kesalku saat dahiku di sentil oleh jari Alana agak keras.
"Sakit ya sayang." cemas Sekar sambil mengelus dahiku.
Aku mengangguk dengan bibir melengkung ke bawah. Salah satu tangan sekar terus saja mengelus dahiku dengan lembut.
"Cuman di sentil doang, sampe bermanja ria dengan Sekar." cibir Alana.
Aku menatap permusuhan ke arah Alana, tetapi Alana juga menatap balik.
"Lagipula Kalian berdua belum SAH menjadi pasangan suami istri. Nanti setelah kalian SAH mau ngapain juga gue dan para orang tua gak akan ngelarang. Mau kalian ehem di mobil, bis atau dimanapun gak ada yang ngelarang." nasehat Alana frontal.
"Baby." sahut seorang pria berusia 25an.
Aku, Sekar dan Alana menoleh ke arah pria tersebut. Alana tersenyum lebar saat tau siapa pria 25an itu.
"Jemputan gue sudah datang. Tapi ingat kalian jangan khilaf, tunggu sudah NIKAH." peringat Alana sambil berlalu.
Alana menaiki mobil sport pria tersebut kemudian mereka melambaikan tangannya. Aku dan Sekar membalas mereka. Aku dan Sekar memasuki mobil. Kami pergi ke tempat rahasia.
Alan Pov Off
...πΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌ...
Mansion Utama RR
Siang hari benar-benar sangat ricuh akibat para anak-anak karaoke di ruang keluarga dengan Volume besar. Yang karaoke siapa lagi Resmi, Neira dan Ahsan lalu Noe juga ikut-ikutan. Berbeda dengan Amzar, Ahsan dan Alfa hanya duduk manis sambil memakan cemilan.
"Kak Res, lagu apa nih?" tanya Neira bingung.
"Topi saya bundar tapi huruf yang ada a, i, u, e, o di ganti huruf 'O' " jawab Resmi menaikkan turunkan alis.
"Hah?! gimana tuh kak Res?!" tanya Ahsan bingung.
Topo Soyo Bondor π΅ ~ Resmi
Bondor Topo Soyo π΅ ~ Noe
Kolo Todok Bondor π΅ ~ Resmi
Bokon Topo Soyo π΅ ~ Noe
Setelah Noe dan Resmi menyelesaikan nyanyian lagu itu seketika :
Hahahahahaha
Tawa menggelegar di ruang keluarga membuat Noe dan Resmi menatap mereka heran.
"hahaha aduh Kak Res, aduh hahahaha masa iya topo soyo bondor hahahaha." Ucap Ahsan tertawa terbahak-bahak sambil sakit perut.
"kan tadi kakak ada bilang, di ganti dengan huruf O kalo ada a, i, u, e, o." Ucap Resmi seketika lemot.
"iya sih kak hahahaha tapi aneh aja hahaha" Ucap Neira tertawa terbahak-bahak.
Radith dan Amzar hanya menggelengkan kepala saja sambil terus tertawa melihat perdebatan saudara mereka.
"Terus siapa lagi nih yang nyanyi?" tantang Resmi.
"Neira aja. Neira mau nyanyi lagu Burung Kakak Tua." Ucap Neira mantap.
Burung Kakak Tua π΅
__ADS_1
Hinggap di jendela π΅
Nenek Sudah tua π΅
Giginya tinggal dua π΅
Neira menyanyikan lirik lagu di atas π
Tredung tredung tralala π΅ ~ 3 kali pengulangan
Resmi, Ahsan dan Noe menyanyikan lirik lagu di atas secara bergantian.
Burung Kakak Tua π΅ ~ Neira
Prok prok prok
"pintar sekali ya anak-anak mommy." Sahut Grace yang baru saja melihat kelakuan kelima anaknya serta anak para sahabatnya.
"Hehe Mommy. Tumben pulang mom, biasanya kan sore mom?" Resmi cengengesan sekaligus bertanya.
"Mommy mau ngambil berkas di ruang mama kalian. Makanya mommy pulang bentar terus nanti mommy berangkat lagi." jelas Grace lembut. "Kalian sudah makan?" lanjutnya bertanya.
"Sudah mommy, tugas sekolah juga sudah." jawab Radit mewakili yang lain.
"Kalo sudah selesai saatnya kalian tidur siang." titah Grace tegas.
"Siap mommy." tegas Amzar mewakili yang lain.
Para anak-anak menuju kamar mereka masing-masing di lantai 3. Saat di lantai 3, Resmi mencekal tangan Radith membuat Neira, Ahsan dan Amzar berhenti.
"Kenapa?"
"tidur bareng ya bang." Melas Resmi puppy eyes.
"Neira juga."
"Ahsan"
"Amzar"
3 sahutan Neira, Ahsan dan Amzar membuat Radith hanya menghela napas.
"Mudahan aja kamar ku gak hancur." batin Radith berdoa..
"Bang gimana?" tanya Resmi mewakili ketiga adiknya.
"Ya, kita tidur bareng." angguk Radith menyetujui.
"Yeeeee tidur bareng sama bang Radith." ceria Neira dan Ahsan.
Mereka berlima masuk ke kamar Radith yang bernuansa hitam putih. Radith menekan tombol berwarna kuning.
4 kasur Kingsize berada di kamar Radith yang muatannya setara 5 orang dewasa. Kalo untuk anak-anak kemungkinan 7-8 orang anak.
"Sikat gigi dulu baru kita tidur siang." titah Radith.
Resmi dan Neira masuk terlebih dahulu kamar mandi, baru Amzar, Ahsan dan Radith.
Setelah cuci muka dan sikat gigi. Mereka berlima ke arah ranjang kingsize dimana posisinya Resmi, Neira, Radith, Ahsan dan Amzar kemudian tertidur sangat pulas dan damai.
...ββββββββ...
__ADS_1
...Jangan lupa tekan Favorit dan Follow, terus tinggalkan jejak dengan tekan vote β€β€β€, like πππ dan komentar π¬π¬π¬ agar author semangat update π₯°ππ€©π...