Hot Young Mom And King Mafia (S1 Dan S2)

Hot Young Mom And King Mafia (S1 Dan S2)
(S2) Page 87 ~ Flashback


__ADS_3

...⚠ïļ Warning ⚠ïļ...


...Awas berhati-hati karena typo bertebaran dimana-mana, kata-kata kasar, vulgar atau apapun tetapi author berusaha menutupinya, kalo author lupa berarti khilaf ðŸĪŦðŸĪ­ðŸ˜šðŸ˜˜...


...Jangan lupakan di akhir cerita ada aja bikin gantung dan penasaran ðŸĪ­ðŸ˜ŒðŸĪ—...


...ðŸŽĨðŸŽĨðŸŽĨðŸŽĨðŸŽĨðŸŽĨ...


Episode 76 sedikit cerita : kedatangan pasangan paruh baya ternyata mantan kaisar Awan dan mantan permaisuri Genia datang ke gedung tua itu. Gava ~ Gita, Neira, Leo ~ pengawal yang menyamar menyebutkan kata PENGHIANAT.


Mantan kaisar Awan dan mantan permaisuri Genia menatap Gava palsu dengan pandangan remeh. Gava palsu yang sudah disugesti langsung murka membuat mantan kaisar Awan tertawa puas.


"Bersenang-senanglah dulu terus setelah ini akan boom." batin Gita ~ Gava asli tersenyum simpul.


Jeslin dengan angkuh dan sombong memberikan kejutan ke Gava palsu ~ Gita dimana ada layar besar menampilkan tubuh Leo dibuang ke jurang membuat Gava palsu, Neira berakting dan si kembar palsu histeris.


Jacob, Jeslin, Meli dan pasangan mantan kerajaan itu tersenyum sinis dan kemenangan berbeda dengan Gava asli dan Leo hanya tersenyum simpul.


Gava palsu terus histeris bahkan si Neira dan si kembar R palsu hanya menatap kosong tetapi air mata mengalir.


Jeslin menjelaskan kalo balas dendamnya sudah terpenuhi bahkan Jeslin menampar Gava palsu karena omongan Gava palsu membuat darahnya mendidih tetapi ditahan Jacob karena dia ingin bermain dengan Gava palsu.


Gava palsu merasakan perasaan yang tidak nyaman hanya diam saja berbeda dengan Gava asli, Leo dan Neira yang tersenyum tipis. Dengan tidak sabaran Gava palsu dibawa kesebuah ruangan diikuti Jacob.


Beberapa menit kemudian, terdengar suara merdu antara Gava palsu dan Jacob membuat si kembar R palsu syok dan kaget. Berbeda dengan Jeslin, Meli, dan kedua pasangan mantan kerajaan tertawa penuh kemenangan. kecuali Neira yang sudah memasang earphone, Gava asli dan Leo membatin dengan berbagai perasaan.


Jacob bermain dengan Gava palsu hampir 3 jam bahkan memberi ramuan untuk mantan kaisar Awan. Jacob keluar dengan wajah ceria dan senang. Lalu mantan kaisar Awan juga memasuki ruangan tersebut setelah mendapat izin dari permaisuri Genia. Sama seperti sebelumnya terdengar suara merdu di kamar pojok tersebut membuat Gava asli dan Leo menahan agar tidak tergoda demi keselamatan Neira.


Sementara di ruangan VVIP rumah sakit pribadi organisasi AZZA, Alana dan Alan diperiksa oleh dokter. Dokter mengatakan bahwa Alana maupun Alan hanya syok dan sedikit gangguan mental padahal baik-baik saja membuat Ceilo dan Sekar bernapas lega dan tersenyum tipis.


Setelah dokter tersebut pamit, beberapa menit kemudian pangeran Ello datang. Sekar dan Ceilo menjelaskan keadaan Alana dan Alan ke Pangeran Ello membuat pangeran Ello menatap sendu kedua keponakannya.


Ponsel pangeran Ello berbunyi karena kerajaan Moonlight terdapat pemberontakn membuat pangeran Ello geram dan keluar untuk mencari para penghianat itu.


...🎞🎞🎞🎞🎞...


Episode 77 sedikit cerita : seminggu penyekapan Gava palsu membuat Gava asli dan Leo menyusun rencana diam-diam bahkan Gava asli bergidik ngeri saat Gava palsu terus saja di gempur oleh Jacob. Bahkan Friska yang menyamar jadi Resmi dibunuh oleh Meli dan Jeslin dengan racun yang sama seperti Ahsan. Anak lelaki Gita juga digantung dengan keadaan kedua tangannya diikat keatas.


Jacob, Jeslin dan Meli tidak pernah berhenti menyiksa fisik dan mental Gava palsu denga cara menyiksa kedua anak kembar palsunya. Neira dikirim 3 hari yang lalu ketempat dimana Friska berada tapi dikirim Gava asli dan Leo ke kota C ke tempat tuan Kenan dan nona Vivi.


Flashback 3 hari yang lalu


Dibandara internasional negara A ruang tunggu Gava asli memeluk Neira sama halnya Neira, Leo juga sama memeluk Neira. Neira akan pergi ke kota C ditemani Karim.


"Kamu disana baik-baiklah. Jangan menyusahkan paman Kenan dan bibi Vivi." Nasihat Gava.


"Iya, mamah." manja Neira.


Suara penerbangan sudah berbunyi membuat Gava dan Karim berpisah dengan Gava dan Leo di ruang tunggu.


Flashback 3 hari selesai.


Pasangan Dewa-Fira dan Edward meninggal setelah diberi obat oleh profesor senior 6 hari yang lalu. Proses penguburan 3 jenazah dilakukan tengah malam. Sekar mendengar kabar bahwa Edward tidak dapat diselamatkan membuatnya histeris.


Kembali ke saat ini tubuh Gava palsu tidak bisa dikatakan baik karena tubuh Gava palsu mulai kurus, kulit yang tidak terawat, mata sayu dan kelelahan, bibir pucat bak zombie, luka disana sini hanya memandang tajam Gita palsu ~ Gava asli dibelakang Jeslin. Gava asli hanya mengeluarkan kata ancaman tanpa suara berbeda dengan Jeslin menatap tajam Gava palsu sambil menarik rambut Gava palsu.


Aaarrggghhhh


"Ngapain liat aku hem?! Kamu sudah kalah, kak Ratu Ayya!!" bentak Jeslin kasar dan sinis.


"Nona Jeslin ini saya Gita." Ucap Gava palsu terbata-bata.


"Hah?! Gita. Jangan halu kamu. Gita ada tuh berdiri dekat Meli."


"Ini beneran saya, nona Jeslin. Gita yang disana, dia penipu." Ucap Gava palsu dengan pandangan berkaca-kaca dan terbata-bata.


"Saatnya menjalankan peran." batin Gava asli ~ Gita. Gita palsu menunduk kepala, meremas kedua tangan dan tubuhnya bergetar hebat. Meli dan Jacob yang sudah lama mengenal Gita asli memahami sikap dan gerak geriknya.


"Woy ******. Jangan provokasi ya. Gita disebelah saya jelas-jelas Gita asli. Kamu itu Ratu Ayya, tawanan kami." sarkas Meli menatap tajam Gava palsu.


"Dia bukan saya, nona Meli. Percayalah pada saya, nona Jeslin." Ucap Gava palsu terbata-bata dan memandang Jeslin sayu. Jeslin yang dipandang sendu oleh Gava palsu, hatinya mulai bimbang.


"Nona Jeslin, apa anda percaya dengan ucapan ratu Ayya. Bukannya ratu Ayya musuh nona sendiri." Ucap Gita palsu memandang Jeslin dengan pandangan sendu juga.


"Gak nona, saya Gita asli. Bukan dia." Ucap Gava palsu agak keras memandang sendu Jeslin.

__ADS_1


Jeslin memandang Gava asli dan Gava palsu bergantian, hatinya bimbang siapa Gita asli dan Gita Palsu.


"Hati anda bimbang nyonya?" Sarkas Hansa palsu datar dan dingin. "Anda seharusnya tau siapa kawan dan siapa lawan." lanjutnya datar.


Jeslin menatap Gava palsu dengan aura membunuh dengan berkata sinis : "Saya tidak percaya sama anda. Saya sangat mengenal anda karena anda licik seperti ular berbisa."


"Percayalah sama saya nona. Dia adalah ratu Ayyaa sebenarnya bukan saya." mohon Gava palsu.


Plak


Wajah Gava palsu berpaling kesebelah kiri bahkan sudut bibirnya robek. Lalu Jeslin mencengkram dagu Gava palsu.


"Anda bukan Gita, asisten saya. Jadi jangan ngaku-ngaku sebagai asisten kesayangan saya." Sinis Jeslin.


Gita palsu melihat hal itu hanya tersenyum amat tipis lalu Gita palsu menekan sebuah earphone dibalik telinga kirinya.


"Baby, mereka sudah tiba. Bersiap-siaplah."


"Apa sekarang?"


"Iya, sudah cukup selama hampir setengah bulan kita bermain-main dengan mereka. Lagipula dosis yang diberikan oleh Light sudah habis. Lalu monster di tubuh Radith dan Lou sudah bangkit."


"Itu benar benar. Kita harus bersiap-siap. Hansa, bersiaplah jalani peranmu."


"Baik, tuan."


"Baiklah. Gue ikuti aja deh rencana kalian."


Chan dan Hansa palsu hanya menatap datar dan lurus mendengar percakapan Light, Gava dan Leo. Beberapa menit kemudian, salah satu anak buah Shadow datang dengan tubuh penuh luka memasuki ruangan.


"Ada apa?"


"Organisasi AZZA sudah mengepung tempat ini, tuan Jacob, nyonya Jeslin, nyonya Meli."


"Apa?! Bagaimana bisa?! Bukannya tempat ini sangat susah dicari keberadaannya." teriak Meli dan Jeslin bersamaan dengan nada kaget.


"Bagaimana keadaan diluar?" tanya Jacob dengan rahang mengeras.


"Keadaan di luar sangat tidak baik. Tuan Adam dan tuan Zafar serta dua orang bertopeng berbeda usia memimpin saat ini."


"Hansa/Gita bersiap-siap untuk bertarung." titah Jacob dan Jeslin.


...ðŸŠīðŸŠīðŸŠīðŸŠīðŸŠīðŸŠīðŸŠīðŸŠī...


Sementara diluar gedung tua sebelah Selatan, Negara A. Organisasi AZZA bergerak secara santai tetapi mematikan dipimpin oleh Radith dan Lou memakai topeng bahkan mata Radith berwarna merah darah dan biru laut menandakan keturunan Ramos dan Rajendra, sama halnya mata Lou berwarna biru laut menandakan keturunan Rajendra serta pasangan Adam-Shafa, Zafar, Vori, pasangan Agra-Miko, dan pasangan Amel-King.


Suara tembakan, pedang, pukulan serta teriakan terus saja bersahutan-sahutan. Strategi Organisasi AZZA yang di susun oleh Zafar dan Adam sangat susah ditembus sehingga pihak mafia Shadow terpukul mundur bahkan banyak yang sudah tidak bernyawa alias meninggal.


"Dad. Bisakah kita lebih dulu masuk ke dalam. Aku sangat merindukan mama papa, dad." rengek Radith.


"Tidak, son. Daddy tidak mau jadi samsak oleh mamamu. Kamu tau sendiri bagaimana sifat mamamu yang aduhai itu." tolak Lou halus.


"Cih .... daddy gak asyik." decak Radith berdecih.


"Woy ,,, anak setan bin iblis. Lebih baik gue cari aman daripada jadi amukan massa emak bapak lo." batin Lou menatap sekitar.


"Kata mama anak cowok yang diikat itu masih hidup biarpun nyawanya di ujung tanduk, kemungkinan mama, paman Hide atau paman Light yang akan melakukan operasi dihadapan orangtuanya karena membuat adik sepupuku masih koma dan membutuhkan jantung, ginjal serta hati." Ucap Radith menatap situasi dimana anak buah mafia Shadow benar-benar terpukul mundur.


"Ya, kamu benar, Son. Dia sudah membangunkan sang malaikat berhati iblis sebenarnya. Rencana mama papamu juga sangat akurat dan tepat sehingga membuat kami kelimpungan." Sahut Lou.


Flashback 2 hari yang lalu


Di ruangan bawah pasangan mantan kaisar Awan dan permaisuri Genia diikat di kursi bahkan dikelilingi pasangan King-Amel, Agra-Miko, Adam-Shafa, Alana-Ceilo, Alan-Sekar, Vori, Kaisar Ali-permaisuri Kamala, Raja Raden-ratu freya, serta Lou, Zafar, Vori, pangeran Ello ~ kaisar Ello, Radith dan Resmi.


"Kami kenapa diikat? Radith, Resmi, pangeran Ello bisa lepaskan kami?" tanya dan mohon mantan permaisuri Genia.


"cih ... gak ngaku." decak Amel.


"Ngaku aja deh tua bangka." geram Lou.


"apa maksud kalian?! ngaku apa?!" tanya mantan kaisar Awan pura-pura tidak mengerti.


Kaisar Ello langsung membeberkan kesalahan mantan kaisar dan mantan permaisuri tersebut dengan sangat singkat dan jelas.


Hahahaha

__ADS_1


Kedua pasutri paruh baya itu tertawa bak orang tidak waras lalu ponsel Lou berbunyi.


"siapa?"


"tidak tau. Nomor asing."


"angkat dan loudspeaker."


Lou menganggukkan kepala lalu menekan tombol hijau.


"Lou."


"kak Gava/mama/nona Ayya/Gava."


kaget mereka samahalnya dengan kedua pasutri paruh baya itu.


"hehehehe"


"Kenapa dengan suara nona Gava?" tanya Miko.


"gue nyamar mik, sebagai gita."


"Apa?! kok bisa?!" pekik Amel.


"bisa nona Ayya ceritakan." sahut Agra mewakili semuanya.


"nanti. Gue dan Leo aman kok, ada lucas, light dan Chan ikut juga menyamar. Gue butuh bantuan kalian?"


"bantuan apa?" tanya Zafar.


Gava menjelaskan rencananya kepada mereka. Rencana tersebut membuat mereka menampilkan berbagai ekspresi.


"jelas dan paham kan?"


"ya."


"Radith kamu ikut ya?"


"iya, mamah."


"Resmi juga ikut?"


"gak, little princess. kamu disana untuk jaga perkembangan Ahsan, terus Alan, Ceilo kalian jaga yang lain. Alana dan Sekar tetap berada di dekat Mommy Grace, mami Miya, dan aunty Calis."


"baik mama."


Tut


Ponsel dimatikan secara sepihak oleh Gava. Gava akan mengirim pesan kapan penyerangan itu terjadi.


Flashback 2 hari off. Kembali ke dua hari setelahnya.


"Tuan muda Radith, tuan Lou. Ayok, musuh sudah terpukul mundur sebaiknya kita masuk. Tuan muda Radith, jangan jauh dari jangkauan kami. Karena keselamatan anda jauh lebih penting." sahut Zafar menatap Lou dan Radith.


"Iya, ayah Zafar. Radith paham." angguk Radith datar.


Mereka memasuki gedung tua itu perlahan-lahan. Radith berada di dekat Shafa, Miko dan Amel. Sedangkan Lou berada didekat Adam, Zafar dan Vori. King dan Agra berada dibelakang untuk memantau keadaan.


Setelah menemukan sebuah ruangan yang diyakini adalah tempat penyekapan. Sebuah pintu terbuka lebar dimana Jacob, Meli, Jeslin, Hansa palsu dan Gita palsu beserta beberapa pengawal terlatih berada di ruangan tersebut dengan senjata masing-masing.


"Mama, Abang kangen sama mama." batin Radith menatap Gita palsu dengan penuh kerinduan.


Gita palsu yang berada di sebelah Jeslin menatap Radith dengan penuh kasih sayang. Gita palsu hampir saja melototkan matanya karena Radith sudah membangkit monster. Batin Gita palsu meronta berbeda dengan batin Leo menatap lapar Gita palsu.


Jeslin dengan sinisnya mengatakan kalo organisasi AZZA datang tetapi menunjukkan Gava palsu dan si kembar R palsu. Mereka semua menatap dengan berbagai ekspresi alias bermain peran untuk mengelabui Jeslin, Meli dan Jacob.


Amel memprovakasi Jeslin, Meli dan Jacob. Gotcha, akhirnya terprovokasi. Radith terus saja menatap Gita palsu membuat Gita palsu hanya memberi kode untuk diam.


Hansa palsu mendekati Jacob kemudian berbisik dan memprovokasi, Jacob yang sudah terprovokasi mengepalkan tangannya kemudian mengarahkan pistolnya kepala Gava palsu.


Zafar bernegosiasi agar rencana Gava dan Leo terlaksana padahal memprovokasi juga. Bahkan Gava palsu memohon ke Jacob bahwa dia Gita asli.


Jacob, Meli, dan Jeslin sudah terkepung di semua sisi. Rencana Gava dan Leo benar-benar susah ditebak membuat seluruh bawahannya memijitkan kepala. Biarpun sudah terkepung, Jeslin masih saja sombong dan angkuh menbuat Amel mencibir.


...🔜🔜🔜🔜🔜🔜...

__ADS_1


...Part terpanjang, terdapat beberapa pengulangan karena emang flashback 😘...


...Jangan lupa tekan Rate, Favorit dan Follow, terus tinggalkan jejak dengan tekan vote âĪâĪ, like 👍👍 dan komentar 💎💎...


__ADS_2