Hot Young Mom And King Mafia (S1 Dan S2)

Hot Young Mom And King Mafia (S1 Dan S2)
[S2] Page 02 (Revisi)


__ADS_3

...⚠️ Warning ⚠️...


...Awas berhati-hati karena typo bertebaran dimana-mana, kata-kata kasar, vulgar atau apapun tetapi author berusaha menutupinya, kalo author lupa berarti khilaf 🀫🀭😚😘...


...Jangan lupakan di akhir cerita ada aja bikin gantung dan penasaran πŸ€­πŸ˜ŒπŸ€—...


...β™‘β™‘β™‘β™‘β™‘β™‘β™‘...


Hide melihat hal itu langsung menutup mata majikan kecilnya kemudian membawa masuk ke perusahaan. Beberapa menit kemudian, Leo dan Gava menyudahi ciuman intens mereka.


"Suami mesum." kesal Gava sambil menghirup oksigen rakus.


"Hukumanmu sayang, karena doain aku cepat meninggal." seringai Leo acuh.


"Hukuman, hukuman. Tapi gak ciuman juga kan, enaknya di kamu ruginya di aku." decak Gava cemberut.


"Rugi, kamu menikmatinya kok." Lembut Leo terkekeh.


Bblluussshh


Pipi Gava merona merah akibat ketahuan Leo. Leo mengusap pipi Gava dimana Gava menundukkan kepalanya.


"Kok merah? malu ya?" ledek Leo.


"Ish." decak Gava kesal.


Sekali lagi bibir Leo membungkam bibir Gava dengan ciuman intens dan panas, tetapi seseorang mengetuk kaca mobil membuat ciuman intens Gava dan Leo terlepas. Gava membuka kaca mobil terkejut ada Miya, Miko dan Shafa menatapnya datar.


"Kerja Kak, bermesraannya pending dulu. Ini lagi di perusahaan bukan mansion." Sindir Miya datar.


"Benar apa yang dikatakan Miya, nona/kak Gava." Sindir Miko dan Shafa tenang secara bersamaan.


"Bilang aja kalian iri. Karena suami kalian lagi ngurus kerjaan lain ketimbang suami gue." Ledek Gava santai.


Skakmat


Mulut Miya, Miko dan Shafa terkunci rapat, awalnya ingin menyindir balik malah dapat ledekan dari nyonya Ramos.


"Kalian masuklah nanti gue nyusul. Tenang gue gak akan kabur." Usir Gava halus.


Miya, Miko dan Shafa berlalu dengan wajah kesal. Gava menoleh ke Leo kemudian mencium bibir Leo sekilas tetapi ditahan Leo.


10 menit mereka melakukan ciuman intens, Gava keluar dari mobil tersebut. Leo menjalankan mobilnya keluar dengan wajah berseri dan hati berbunga.


Di ruang ceo, Gava sedang mengecek berkas yang belum di tandatangani. Shafa memasuki ruangan sambil menyerahkan bunga mawar merah di atas meja Gava.


Miya dan Shafa merupakan asisten tambahan pribadi Gava kalo di perusahaan AG.Β 


"Loh bunga dari siapa Shaf?" Tanya Gava heran.

__ADS_1


"Aku gak tau kak Gava. Tadi aku di telpon resepsionis depan mengatakan bahwa ada pengantar bunga yang menyerahkan bunga mawar merah ini." Jelas Shafa datar terkesan hangat.


"Pengantar bunganya ada ngomong?" Tanya Gava heran.


"Katanya dari tuan Agus Januarta." Balas Shafa datar terkesan hangat.


"Si pria player bin mesum itu." Tebak Gava.


Shafa mengangguk membenarkan. Gava bangkit dari kursi kebesarannya, berjalan ke arah tong sampah dan membuang bunga mawar merah itu.


"Kalo suami gue sih, gue menerima dengan tangan terbuka. Ini dari si human player bin mesum, jadi gue buang aja." Batin Gava acuh tak acuh.


"Gak tuan leo, gak kak Gava, couple yang susah di dekati bahkan tidak memberi kesempatan satupun untuk para pebinor dan pelakor." Batin Shafa kagum.


Tok tok tok


"Masuk" sahut Gava berdiri di dekat tong sampah.


Ceklek


Miya membawa sebuah bingkisan besar di kedua tangannya kemudian meletakkan di atas mejaΒ 


"Bingkisan dari siapa?! Apa ada yang ultah?!" Tanya Gava heran.


"Biasa tuan Agus ngirimin kakak hadiah." Balas Miya mengedikkan bahu lalu melihat tong sampah.


"Astaga, tadi bunga sekarang bingkisan terus apa lagi. Pusing gue ngurus si tuan player tak tau malu. Sudah tau gue nikah dan punya 6 anak." Gerutu Gava kesal.


"Ciih laki-laki murahan. Gue apain tuh laki-laki yang tak tau diri?" Kesal dan tanya Gava.


"Kenapa gak minta bantu Tuan Leo aja." Ide Miya tiba-tiba.


"Miya !!!!!!." Teriak Shafa dan Gava kompak.


Miya menutup telinganya rapat-rapat saat mendengar teriakan Shafa dan Gava membahana.


"Kenapa kalian teriak sih?! Telinga aku masih bagus tau gak?!" Kesal Miya polos + lemot.


"Ya Allah Mi. Nih ya ide lo tadi minta bantuan suami gue kan?" Tanya Gava bersabar untuk saat ini. Miya mengangguk menyetujui.


"Lo tau gak suami gue kaya iblis pencabut nyawa kalo gue di ganggu oleh lelaki lain. Apalagi cuman tuan Agus Januarta." Ucap Gava gemes pengen nabok.


"Ya iya sih. Tapi kan sekali-kali suami kakak bertindak." Ngotot Miya polos.


Gava seketika mengacak rambutnya frustasi saat Miya ngotot ingin Leo yang turun tangan.


"Mi, kalo sampe tuan Leo tau. Yang ada tuan Agus nyawanya udah tidak ada di dunia ini. Tuan Leo kan pencemburu akut Mi." Jelas Shafa berusaha sabar menjelaskan ke Miya.


"Astaga,, aku lupa kak. Kalo Tuan Leo cemburu yang ada nyawa tuan Agus melayang terus perusahaan Januarta sudah rata dengan tanah." Ucap Miya menepuk jidatnya.

__ADS_1


"Hide. Jangan sekali-kali membocorkan hal ini ke Leo." Ancam Gava saat Hide ingin menekan earphone.


Hide mendengar ancaman Gava langsung bungkam. Lebih baik mengikuti sang nyonya malaikat berhati iblis.


Bbbbraaaakkkk


"HALO SEMUA !!! WANITA MUDA CANTIK, SEKSI DAN BOHAY DATANG BERKUNJUNG !!!! MANA RED CARPET PENYAMBUTANNYA!!!!" teriak seorang wanita 32an.


Gava, Miko, Shafa dan Miya langsung menutup telinga rapat-rapat syukur Anita membawa Bintang dan Gilang di ruang bermain.


Tak tak tak tak


"Toa"


"Gila"


"Stres"


"Kampret."


Jitakan serta umpatan dari Gava, Miya, Shafa dan Miko membuat gadis itu mengaduh.


"Woy ****** kepala gue udah di fitrahin oleh mak bapak gue." Kesalnya tak terima.


"Lo yang ****** setan. Bukannya masuk ketok pintu malah asal dobrak aja. Syukur anak gue dan Shafa lagi bersama Anita." Cerocos Gava khas emak-emak.


"Yee mana gue tau, gue itu mau surprise buat kalian." Sungut Amel.


"Surprise sih surprise tetapi gak gini juga. Pintu gue rusak, gue malas ganti." Protes Gava tak terima.


"Ganti pintu harganya beberapa ratus ribu aja kok pelit amat, Gav. Lo dan suami lo hartanya banyak diibaratkan pepatah nih ya kekayaan lo itu 7 turunan, 7 tikungan dan 7 tanjakan gak bakal habis malah bertambah." jengah Amel memutar matanya malas.


Amel melihat sekitar tetapi matanya terpaku sama bunga dan bingkisan.


"Bunga dan bingkisan dari suami lo?" Tanya Amel polos.


Tak


Sekali lagi jidat Amel di pukul oleh Gava.


"Sakit setan. Lo kalo mukul gak lembut tapi pake tenaga kuda." Ringis dan cibir Amel.


"Bawel lo." Ketus Gava.


"By the way nih ya ... itu bunga dan bingkisan dari siapa?! Selama 10 tahun Gava hidup berumah tangga dengan si tuan es balok jarang banget tuan es balok romantis. Tuan es balok kalo romantis sangat mendadak bak jelangkung." Jelas Amel heran.


"Lo mau tau dari siapa?" Tanya Gava menyeringai.


...β™‘β™‘β™‘β™‘β™‘β™‘β™‘...

__ADS_1


...Revisi Again 😊...


...Jangan lupa di follow terus tinggal jejak dengan tekan vote, like serta koment agar author semangat up πŸ₯°πŸ˜πŸ€©πŸ˜˜...


__ADS_2