Hot Young Mom And King Mafia (S1 Dan S2)

Hot Young Mom And King Mafia (S1 Dan S2)
[S2] Page 06 [Revisi]


__ADS_3

...⚠️ Warning ⚠️...


...Awas berhati-hati karena typo bertebaran dimana-mana, kata-kata kasar, vulgar atau apapun tetapi author berusaha menutupinya, kalo author lupa berarti khilaf 🀫🀭😚😘...


...Jangan lupakan di akhir cerita ada aja bikin gantung dan penasaran πŸ€­πŸ˜ŒπŸ€—...


...β™‘β™‘β™‘β™‘β™‘β™‘β™‘β™‘...


Bodyguard itu menganggukkan kepala. Ben menekan earphone untuk memberitahukan Hide bahwa Neira terluka. Hide yang mendapat kabar bahwa Neira terluka langsung melesat keruangan Ceo untuk memberitahukan hal ini.


Perusahaan Pusat AG Corp


Di ruangan Ceo siang hari, Anita dan Bintang sedang berbincang seru berbeda dengan Gava dan Miya yang menunggu kedatangan para suami mereka untuk makan bersama diluar. Amel sudah pulang sekitar sejam yang lalu. Shafa, Adam dan Gilang sedang makan di restoran dekat kantor. Berbeda dengan Miko dan Agra kencan di restoran TwinA.


"Ma, papa kok lama datangnya. Tangtang lapel." Sahut Bintang cemberut.


Gava dan Miya tersenyum manis saat wajah cemberut bintang sangat menggemaskan.


Tok tok tok


Suara pintu diketuk membuat Gava, Miya, Bintang dan Anita menoleh.


"Saya Hide, nona Ayya." Sahut Hide dibalik pintu.


"Masuklah Hide." Panggil Gava.


Ceklek


Pintu ruangan ceo terbuka masuklah sesosok manusia robot Hide.


"Ada apa Hide?"


"Nona ke-" dddrrrtttt


Suara Hide terpotong karena ponsel Gava berdering. Gava mengangkat ponselnya saat Leo menghubunginya.


"Halo sayang." manja Gava.


Gava mengernyit heran saat mendengar suara isakan dari putri kecilnya.


"Neira kenapa sayang?" Cemas Gava.


"Maafkan aku sayang, aku lalai jaga putri kecil kita." Lirih Leo diseberang ponsel.


"Maaf, lalai, maksudnya. Jangan kasih kode yang aku gak ngerti, kenapa dengan putri kecil kita?" Panik dan Cemas Gava.


"Putri kecil kita terjatuh." Cicit Leo was-was.


"Ooo .... APA?! NEIRA TERJATUH?! APA ADA YANG TERLUKA?! KENAPA KAMU TIDAK BAWA NEIRA KE RUMAH SAKIT SAYANG?!" Angguk Gava kemudian berteriak dengan wajah cemas dan panik.


Tubuh Bintang terlonjak kaget saat suara teriakan Gava. Miya mendekati tubuh Gava sambil mengusap bahu Gava agar rileks dan tenang.


"Aku akan kesana bersama Bintang, Miya, Anita dan Hide." Putus Gava serak.


"Sayang jangan khawatir. Ingat putra kecil kita ada bersamamu."

__ADS_1


Wajah Gava seketika mendongak, dia lupa kalo putra bungsunya di ruangannya. Mata Gava melihat wajah Bintang berkaca-kaca. Tubuh Gava bangkit kemudian memeluk tubuh mungil dan gendut putranya.


"Maafkan mama ya sayang." Ucap Gava lembut tanpa mematikan ponselnya sehingga Leo diseberang sana mendengarnya.


"Kak Neila kenapa ma?" Cadel Bintang cemas.


"Mmm.... kita ke kantor papa ya." Ucap Gava mengalihkan pertanyaan Bintang.


"Kantol papa, tumben ma biasanya papa, abang Ladit, Aa Lesmi, kakak Neila yang ke kantol mama." Cadel Bintang dengan dahi mengkerut.


"Baby boy." sapa Leo lembut diseberang telpon.


"Papa." Riang dan ceria Bintang.


"Maaf, papa tidak bisa jemput. Tapi papa ingin kamu dan mama ke kantor papa." Lembut Leo.


Bintang menatap Gava mengangguk menyetujui.


"Okey papa. Tunggu tangtang dan mama di kantol papa." cadel Bintang Ceria.


"Iya baby boy." Lembut Leo.


"Sayang, aku tutup ya." Manja Gava.


"Hati-hati. Kalo ada apa-apa hubungi aku."


"Ya."


Tut


Beberapa menit kemudian Gava, Miya, Anita dan Bintang berada di lantai dasar. Mereka bergegas dimana beberapa karyawan di lobby menyapa Gava, Miya, dan Bintang hanya dibalas anggukan saja.


Di luar kantor perusahaan, sebuah mobil sudah terparkir rapi. Tubuh Gava terlebih dahulu lalu kemudian Anita menyerahkan Bintang ke Gava. Miya membuka pintu sebelah. Anita di kursi depan dekat kursi kemudi diisi dengan Hide sebagai supir mereka. Hide menjalankan mobilnya di ikuti dua buah mobil di belakang dan di tengah.


...β™§β™§β™§β™§β™§β™§β™§β™§...


Perusahaan Ramos Corp


Di ruangan Ceo, Leo sedang memeluk sekaligus menenangkan Neira saat ini, sedangkan Radit dan Resmi duduk sambil mengamati sekitar ruangan.


"Tumben ruangan papa rapi." Batin Radit melihat tumpukan berkas tersusun rapi.


"Yah, gak jadi main berkas deh." Batin Resmi cemberut.


Leo yang mengamati wajah anak kembarnya seketika mengernyit heran.


"Kalian kenapa?" Tanya Leo lembut.


"Pah, tumben ruangan papa rapi?" Polos Radit bertanya balik.


"Iya pah. Biasanya kan betumpuk jadi abang sama Aa yang akan bantuin papah?" Timpal Resmi polos.


"Kerjaan papah sudah selesai. Jadi berkasnya gak menggunung." yakin Leo lembut tapi bohong


"Sesekali bohong gak papakan untuk anak." Batin Leo tersenyum manis.

__ADS_1


Radit dan Resmi menghela napas dan bosan tidak ada mainan di kantor Leo.


Dddrrrrttttttt


Suara ponsel Leo mengalihkan pandangan semua orang, Leo melihat layar ponsel ternyata panggilan "my Wife", membuatnya meloudspeaker agar di dengar semua orang.


"Pa, tolong pa. Kami diselang olang jahat. Mama, aunty Miya sama uncle Hide teldesak." Cadel Bintang ngerap sambil terisak diseberang ponsel.


"Baby boy, tenang baby. Ada apa? pelan-pelan baby." Cemas Leo dengan wajah bingung saat mendengar isak Bintang.


"Kami diselang olang jahat papa." Cadel Bintang terisak.


"Tuan Leo sebaiknya anda datang ke lokasi. Saya sudah mengirimkannya ke ponsel tuan. Kami di serang ratusan orang tak dikenal. Nyonya Ayya, Hide dan nyonya Miya turun tangan langsung." Balas Anita datar di seberang ponsel.


"Anita, bagaimana keadaan disana?" serius Leo dengan aura gelap dan suram.


"Keadaan sangat serius tuan Leo." Balas Anita lagi.


"Papa cepetan datang, tubuh mama banyak dalah." Cadel Bintang terisak.


"Iya sayang. Kamu tetap di mobil bersama Anita jangan keluar. Ponsel jangan kamu matikan sayang."


"Iya pah."


"Zafar, Ben." Kode Leo dingin.


Kode Leo membuat Zafar dan Ben mengangguk kemudian memberikan sinyal ke Organisasi AZZA (Gabungan nama Alaskar, Zero Zone dan Askala)


Ternyata Organisasi AZZA sudah berangkat tanpa di perintah karena sinyal bahaya dari mobil yang di tumpangi Gava, Bintang, Anita, Miya dan Hide.


"Radit dan Resmi ikut pah." Sahut Radit dingin.


"Tidak sayang. Kalian ke mansion utama RR. Papah akan bawa mama dan Bintang dengan selamat." Tolak Leo lembut.


"Kami tetap akan ikut papah tapi kami gak akan keluar dari mobil." Tegas Radit dengan sorot mata tajam.


Leo memandang ketiga anaknya dimana tatapan mata mereka berbeda saat ini. Hati Leo saat ini dilema antara ngijinin atau tidak.


"Pah, ayok jangan melamun dan banyak berpikir. Mama terluka, papah pasti tidur di luar." Sahut Resmi jahil.


Leo yang mendengar kata keramat dari sang putri kedua seketika menatap horror. Tubuh Leo bangkit sambil menggendong Neira. Radit terkekeh saat kejahilan kembarannya membuat lamunan Leo ambyar seketika.


Leo, Zafar, Alfa, TwinR, Neira serta BenΒ  keluar dari ruangan ceo. Mereka menggunakan lift khusus ceo bahkan Leo terus mengelus pucuk kepala Neira agar tenang. Radit dan Resmi berpegangan tangan dan berdoa agar tidak terjadi apa-apa dengan Gava dan Bintang. Zafar dan Alfa juga saling menguatkan agar Miya tidak terluka.


Di lobby perusahaan, aura intimidasi keturunan Ramos menguar seketika membuat beberapa karyawan lewat hanya meneguk saliva kasar.


Puluhan mobil terparkir rapi di depan kantor bahkan Haris menjadi pengemudi dadakan.


Sinyal bahaya yang dikirim Zafar dan Ben sampai ke telinga Agung dan Tom membuat Agung meminta izin untuk membawa twinA dari dalam kelas. Guru itu memberikan izin bahwa pemilik sekolah sedang ada urusan keluarga mendadak. Alan menghubungi Ryker dimana posisi mobil Gava dan Bintang saat tau ada penyerangan tak terduga.


...β™‘β™‘β™‘β™‘β™‘β™‘β™‘β™‘...


...Revisinya pelan-pelan buat nyambungin episode selanjutnya ☺...


...Jangan lupa di follow terus tinggal jejak dengan tekan vote, like serta koment agar author semangat up πŸ₯°πŸ˜πŸ€©πŸ˜˜...

__ADS_1


__ADS_2