
...β οΈ Warning β οΈ...
...Awas berhati-hati karena typo bertebaran dimana, kata-kata kasar, vulgar atau apapun tetapi author berusaha menutupinya, kalo author lupa berarti khilaf π€«π€βΊπ₯°...
...Hati-hati juga di akhir cerita selalu bikin gantung dan penasaran π€πππ€©π...
...β‘β‘β‘β‘β‘β‘β‘...
"Kak, bisa gak nanti ngomelnya?! lo gak malu apa sama sekitar?!" Cicit Lou.
Gava menampilkan wajah polos dan manis serta keLoLaan jadi satu tidak paham maksud dari cicitan Lou.
Gava menoleh sekitar dan tanpa sengaja bertemu dengan sesosok pria 25an sedang mengamati dirinya disebelah ranjang Lou.
"Om es balok?! Eehh ... bukan bukan tuan Leo dari perusahaan Ramos Corp?! Kenapa berada disini?! hubungannya apa?!" batin Gava membulatkan matanya dengan pandangan bertanya-tanya.
Gava kemudian mengalihkan pandangan ke Lou dan berbisik: "Lou, tuan Leo kok berada disini?"
"Lo kenal Gav?" bisik Lou bertanya balik.
Gava ingin sekali menjedot kepala Lou. Yang ditanya apa, dijawab apa. Tetapi Gava memilih mengalah. Gava mengganguk mengiyakan.
"Iya, dia om om es balok yang nabrak gue di bandara, di restoran terus itu ketemu lagi di meeting perusahaan AG Corp. Dia seorang ceo dari perusahaan Ramos Corp." bisik Gava polos.
Bbwwaaahhhaaaaa
Lou tertawa terbahak-bahak saat Gava menyebutkan nama Leo sebagai om es balok.
"Lo ngapain ketawa kampret." kesal Gava tak terima.
"Lucu aja sih, Gav sama cerita lo hahahaha ... Gav, tuan Leo sebagai ketua mafia Alaskar." Ucap Lou tertawa.
Sekali Gava membulatkan matanya kemudian tanpa tau malu mendekati ranjang Leo. Leo yang di dekati oleh gadis kecilnya seketika mendudukkan tubuhnya tetapi dengan wajah datar dan dingin.
Zafar dan beberapa anak buah Mafia Alaskar malah melotot kaget saat Gava dengan seenak jidat mendekati Leo.
"Om balok es. Kenapa terbaring om? wajah om hanya sedikit babak belur tidak seperti adik sepupu aku yang kena luka tembak?" ceplos Gava polos.
Wajah Leo yang terkesan datar dan dingin seketika melotot tak percaya saat dipanggil dengan sebutan 'Om balok es'. Zafar dan beberapa anak buah mafia Alaskar menahan tawa. Amel, Adam dan Vori menepuk jidat bersamaan atas kelakuan polos Gava.
"Saya bukan om kamu. Panggil Leo." Ucap Leo agak panjang tetapi terkesan lembut.
Gava yang kadang LOLA tidak tau tempat malah menempelkan punggung tangan kanannya ke Leo sedangkan punggung tangan kiri di dahinya.
"Gak panas, normal dan sehat kok." Ucap Gava SANGAT polos.
Wajah Leo agak frustasi saat gadis kecilnya ini dengan SANGAT Polos memeriksanya. Zafar terkikik, Vori dan Adam hanya tersenyum tipis sedangkan Lou dan Amel terbahak-bahak.
"Ooyyyaa Leo." teriak Gava tiba-tiba.
Leo yang berada di dekat Gava langsung terperanjat dan mengelus dada sabar saat teriakan Gava tiba-tiba.
__ADS_1
"Kamu kan sebagai ceo perusahaan Ramos corp?! terus ketua mafia Alaskar?! kapan istirahatnya?! kamu kan tau pekerjaan Ceo seperti apa?! pacaran terus dengan berkas-berkas?! kalo pekerjaan mafiakan di dunia hitam kaya bunuh membunuh?! Terus hubungan kamu dengan Lou apa?! kalian gak belokkan?!" cerocos Gava polos tanpa henti, tanpa takut dan menebak.
Zafar dan beberapa mafia Alaskar hanya menampilkan wajah melongo mendengar nada rapper Gava. Leo yang gemas langsung mencium bibir Gava bahkan dengan durasi agak lama.
Cuppp
Gava yang tiba-tiba saja di cium oleh Leo hanya mematung seketika. Jangan ditanya wajah Adam, Amel, Vori, Lou dan Zafar serta anak buah mafia Alaskar dan Mafia Askala melongo tak percaya melihat pemandangan di depan mereka.
"Kau milikku." Klaim Leo mutlak sambil mengelus bibir Gava.
Gava yang baru saja tersadar segera mengambil bantal lou dan memukul tubuh Leo secara brutal.
"Dasar om mesum, om c***l, om p**o. hhhuuaaaaa bibir gue gak suci lagi huaaaaaaaaaa." Tangis Gava histeris sambil memukul Leo brutal dengan bantal.
Yang lain meringis akibat serangan iblis kecil. Leo berusaha menghalau pukulan bantal dari gadisnya yang baru saja diklaim dengan cara tak romantis.
"Melllll, hikss....Β bibir gue hikss.... gak suci lagi hiks...." Teriak Gava berlari lalu memeluk Amel dengan cara terisak.
Amel hanya menghela napas mendengar ucapan unfaedah dari sahabatnya ini. Dia berusaha menenangkan Gava. Lou cuman geleng-geleng kepala.
"kasian kakak sepupu gue. otak polosnya terkontiminasi." batin Lou miris.
"mata suci gue." batin Amel mengelus punggung Gava.
"gercep." batin Adam dan Vori bersamaan.
"bilang sama om sama tante deh. kalo nanti mereka akan memiliki mantu ajaib." batin Zafar tersenyum tipis.
"Eeehhh... lah Gav bangun woyy... astaga malah ketiduran nih anak." Ucap Amel merasa badan Gava terkulai di dekapannya.
Leo menggendong Gava ala bridal style. Dia membaringkan Gava di ranjang pesakitan yang ditempatinya tadi. Karena ukuran ranjang 2 kali lipat membuat Leo leluasa tidur disebelah Gava.
"Jangan macam-macam lo sama kakak gue." Ancam Lou. Leo hanya tersenyum tipis.
"Apa dia kakak sepupu anda yang anda bicarakan?" Tanya zafar. Lou mengangguk.
"Jadi dia adalah malaikat berwujud iblis yang anda bicarakan !!! " Teriak Zafar tanpa sadar.
Plukkkk
Bantal melayang mengenai wajah Zafar. Zafar ingin membalasnya tetapi tatapan tajam Leo membuatnya kicep. Pelakunya tak bukan adalah Gava. Semua yang berada disana terkekeh.
Leo mengusap pucuk kepala gadisnya. Gava yang merasakan usapan di area kepalanya malah memeluk leo dengan erat dan tak tau apa bahwa badan mereka bersentuhan. Leo merasakan hal yang tak biasa tapi dia menahannya.
"Tuan Leo, kamu kamu suka sama sahabat gue harus minta restu dari kedua anak kembarnya. Sahabat gue seorang ibu." Ucap Amel dengan nada memperingati.
Leo menatap langit mansion dengan pandangan yang tak dapat diartikan. Kemudian dia memandang wajah polos Gava. Semua orang disana tertidur lelap.
...ββββββ...
Markas Alaskar
__ADS_1
Pagi hari, Gava terusik karena seseorang memeluknya. Dia perlahan-lahan membuka matanya. Dia memandang wajah orang asing di depannya kemudian melotot kaget.
"Kyaaaaaaaaaaa." Teriak Gava menggelegar membangunkan semua orang yang berasa disana.
"Om ngapain peluk aku?! Wah om cari kesempatan dalam kesempitan ya?!" Protes Gava ngerap.
Leo hanya menampilkan wajah datar dan dingin.
"Berisik Va. Masih pagi juga." Kesal Amel sambil merebahkan posisi nyamannya di ranjang sebelah Lou.
Lou hanya memandang Gava dan Leo santai.
"Lou." Sahut Gava. Lou menoleh dengan wajah tanda tanya.
"Luka lo gimana?" Tanya Gava khawatir.
"Lebih baik. Lo tenang aja." Balas Lou menenangkan Gava. Gava menghembuskan napas.
"Eeh.. gue lupa. Dam, anak gue gimana?! Gak rewel kan?!" Cerocos Gava saat menanyakan kedua anaknya.
"Tenanglah nona. Miko, Agra dan King menjaga tuan muda Alan dan Nona muda Alana." Balas Adam.
Gava menghela napas. Dia merasakan seseorang memeluk dirinya.
"Apa kau seorang ibu?" tanya Leo lembut.
"ya. Kenapa? apa kau malu mempunyai pasangan seorang janda?" tanya Gava jahil.
"Janda embahmu Gav, kamu masih gadis belum nikah. Itu kan anak abang yang sudah meninggal." batin Lou memutar matanya malas..
"Tidak sama sekali." tegas Leo tulus.
Gava menangkup wajah Leo, mata Gava menelisik mata Leo untuk mencari kebohongan tetapi mata Leo hanya memancarkan kelembutan, ketulusan dan keseriusan.
Kedua tangan Leo berada di wajah Gava dan sekali lagi bibir Leo dan bibir Gava berciuman dengan durasi sangat lama. Gava yang kaku dan terbawa suasana malah membalas ciuman Leo.
Semua anak buah Alaskar maupun Askala mengalihkan pandangan melihat adegan tersebut. Zafar, Vori dan Adam mengalihkan pandangan mereka. Lou dan Amel hanya terkekeh saat melihat tontonan gratis dan live di depan mereka. Tiba-tiba saja Gava memukul dada bidang Leo karena kehabisan napas.
"Host ... host ... kamu ingin membunuhku." Ucap Gava menghirup udara rakus.
Leo terkekeh kemudian mendekap tubuh Gava.
"sepertinya Leo akan menjadi pria posesif dan bucin akut." batin Lou melihat bagaimana Leo mendekap tubuh Gava.
"Lou, kalo lo mau berburu dengan mafia Xlevanos ajak gue sama Amel." Sahut Gava berbinar.
Lou dan Leo saling tatap kemudian Lou menggelengkan kepalanya. Leo mengarahkan badan Gava ke hadapannya.
"Kenapa?" Tanya Leo lembut.
...ββββββ...
__ADS_1
...Author Revisi pelan-pelan π...
...Jangan lupa di follow terus tinggal jejak dengan tekan vote, like serta koment agar author semangat up π₯°ππ€©π...