Hot Young Mom And King Mafia (S1 Dan S2)

Hot Young Mom And King Mafia (S1 Dan S2)
Chapter 13 [REVISI]


__ADS_3

...⚠️ Warning ⚠️...


...Awas berhati-hati karena typo bertebaran dimana, kata-kata kasar, vulgar atau apapun tetapi author berusaha menutupinya, kalo author lupa berarti khilaf 🀫🀭☺πŸ₯°...


...Hati-hati juga di akhir cerita selalu bikin gantung dan penasaran 🀭😚😍🀩😘...


...β™‘β™‘β™‘β™‘β™‘β™‘β™‘...


Mansion Utama Ramos


Di lantai 2, tepatnya di balkon kamar. Wajah tersenyum bahagia Leo terpancar karena orangtuanya merestui hubungannya dan gadis kecil pujaannya.


Maminya sangat bersemangat dan ceria saat menceritakan awal pertemuannya dengan gadis kecil pujaannya. Leo berterima kasih ke papinya, berkat papinya yang dengan mudah mencari identitas gadis pujaan atau calon mantu keluarga Ramos.


Leo juga mendapat nomor ponsel gadis kecilnya, dia memberikan nama 'gadis kecilku ❀'


Dreeet dreettt


Ponsel Leo berdering dan membukanya ternyata 'gadis kecilku ❀', seketika wajahnya tersenyum bahagia.


"Hallo." πŸ“ž


"Hallo, apa benar ini nomor Leo?" πŸ“ž


"Ya. Ini nomorku. Ayyakan?" πŸ“ž


"Ya, ini aku Ayya." πŸ“ž


"Ada perlu apa?" πŸ“ž


"Aku perlu butuh bantuan sekarang." πŸ“ž


"Bantuan?" πŸ“ž


"Ya. Apa aku tidak merepotkanmu?" πŸ“ž


"Tidak." πŸ“ž


"Huft ... syukurlah. Aku perlu kau mencari data seorang gadis yang berada di mansionku. Aku akan mengirimkan fotonya. Gadis itu datang bersama dengan Vori dan Lou" πŸ“ž


"Baiklah, apa ada lagi?" πŸ“ž


"Tidak ada. Aku berterima kasih padamu." πŸ“ž


"Jangan berterima kasih padaku. Aku akan melakukan apapun untukmu." πŸ“ž


"Ish ... sempatnya ngegombal." πŸ“ž


"Hahaha ... tunggulah beberapa jam." πŸ“ž


"Iya." πŸ“ž


Tut


Sambungan telepon di matikan oleh gadis kecil pujaan Leo. Wajah Leo benar-benar bahagia. Setelah gadis kecil Leo mengirim sebuah foto, Leo memberikan kepada anak buahnya untuk mencari tau identitas gadis yang dibawa di mansion gadis kecilnya.


Selang beberapa jam, identitas gadis yang difoto terpampang nyata di ponsel Leo, Leo langsung mengirimkan identitas ke gadis kecilnya tanpa memeriksa terlebih dahulu. (Gak diperiksa dulu mas, takutnya malah ganggu hubungan mas sama calon istrinya mas 🀭)


...β˜†β˜†β˜†β˜†β˜†β˜†β˜†β˜†...


Mansion Utama AG


Gava yang baru saja selesai menelpon di ruang makan termenung. Miko dan Amel memasuki ruang makan melihat wajah merenung Gava.


"Bagaimana?" Tanya Amel sambil menepuk pundak Gava.


Gava yang baru saja tersadar hanya tersenyum lebar dan manis. Amel dan Miko seketika tersenyum sumringah.

__ADS_1


"Cie cie ada yang bantuin nih ye." goda Amel.


Blushhh


Pipi Gava seketika merona malu.


"Hahaha malu lo Gav." ejek Amel tertawa.


"Ish." kesal Gava.


"Gav, gue rasa tuan Leo benar-benar menyukai lo deh, baru pertama kali nelpon aja dia bela-belain mau bantuin lo. Tuan Leo termasuk orang yang susah di dekati Gav. Tubuh cewek cantik dan seksi bak gitar spanyol aja di anggurin. Lah sama lo, tubuh lo yang mungil dan ideal malah kesemsem tuan Leo." Jelas Amel panjang lebar.


"masa sih Mel. Kok gue ragu ya." Ucap Gava tak percaya.


"Ya serah lo mau percaya apa gak." acuh Amel.


"Mama." sapa Alana dan Alan tiba-tiba dengan muka bantal.


"Ya Allah Bocil. Syukur jantung Aunty gak copot." Ucap Amel mengelus dada.


"baru bangun baby?"


"Hmm." angguk si kembar.


Gava mengelus pucuk kepala kedua anak kembarnya.


"Mama, kata aunty Amel. Mama menyukai pria?" tanya Alana kepo.


Gava, Amel dan Miko saling pandang dengan memberi kode.


"Kalian senang gak kalo mama menikah?" tanya Gava hati-hati.


"Tergantung. Kalo pria yang di cintai mama hanya memanfaatkan mama, jangan harap Alan dan Alana merestui." tegas Alan datar.


Alana juga mengangguk setuju tanda membenarkan. Gava kagum dengan pemikiran dewasa Alan. Walaupun masih kecil, mereka sudah menunjukkan sikap dewasa.


"Benarkah ma?! Emang calon suami mama gimana aunty?! Namanya siapa?!" kepo Alana dengan tatapan tak bisa diartikan.


"Nona muda Alana. Namanya tuan Leonard Robert Ramos, penerus perusahaan Ramos Corp." Jawab Miko hati-hati.


Si kembar saling pandang kemudian menyeringai karena memiliki ide-ide ajaib.


Gava yang tau seringai kembar seketika batinya berdoa : "Semoga, Leo bisa sabar menghadapi si kembar."


Ting


Ting


Ponsel dan tablet Gava berbunyi menandakan sebuah pesan masuk.


Om es balok 🧊


Aku sudah mengirim identitas gadis itu, silahkan baca baby.


^^^Me^^^


^^^Terima kasih atas bantuanmu Leo 😊^^^


Om Es balok 🧊


Jangan berterima kasih kepadaku, aku senang membantumu baby. kalo ada apa-apa hubungi aku.


^^^Me^^^


^^^Iya, Leo 😊^^^


Gava membuka tabletnya dan membaca identitas gadis itu : Calista Jane, usianya 18 tahun. Di jual oleh tantenya ke mafia Xlevanos untuk membayar utang keluarga tantenya.

__ADS_1


"Alana, Alan kalian bermainlah sambil makan diruang keluarga." Ucap Gava dengan raut wajah serius.


Alana dan Alan menurut kemudian ke ruang keluarga bersama kedua baby sitter. Setelah si kembar tidak ada.


"Nih kalian baca apa yang di dapat Leo." Serius Gava menyerahkan tabletnya ke Miko dan Amel.


Amel dan miko membaca identitas gadis itu dengan seksama seketika raut wajah mereka melotot tak percaya.


"Dasar tante gila, jadi dia korban untuk di jadikan j****g." Teriak dan geram miko dan Amel serempak.


"Ya, kau benar. Gue dan Adam akan ke markas Askala. Amel, Lo dan King pergilah ke perusahaan. Sekalian kalian kencan gitu. Biarkan Miko dan Agra menemani Vori, Lou dan si kembar." Ucap Gava memberi perintah sekaligus menggoda.


Amel tersipu malu dan Miko terkekeh melihat wajah malu Amel.


Beberapa menit kemudian, seorang maid membawa nampan berisi makanan lou dan menyerahkan ke Gava. Gava bangkit untuk ke kamar Lou.


Sementara di kamar Lou, para lelaki sedang berkumpul kecuali Vori dan Adam sedang berbincang.


"Gimana lukanya tuan Lou?" cemas Agra.


"masih berdenyut." lirih Lou.


Lou melihat gelagat King yang tak biasa seperti bingung.


"King, lo kenapa?" lirih Lou.


"Itu, tuan Lou. Aduh gimana aku nyampeinnya ya." Ucap King bingung, panik dan gugup.


Lou dan Agra saling pandang kemudian mengernyitkan dahi.


"Bilang aja kenapa sih?" desak Agra gemes.


"Aku suka sama seseorang." cicit King bak tikus kejepit.


"hah?! suka sama seseorang?! siapa?!" Ucap seorang gadis memasuki kamar Lou macam hantu.


Lou, Agra dan King mengelus dada saat seorang gadis baru masuk tiba-tiba membawa nampan berisi makanan.


"Kenapa lo gak ketok pintu dulu sih Gav." omel Lou lirih.


"Udah gue ketok berkali-kali setan. Kalian aja terlalu asyik ngobrol." ketus Gava menaruh nampan berisi makanan Lou."Eh eh,, gue denger King menyukai seseorang siapa?" lanjutnya kepo menatap ketiga pria di depannya satu persatu.


Agra dan Lou menatap King, Gava yang melihat tatapan itu juga menatap King. King yang ditatap salah tingkah dan gugup.


"Kenapa King?" curiga Gava.


"Gak, gak papa. Nona Ayya." Gagap King.


"Kalo gak papa, kok malah gagap terus gugup lagi." ucap Gava memicingkan matanya.


Gava mengambil sarapan Lou seketika Lou memelas saat tau sarapanya bubur.


"Gak ada sarapan lain apa?" protes Lou.


"Gak usah protes, makan aja nih bubur. Agar lo cepat sembuh." gerutu Gava kesal.


"Tapi gue mau makanan lain Gav." rewel Lou lirih.


"Ck. Baru aja lo sehari terbaring apa kabar 2 hari kedepan." Omel Gava menggerutu.


"Maksud lo gue di kamar selama 3 hari gitu?" Tanya Lou membulatkan matanya.


Gava mengangguk membenarkan, wajah Lou terlihat lesu saat mendengar kata 3 hari terkurung di kamar.


"Daddy jangan lesu gitu dong. Daddy harus istirahat agar cepat sembuh." Nasehat Alana tiba-tiba di ikuti Alan di belakangnya.


King, Agra dan Lou mengelus dada kaget saat si bocah setan datang seperti makhluk halus.

__ADS_1


...Jangan lupa di follow terus tinggal jejak dengan tekan vote, like serta koment agar author semangat up πŸ₯°πŸ˜πŸ€©πŸ˜˜...


__ADS_2