
...โ ๏ธ Warning โ ๏ธ...
...Awas berhati-hati karena typo bertebaran dimana-mana, kata-kata kasar, vulgar atau apapun tetapi author berusaha menutupinya, kalo author lupa berarti khilaf ๐คซ๐คญ๐๐...
...Jangan lupakan di akhir cerita ada aja bikin gantung dan penasaran ๐คญ๐๐ค...
...โกโกโกโกโกโกโก...
Kita ke hari pernikahan Gava dan Leo ya ๐
Di sebuah gedung hotel FC tepatnya di kamar yang dihiasi layaknya kamar pengantin, seorang gadis berpakaian gaun pengantin terlihat mondar mandir bak cacing kepanasan. Seorang gadis lain menatap jengah dan memutar bola matanya.
"Lo kenapa sih?! Dari tadi gelisah?! Nanti make upnya luntur tau gak?!" Omel gadis itu khas ibu-ibu.
"Gue gugup banget. Gue mau ngilang deh yah, lo gantian gue." Sahut gadis berpakaian pengantin memohon ke gadis itu.
Pletakk
Gadis itu tiba-tiba saja menjentik dahi gadis berpakaian pengantin sehingga dia mengelus kepalanya karena jentikan pedas gadis itu gak main-main.
"Lo kalo ngomong di saring bego, nikah sekali seumur hidup. Kalo gue gantiin lo, yang ada Laki lo ngamuk." omel Gadis itu.
"Tapi ~ SAH" ucapan gadis berpakaian pengantin dipotong saat mendengar kata SAH dilayar televisi.
"Akhirnya teman gue udah jadi istri orang." Hebohnya girang.
Gadis berpakaian pengantin menangis terharu karena pria tampan dan gagah mengucapkan dengan lantang dan tegas.
"Gav/mel." Sapa kedua gadis itu berbarengan.
Mereka terharu sambil berpelukan. Lalu seorang pria tampan memasuki kamar pengantin untuk menjemput calon pengantin wanitanya sampai mengulurkan tangannya. Gadis bergaun pengantin itu menerima uluran tangan pengantin pria.
Beberapa menit kemudian di aula utama Gedung FC, pasangan pengantin beriringan menuju pelaminan.
Saat di pelaminan, Fira memeluk memantunya dengan senang dan gembira kemudian di susul Dewa. Si kembar juga memeluk gadis berpakaian pengantin itu. Lalu di susul para sahabat mereka.
"Akhirnya nikah juga lo, Gav. Bikin ponakan yang banyak ya. Gue udah kasih kado buat lo, pakai aja deh buat malam pertama lo dan Leo." Amel mengucapkan selamat sekaligus berbisik.
" Tuan Leo, jaga sahabat saya. Saya sudah memberi kado spesial." Sekali lagi Amel mengucapkan selamat sekaligus menggoda.
Wajah Leo tersenyum tipis sebenarnya di pikirannya terbayang kado spesial Amel.
"Kak Gava, kalo malam pertama bilang ke Calis ya? Agar Calis tau rasanya gimana?" Tanya Calis polos dan lugu.
Vori, Gava dan Leo memasang wajah tak bisa di gambarkan. King, Amel, Agra dan Miko hanya terkikik. Jangan tanyakan Grace yang ada disana tertawa terbahak-bahak. Para tamu undangan bingung dan heran.
__ADS_1
(SKIP, kalo diteruskan yang ada gak sesuai bikinan author ๐)
Di depan kamar pengantin baru, banyak sekali menguping kecuali anak kecil dan pasutri paruh baya. Suara aneh di dalam kamar pengantin membuat mereka berfantasi liar.
"Aaaa .... sssshhhhh .... sakit leo ..."
"Apa begitu sakit. Maaf aku akan pelan-pelan sayang."
"pelan-pelan Leo. sakit ini."
"ini sudah pelan sayang."
"Ssshh ... jangan mencakarku sayang. Aku akan pelan-pelan."
"Leo, sakit. Berhenti, sakit hiks, hiks. Sakit."
"Gila tuan Leo mainnya kasar sampe Gava kesakitan gitu." Sahut Amel bergidik ngeri.
"Kak Amel, Calis jadi tidak mau nikah deh. Soalnya kak Gava dari tadi kesakitan." sahut Calis polos dan lugu dengan wajah memerah.
"Ya. Kakak juga pengen nunda deh. Eeh tapi tapi kenapa wajah lo merah, Cal?" Angguk Amel sambil bertanya balik.
"Mendengar nada Kak Gava kesakitan jadi membayangkan nanti Calis sama Kak Vori." Jujur Calis polos BANGET.
Semua disana sweetdrop mendengar ucapan Calis yang TERLALU jujur dan polos. Lalu sekali lagi mereka mendengar suara aneh didalam kamar Leo dan Gava.
"Ya. Teruskan enak banget. Jangan berhenti."
Semua yang disana berwajah merah karena mendengar kata ENAK, LANJUT, JANGAN BERHENTI di kamar pengantin baru. Tetapi ambyar dan buyar karena pasutri paruh baya datang menghampiri mereka.
"Kalian lagi ngapain berada di depan kamar pengantin baru?" Tanya wanita paruh baya itu.
"Bunda, hehe. Amel dan yang lain ngintipin malam pertama Gava dan Leo." Jawab Amel cengengesan.
Seketika Fira juga kepo dan mendekati pintu kamar Gava dan Leo. Sebelum itu melihat Fira dan Grace disini.
"Permisi, bunda juga mau dengar." Sahut Fira mendekat.
"Grace, calis kalian jangan dengerin suara aneh dikamar ya, masih dibawah umur. Lebih baik kalian ke kamar aja. Gak baik juga buat kalian." Lanjut Fira tersenyum manis sambil memberi kode Lou dan Vori.
Lou dan Vori paham kode tersebut langsung menarik tangan Calis dan Grace. Calis dan Grace hanya ikut saja. Setelah Calis dan Grace tidak ada, Fira melakukan aksinya menempelkan telinganya di pintu.
"Uuuhhh... enak banget,, kau jago juga ya, sayang."
"Lanjutkan apa berhenti sayang?"
__ADS_1
"Berhenti saja. Kamu gak capek?."
"Gak sayang, buat kamu aku gak capek."
"Mel, sudah berapa ronde?" tanya Fira kepo saat mendengar suara aneh di dalam kamar pengantin.
"Dua ronde deh kayanya bun. Soalnya Amel dan yang lain berada disini." jujur Amel mengangkat salah satu jari tangannya membentuk angka 2.
"Wa, wa. Akhirnya kita akan punya cucu secepatnya. Anak kita jago wa." Teriak Fira heboh.
Ceklek
Seketika pintu kamar Gava dan Leo terbuka. Semua yang ada disana membeku dan melotot karena Leo masih memakai pakaian pengantin lengkap tanpa jas. Lalu melirik Gava yang melambaikan tangannya dari ranjang masih memakai gaun pengantin lengkap tanpa riasan atau apapun.
"Kalian ngapain disini?" Tanya Leo heran terkesan datar.
"Kok masih lengkap, tuan Leo?" Tanya King ambigu sekaligus kaget.
"Maksud kalian?! Eeh,, kenapa banyak orang di depan kamar kami?!" Cerocos Gava heran sambil mengernyitkan dahi.
"Kalian gak lakuin malam pertama gitu." Ceplos Agra kecewa.
"Hah?!" Kaget Leo dan Gava.
Kemudian ide jahil Gava terlintas dibenaknya, Leo hanya menghela napas panjang melihat wajah istrinya yang akan menjahili mereka.
"Oh, jadi kalian didepan kamar kami hanya untuk nguping nih?" Jahil Gava dengan wajah serius.
"Emm, gak nona Ay. Kami gak nguping kok." Gugup Agra terbata-bata.
"Kalo gak?! Kenapa kalian semua didepan?! Lalu mami papi juga ada disini?! Kalian mau lihat adegan LIVE kami?! iya?!" Jahil Gava memicingkan matanya.
"Itu kami hanya lewat. Ya kami hanya lewat terus mendengar suara aneh dari dalam kamar kalian." Elak Amel gugup.
"Kenapa kalian gugup sih?!" Goda Gava jahil.
"Yes mereka sudah termakan umpan gue. Siapa suruh nguping terus dengerin kamar pengantin baru. Nanti gue akan balas kalian karena udah berani nguping sama kepo urusan gue." Batin Gava bersorak.
"Maaf Gav. Karena kami penasaran jadi kami ingin menguping." Cicit Amel layak tikus ke jepit.
"Hahahahahahaha" Tawa Gava terbahak-bahak karena berhasil mengerjai semuanya.
"Lo ngapain tertawa?" Tanya Amel heran.
"Lucu aja. Kalian ini aneh-aneh aja. Gue dan Leo masih belum apa-apa juga, leo dari tadi ngurut pergelangan kaki gue karena kaki gue bengkak." Sahut Gava geleng-geleng kepala sambil menunjukkan pergelangan kakinya yang biru dan membengkak akibat high heel.
__ADS_1
...Jangan lupa di follow terus tinggal jejak dengan tekan vote, like serta koment agar author semangat up ๐ฅฐ๐๐คฉ๐...