
...⚠️ Warning ⚠️...
...Awas berhati-hati karena typo bertebaran dimana-mana, kata-kata kasar, vulgar atau apapun tetapi author berusaha menutupinya, kalo author lupa berarti khilaf 🤫🤭😚😘...
...Jangan lupakan di akhir cerita ada aja bikin gantung dan penasaran 🤭😌🤗...
...🍂🍂🍂🍂🍂...
Suara pintu diketuk membuat Leo, Gava dan Grace menoleh. Grace bersiap-siap ingin bersembunyi. Gava melihat kamera CCTV di laptopnya menampilkan 3 sosok manusia di depan ruangannya.
"Masuklah Ka Adam. Miko kembali ke tempatmu." Sahut Gava tenang.
"Zafar, kembalilah ke perusahaan." Sahut Leo datar.
Ceklek
Tubuh Adam memasuki ruangan ceo dengan wajah datar. Mata Adam melihat Grace menampilkan wajah polos dan imut. Lalu beralih ke pasangan Gava dan Leo seketika menghela napas pasrah.
"Belum nikah hampir tiap hari liat keintiman nona Gava dan tuan Leo. Apalagi jika mereka sudag menikah bisa lebih dari ini keintiman mereka. Syukur cuman orang-orang terdekat melihat hal ini, kalo orang lain pasti memasang wajah syok, kaget dan malu jadi satu." batin Adam menghembuskan napas perlahan-lahan.
Grace hanya memasang wajah tak mengerti karena Adam menhembuskan napasnya perlahan-lahan.
"Nona Gava, tuan Leo saatnya kalian fitting gaun pengantin." datar Adam mengingatkan.
"Ya Allah gue lupa. Syukur kak Adam ngingatin gue. Ayok sayang, kita fitting gaun pengantin." Ucap Gava menepuk dahinya kemudian bangkit serta menarik tangan Leo.
Gava dan Leo keluar dari ruangan Ceo. Kemudian bertemu Miko di tempatnya sedang mengerjakan tugasnya. Gava menyuruh Miko untuk menghandel semua tugasnya.
Butik wedding FC
Sekarang Leo dan Gava berada di sebuah butik wedding FC milik Fira sendiri. Sang manajer tersenyum ramah saat anak pemilik dan calon menantu pemilik butik tersebut.
Deretan gaun pengantin berjejer. Gava mencobanya di ruang ganti. Leo duduk sambil menunggu dan menilai gaun Gava.
Gaun pertama di buka, Leo melihat gaun tersebut terlalu terbuka memperlihatkan lekukan tubuh indah, punggung terbuka lebar, dan hampir sebagian gunung kembar terlihat.
Leo menggeleng tanda tak setuju. Lalu Gava mengganti gaunnya dari gaun kedua sampai keempat Leo selalu menggantinya.
"Gaun terakhir, awas aja tuu om mesum harus ganti lagi. Entar gue tunda malam pertama biar kapok tuh si juni juni." Batin Gava kesal.
Gaun terakhir dibuka, Leo meneliti gaun tersebut dan tersenyum puas. Akhirnya setelah sekian lama mencari gaun pengantin, Gava menghela napas lega. Gaun dipilih Gava sangat simple dan elegan tetapi terkesan glamor dan mewah.
__ADS_1
Setelah keluar dari butik Leo dan Gava menuju restoran karena Gava kelaparan akibat kelamaan memilih gaun pengantin.
Saat sampai restoran, Gava dan Leo memesan makanan. 20 menit kemudian pesanan Gava dan Leo tiba.
"Baby, malam ini bisakah kau ikut denganku ke negara J?" Tanya Leo seperti anak kucing.
"Ngapain?"
"Perjalanan bisnis."
"Berapa hari?"
"3 hari saja."
"Berarti gue bebas dong 3 hari. Yes, gue bebas dari cengkraman om mesum." Batin Gava ceria dan bersorak.
"Jangan berpikiran kamu bisa bebas baby, aku pergi 3 hari untuk bisnis saja tetapi aku sudah menempatkan pengawal terlatih untuk menjagamu. Si kembarpun sama baby." Jelas Leo saat melihat wajah Gava ceria.
Wajah Gava memelas saat tau Leo akan menempatkan pengawal apalagi terlatih. Gava ingin sekali menolak tetapi suara mutlak dari Leo membuatnya bungkam seketika.
"Jangan menolak baby. Atau aku seret kamu ke negara J." Mutlak Leo saat Gava ingin bersuara.
Lalu kita kembali ke masa dimana kejahilan Gava ke Leo membuat Leo pulang ke negara A memakai jet pribadi yang jarang sekali dipakainya kalo keadaan gak genting.
Bandara Internasional Negara A
Jam 22.30 WIB, jet pribadi Ramos tiba dibandara, keluarlah Leo dan Zafar dengan tergesa-gesa. Pakaian Leo sudah dikatakan tidak layak.
Leo bodo amat sama penampilan yang dipikirannya hanya calon istrinya. Dia berjanji bahwa perjalanan bisnisnya selama 3 hari ternyata memakan waktu hampir seminggu. Sebenarnya malam ini adalah hari ulang tahun Leo, 5 hari sebelum pernikahan Gava dan Leo.
"Tuan Leo." datar Adam menunduk hormat.
Leo mengernyitkan dahinya kenapa Adam yang menjemputnya.
"Lebih baik tuan ikut kami terlebih dahulu."
"Kenapa?"
"Ini perintah nona Amel. Sebelum anda datang ke tempat terbaringnya nona Gava. Anda harus bersih-bersih terlebih dahulu." Ucap Adam datar.
BBukkk Bbuukk
__ADS_1
Adam sedikit mundur karena bogeman mentah Leo yang kencang dan membuat sudut bibir Adam luka. Zafar segera melerai karena kalo Leo tak dihentikan bisa-bisa Adam diantara hidup dan mati.
"Katakan.dimana.ayya." tekan Leo murka.
"Saya sudah katakan ini perintah, tuan. Saya hanya mengikuti perintah dari nona Amel." Ucap Adam datar khas balok es.
Leo frustasi kenapa Adam tidak mau mengatakan sebenarnya. Zafar hanya tersenyum tipis.
"Nona Ayya the best dah. Nona Ayya pasti tertawa terbahak-bahak melihat wajah frustasi tuan Leo." Batin Zafar miris.
"Benar apa yang dikatakan nona Gava, tuan Leo seperti iblis mengamuk saat ini." Batin Adam tersenyum tipis terkesan tulus.
"Lebih baik ikuti saya tuan." Sahut Adam membuyarkan lamunan Leo.
Leo ingin sekali menghajar tubuh Adam. Zafar berusaha menenangkan Leo dan menariknya mengikuti Adam dibelakang. Di mobil, Leo terus saja berusaha menghubungi ponsel Gava tetapi selalu saja sibuk.
30 menit kemudian, mobil yang ditumpangi Leo, Adam dan Zafar sampai di mansion Utama AG. Leo membuka pintu mobil dengan tergesa-gesa. Saat membuka pintu mobil, berdirilah pasutri paruh baya dengan wajah cemas dan khawatir.
"Mi, bagaimana keadaan Ayya, mi. Apa penyebab Ayya kecelakaan?! Kenapa tidak ada satupun yang mengabari Leo mi?!" Panik Leo ke wanita paruh baya itu.
Pasutri paruh baya itu melongo mendengar kalimat terpanjang Leo. Adam dan Zafar baru saja memasuki mansion hanya diam disertai wajah melongo terutama Zafar.
"Kalimat terpanjang yang pernah mami dengar saking paniknya dirimu prince. Ay, kau sudah membawa perubahan kepada putra semata wayangku." Batin wanita paruh baya itu takjub mendengar kalimat panjang Leo.
"Ay, terima kasih sudah memberikan warna untuk Leo. Dulu hidupnya sangat monoton sekarang semacam roller coaster." Batin pria paruh baya tersenyum tipis.
"Pi, mi. Jawab Leo." Sahut Leo panik karena pasutri paruh baya itu melamun.
Pasutri paruh baya itu sadar dari lamunan mereka. Pasutri paruh baya itu saling pandang.
"Prince tenanglah, lebih baik kau ikut mami ke kamar dulu. Nanti mami papi akan mengantarkanmu ke Ayya." Jawab wanita paruh baya itu mengapit lengan putranya menuju kamar tamu yang sudah disediakan.
Sesampai dikamar tamu, Leo menuju kamar mandi untuk bersih-bersih. Wanita paruh baya itu keluar dari kamar tamu.
"Prince, pakaianmu ada di atas ranjang. Pakailah untuk malam ini." Teriak wanita paruh baya itu sebelum keluar dari kamar tamu.
"Ya." Teriak Leo.
Pria paruh baya itu mendekati istrinya dan menariknya bersembunyi agar kejutan untuk putranya sukses.
...Jangan lupa di follow terus tinggal jejak dengan tekan vote, like serta koment agar author semangat up 🥰😍🤩😘...
__ADS_1