Hot Young Mom And King Mafia (S1 Dan S2)

Hot Young Mom And King Mafia (S1 Dan S2)
[S2] Page 43


__ADS_3

...⚠️ Warning ⚠️...


...Awas berhati-hati karena typo bertebaran dimana-mana, kata-kata kasar, vulgar atau apapun tetapi author berusaha menutupinya, kalo author lupa berarti khilaf 🀫🀭😚😘...


...Jangan lupakan di akhir cerita ada aja bikin gantung dan penasaran πŸ€­πŸ˜ŒπŸ€—...


...🌺🌺🌺🌺🌺🌺...


Gava Pov On


Akhirnya setelah beberapa episode, pov gue ada lagi yessssssss .....


Setelah pertempuran 3 jam, menurut gue hanya sekedar olahraga tubuh saja membuat gue agak lelah.


Mobil terbuka yang dinaiki keluarga kecil memiliki kursi modifikasi seperti sofa panjang layaknya kasur kecil. Gue memandang Radith dan Resmi yang tertidur kelelahan bersandar di sofa, Neira dan Bintang berada ditengah-tengah Radith dan Resmi.


Gue dan suami gue berada di sofa sebelahnya dengan jubah sebagai selimut. Ryker sebagai supir dadakan.


"Anak-anak gue walaupun masih bocil ternyata jago juga ya. Gak sia-sia gue dan suami gue melatih mereka bak neraka." batin gue memandang keempat anak gue.


"Baby." panggil Leo mengelus pucuk kepala gue.


"Ya."


"Radith dan Resmi terpilih untuk pergi ke negara K. Keluarga Ramos ingin anak kembar kita." Ucap Leo mengelus pucuk kepala gue.


Gue melepaskan pelukan dari tubuh Leo, kepala gue mendongakkan kepala dan mata gue meminta penjelasan lebih dari suami gue.


"Anak kembar kita akan melakukan pelatihan dengan keluarga Ramos, Neira dengan keluarga Atmaja, dan Bintang dengan keluarga Rajendra." jelas Leo menatap manik mata gue dalam.


"Apakah kita akan terpisah dengan keempat anak kita?" tanya gue dengan mata berkaca-kaca.


Dada gue merasakan sesak dan susah bernapas saat ini. Gue sebagai seorang ibu ingin melakukan hal yang terbaik untuk anak-anak gue, gue berusaha untuk tidak memisahkan keempat anak gue tetapi takdir yang mengharuskan.


Keempat anak kandung gue dan Leo merupakan keturunan 3 keluarga besar dimana 2 keluarga statusnya kaisar dan permaisuri, 1 keluarga statusnya Raja dan Ratu.


"Iya, baby. Itu konsekuensi kita sebagai orangtua dengan 3 status keluarga kerajaan. Keturunan kita akan menjalani pelatihan." Jelas Leo lembut mendekap gue.


"Aku hiks .... aku hiks...." isak gue mendekap di dada bidang Leo.


Gue menangis agak keras sehingga gue tidak sadar kalo keempat anak gue terusik.


"Mama kenapa nangis? apa yang papa lakukan?" sahut Neira serak khas bangun tidur menatap tajam Leo.


Gue melepas dekapan Leo dengan air mata yang masih turun di sela-sela kedua mata gue. Resmi beranjak dari sofa lalu mendekati tubuh gue. Kedua tangan mungilnya menghapus air mata gue yang tiba-tiba turun begitu saja.


"ada apa mama?"


"Tidak apa-apa." Ucap gue menggelengkan kepala sambil tersenyum.


"Jangan menutupinya dari kami, mama." Ucap Radith bangkit dari sofa lalu menuju ke arah gue, Leo dan Resmi.

__ADS_1


Resmi kembali ke sofa dimana Neira dan Bintang menatap kami dengan polos dan manis.


"Mah, Radith dan adik-adik Radith tau mama menangis karena takdir kami. Mah, cukup mama doakan kami untuk menjalani takdir kami. Mah, musuh dunia hitam lebih mengerikan dari musuh dunia bisnis." jelas Radith menggenggam kedua tangan gue.


Mendengar penjelasan Radith yang terkesan dewasa membuat air mata gue terus saja mengalir tanpa henti.


"Mah, biarkan kami menjalankan takdir kami dengan tenang dan damai. Lagipula hanya beberapa tahun, kita terpisah dengan mama papa." jelas Resmi tersenyum manis.


"Bisakah kalian berjanji?"


"Janji apa mah?" tanya Resmi balik.


"Berjanjilah, apapun yang terjadi sama pelatihan kalian di 3 keluarga besar. Kalian jangan menyerah dan jangan lupa terus hubungi papa mama." Ucap gue tersenyum manis.


"Kami janji mama." sahut mereka serempak.


Bintang turun dari sofa lalu menuju ke arah gue dan suami gue, Radith duduk di sofa yang ditempati Neira dan Resmi.


"Mah, malam ini tangtang tidul di kamal papa mama yah." cadel Bintang dengan puppy eyes.


"Radith ikut."


"Resmi."


"Neira juga."


Ucap Radith, Resmi dan Neira berbarengan dengan senyum ceria dan puppy eyes.


"Awas pah, matanya nanti keluar." celetuk Neira Jahil.


"Kamu kenapa pah?" tanya gue heran padahal paham kalo suaminya protes.


"Papah protes ya hahaha." ejek Resmi menaikkan turunkan alis.


"Hahaha sesekali pah, kami tidur bareng papa mama." ejek Radith dengan nada jahil dan menggoda.


Gue terkikik saat mendengar nada jahil dan menggoda kedua anak kembar gue. Leo menghela napas panjang.


"Mah, kalo papah tidak mau tidul baleng. Suluh aja tidul di lual." cadel Bintang mencibir.


"Iya, iya papah setuju." Ucap Leo dengan suara lesu.


Gue dan keempat anak gue terkikik mendengar suara Lesu Leo.


30 menit, perjalanan dari rumah mewah menuju mansion utama RR. Gue dan rombongan tiba di depan pintu masuk mansion dimana Alana, permaisuri Genia, Anita, keempat ibu hamil menunggu di depan pintu masuk mansion.


"Anak-anak mana?" tanya Lou celingak celinguk.


"masuk kamar masing-masing, daddy Lou." Ucap Alana.


"Sebaiknya kita membersihkan diri dari darah-darah yang menempel lalu kita akan kumpul diruang keluarga. Kalo kalian lelah istirahat dikamar." jelas gue ke Lou dkk dan keluarga Atmaja.

__ADS_1


Mereka semua mengganggukkan kepala membenarkan.


"Radith, Resmi, Neira, Bintang masuklah ke kamar kalian. Anita tolong urus Bintang." Ucap gue ke empat anak gue dan Leo lalu memerintahkan Anita.


Kami semua berada di kamar masing-masing termasuk gue dan suami gue.


Di dalam kamar, gue melepaskan jubah terlebih dahulu. Lalu pakaian luar sehingga tersisa pakaian dalam. Gue merasakan ada sesosok mata mengawasi gue, lalu gue berbalik arah.


"Kamu mau apa ba-kyaaaaaa." gue berbalik tetapi berteriak dengan menutup kedua mata dari kedua tangan gue.


Gue merasakan seseorang berjalan ke arah gue kemudian menggenggam kedua tangan gue.


"Kamu sudah melihatnya baby. Jangan malu seperti ini." Ucapnya serak.


"Biarpun aku sudah melihatnya tetap saja aku malu baby. Kenapa tubuhmu polos terus juniormu seperti pancingan." Ucap gue yang masih menutup mata.


Gue menutup mata itu karena tubuh Leo udah polos tanpa mengenakan pakaian bahkan juniornya udah seperti siap tempur.


"Aku minta jatah sayang, karena malam ini anak-anak tidur bersama kita." seraknya berbisik.


Tubuh gue menegang saat mendengar kata JATAH. Genggaman tangan gue diturunkan dari kedua mata gue perlahan-lahan.


"Bukalah matamu sayang." rengeknya bak anak kecil.


Gue terkekeh dan mulai membuka mata perlahan. Saat kedua mata gue terbuka sempurna, napas gue tercekat karena wajah Leo sangat dekat dengan wajah gue.


Cup


Awalnya ciuman biasa tiba-tiba saja menuntut lebih. Gue melingkarkan kedua tangan gue ke lehernya lalu dia menggendong gue ala koala.


Sepanjang jalan menuju kamar mandi, gue dan Leo berciuman secara intens. Setelah sampai dikamar mandi tepatnya dibawah shower, Leo menurunkan tubuh gue. (Habis ini yang udah nikah pasti pahamlah 😌, karena author belum nikah dan masih polos jadi author sedikit aja kalo adegan ehem-ehem 🀭)


Hampir 1 jam setengah, gue dan Leo melakukan adegan panas dikamar mandi yang tak tertutup. Gue dan Leo akhirnya kelelahan tidur di atas ranjang kingsize ditutupi selimut tebal padahal tubuh kami masih polos.


Gava Pov Off


...🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾...


Sekilas info :


Keluarga Atmaja, keluarga Ramos dan keluarga Rajendra termasuk keluarga kerajaan. Keluarga Rajendra dibawah keluarga Ramos dan Atmaja.


Keluarga Rajendra akan memanggil sebutan raja dan ratu sedangkan keluarga Ramos dan keluarga Atmaja akan memanggil sebutan kaisar dan permaisuri.


Dari 3 keluarga kerajaan itu hanya keluarga Ramos yang terkenal dengan kejam, sadis dan melahirkan iblis saat pertempuran serta malaikat saat bersama keluarga.


...πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’...


...Akhirnya selesai, selamat weekend πŸ˜ƒ Novel 1nya belum rampung kemungkinan tengah malam bary diupdate 😁...


...Jangan lupa tekan Favorit kemudian Follow, terus tinggalkan jejak dengan tekan vote ❀❀, like πŸ‘πŸ‘ dan komentar πŸ’¬πŸ’¬ agar author semangat update πŸ₯°πŸ˜πŸ€©πŸ˜˜...

__ADS_1


__ADS_2