
...β οΈ Warning β οΈ...
...Awas berhati-hati karena typo bertebaran dimana-mana, kata-kata kasar, vulgar atau apapun tetapi author berusaha menutupinya, kalo author lupa berarti khilaf π€«π€ππ...
...Jangan lupakan di akhir cerita ada aja bikin gantung dan penasaran π€ππ€...
...πππππ...
Perusahaan Pusat AG
Seorang pria tampan dan gagah bersama seorang asisten memasuki lobby kantor perusahaan pusat AG. Represionis yang berjaga tersenyum tipis melihat kedatangan sang calon suami pemilik perusahaan. Dua Pria itu menuju Lift, salah satunya menekan lantai 50 untuk menjemput calon istrinya.
Saat sampai di lantai 50. Suara kegaduhan terjadi di ruang Ceo. Sang asistennya pria itu mendekati sekretaris yang menyambut mereka.
"Selamat datang, tuan Leo, tuan Zafar." sapa sekretaris perusahaan AG.
"Nona Miko, apa ada masalah di ruang Ceo sehingga suara nona Ayya sampai keluar ruangan?" tanya Zafar heran.
"Saya juga tidak tau tuan Zafar, Sejak di dalam ruangan nona Gava terus saja marah-mara tidak jelas bahkan saya, Amel, King dan Agra terkena semprotan nona. Tuan Leo lebih baik anda masuk ke ruangan tersebut. Siapa tau kedatangan anda dapat menenangkan Nona Gava." Jelas Miko terkesan ambigu.
Penjelasan ambigu Miko membuat Leo memasuki ruangan meninggalkan Zafar dan Miko yang diam tanpa bicara. Leo melihat Gava seperti mengomel sambil mengerjakan berkas bahkan Amel dan King juga ikut membantu.
"Baby, apa kau perlu bantuanku?" lembut Leo mendekati Gava.
Kepala Gava mendongak kemudian memasang wajah memelas. Gava bangkit dari tempat duduknya memeluk tubuh Leo. Leo mengusap punggung Gava agar tenang.
"Aku lagi memeriksa 3 berkas yang mengatasnamakan perusahaan Rajendra, perusahaan Everson dan perusahaan Maherson. Ternyata selama ini si tua bangka itu tidak pernah mengurus perusahaan kami. Bahkan 3 perusahaan ini hampir mengalami kebangkrutan." Adu Gava layaknya anak kecil di dekapan Leo.
"Bolehkah aku melihatnya baby?" Tawar Leo menangkup wajah Gava.
Gava menganggukkan kepalanya kemudian mendudukkan tubuh Leo ke kursi kebesarannya. Leo malah menarik tubuh Gava agar di pangkuannya.
Saat Gava di pangkuan Leo, Gava menyerahkan laptop dan 3 berkas sekaligus.
__ADS_1
"Kau, baca berkas saja. Yang di laptop biar aku yang menangani." Ucap Leo tanpa mengalihkan matanya ke laptop.
Salah satu tangan Leo berselancar di laptop, tangannya yang lain memeluk pinggang Gava agar tidak jatuh. Selagi Leo dan Gava tenggelam dalam kerjaan. King dan Amel saling pandang kemudian bersama keluar ruangan ceo.
"Amel, King. Kok kalian keluar lebih dahulu? Mana nona Gava dan tuan Leo?" Tanya Miko heran.
"Mereka bekerja untuk menstabilkan perusahaan Rajendra, Maherson dan Everson." Balas Amel tersenyum senang.
"Kalo tuan Leo dan Nona Ayya yang bekerja. Kenapa kalian keluar dari ruangan. Seharusnya kalian membantu nona Ayya dan tuan Leo." sahut Zafar pedas.
"Zafar, saya dan king keluar itu karena tuan Leo sudah membantu Gava. Bahkan mereka sekarang lagi duduk berpangkuan." Ucap Amel ambigu.
"Maksud kamu, Mel. Mereka melakukan tindakan senonoh." Gagap Miko tak percaya.
"Lebih baik kalian aja deh liat. Gue mau makan. Yuk, yang." Ucap Amel menarik tangan King.
Miko dan Zafar mendekati ruangan ceo kemudian membuka sedikit pintu. Zafar dan Miko melihat pemandangan seperti itu hanya bisa menghela napas.
"Ya kau benar, nona Miko. Lebih baik kita bekerja saja." Angguk Zafar serius.
"Menjaga pintu, maksud kalian?" sahut suara bass dan datar.
Miko dan Zafar sama-sama menoleh kemudian terkekeh.
"Kak Adam/Tuan Adam."
"Kalian ngapain?"
Miko dan Zafar menggelengkan kepala. Kemudian menggeser tubuh mereka sendiri agar Adam masuk keruangan ceo.
Kembali ke ruang Ceo, saat ini Gava dan Leo sangat serius mengerjakan 3 berkas perusahaan diambang kebangkrutan. Tiba-tiba Seorang gadisΒ berusia 18 tahun menyelinap masuk tanpa diketahui oleh orang-orang sekitar. Gadis itu berdiri tepat di depan pasangan Gava dan Leo. Gadis itu melihat pemandangan sangat intim langsung menutup matanya karena malu.
"Lo tidak perlu menutup mata Grace." Sindir Gava. "Berita apa yang lo bawa?" Tanyanya lagi tanpa mengalihkan pandangannya dari berkas.
__ADS_1
Leo hanya mendengarkan saja tidak mau ikut campur urusan Gava dan gadis yang disapa Grace. Sebenarnya dia tidak suka ada yang menganggu kesenangannya dengan calon istrinya. Tetapi mendengar nada akrab Gava ke gadis ini, Leo merasa gadis ini usianya dibawah Gava, Calon istrinya.
Grace Sofiya, di sapa Grace berusia 18an. Gadis cantik terkesan imut dan polos memiliki sikap tomboy, barbar, petakilan dan cerewet. Grace merupakan salah satu anggota inti Zero Zone di kenal dengan aura tipis (bayangan) sehingga para musuh tak pernah menyadari serta dokter bedah dalam hal membuat robot manusia bersama Gava dan Shafa.
"Gue ingin menyampaikan dua kabar yaitu kabar baik dan kabar buruk." Ucap Grace polos.
"Katakan berita itu Grace?" tanya Gava serius.
"Ruangan kakak harus kedap suara agar orang lain tidak mendengar pembicaraan kita." serius Grace.
Seketika Gava mengaktifkan ruangan mode kedap suara di dekat ujung mejanya.
"Ruangan ini sudah kedap suara. Sebaiknya kau katakan dua kabar itu." serius Gava.
"Kabar buruknya Mafia Xlevanos hanya kedok saja agar orang-orang luar tidak tau kak. Aaron Blenda benar-benar sangat licik dan picik. Bahkan club Blenda adalah club Aaron kak, Aaron dibanru seseorang yang amat licik dan picik. Sedangkan kabar baiknya Aaron Blenda memiliki jalang simpanan kesayangan bernama Laila Zanna White, Felia Allegra Darwin dan Clarinta Ramaniya Mahatama." jelas Gava panjang lebar sambil menyerahkan 3 wanita ke Leo dan Gava.
"Laila, seorang ceo White merupakan jalang kesayangan si tua bangka." Batin Gava melihat foto Laila.
"Ada satu fakta lagi kak Gava. Sebenarnya hubungan Aaron dan Laila hubungan terlarang antara ayah dan anak kandung." Jelas Grace polos.
"Apa?! Hahaha sungguh pasangan ayah dan anak gak waras hahaha." heboh Gava tak percaya.
Leo yang mendengar penjelasan dan fakta itu tetap menampilkan wajah datar dan dingin sebenarnya dia takjub dengan gadis didepannya yang mencari informasi sangat detail.
"Setelah ini gue ngapain kak?" polos Grace.
"Pergilah ke Organisasi dan suruh Lucas memata-matai si tua bangka dan mafia Xlevanos. pergi ke organisasi." perintah Gava tersenyum manis.
Tok tok tok
Suara pintu diketuk membuat Leo, Gava dan Grace menoleh. Grace bersiap-siap ingin bersembunyi. Gava melihat kamera CCTV di laptopnya menampilkan 3 sosok manusia.
...Jangan lupa di follow terus tinggal jejak dengan tekan vote, like serta koment agar author semangat up π₯°ππ€©π...
__ADS_1