Hot Young Mom And King Mafia (S1 Dan S2)

Hot Young Mom And King Mafia (S1 Dan S2)
Chapter 37 (Revisi)


__ADS_3

...⚠️ Warning ⚠️...


...Awas berhati-hati karena typo bertebaran dimana-mana, kata-kata kasar, vulgar atau apapun tetapi author berusaha menutupinya, kalo author lupa berarti khilaf 🤫🤭😚😘...


...Jangan lupakan di akhir cerita ada aja bikin gantung dan penasaran 🤭😌🤗...


...🍀🍀🍀🍀🍀...


"Kak Gava !!!" Teriak seorang pemuda 15an.


Gava menoleh kemudian melotot. Adam dan Ryker hanya saling pandang, Leo memasang wajah bingung.


"Ceilo, Shafa." kaget Gava.


"Cei, kangen sama kakak." manja Ceilo sambil memeluk Gava padahal disebelahnya Leo memasang wajah tak bisa di artikan.


"Nih bocah siapa dah?! Asal peluk istri tuan Leo?! Aduh, wajah tuan Leo sudah tidak bisa dikondisikan lagi?!" batin Zafar melihat Ceilo memeluk Gava serta wajah Leo yang tak bisa diartikan.


"Wow, mantap juga nih bocah. Gak ada takutnya sama sekali, dengan seenak jidat peluk Gava padahal Gava udah jadi istri orang?!" batin Lou takjub dan berbinar.


"Bocah sialan. Nasib istri gak peka, aku harus usaha supaya manusia berjenis kelamin laki-laki gak asal peluk kamu, baby kecuali keluargamu." batin Leo cemburu dan posesif melihat kedekatan Gava dan Ceilo.


Gava yang tidak peka sekitar terus saja memeluk Ceilo. Semuanya yang berada di ruang keluarga hanya menghela napas kecuali pasangan paruh baya dan Ryker.


"Ceilo, Shafa. Kalian kenalin diri dong, mereka mau tau siapa kalian?" Ucap Gava melihat Ceilo dan Shafa karena Gava sejak tadi melihat gerak-gerik yang lain seperti penasaran.


"Halo Kakak, kenalin namaku Ceilo, usiaku 15an. Kalo cewek disebelahku namanya Shafa Ananta, dipanggil kak Shafa, usianya 19an." Ucap Ceilo ceria.


Fira melihat wajah Ceilo yang dikategorikan remaja berbinar.


"Kyaaaaa Ceilo kau manis sekali. Ceilo, panggil tante Fira nanti bunda Fira aja. Kamu juga Shafa." Heboh Fira sambil memeluk Ceilo dan mengusap pipi Chubby Ceilo juga tersenyum lembut ke Shafa.


Ceilo yang tiba-tiba saja dipeluk diam tanpa kata karena bingung. Kalo shafa sweetdrop mendengar nada heboh Fira. Gava terkekeh melihat wajah Ceilo dan Shafa bergantian.


Ceilo Brava, di sapa Ceilo, berusia 15an memiliki wajah tampan terkesan manis dengan sikap ramah pada sekitar + ceria + petakilan + cerewet + jahil sebenarnya manja pada orang tertentu, si psikopat haus darah serta jenius dalam pembuatan senjata apapun.


Shafa Ananta, disapa Shafa, berusia 19an memiliki wajah cantik terkesan flat, manis dan datar dengan sikap dingin + irit bicara + mulut pedas dan tajam + acuh pada sekitar sebenarnya manja dan cerewet pada orang tertentu, pembunuh bayangan karena auranya sangat susah di prediksi, si jenius ilmu dalam semua macam ilmu pengobatan.


Shafa dan Ceilo termasuk anggota inti Organisasi Zero Zone. Shafa juga dokter pembuatan robot bersama Grace dan Gava.

__ADS_1


"Wa, bolehkah kita adopsi?" Mohon Fira puppy eyes.


Saat Dewa ingin buka suara, Gava terlebih dahulu menolak : "Gak boleh. Ayya gak setuju mi."


"Kenapa?" Fira mengernyitkan dahinya.


"Ceilo, termasuk orangku mi." Jawab Gava ambigu.


Semua orang disana mengernyitkan dahi kecuali Adam dan Ryker.


"baby." suara rendah Leo membuat Gava mengalihkan pandangannya.


"Kenapa sayang?" polos Gava.


"siapa mereka?" tanya Leo menahan nada cemburu


"kan tadi sudah perkenalan. telingamu masih normalkan." Ucap Gava polos dan gak peka.


Leo sweetdrop dan frustasi mendengar nada gak peka istrinya. Fira terkikik mendengar wajah frustasi Leo menghadapi istrinya ketika LOLA dan gak peka.


"Ceilo !!! kak shafa !!!" Teriakan suara gadis cempreng mengagetkan mereka.


"Kak Grace/Grace." Sapa Ceilo dan Shafa..


Grace mendekati mereka dan memeluk layaknya adik kakak.


"Kapan datang?"


"Tadi siang kak."


"Kenapa gak bilang kakak. Kakak pasti jemput kok."


"Kau sibuk Grace."


Grace mengangguk paham. Shafa dan Ceilo emang pengertian.


"Kak Grace, ceilo mau nanya?" Bisik Ceilo.


"Apa?"

__ADS_1


"Lelaki disebelah kak Gava siapa? Serem tau kak seperti kanebo kering."


"Fffftttt ... Cei, dia itu suami kak Gava. biarpun wajahnya seperti kanebo kering jangan heran dia akan manja saat bersama kak Gava."


"Apa?! Jadi kak Gava sudah menikah?! Terus kenapa kami gak diberitahu?!" Teriak Ceilo sambil cemberut.


Grace menutup telinganya. Dia kesal karena Ceilo kalo teriak tepat ditelinganya. Syukur, telinganya masih normal.


"Kenapa sih Cei?! Lo teriak-teriak tepat didepan telinga Grace. Syukur tuu anak gak budek. Kalo budek, lo harus tanggung jawab" ancam Gava sambil marah-marah.


Leo yang awalnya cemburu dan mau marah tidak jadi karena suara istrinya kalo sudah marah dan mengancam pasti dia yang kena. Lebih baik diam dari pada tidur diluar.


"Kakak serius udah nikah sama lelaki itu?" Tanya Ceilo sambil menunjuk Leo.


"Jangan tunjuk-tunjuk tangan kamu Cei. Kakak gak suka kalo kamu gak sopan sama suami kakak. Kamu hormati dia sebagaimana kamu hormati kakak." Desis Gava saat Ceilo tak sopan menunjuk Leo.


Ceilo menutup mulutnya rapat sambil menunjukkan wajah memelas serta tenggorokannya tercekat. Grace, pasutri paruh baya, Amel dkk hanya terkekeh melihat raut wajah Ceilo yang habis terciduk.


"Leonard Robert Ramos, pemilik perusahaan Ramos corp serta pemimpin mafia Alaskar." Jelas Shafa datar.


Ceilo mendengar penjelasan Shafa siapa sebenarnya suami dari atasannya hanya meneguk ludahnya kasar.


"Apa?! Jadi dia pemimpin mafia Alaskar yang terkenal kejam dan arogan itu?! Astaga, kenapa harus dia sih jadi suami kak Gava?! Kak Gava dipelet apa gak sih?! kak Gava, kak balok es maafin ceilo ya." Batin Ceilo kaget sekaligus memelas ke arah Gava.


Gava menghela napas karena Ceilo pasti akan sungkan kalo ada Leo.


"Sayang. kamu jangan cemburu kalo aku berpelukan bersama Ceilo, dia sudah ku anggap sebagai adikku sendiri. Lagipula dia masih bocah walaupun otaknya di atas rata-rata. Ceilo tidak tau siapa kamu, wajar sih dia kaget saat mendengar penjelasan Shafa dan Grace." Jelas Gava manja.


Leo mengangguk saja. Hampir saja Leo ingin ceilo menjadi kelinci percobaan tetapi Gava menjelaskan siapa Ceilo bagi Gava jadi dia lega dan tak terusik sama sekali.


Ceilo lega saat raut wajah Leo kembali datar. Ceilo melihat meja makan didepannya banyak sekali cemilan. Ceilo mengambil kue itu dan memakannya.


"Enak sekali. Siapa yang bikin?! Gak mungkin kak Gava atau kak Grace bisa-bisa dapur kebakaran?!" Tanya Ceilo sekaligus menyindir Gava dan Grace.


Mendengar sindiran Ceilo, Gava dan Grace mendengus kasar.


"Calis yang bikin sayang. Yuk duduk disebelah bunda." Sahut Fira sambil nenepuk kursi disebelahnya kosong.


Ceilo duduk disebelah Fira dengan canggung. Dia sedikit nyaman saat Fira merangkulnya layaknya seorang ibu dan anak. Dewa semakin cinta saat melihat istrinya ini bisa membuat orang sekitar nyaman dengan keberadaan tetapi sebenarnya sikapnya akan berbeda saat orang-orang mengusik ketenangan istrinya.

__ADS_1


...Jangan lupa di follow terus tinggal jejak dengan tekan vote, like serta koment agar author semangat up 🥰😍🤩😘...


__ADS_2