Hot Young Mom And King Mafia (S1 Dan S2)

Hot Young Mom And King Mafia (S1 Dan S2)
Chapter 38 [Revisi]


__ADS_3

...⚠️ Warning ⚠️...


...Awas berhati-hati karena typo bertebaran dimana-mana, kata-kata kasar, vulgar atau apapun tetapi author berusaha menutupinya, kalo author lupa berarti khilaf 🀫🀭😚😘...


...Jangan lupakan di akhir cerita ada aja bikin gantung dan penasaran πŸ€­πŸ˜ŒπŸ€—...


...⚘⚘⚘⚘⚘...


Ceilo duduk disebelah Fira dengan canggung. Dia sedikit nyaman saat Fira merangkulnya layaknya seorang ibu dan anak. Dewa semakin cinta saat melihat istrinya ini bisa membuat orang sekitar nyaman dengan keberadaan tetapi sebenarnya sikapnya akan berbeda saat orang-orang mengusik ketenangan istrinya.


"Kak Gava." Panggil Ceilo manja layaknya anak kecil. Gava menoleh dengan pandangan bertanya-tanya.


"Calis siapa?"


"Calon istri Vori."


"Cantik gak?"


"Cantik, manis, lugu dan imut."


"Terus Calisnya mana?"


"Main sama Agung dan si kembar di taman belakang."


"Ka kanebo kering. Kakak suka dari Gava dari segi apanya?" Kepo Ceilo berusaha mendekati aura Leo.


Semua orang menoleh dan menatap bingung siapa yang di panggil oleh Ceilo dengan kanebo kering.


"siapa kanebo kering, Cei?" tanya Amel bingung.


Ceilo menunjukkan Leo. Semua yang berada di ruangan keluarga mengikuti arahan Ceilo saat disebut Kanebo kering. Seketika tawa merak pecah terutama Gava, suka sekali menistakan suaminya.


"Cei, gak papakan panggil Kak Leo, Kanebo kering. Kan wajahnya datar dan dingin." sahut Ceilo polos dan jujur.


Gava tertawa terbahak-bahak sekaligus membenarkan apa yang dikatakan oleh Ceilo, bahwa suaminya seperti tembok berjalan dan es balok. Fira, Amel, Grace, lou, Miko dan Zafar terkikik mendengar kejujuran Ceilo. Dewa, Leo, Vori dan Adam hanya tersenyum tipis.


"Haha suasana mansion ini bakal rame dan hidup. Yang satu bocah manis tetapi masih dibawah umur, yang satunya lagi polos dan jujur bikin frustasi, mantuku malah LOLA dan gak pekaan gak lihat situasi kondisi." Batin Fira terkikik saat membayangkan Ceilo, Gava dan Calis.


"Kamu kenapa sayang?" Bisik Dewa heran melihat istrinya terkikik.


"Aku membayangkan aja suasana mansion nanti bakalan hidup dan ramai adanya Gava, Calis dan Ceilo." Bisik Fira terkikik.


Dewa mengangguk mendengar penjelasan dari bisikan Fira. Dia juga merasakan bahwa mansion akan ramai dan hidup.


"Hari sudah mulai gelap? Ceilo, shafa kalian istirahatlah. Bunda ingin masak makan malam. Amel dan Miko bantu bunda ya. Terus Vori kamu panggil si kembar, Agung dan Calis di taman belakang." Perintah Fira lembut.


Amel dan miko mengangguk, Ceilo dan Shafa langsung dibawa kekamar oleh salah satu maid. Para lelaki masuk kekamar masing-masing. Vori pergi ketaman belakang.


"Mi, Gava ikut ya." Tawar Gava saat semuanya ingin bangkit.


"Bisa jalan sayang?! Apa gak sakit?! Kan baru tadi malam kamu jebol?!" Tanya Fira heran dengan menantu ajaibnya ini.

__ADS_1


"Masih sih mi, perih." Balas Gava saat ingin berdiri tetapi ditopang oleh Leo.


"Hah?! Jebol?! Apaan kak?!" Tanya Ceilo polos dan kepo.


"Ceilo, kamu kekamar aja ya. Kamu masih dibawah umur. Jadi saat umurmu sudah cukup kamu akan paham kok." Balas Fira mengalihkan pembicaraan.


"Ya udah. Kak Gava jangan kangen sama dede ya." Sahut Ceilo sampai kiss bye dari jauh.


"Gak bakal kangen kakak, cei. Amit-amit cabang bayi." Sahut Gava kesal.


"Kamu ke kamar aja. Tunggu gak sakit dan perih baru kamu bantu mami serta yang lain. Jangan sampai satu anak polos dan manis itu tau kamu udah jebol." Titah Fira lembut kemudian mengingat pertanyaan Ceilo yang tiba-tiba.


Gava mengangguk, Leo mengangkat Gava ala bridal style menuju kamar mereka.


...β™‘β™‘β™‘β™‘β™‘...


Mansion Darwin negara A


Di kamar utama, Feli terbangun dari tidur lelapnya. Dia melihat di sebelah ranjang yang tidak ada Aaron. Feli tau pasti Laila, salah satu jalang Aaron sedang berkunjung ke mansionnya.


Feli menuju kamar mandi untuk bersih-bersih karena badannya lengket. Setelah selesai dari mandi. Feli hanya memakai jubah mandi duduk di depan meja rias untuk mengeringkan rambutnya. Feli melepaskan jubah mandinya sehingga memperlihatkan tubuh polos bak gitar spanyol di depan cermin besar seukuran sedikit lebih tinggi dari dirinya.


Tok tok tok


Seseorang mengetuk pintu, Feli menyuruhnya masuk. Agam masuk dengan wajah datar dan dingin saat melihat tubuh polos Feli di depannya. Wajah Feli terlihat biasa dan duduk kembali di kursi rias.


"Apa nona Laila udah datang?" Tanya Feli.


"Apa yang dibicarakan sama daddy?"


"Meminta bantuan untuk memberi pelajaran sama nona Ayya."


"Kenapa?! Bukannya nona Ayya adalah target pertama kita?!"


"Iya anda benar nona, tetapi nona Laila sudah dipermalukan oleh ceonya waktu meeting beberapa hari yang lalu."


"Terus?"


"Tuan Aaron yang mendengar hal itu dengan gampangnya akan membantu nona Laila agar bisa mempertemukan Tuan Aaron dan ceo AG Corp."


"Wow, ayah dan anak benar-benar luar biasa. Hahaha" Sahut Feli tertawa senang.


Agam mengangguk membenarkan dengan wajah datar dan dingin. Kemudian Feli menyuruh Agam mendekatinya. Agam yang paham maksud Feli segera mendekati Feli. Feli membuka kakinya lebar-lebar dimana tubuh Agam sudah berada tepat di rumah Feli. Di kamar utama itu terjadilah suara burung bersahutan-sahutan.


...β™§β™§β™§β™§β™§...


Mansion Utama RR


Makan malam sudah tiba, penghuni mansion Ramos makan masakan Fira, Amel, Miko dan Calis. Mereka makan dengan tenang dan tanpa bicara satupun. Setelah makan mereka kembali ke kamar masing-masing.


Di kamar pengantin baru, Leo dan Gava malah asyik bermanja-manja laluΒ  ponsel Gava berdering. Dia melihat notip sms dari 'Lucas'.

__ADS_1


Lucas


Aaron sudah berada disini


Aaron, Feli dan Laila mulai bekerja sama untuk menjebakmu.


Berhati-hatilah nona Ayya saya takut tidak bisa melindungimu.


^^^Me^^^


^^^Kamu tenang saja^^^


^^^Si tua bangka dan para jalangnya tidak akan dapat menyentuh saya seinci pun^^^


^^^Malahan mereka yang akan kena ganjarannya^^^


Setelah Gava membalas pesan Lucas dan Leo ikut membacanya. Leo menyuruh mata-mata kepercayaannya di mansion Darwin saat ini untuk bersiap-siap apabila si tua bangka itu mulai bergerak.


Leo selalu saja mengantisipasi untuk keselamatan istrinya. Dia selalu dua langkah lebih maju ketimbang Gava.


"Kau mesms siapa sayang?" Tanya Gava kepo.


"Mata-mataku." Balas Leo.


"Mata-mata? Kau mengirim mata-mata ke siapa?" Tanya Gava kaget.


"Pergerakan Mafia Xlevanos dan Aaron Blenda." Balas Leo.


"Benarkah?! Wah ternyata suamiku dua langkah lebih maju, padahal aku sudah menyuruh salah satu orang kepercayaanku untuk memata-matai mereka." Senang Gava sambil memeluk manja Leo.


"Ya. Aku melakukan ini karena istriku. Aku tidak mau istri kecilku terluka. Apa kau ingat janjiku, apabila kau terluka mereka akan habis ditanganku. Lalu akan ku sisakan si tua bangka itu untuk mu, Amel, Lou dan Vori." Ucap Leo panjang.


Gava mengangguk membenarkan ucapan Leo. Gava merasa tenang dan nyaman karena memiliki suami yang siap siaga dan penuh kejutan. (Gak salah mbak, kamu juga mbak penuh kejutan πŸ˜’)


"Lebih baik kita istirahat. Besok aku mau ke perusahaan Rajendra." Sahut Gava.


"Aku ikut sayang." Balas Leo lembut.


"Terus perusahaanmu?"


"Zafar yang akan mewakiliku. Meetingnya bisa diwakilkan." Sahut Leo santai.


"Lagi lagi Zafar. Bisa gak sih kamu aja. Kan itu perusahaan papi. Lagipula besok aku bersama Lou kok." Cibir Gava.


"Sama aku atau tidak sama sekali." Titah Leo.


"Ya udah sama kamu. Puas." Cebik Gava.


Leo memeluk Gava dan mengusap punggung Gava agar tidur. Gava yang merasa nyaman dan tenang malah ke alam mimpi.


...Jangan lupa di follow terus tinggal jejak dengan tekan vote, like serta koment agar author semangat up πŸ₯°πŸ˜πŸ€©πŸ˜˜...

__ADS_1


__ADS_2