
...⚠️ Warning ⚠️...
...Awas berhati-hati karena typo bertebaran dimana-mana, kata-kata kasar, vulgar atau apapun tetapi author berusaha menutupinya, kalo author lupa berarti khilaf 🤫🤭😚😘...
...Jangan lupakan di akhir cerita ada aja bikin gantung dan penasaran 🤭😌🤗...
...🎥🎥🎥🎥🎥🎥🎥...
Di perjalanan menuju mansion utama RR di dalam sebuah mobil terdiri dari Gava, Leo, Radith, Lucas dan Hide. Leo memangku putra sulungnya yang masih tidak sadarkan diri disebelahnya Gava mengelus pucuk kepala Radith.
"By, apa putra kita akan sadar?" tanya Gava cemas dengan mata berkaca-kaca sambil mengelus pucuk kepala Radith.
"Tenanglah baby. Putra kita kuat. Dia akan sadar secepatnya." balas Leo lembut.
"Kapan? Putra kita sudah membangkitkan monster itu di dalam dirinya. Kita melihat kedua matanya baby." lirih Gava terisak.
Leo mendekap tubuh Gava dari samping kiri bahkan tangan kirinya menepuk punggung Gava agar menenangkannya.
"Baby, jangan menangis. Kalo sampai anak-anak kita tau kamu menangis, diriku pasti akan menjadi bahan percobaan anak-anak kita." hibur Leo.
"kamu benar, baby. Anak-anak kita pasti akan melakukan sesuatu kepadamu." balas Gava terkekeh.
"By, tiba-tiba saja aku teringat dengan keadaan resmi, putri kita?" panik Gava cemas saat melihat wajah Radith dan Resmi yang kembar identik, sekarang berada dirumah sakit pribadi bersama dengan Calis, Miya, Grace, Akbar, Noe, dan Intan untuk menjaga Ahsan, Amzar dan Alfa.
"Ada apa? Jangan panik baby? ceritakan?"
"Baby, putra pertama kita sudah membangkitkan monster tetapi masih belum bisa mengontrolnya. Bagaimana dengan resmi, putri kita? Aku ada membaca buku tentang keluarga kerajaan Rajendra dan Ramos khusus anak kembar baby, jika salah satu anak kembar membangkit monster dan tidak bisa mengendalikan monster itu maka kembaran yang masih belum membangkitkan monster itu akan terkena dampaknya." jelas Gava cemas.
"Hide, percepat kecepatan." titah Leo saat mendengar penjelasan istrinya.
...🎞🎞🎞🎞🎞🎞...
Sementara di rumah sakit, disebuah kamar VVIP khusus para anak Gava-Leo, Intan menggenggam tangan Resmi yang tidak diselang infus. Alat bantu pernapasan terpasang dihidung Resmi bahkan alat-alat lain juga terpasang ditubuhnya. Intan terus saja terisak saat melihat keadaan sahabatnya.
Ceklik
Pintu ruangan dibuka masuklah Noe dan Akbar lalu berjalan kearah Resmi dan Intan.
"Bagaimana keadaan nona muda?"
"masih sama Noe, tidak ada perkembangan. Padahal sudah 4 jam, Resmi masih terbaring." lirih Intan dengan air mata mengalir deras.
"Sebenarnya apa yang terjadi." Ucap Noe penasaran sekaligus heran.
"Kalian kenapa kesini? Para aunty, siapa yang jaga?" tanya Intan mulai panik dan cemas.
"Tenanglah. Para aunty aman. 30 menit yang lalu, uncle Lou dan seorang bernama Light datang membawa jantung, hati dan ginjal untuk Ahsan." Ucap Noe.
Intan tersenyum haru saat mendengar kabar baik itu. Lalu dia menoleh ke resmi sambil menggenggam tangannya.
"Res, Ahsan selamat Res. Uncle Lou membawa donor untuk Ahsan, Res. Aku mohon cepatlah sadar." Ucap Intan.
Resmi masih sama tertidur damai dengan oksigen bertengger dihidungnya.
...🎞🎞🎞🎞🎞🎞...
4 jam yang lalu di kamar VIP, Intan dan Resmi menjaga Ahsan, Amzar dan Alfa. Wajah Resmi bengkak akibat terlalu lama menangis. Intan memberikan kekuatan kepada Resmi.
"Tan."
"Hmm."
"Mama papa dan yang lain akan menang gak yah?"
"Yakinlah Res. Para orang tua kita dan yang lain akan membawa kemenangan dan mendapatkan donor untuk Ahsan."
"Nona muda, berdoa dan yakinlah." Ucap Alfa duduk dikepala ranjang.
"Alfariel, bagaimana keadaanmu?"
__ADS_1
"Sudah merasa lebih baik nona muda."
"Amzar bagaimana keadaanmu?" tanya Resmi saat melihat Amzar memandang sendu Ahsan.
"Sakit, kak. Hatiku sakit saat melihat saudaraku terbaring." isak Amzar.
Resmi bangkit dari kursinya menuju arah ranjang Amzar bahkan menaiki ranjang Amzar. Resmi memeluk Amzar dengan menepuk punggungnya. Tiba-tiba saja napasnya tercekat dan susah bernapas, Amzar yang berada dipelukan merasakan ada yang tidak beres ke kakak sepupu perempuannya ini.
"Kak Resmi, kenapa kak?" tanya Amzar panik dipelukan Resmi.
Resmi terus saja menarik napas menggunakan mulutnya bahkan tubuhnya ditahan oleh Amzar agar tidak terjatuh. Intan yang merasakan ada yang tidak beres langsung ke arah ranjang Amzar.
Intan mengambil alih tubuh Resmi yang terus menarik napas menggunakan mulutnya. Noe berusaha menekan tombol merah agar Resmi mendapatkan pertolongan pertama.
Sementara diruang makan Grace melihat beberapa dokter dan perawat berlari tergesa-gesa.
"Ada apa dokter?" tanya Miya menahan salah satu dokter.
"Ada pemberitahuan dari ruangan VIP nona Miya."
Miya dan yang lain membelalakkan matanya lalu bergegas ke kamar VIP.
10 menit kemudian mereka sampai ke ruangan VIP, Grace histeris saat melihat Resmi tidak sadar dengan wajah pucat. Salah satu dokter mengangkat Resmi ke ranjang kosong tidak jauh dari ranjang Ahsan dan berusaha untuk memberikan pertolongan pertama.
Grace mendekati Amzar dan memeluknya untuk menenangkannya karena tubuh Amzar gemetar hebat saat melihat keadaan kakak sepupunya. Calis mendekati Intan yang juga bergetar hebat. Calis memeluk Intan agar menenangkannya.
"Ada apa dengan Resmi, Intan?" tanya Calis menenangkan Intang yang juga bergetar hebat dan memandang kosong.
"Sus, kita harus ke ruang ICU, denyut nadi nona muda sangat lemah." Ucap dokter yang menangani Resmi.
"Baik, dok." Ucap perawat menganggukkan kepala.
Suara sirine berbunyi menandakan Resmi dalam bahaya. Ranjang Resmi dibawa oleh dokter dan perawat bahkan dua profesor turun tangan saat melihat tanda sirine berbunyi.
Setelah Resmi ditangani oleh pihak rumah sakit pribadi. Suasana VIP awalnya kacau perlahan-lahan tenang. Chan, manusia robot yang ditugaskan untuk menjaga resmi juga mengikuti para dokter dan profesor.
Di ruang operasi, Grace berdoa untuk keselamatan operasi putranya, Lou juga berada di dekat Grace. Akbar, Noe dan Miya menjaga Amzar dan Alfa, Calis dan Intan sedang menunggu di ruang ICU.
"Sudah 30 menit, putra bungsu kita ditangani oleh tuan Light, kak?" isak Grace cemas terus memandang lampu merah.
"Kita berdoa sayang, semoga saja putra bungsu kita bisa menerima donor hati, ginjal dan jantung yang kami bawa."
"Amin." "kak, kalo boleh tau anak siapa yang mau mendonorkan jantung, hati dan ginjal?"
"Kamu tau nona Gita, asisten kepercayaan nona Jeslin?"
"Iya, aku tau."
"Putra dari nona Gita dan tuan Hansa. Kak Gava melakukan pembedahan langsung dihadapan nona Jeslin, Nona Meli, tuan Jacob dan nona Gita."
"Pembedahan langsung?"
"Iya, kamu benar. Kita tidak tau kalo kak Gava dan bang Leo memanggil tuan Light ke negara ini."
"Iya, sayang. Aku aja kaget dan syok saat mendengar nama tuan Light disebutkan oleh salah satu dokter. Sayang bagaimana dengan para musuh dan penghianat itu?"
"Mereka akan dibawa ke markas organisasi AZZA."
Sepasang paruh baya bergegas ke ruang operasi saat mendengar Ahsan, keturunan Rajendra melakukan operasi.
"Bang Raden, kak Freya." sapa Lou bangkit dari kursi bersamaan Grace.
"Bagaimana keadaan keponakan kita? Apa operasinya masih berlangsung?"
Lou dan Grace menganggukkan kepala. Ratu Freya mendekati Grace lalu memeluknya. Tangis Grace pecah saat berada dipelukkan Ratu Freya.
"Gava dan Leo akan segera tiba. Para penghianat dan musuh sudah berada di genggaman kita." Ucap Ratu Freya menenangkan Grace.
"Aku tidak habis pikir tentang pemikiran mantan kaisar Awan dan mantan permaisuri Genia. Mereka ternyata keturunan keluarga Millano yang disembunyikan." Jelas Raja Raden dengan mengepalkan tangannya.
__ADS_1
"Iya, bang Raden. Kamu benar, sepertinya ini cuman kisah masa lalu antara keluarga Atmaja. Syukurlah Gava dengan sangat teliti dan cermat dalam menangani hal ini."
"Tapi honey, dua penghianat itu sudah melakukan sesuatu kepada keturunan Rajendra. Keturunan Rajendra tidak ada sangkut pautnya dengan keturunan Atmaja." geram Ratu Freya.
"Iya, honey. Aku tau. Masalah ini akan diputuskan oleh Gava dan Leo karena melibatkan 2 keluarga kerajaan lain. Keluarga Ramos pasti tidak akan tinggal diam, apa kamu tau kaisar Ali yang memiliki mata merah sejak lahir?"
Lou, Grace dan ratu Freya menganggukkan kepala.
"Iblis monster yang berada didalam tubuhnya beberapa kali ingin menangkap para penghianat itu tetapi Gava dan Leo selalu menghalanginya."
"Iya, abang bener. Kemarahan kaisar Ali sangat mengerikan kalo sudah mengamuk."
"Itulah kaisar Ali dan keluarga Ramos kalo ada yang mengusik mereka, hukuman mereka sangat sadis dan kejam. Berbeda dengan keluarga kita, keluarga Rajendra, kita akan memberi kesempatan tetapi kita buang dipulau terpencil. Kalo keluarga Atmaja juga sama." jelas Raja Raden, sahabat dari kaisar Ali.
"Honey, kamu dan Grace ke kamar Amzar. Biarkan aku dan Lou berada disini?"
"Baiklah honey. Ayok, Grace." angguk dan ajak ratu Freya ke Grace.
Raja Raden dan Lou menunggu di depan operasi. Hampir sejam mereka menunggu akhirnya pintu operasi berwarna merah berganti hijau. Light keluar dari ruang operasi, Lou dan raja Raden bangkit dari sofa.
"Bagaimana?"
"Operasinya berhasil."
Beberapa menit kemudian Lou, Raja Raden dan Light melihat sepasang ranjang dimana Gava, Agra dan Miko dibelakangnya mengikuti sepasang ranjang yang ditempati Radith dan Leo. ranjang itu.
"Light, ikuti gue." titah Gava melewati Lou dan raja Raden.
"Bawa ke ruang ICU VVIP khusus." titah Light.
Lou dan Raja Raden melihat wajah cemas Gava dan wajah damai Leo dan Radith tutup mereka terkatup rapat. Lou menahan tangan Agra.
"Ada apa Agra?"
"Tuan Lou, tiba-tiba saja tuan Leo dan tuan muda Radith tidak sadarkan diri untuk saat ini." jelas Agra cemas.
"Bagaimana bisa? Bukannya keadaan mereka baik-baik saja?"
Agra menggelengkan kepalanya, Miko juga melakukan hal yang sama. Agra dan Miko ingin mengejar tetapi salah satu dokter tidak memperbolehkan banyak orang karena di dalam ICU VVIP sudah ada Intan dan Calis menjaga Resmi.
...🎞🎞🎞🎞🎞🎞...
Di ruang ICU VVIP khusus, ranjang Leo dan Radith bersebelahan dengan ranjang Resmi. Intan dan Calis syok saat melihat kedua ranjang tersebut. Calis mendekati Gava dan memeluknya. Gava hanya memandang kosong dengan air mata mengalir di kedua matanya.
Beberapa menit yang lalu, mobil yang ditumpangi Gava, Leo dan Radith berada didepan pintu masuk rumah sakit pribadi.
"By, lepasin pelukanmu ya." Ucap Gava lembut tanpa mendongkakkan kepalanya tetapi tidak ada sahutan atau pergerakan dari Leo.
Saat Gava mendongkakkan kepalanya menghadap Leo, Gava merasakan kalo Leo tidak sadarkan. Gava mengecek keadaan Leo.
"Lucas, Hide. Suami gue gak sadarkan diri. Cepat ambil ranjang."
Hide dan Lucas bergegas keluar dari mobil lalu berteriak :"PROFESOR !!! DOKTER !!! SUSTER !!! TOLONG TUAN LEO !!! TUAN MUDA RADITH !!!"
Mendengar teriakan membahana, para dokter dan para suster yang bergegas segera bergerak cepat membawa dua ranjang. Zafar, Agra dan Miko yang berada dimobil belakang langsung keluar dan berlari ke arah mobil Gava.
Zafar membuka pintu belakang mobil. Zafar mengambil alih tubuh Radith dan meletakkannya di ranjang. Lucas, Hide dan Agra juga membantu Leo untuk direbahkan diatas ranjang.
Beginilah sekarang di ruang ICU Khusus terbaring Leo dan kedua anak kembarnya dimana Gava, Lucas dan Hide juga berada di dekat mereka. Calis dan Intan keluar dari ruangan ICU VVIP.
...🔜🔜🔜🔜🔜🔜...
...Partnya panjang ya 😂...
...Author ngebut 😘...
...Sampai Ketemu Lusa 😘😘...
...Jangan lupa tekan Rate, Favorit dan Follow, terus tinggalkan jejak dengan tekan vote ❤❤, like 👍👍 dan komentar 💬💬...
__ADS_1