
...โ ๏ธ Warning โ ๏ธ...
...Awas berhati-hati karena typo bertebaran dimana-mana, kata-kata kasar, vulgar atau apapun tetapi author berusaha menutupinya, kalo author lupa berarti khilaf ๐คซ๐คญ๐๐...
...Jangan lupakan di akhir cerita ada aja bikin gantung dan penasaran ๐คญ๐๐ค...
...โกโกโกโกโกโก...
Di kamar pengantin baru, Leo menutup pintu kamar sekaligus menguncinya. Jangan lupakan mengaktifkan tombol keda suara agar aktivitas mereka tidak di ganggu.
Gava sama sekali tidak peka dan asyik dengan makanannya. Leo melihat hal itu memandang gemes saat mulut Gava mengunyah makanan dimana pipinya bak bakpao.
Cup
Leo mencium dan mel***t bibir Gava bahkan membuka paksa bibir Gava. Mulut Gava terbuka sehingga makanan yang dimakan berpindah ke mulut Leo. Leo dan Gava terus saja beradu ciuman.
Makanan yang di tangan Gava di letakkan di nakas. Gava yang hampir kehabisan napas, mencengkram lengan Leo. Leo melepaskan ciuman di bibir Gava.
Uuhuukk Uuhhukk
Hosh Hosh
Uuuhhuuukkk Uuuhhhuukkk
Gava terbatuk sambil menghirup oksigen. Leo dengan sigap memberikan air putih ke Gava. Gava meminum air putih sampai habis tak tersisa.
"Kamu ingin bunuh aku?" kaget Gava sambil melototkan matanya.
"Gak sayang." Jawab Leo menggelengkan kepala.
"Tapi kamu nyosor Leo. Kamu kan tau aku lagi makan." manja Gava mempoutkan bibirnya.
Leo melihat wajah cemberut Gava ingin sekali menerkam Gava habis-habisan tetapi diurungkan karena rumah Gava masih perih dan sakit.
"Istirahatlah. Aku akan menemanimu disini." Ucap Leo mengelus pucuk kepala Gava.
Gava merebahkan tubuhnya kemudian ide muncul di benaknya. Saat kedua tangan Leo ingin menarik selimut, kedua tangan Gava langsung saja menarik Leo. Alhasil tubuh Leo oleng dan wajahnya menubruk gunung kembar Gava.
"Baby." Melas Leo layaknya anak kucing.
"Main yang diatas aja selama dibawah sakit, kalo kamu melanggar sampe ke bawah siap-siap saja setahun jangan nyentuh aku." Ucap Gava manja disertai senyum manis.
Kepala Leo mengangguk saat suara manja istrinya. Akhirnya Leo dan Gava tidur di balik selimut.
...โโโโโ...
Mansion Darwin negara A
__ADS_1
Seorang pria paruh baya yang baru saja keluar dari kamar mandi dengan wajah cerah. Dia melihat gadisnya masih terlelap dibalik selimut. Lalu seorang pria paruh baya lain datang kemudian menganggukkan kepalanya.
"Agam, ada apa?" Tanya pria paruh baya itu.
"Tuan Aaron, nona Laila datang tuan." datar Agam.
"Benarkah?! Hahahaha sudah lama aku tidak bermain dengan putri kandungku sendiri. Antarkan dia ke kamar biasa." Ucap Aaron tertawa senang.
"Tapi nona Feli bagaimana?" Tanya Agam melihat seorang gadis terlelap tak berdaya dibalik selimut.
"Biarkan, dia kelelahan karena melayaniku tadi malam." Balas Aaron kemudian mencium bibir Feli.
Aaron dan Agam keluar dari kamar Feli. Feli sama sekali tidak terusik. Aaron menuju kamar yang sudah disiapkan maid untuknya dan Laila.
"Hai baby manis." Sapa Aaron menggoda memeluk putrinya.
"Daddy." Centil Laila menggoda.
Aaron dan Laila berpelukan, Laila terus saja menggoda Aaron.
"Baby, daddy udah tidak tahan?" Serak Aaron menggoda.
"Nanti dulu Daddy. Aku kesini ingin daddy membantuku." Goda Laila sambil memohon dengan wajah pupoy eyes.
"Bantuan?! Ada denganmu Sayang?!" heran Aaron menggoda.
"Daddy harus melakukan sesuatu pada perusahaan AG Crop." Centil Laila dengan suara agak marah.
"Laila, dipermalukan oleh Ceonya, namanya Alayya Gavaputri." Manja Laila pura-pura sedih.
"wah, ternyata targetku gak jauh-jauh dari putriku ini." batin Aaron bersorak.
"Benarkah?! Wah pas sekali, bisakah kau bantu daddy?!" Goda Aaron kemudian bertanya.
"Loh kok malah daddy sih, seharusnya kan laila, dad." Ucap Laila bingung.
"Daddy ingin mengoleksi jalang lagi sayang. Ceo dari perusahaan itu jadi target daddy selanjutnya." Sahut Aaron memeluk Laila.
"Benarkah dad?! Hahaha nanti Laila bantu." Senang Laila menggoda.
"Oke, manis." Sahut Aaron serak.
Aaron dan Laila akhirnya melakukan aktivitas kuda-kudaan. Sementara Lucas dan Agam berlalu dari kamar tersebut. Mereka tidak mau mengganggu suara burung bersahutan.
...โกโกโกโกโก...
Mansion Utama RR
__ADS_1
Di kamar pasutri baru, Leo baru saja membuka matanya. Dia tersenyum melihat Gava yang berada dipelukannya. Awalnya posisi Gava memeluk Leo, malah ke balik Leo yang jadi memeluk Gava.
"Bangun sayang." Sahut Leo berusaha membangun Gava.
Gava tak terusik sama sekali malah mendusel kepalanya di dada bidang Leo.
"Manja, jahil, gak pekaan, lola gak tau tempat, sekarang KEBO." Batin Leo mengusap wajah polos Gava.
Euughh
Suara Gava membuyarkan Leo.
"Udah sore ya?" Serak Gava khas bangun tidur.
"Iya, yuk kita mandi. Lalu kebawah. Kita belum ketemu sama yang lain." lembut Leo berusaha bangun.
Gava merentangkan kedua tangannya disambut Leo menggendong istrinya ala koala. Di kamar mandi, Leo mendudukkan Gava di atas closet. Leo dengan cekatan mengisi bak mandi. Setelah bak mandi di isi, tubuh Leo bangki dan ingin keluar tetapi di tahan oleh tangan Gava. Leo menoleh dengan pandangan bertanya-tanya.
"Lepaskan celanamu sayang." Ucap Gava menggoda.
"Buat apa?" gagap Leo dengan wajah memerah.
"Aku akan menservismu. Apa junimu gak sakit." frontal Gava.
Wajah Leo ragu dan berpikir keras. Gava yang gemes melihat wajah Leo berinsiatif melepaskan celana suami. Leo yang belum siap kaget bukan main. Tubuh Leo dan Gava sekarang sama-sama polos.
Gava berdiri dan menarik tubuh Leo agar duduk di closet. Setelah tubuh Leo didudukkan di closet. Gava melebarkan kaki Leo untuk menservis Leo. Leo yang diservis hanya merem melek keenakan bahkan suara de*** Leo sangat seksi.
Beberapa menit kemudian, setelah insiden kamar mandi. Wajah Leo benar-benar cerah seperti baru saja menang lotere.
Leo dengan telaten memakaian pakaian ke tubuh Gava. Gava hanya geleng-geleng kepala melihat wajah Leo yang cerah dan tersenyum manis. Lalu mereka keluar dari kamar dimana Leo menggendong Gava ala bridal style menuju lift.
Di ruang keluarga, semua orang berkumpul kecuali Agung, Calis dan Grace ditaman belakang untuk menemani si kembar. Leo mendudukan tubuj Gava hati-hati di sopa panjang.
"Cie cie,, JEBOL nih yee." ejek Amel menaikkan turun alisnya.
"Aaa .... Uuuu... Faster .... Leo ....." Ejek King mempraktikkan suaranya.
"Akhirnya mami akan jadi oma." Sorak Fira sambil berpegangan tangan ke Dewa dimana wajah Dewa hanya tersenyum tipis.
Gava hanya mengernyitkan dahi melihat kelakuan pasangan somplak didepannya.
"Kalian ngomong apaan sih?! Kalo iri bilang?! Kalo Jebol ya wajarlah kalo gue dan Leo udah nikah. Sudah Halal kok." Ledek Gava balik ke King dan Amel.
King dan Amel skakmat mendengar nada ejekan Gava yang menurut mereka ada benarnya. Lalu beberapa menit kemudian, seorang pemuda berusia 15an dan seorang gadis berusia 19an memasuki mansion Ramos.
"Kak Gava !!!" Teriak seorang pemuda 15an.
__ADS_1
Gava menoleh kemudian melotot. Adam dan Ryker hanya saling pandang, Leo memasang wajah bingung.
...Jangan lupa di follow terus tinggal jejak dengan tekan vote, like serta koment agar author semangat up ๐ฅฐ๐๐คฉ๐...