Hot Young Mom And King Mafia (S1 Dan S2)

Hot Young Mom And King Mafia (S1 Dan S2)
[S2] Page 55


__ADS_3

...⚠️ Warning ⚠️...


...Awas berhati-hati karena typo bertebaran dimana-mana, kata-kata kasar, vulgar atau apapun tetapi author berusaha menutupinya, kalo author lupa berarti khilaf 🤫🤭🥰...


...Jangan lupakan di akhir cerita ada aja bikin gantung dan penasaran 🤭😌🤗...


...🇲🇨🇲🇨🇲🇨🇲🇨🇲🇨🇲🇨🇲🇨🇲🇨🇲🇨🇲🇨🇲🇨🇲🇨🇲🇨🇲🇨🇲🇨...


Gava Pov On


Gue, Leo, Kak Zafar, Miya, Kak Adam dan Shafa berada di lobby apartemen dekat cabang mansion RR.


Kami memasuki kamar apartemen tersebut terlihatlah dua orang wanita terbaring lemes tak berdaya dimana di telapak tangan kiri dan kanan masing-masing kedua wanita tersebut sudah diberi selang infus.


Gue melihat kepala Apartemen dan kepala pengawal apartemen yang tak jauh dari tempat kedua wanita tersebut.


"Kepala apartemen, bagaimana keadaan kedua wanita itu?" tanya gue to the point.


"Kata dokter, mereka hanya dehidrasi dan kekurangan asupan makanan." jawab kepala apartemen dengan tegas.


"Kapan mereka akan sadar?" tanya gue memastikan.


"Kata dokter beberapa jam lagi nyonya besar." jawab kepala pengawal dengan tegas.


"Aku akan ke mansion utama RR, hubungi saja kepala maid di mansion utama jika kedua wanita itu sudah sadar." perintah gue mutlak dan santai.


"Baik, nyonya besar." angguk kepala apartemen dan kepala pengawal dengan nada tegas dan hormat.


Gue dan yang lain keluar dari apartemen RR lalu memasuki mobil untuk ke mansion utama RR.


Gue terus menatap jendela mobil, gue merasakan perasaan yang tak menentu setelah melihat kedua wanita tadi.


"Aarrrgggghhhh .... perasaan apa ini?! Kenapa saat gue menatap wajah terlelap mereka perasaan gue tiba-tiba gak enak?!" batin gue bertanya-tanya bahkan napas gue memburu.


Tiba-tiba saja gue merasakan pelukan hangat dan nyaman membuat perasaan tak terkendali di hati dan pikiran gue tenang dan rilek.


"Baby, apa kamu sakit?" tanyanya lembut terselip nada khawatir.


Gue mendongakkan kepala dengan mata berkaca-kaca seperti memberi kode kepada Leo.

__ADS_1


"Tidak apa-apa baby. Aku baik-baik saja. Terima kasih sudah menenangkanku." Ucap gue menggelengkan kepala.


Gue berinisiatif duduk dipangkuan Leo dengan wajah cuek dan sikap bodoh amat kepada pasangan Kak Zafar dan Kak Adam saat ini melihat gue dan Leo sangat intim dengan berbagai ekspresi di wajah mereka.


"Baby, apa kamu sudah mengirim foto kedua wanita itu ke salah satu nama Otis, Imran, Karim, Yusran, Chan dan Lucas." bisik gue ditelinga Leo.


"Baby, tenanglah. Aku sudah melakukannya menggunakan jam tangan di pergelangan tangan kiriku." bisik Leo menahan pinggang gue agar tidak jatuh.


"Kita kerjain yuk mereka, baby." bisik gue sensual saat melihat pasangan kak Zafar dan kak Adam selalu merilik ke arah kami dengan posisi benar-benar sangat intim.


"Wiiihhhh .... tiba-tiba cuacanya panas ya. Padahal sejuk banget loh." sindir kak Zafar dibalik kemudi.


"Iya, bang. Di belakang gak lihat sekitar lagi, kalo mau ehem-ehem." cibir Miya di sebelah kak Zafar.


"Tuan Leo, nona Gava. Sebaiknya di pending dulu untuk ehem-ehemnya, di kamar lebih luas dan puas." sindir kak Adam datar terkesan pedas.


"Kak Gava, tuan Leo. Nanti saja men...desahnya ya. sebentar lagi akan sampai kok ke mansion." sindir Shafa datar.


"Bilang saja kalian iri karena keromantisan kami." sewot gue dengan wajah masam.


"Iri ?! Gak kali nona Ayya ,,, malahan kami malu nona Ayya." sewot kak Zafar dengan menyindir.


"Emang kalian pernah malu?! Kalian aja pernah melakukan ehem-ehem di ruang kerja masing-masing saat anak kalian sedang tertidur nyenyak atau waktu istirahat." sindir gue membuka rahasia Kak Zafar dan Kak Adam.


Miya jangan ditanya sudah menutup wajahnya karena malu mendengar sindiran gue.


"Kapan kak Gava masuk ke ruangan kami?" tanya Shafa datar padahal wajahnya sudah seperti kepiting rebus.


"Kak Adam, Shafa masih ingat meeting dengan perusahaan luar negeri kan." Kode gue menyeringai. Kak Adam dan Shafa menganggukkan kepala.


"Saat gue dan Miko sedang rempong mencari berkas dari perusahaan luar negeri terus berkas itu tidak ada di atas meja gue. Lalu gue teringat kalo berkas itu ada di tempat kak Adam. Ya gue ke ruangan Kak Adam. Ternyata kalian sedang ehem-ehem dibalik pembatas rak buku berisi berkas satu dengan yang lain." jelas gue mengingat adegan live antara kak Adam dan Shafa.


Wajah Kak Adam dan Shafa langsung memerah karena malu.


"Gue dan Leo kalo mau ehem-ehem pun tau sikon daripada situ, Syukur gue dan suami gue memergoki kalian, coba orang lain." cibir gue sekaligus menasehati.


Dalam hati gue sebenarnya tertawa puas saat membuka kartu Kak Zafar dan Kak Adam.


Beberapa menit kemudian kami sampai di depan pintu mansion utama RR. Gue dan yang lain keluar dari dalam mobil.

__ADS_1


Baru saja memasuki mansion, gue mendengar suara Bintang, Ifin, Amo, dan Gilang bersahutan layaknya hutan.


Gue menarik tangan Leo untuk berlari agar melihat situasi taman mansion belakang. Saat berada di taman mansion belakang. Gue melihat sebuah pemandangan yang sangat mencengangkan karena anak gue dengan para sepupunya bermain di kolam dangkal khusus anak-anak alias berenang siang-siang.


Gue melihat wajah cemas dan khawatir mami Fira dan kakak permaisuri Genia untuk menyudahi acara renang mereka. Bahkan Kaisar Awan dan papi Dewa jangan ditanya. Kedua pria paruh baya itu mencemplung ke air kolam untuk menjaga para anak-anak.


"Baby, tutuplah kedua telingamu ya. Aku ingin memberi mereka pelajaran agar jera." bisik gue.


Leo menutup telinganya. Pasangan Kak Adam dan Kak Zafar yang peka juga menutup kedua telinga mereka.


"BINTANG !!!! IFIN !!!!! AMO !!!! GILANG !!!! BERHENTI !!! CEPAT NAIK !!!!" teriak gue menggelegar membuat para anak-anak kocar kacir menaiki tangga atau dinding agar keluar dari kolam renang.


Pasutri paruh baya, para orang tua, para maid dan para pengawal terkekeh saat mendengar suara teriakan gue yang dipastikan akan menjadi boomerang untuk para anak-anak.


"KALIAN MANDI DI DALAM KAMAR MANDI MASING-MASING !!!!! SETELAH ITU KALIAN MAKAN SIANG DAN MINUM VITAMIN !!!! TERUS TIDUR SIANG !!! AWAS AJA KALIAN MELANGGAR SIAP-SIAP DI RANJANG PESAKITAN !!!" teriak gue mengancam para anak-anak.


Para anak-anak langsung menuju kamar masing-masing. Para pasutri paruh baya dan para orang tua juga ke kamar masing-masing. Gue dan Leo juga menuju kamar kami di lantai 3 dengan menggunakan lift.


Di dalam kamar, gue merebahkan diri diranjang kingsize dengan posisi telentang lalu dengan seenak jidat Leo berada di atas gue dengan menumpu kedua sikunya.


"Ada apa baby?"


"Baby, pengen." serak Leo manja.


"Aku capek, baby." rengek gue memelas.


"sebentar aja ya. seronde saja." tawarnya puppy eyes dan mengerucut bibir.


"Manisnya kucing besarku." batin gue mencium bibir Leo sekilas tetapi ditahannya.


Gue dan Leo berciuman sangat intens bahkan tangan Leo sudah kemana-mana membuat gue terangsang bahkan mendesah disela-sela ciuman intens kami. (Kalian jangan ngintip ya, gue dan suami gue lagi ehem-ehem 😋)


Gava Pov Off


...🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩...


Setiap tahun berakhir dan tahun baru dimulai. Semoga tahun baru yang akan datang ini menjadi tahun di mana kita meninggalkan kekhawatiran dan memberi kita iman dan harapan. Author mengucapkan : "Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1443 Hijriah."


...Author baru selesai ngerjain novel 😅 Harap bersabar karena author lagi menghadapi tamu bulanan, mood author naik turun 🤭...

__ADS_1


...Sampai ketemu Lusa 😊😊...


...Jangan lupa tekan Favorit kemudian Follow, terus tinggalkan jejak dengan tekan vote ❤❤, like 👍👍 dan komentar 💬💬 agar author semangat update 🤭🤗😊...


__ADS_2