
...β οΈ Warning β οΈ...
...Awas berhati-hati karena typo bertebaran dimana-mana, kata-kata kasar, vulgar atau apapun tetapi author berusaha menutupinya, kalo author lupa berarti khilaf π€«π€ππ...
...Jangan lupakan di akhir cerita ada aja bikin gantung dan penasaran π€ππ€...
...πΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌ...
Danau buatan dekat Villa Barat
Keempat anak Gava-Leo terjun ke danau dengan berbagai pelampung sampai Leo dan Dewa juga ikutan turun ke danau untuk menjaga keselamatan keempat anaknya.
Danau buatan dekat Villa Barat banyak hewan peliharaan buas seperti puluhan buaya, hiu dan ikan pemakan daging. Tetapi anehnya hewan buas itu tidak menyerang anak-anak Gava-Leo.
Gava dan Fira yang duduk santai ditepi danau hanya menggelengkan kepala saat melihat Bintang berada diatas tubuh hiu dengan pelampung bertengger di tubuh gendutnya.
Jangan tanyakan Radith dan Resmi yang naik perahu tetapi di dorong oleh seekor buaya besar. Neira juga asyik berenang dengan seekor hiu ganas bahkan memegang tubuh hiu untuk bersandar jika kelelahan.
"Kenapa para cucuku unik semua Ay?" Ucap Fira dengan raut wajah memelas.
"Ayya juga gak tau mi. Kenapa keempat anak Ayya pada unik semua." ucap Gava menggelengkan kepalanya.
"Mami yakin deh calon menantu dan calon besan kalian dimasa depan pasti akan syok dan senam jantung kalo melihat kelakuan keempat anak kalian yang absurd dan unik." terang Fira sambil menatap keempat cucunya yang asyik bermain dengan para hewan buas dan ganas.
"Calon menantu dan calon besan Ayya nanti harus tabah, sabar dan kuat dalam menghadapi sikap mereka yang absurd dan unik. Kalo mereka gak kuat, tabah dan sabar berarti bukan yang terbaik untuk keempat anak Ayya nanti." jelas Gava terkekeh saat melihat Bintang terbalik dalam menaiki tubuh seekor hiu besar.
Hampir 3 jam mereka asyik bermain di danau. Keempat anak Gava-Leo akhirnya mengakhiri bermain mereka diikuti Leo dan Dewa.
"Udahin mainnya? Asyik dan seru tidak?"
"Udah !!!!! Seru dong mah !!!!!"
"Kalian masuk ke Villa, bersihkan diri kalian di kamar mandi masing-masing."
"Radith dan Resmi pengen dibersihin sama oma." manja Resmi.
"Neira dan tangtang sama papa mama ya." manja Neira puppy eyes.
Gava dan Leo saling pandang kemudian mengangguk. Neira dan Bintang bersorak dengan senang dan gembira.
Di kamar mandi, bak mandi seperti kolam kecil yang sudah dipenuhi sabun mint menenangkan Neira dan Bintang malah asyik perang sabun dengan Leo. Leo berusaha menghindar sampai berada dibelakang Gava agar kedua anaknya tidak menyerangnya.
"Papa curang. Masa dibelakang mama." protes Neira tak terima.
"Iya papa culang. Sehalusnya papa di depan lindungin mama bukan dibelakang mama. Papa bukan cowok." cadel Bintang memprotes sekaligus mencibir.
Gava tertawa terbahak-bahak saat mendengar cibiran Bintang. Leo mendengar hal itu seketika memajukan tubuhnya, Neira dan Bintang langsung menyerang balik dengan perang sabun.
Setelah perang sabun selesai, Neira dan Bintang lebih dulu keluar dari dalam kamar mandi ditemani Anita menuju kamar masing-masing.
Berbeda dengan Gava dan Leo. Mereka membersihkan diri setelah kedua bocil terlebih dahulu. Saat dibawah shower, kedua tangan Leo tidak henti-hentinya bermain di gunung kembar Gava membuat Gava panas dan melakukan hal yang sama. (Kalian tau setelah itu lagi ngapain antara Gava dan Leo π€)
Sejam kemudian, Gava yang berada digendongan Leo ala bridal style. Leo perlahan-lahan meletakkan tubuh Gava. Gava hanya memakai jubah mandi tanpa memakai apapun ditubuhnya alias polos.
__ADS_1
"Ambilkan ramuan untukku baby." lirih Gava.
Leo memberikan ramuan berbentuk botol tersebut ke Gava. Gava meminum ramuan botol itu habis tanpa tersisa sedikitpun.
Leo membuangnya di tempat sampah khusus. Jadi kalo maid ingin mengambil sampah tidak akan menyentuh tempat sampah khusus.
"Istirahatlah baby. Nanti malam aku akan meminta lagi. Kamu harus bersiap, kita akan disini selama seminggu penuh. Kalo masalah pekerjaan sudah aku serahkan ke Zafar dan Adam, lalu kalo masalah anak-anak, ketiganya akan sekolah online untuk sementara waktu." jelas Leo lembut dengan panjang kali lebar kali tinggi.
Gava hanya menganggukkan kepala saja, Gava tidak mendengar sama sekali penjelasan Leo yang panjang itu. Matanya mulai menutup akibat kelelahan.
Leo terus saja mengusap pucuk kepala Gava lalu mencium bibirnya dengan mengatakan : "Istirahatlah baby. Anak-anak bersamaku sekarang."
Leo bangkit dari tempat tidur lalu menuju ke arah pintu. Sekali lagi dia melihat wajah damai dan tenang Gava.
...β€β€β€β€β€β€...
Di ruang makan, Villa Barat
Leo melihat keempatnya bersama Fira dan Dewa. Leo tersenyum hangat dan lembut. Bintang melihat Leo berjalan ke arah meja makan seketika celingak celinguk mencari bidadari tak bersayapnya.
"Kamu cari siapa baby boy?" tanya Fira lembut sambil mengusap cucu bungsunya.
"mama oma. Kok gak baleng papa." jawab Bintang polos dan cadel.
Leo yang sudah duduk di kursi makan. Langsung mengambil makanannya.
"Leo, Ayya mana?! Gak makan siang dulu?!" tanya Fira melihat ke pintu ruang makan.
"Ayya istirahat mi di kamar. Dia kelelahan, kalo masalah makan siang nanti Leo akan mengantarkan makanannya." Jelas Leo lembut.
"Son, jangan terlalu keras dan lama sama istrimu. Beri dia jeda, kasian dia selalu kelelahan tiap hari jika kamu terus melakukannya tiap hari." nasehat Dewa.
Keempat anak Gava-Leo hanya mendengarkan tanpa mengerti maksud dari perkataan orang dewasa. Radith dan Resmi biarpun masih kecil, si kembar juga bingung. Wkwkwkwkwk
"Malam ini Leo dan Ayya akan melakukannya lagi." Ucap Leo santai.
Fira dan Dewa melototkan matanya saat mendengar ucapan Leo terdengar santai.
"Anak-anak gimana Yo?"
"Leo yang jaga mi."
"Serius kamu yang jaga? Emang bisa?" tanya Fira tak percaya.
"Serius mi. Leo yang akan menjaga mereka. Mi, Leo papah mereka. Jadi Leo ingin memberikan istirahat sejenak untuk Ayya." Balas Leo dengan senyum mencurigakan.
Dewa dan Fira sekali lagi saling pandang kemudian menggelengkan kepalanya saat tau arti dari perkataan dan senyum mencurigakan Leo.
...ββββββββ...
Malam hari di Villa Barat
Di sebuah balkon kamar, Gava dan Leo sedang menatap langit malam dimana bintang bertaburan menandakan suasana tenang dan damai.
__ADS_1
Leo memeluk Gava dari belakang dengan selimut membungkus tubuh polos mereka berdua.
"Senang liburannya baby?"
"Ya, sangat senang."
"Baby, selama seminggu di villa ini kamu jangan keluar kamar lalu jangan memakai pakaian apapun?"
Gava yang mendengar hal itu melepaskan pelukan Leo dan memutar tubuhnya menghadap Leo.
"Maksudmu baby?! Kenapa aku tidak diperbolehkan keluar kamar?! bagaimana anak-anak, mereka masih membutuhkanku sebagai ibunya?! terus kenapa aku tidak diperbolehkan memakai pakaian?!" cerocos Gava protes mendengar perkataan konyol Leo.
"Aku mengurungmu disini baby. Aku ingin menikmati tubuh indah dan seksimu. Anak-anak nanti bersama Aku, Anita, Ben, Hide dan Malik." Vulgar dan jawab Leo sambil menangkup pipi Gava.
Gava mendengar ucapan vulgar Leo seketika pipinya seperti kepiting rebus. Leo yang gemes mencium bibir Gava bahkan semakin panas dan intens. Bahkan kedua tangan Leo bergerilya kemana-mana menikmati tubuh Gava yang seksi dan semok ini sampai ke rumah Gava.
Gava mengeluarkan ******* dibalik ciuman Leo. Leo bersorak senang dan gembira. Ciuman yang lama dan salah satu tangan Leo yang masih dirumah Gava membuat Gava melakukan pelepasan.
Setelah pelepasan Gava, Leo menyudahi ciuman mereka lalu mengangkat salah satu kaki Gava kemudian menggiring boy ke dalam rumahnya.
Setelah boy masuk ke rumah Gava, pinggang Leo terus bergerak perlahan-lahan. Gava terus mendesah tak karuan sampai menyebutkan nama Leo.
Di balkon inilah pertama kalinya Leo dan Gava melakukan adegan ehem-ehem dengan suasana malam hari dihiasi bintang bertaburan dengan bulan sabit menemani mereka.
2 jam kemudian, Leo dan Gava sama-sama melepaskan apa yang ada di diri mereka. Gava yang berada di gendongan ala koala Leo dengan deru napas yang tidak teratur.
Leo menduduk diri di sofa panjang balkon kemudian menggerakkan kembali dimana tubuh Gava bergerak tak karuan sampai kedua tangan Gava berada di leher Leo.
Sejam kemudian, Leo dan Gava sama-sama melakukan pelepasan kembali. Tapi Leo masih segar bugar berbeda dengan Gava yang sudah mulai kelelahan.
Leo melepaskan boynya dan membiarkan tubuh Gava berada di dekapannya. Leo menekan tombol sehingga balkon awalnya tanpa kaca memakai kaca gelap dengan atap terbuka sempurna.
"Boy masih belum puas baby?" tanya Gava saat melihat boy Leo masih gagah.
"Iya, baby."
"Astaga baby. Kita sudah melakukan hampir 3 jam dengan 2 ronde. Kamu mau melakukannya sampai kapan?"
"sampai aku puas dan kamu tidak bisa berjalan selama beberapa hari kedepan."
Gava melototkan matanya ingi protes tetapi bibirnya sudah dibungkam Leo. Leo terus saja meminta lagi sampai 3 jam dengan berbagai gaya membuat Gava lemes tak berdaya. (Hitung sendiri berapa lama dan berapa ronde π€£π€£π€£)
Leo menggendong Gava ala bridal style ke sofa panjang dimana mata Gava sudah terpejam rapat. Leo membersihkan rumah Gava dengan mulutnya membuat ******* lirih Gava terdengar. Lalu boy memasuki rumahnya.
Leo yang tidak tega langsung menggendong Gava ala koala memasuki kamar mereka kemudian menutup jendela agar angin malam tidak masuk.
Leo merebahkan diri dengan telentang dimana tubuh Gava diatasnya. Kemudian mencium pucjk kepala Gava dan menutup matanya.
...ππππππππ...
...Baru bisa update author ngebut ππ...
...Sampai Ketemu Lusa ππ...
__ADS_1
...Jangan lupa tekan Rate, Favorit dan Follow, terus tinggalkan jejak dengan tekan vote β€β€, like ππ dan komentar π¬π¬...