Hot Young Mom And King Mafia (S1 Dan S2)

Hot Young Mom And King Mafia (S1 Dan S2)
[S2] Page 61


__ADS_3

...⚠️ Warning ⚠️...


...Awas berhati-hati karena typo bertebaran dimana-mana, kata-kata kasar, vulgar atau apapun tetapi author berusaha menutupinya, kalo author lupa berarti khilaf 🀫🀭😚😘...


...Jangan lupakan di akhir cerita ada aja bikin gantung dan penasaran πŸ€­πŸ˜ŒπŸ€—...


...🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼...


Hari weekend, pagi hari di mansion RR


Di ruang makan para orang tua dan para anak-anak sedang sarapan pagi kecuali pemilik mansion dan keempat anaknya, jangan lupakan 2 pasutri muda. Fira dan Dewa menyusul anak dan menantunya ke Villa Barat pagi-pagi sekali. Sejak tadi Lou terus saja menatap kesana kemari seperti mencari sesuatu.


"Daddy kenapa?" tanya Amzar polos.


"Daddy sejak tadi cari mama Gava, papa Leo, lalu keempat saudara sepupumu." balas Lou melirik pintu ruang makan.


"pergi." datar Adam singkat.


Para orang tua mendongakkan kepalanya bahkan


"Kak Adam ngomong apa?" beo Lou bingung.


"Mereka pergi."


"Siapa yang pergi?"


"Mereka."


"Iya, aku tau mereka. Tetapi mereka siapa kak Adam?" tanya Lou gemes pengen nabok kepala Adam.


"Liburan." datar Shafa singkat.


"Hah?!" beo Lou gak konek sama sekali.


"Liburan." lanjut Shafa singkat dan datar.


"Wahai pasangan gunung es kutub utara dan kutub selatan. Kalian kalo ngomong jangan 1 kata. Sebagian para orang tua disini bukan Gava dan bunda Fira yang paham akan omongan kalian berdua." ceramah Lou dengan wajah kesal.


Adam dan Shafa menghela napas lalu saling pandang hanya dengan lirikan mata seperti memberi kode. Kalo keluarga Zafar dan Miya sedang pergi keluar mansion RR yaitu ke kebun binatang.


"Keluarga."


"Nona Gava."


"Pergi."


"Liburan"


Sahut Adam dan Shafa bergantian membuat Lou, Grace, keluarga Atmaja membulatkan matanya.


"Maksud kalian berdua Gava dan bang Leo sedang pergi berlibur bareng anak-anaknya." Ucap Lou merangkai satu persatu kata yang disebutkan oleh pasangan gunung es.


(syukur Gava dan Leo saling melengkapi 🀭)


"Mereka kemana?" tanya Grace.

__ADS_1


Adam dan Shafa menggelengkan kepalanya.


"Ck... mereka liburan gak ngajak-ngajak kita." decak Lou sambil memakan makanannya dengan wajag di tekuk.


Amzar dan Ahsan hanya menggelengkan kepala saja saat melihat wajah Lou bak anak kecil. Lalu beberapa maid sedang membawa sarapan pagi yang lengkap di atas nampan.


"Sarapan buat siapa mbak?"


"Ooo ... ini buat Tuan muda Alan dan nona muda Sekar, nyonya Grace. Terus yang satunya buat nona muda Alana dan tuan muda Ceilo."


"Ya sudah. Ketok dulu pintunya ya, mbak. Mereka pasti capek akibat semalam."


"Iya, nyonya. Kami permisi."


Para maid itu membawa stroller makanan untuk dua pasangan muda yang sudah menikah.


...🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱...


Pagi hari di Villa sebelah Barat


Di ruang dapur Gava dan Fira dengan lihai menyiapkan sarapan pagi dimana Leo dan Dewa membantu istri masing-masing.


Gava membuat makanan untuk Bintang dan Neira, sedangkan Fira membuat makanan untuk semuanya.


"Bagaimana sarapan untuk Baby boy dan baby girl, sayang?" tanya Fira ke Gava sambil mengaduk sayur sop.


"Sebentar lagi selesai mi." sahut Gava lembut sambil memotong kecil-kecil makanan untuk putra balitanya dan putri berusia 8an.


"Baby/hon. Meja sudah siap." sahut Leo dan Dewa bersamaan.


Sementara di dekat jendela Hide, Ben dan Malik melihat keempat majikannya hanya bisa tersenyum tipis.


"Hida, Ben, Malik sebaiknya kalian masuk ke ruangan pintu warna coklat. Kalian akan mendapatkan makanan disana. Terus Ben suruh Anita masuk ke ruangan pintu warna biru, dia juga akan mendapatkan makanan." Ucap Gava sekaligus memberi perintah.


"Terima kasih nona Ayya." hormat Ben, Malik dan Hide.


Ben menekan sebuah tombol semacam sinyal untuk Anita agar memasuki ruangan pintu warna biru. Anita yang mendapat sinyal langsung keluar dari kamar majikan kecilnya.


Beberapa menit kemudian, sarapan pagi sudah siap.


"Sebaiknya kita membangunkan anak-anak." Ucap Fira dimana Gava, Dewa dan Leo menganggukkan kepala.


Gava memasuki kamar anak bungsunya, dia menghela napas saat melihat anak bungsunya tidur dengan memeluk guling bahkan deru napasnya teratur.


Gava mendekati ranjang kingsize anak bungsunya. Dia mengelus pucuk kepala Bintang. Matanya memanas saat mengenang dimana harus kehilangan 3 kembaran Bintang sekaligus.


"Baby boy, terima kasih sudah berusaha bertahan sampai saat ini. Mama bersyukur kepada Allah saat mendengar kamu bertahan didalam inkubator selama hampir dua minggu." batin Gava saat mengenang dimana kehamilan ketiganya dokter pribadi keluarga melakukan usg ternyata hamil kembar 4.


Puk


"Baby." sahut suara bass dan seksi membuyarkan lamunan Gava.


Gava mengangkat wajahnya lalu tersenyum dimana pria itu menghapus air matanya yang tiba-tiba saja turun. Pria itu memeluk Gava, Gava terisak di dalam dekapan pria itu.


"Baby, jangan seperti ini. Triplet pasti akan sedih di surga melihat kamu sebagai ibu mereka terpuruk dan tidak ikhlas dalam kepergian mereka." Ucap pria itu sambil menenangkan Gava.

__ADS_1


Pria itu adalah Leo, suami Gava yang saat ini berusaha menenangkan sang istri.


"papa, kenapa buat mama nangis?" serak seorang bocah berusia 4an yang terduduk dengan mata sayu dan polos.


Gava dan Leo menoleh melihat Bintang sudah bangun dengan mata sayu dan polosnya.


"Papa gak bikin mama nangis, baby. Mama hanya kelilipan saja." bohong Gava tersenyum manis.


Bintang yang masih mengumpulkan nyawa hanya mengangguk saja. Dia merentangkan tangan disambut Leo. Leo mengangkat tubuh gendut Bintang ke kamar mandi.


Leo dengan telaten membersihkan wajah Bintang bahkan menyikat gigi sang putra. Setelah keluar dari kamar mandi, Gava dan Leo keluar dari kamar Bintang menuju ruang makan.


...πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€...


Di ruangan makan, semua anak Gava-Leo minta disuapin oleh kedua pasutri berbeda usia. Radith minta disuapi Dewa, Resmi minta disuapi Fira, Neira minta disuapi Leo dan Bintang minta disuapi Gava.


Hampir 30 menit mereka sarapan, makanan di meja makan ludes tak tersisa.


"Makanan mama sama oma emang the best."


Sahut keempat anak Gava-Leo dengan mengacungkan dua jempol.


"Ma, sering-sering dong masakin buat Nei, bang Dith, Kak Res, dan tangtang. Masa cuman sesekali." Usul Neira dengan pandangan berbinar diikuti twinR dan Bintang.


"Gak, papah gak setuju. Mama kalian cukup memerintahkan kepala maid atau maid." tolak Leo mentah-mentah dan mulai posesif.


keempat anak Gava-Leo memasang wajah datar dan tatapan permusuhan kepada Leo. Gava, Fira dan Dewa melihat situasi hanya diam mendengarkan saja tanpa membantu sekalipun. (Ready, tom and jerry lewat antara Leo VS keempat anak mereka 🀭)


"Papah, kenapa mama gak dibolehin masak tiap hari?! Kan masakan mama enak pah." tanya dan sahut Neira tak terima.


"Iya, nih papah. Tangtang setuju sama aa Nei. Masa papah lalang mama buat masak." protes Bintang cadel.


"Papah tidak mau mama kecapean, baby boy, baby girl. Kalo mama masak, nanti nyiapin keperluan papa dan kalian siapa?!" jelas Leo menaik turunkan alis.


"Bilang aja papa gak bisa jauh dari mamah. Tiap pagi kalo mamah ke kamar kami, papah selalu ngekor dibelakang mama." sindir Radith tepat sasaran.


"Benalkah itu papah?! Wah telnyata papah SANGAT manja ketimbang tangtang." cadel Bintang menggoda.


Leo memasang wajah masam kemudian menatap Gava seperti meminta bantuan. Gava yang ditatap hanya mengedikkan bahu acuh.


"Kasihan papah gak di hiraukan mamah." ejek Resmi dan Neira kompak sambil bertos ria.


Leo yang kalah telak dengan keempat anaknya hanya bisa mengusap wajahnya kasar. Gava, Fira dan Dewa menahan tawa mendengar perdebatan tom and jerry.


"Sebaiknya kita ke danau. Mumpung udaranya sejuk." ajak Fira.


Semuanya mengangguk dan berganti pakaian di kamar masing-masing lalu menuju danau buatan di Villa Barat.


...🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁...


...Author ngebut dan kemungkinan author update malam buat hari esok 😁😁😁...


...Sampai Ketemu Lusa 😁😁😁...


...Jangan lupa tekan Rate, Favorit dan Follow, terus tinggalkan jejak dengan tekan vote ❀❀, like πŸ‘πŸ‘ dan komentar πŸ’¬πŸ’¬...

__ADS_1


__ADS_2