
...⚠️ Warning ⚠️...
...Awas berhati-hati karena typo bertebaran dimana-mana, kata-kata kasar, vulgar atau apapun tetapi author berusaha menutupinya, kalo author lupa berarti khilaf 🤫🤭😚😘...
...Jangan lupakan di akhir cerita ada aja bikin gantung dan penasaran 🤭😌🤗...
...🎥🎥🎥🎥🎥🎥🎥...
Author selama 2 minggu akan telat update ,,, soalnya author lagi ngurus anak tutor di dunia nyata 😊😘
Ini aja author ngerjain curi-curi waktu 🤭
Gava Pov on
Setelah dari pemakaman sore tadi, gue dan suami gue berada di kamar bersama si kembar R. Setelah insiden penculikan Neira, Amzar, Ahsan dan Alfa serta kematian kedua mertua gue, tuan dan nyonya Drixson, serta Edward, besan gue secara bersamaan membuat keadaan gue dan suami gue semakin down.
Hari sudah berganti malam, makan malam sudah selesai sekitar sejam yang lalu, gue yang berada dibalkon kamar sedang menatap langit malam yang diterangi bulan dan bintang.
"baby girl, bagaimana keadaan kamu disana? Apa mereka melukaimu atau membuatmu kelaparan? Seharusnya mama dan papa tidak menyetujui niatmu waktu itu? Tapi kamu terus bilang ke mama papa serta ke saudara-saudaramu yang lain jika waktu kamu bersama kami semakin dekat?" Ucap gue lirih dan merasa bersalah.
(Nanti ada flashback, nikmati aja dulu maksud dari ucapan Gava 😚)
Gue merasakan pelukan hangat dan erat dari belakang lalu mencium aroma kayu manis dan maskulin menenangkan.
"Jangan salahkan dirimu baby. Putri kecil kita akan baik-baik saja. Biarkan putri kecil kita menjalankan takdir yang sudah digariskan oleh Allah. Kita sebagai orang tua perlu menjaganya dari jauh dan mendorongnya ke arah yang positif." Saran Leo lembut.
Gue hanya mengangguk saja sambil mendongakkan kepala sambil menatap langit malam. Gue merasakan kalo pundak sebelah kanan gue basah. Gue memalingkan wajah ke sebelah kanan dimana suami gue, Leo menangis dalam diam.
"Papi, mami. Maafkan Leo." gumamnya terisak.
Gue mengangkat tangan kanan sambil mengelus pucuk kepala Leo. Gue juga merasakan hal yang sama kehilangan kedua orang tua tentu saja sakit.
"Baby, menangislah sepuasmu. Setelah ini, mereka tidak akan lolos dari cengkraman kita." batin gue menatap langit malam dengan pandangan tak bisa diartikan.
Hampir sejam, Leo menangis di pundak kanan gue membuat pundak gue terasa pegal dan kesemutan. Leo mengangkat kepalanya dari pundak kanan gue lalu menggendong gue ala bridal style.
Kkkyyyaaaaa
Gue teriak dan reflek mengalungkan kedua tangan gue di leher Leo. Gue dan Leo memasuki kamar lalu melihat dua anak berusia 11an tidur di ranjang kingsize yang ukurannya 2× lipat.
Leo malah berjalan ke arah sofa panjang yang tidak jauh dari ranjang kingskize. Sebelum Leo menurunkan tubuh gue di sofa panjang, dia menekan salah satu tombol. Sofa panjang itu bertranformasi menjadi ranjang untuk dua orang setara ranjang queensize dilengkapi selimut, bantal dan guling tetapi ada pembatas semacam kepala ranjang.
__ADS_1
"Kenapa tidak tidur bareng anak-anak?"
"Ganggu, gak bisa kelonan dan bebas."
Gue hanya melongo mendengar jawaban Leo. Akhirnya gue dan Leo tidur di sofa panjang. Sebelum itu Leo membuka kancing piyama atas gue satu persatu, terbukalah piyama atas gue dan terpampang gunung kembar dilapisi kain mini. Leo dengan lihai membuka pengait kain mini dibelakang punggung gue.
Kain mini yang membungkus gunung kembar gue terlepas lalu Leo melepas pakaian piyama atasnya saja. Akhirnya gue dan Leo merebahkan diri sambil berpelukan lalu menarik selimut. Tidak sampai beberapa menit kami sudah masuk ke alam mimpi.
(Leo dan Gava hanya tidur, kalo penjelasan diatas emang kebiasaan Leo dan Dewa 😂)
Gava Pov Off
...🎬🎬🎬🎬🎬🎬🎬...
3 hari telah berlalu, di ruang keluarga hampir 5 jam para orang tua dan para anak-anak kecuali 4 anak yang diculik sudah berkumpul bahkan beberapa laptop berada di atas meja untuk mencari keberadaan 4 anak yang diculik.
3 hari 3 malam Gava, Grace dan Miya sama sekali tidak bisa tenang dan tidur nyenyak karena memikirkan nasib anak mereka yang diculik.
Amel, Calis dan Shafa terus berada disisi Gava, Grace dan Miya, samahalnya King, Vori dan Adam berada disisi Leo, Lou dan Zafar.
Mereka tidak menyadari tatapan Gava dan Leo sedang menatap 3 pasutri paruh baya dengan pandangan tak bisa diartikan. (Siapa ayok ???)
"Kak Gava, Bang Leo, El menemukan titik dimana para anak-anak di culik?" datar Ello tersenyum tipis dan lega.
"El, dimana?" tanya Lou dengan wajah bahagia.
"Sebelah Selatan negara A." balas pangeran Ello melihat tanda merah di layar laptopnya.
"Gav. bang." panggil Lou melihat Gava dan Leo seperti melamun.
Amel dan King memegang pundak Gava dan Leo membuat mereka sadar dari lamunan lalu bertanya ada apa.
"Putri kecil kalian sudah ditemukan." Ucap Amel dan King bersamaan. Gava dan Leo saling tatap kemudian tersenyum lega.
"Bersiap-siap." singkat Vori datar.
Mereka yang paham pun bangkit dari sofa masing-masing tetapi sebelum bangkit.
"Mohon para tuan besar dan para nyonya besar ada paket untuk kalian." Ucap kepala maid tergesa-gesa memasuki ruang keluarga.
"Noe aja kesana. Semuanya bersiap saja." sahut Noe agak keras berlari ke arah pintu ruang keluarga.
__ADS_1
Para orang tua menganggukkan kepala. Baru 5 menit yang lalu, Noe ke arah pintu utama.
"Ayah !!!! Ibu !!!!!!" teriakan Noe menggelegar membuat para orang tua terutama laki-laki berlari ke arah pintu utama disusul para wanita dibelakangnya.
Noe terduduk dengan tubuh bergetar hebat, dihadapannya sebuah kotak besar terbuka sempurna seperti kado dimana seorang bocah laki-laki berusia 8an sudah tak bernyawa dengan keadaan tubuh tanpa kepala.
"TIDAK !!!!! PUTRAKU AHSAN !!!!" histeris Grace saat melihat tubuh Ahsan tanpa kepala dan tubuh yanh utuh.
Grace pingsan tetapi ditahan Amel dan Calis. Agra langsung menutup mata anaknya saat melihat hal itu. Radith, Resmi, Intan, dan Akbar langsung digiring Agung dan Tom agar tidak melihat hal yang mengerikan. Lou memandang kosong saat sang putra bungsu pulang tanpa nyawa.
"Bawa istrimu ke kamar terlebih dahulu. Tenangkan dia." datar Leo dingin dengan rahang mengeras sambil menepuk pundak Lou.
Lou menganggukkan kepalanya lalu Calis dan Amel menyerahkan Grace ke Lou. Lou menggendong istrinya ala bridal style, Vori memberi kode agar ke Calis agar mengikuti Lou dan menjaga Grace.
Mereka semua berkerumun di kotak kado itu bahkan para pengawal dan kepala maid utama langsung memberikan arahan untuk memperketat penjagaan.
Gava berada dibelakang, Leo mengelus punggung suaminya. Leo melihat sebuah surat seperti surat tantangan :
"Saya kembalikan salah satu anak yang diculik dengan keadaan tidak bernyawa. Carilah kami king and queen mafia"
Salah satu pasutri paruh baya tersenyum smirk saat melihat pemandangan mengasyikkan didepannya. Gava yang melihat seketika memeluk Leo dari samping dan menyembunyikan di leher Leo.
"Baby, mau sekarang apa nanti?." bisik Gava manja.
"Nanti. Tunggu mereka senang dulu baru kita bermain." bisik Leo tersenyum iblis.
Mereka yang melihat itu juga merasakan hal yang sama seolah-olah Gava dan Leo menangis dengan cara berpelukan.
"Kak Gava." panggil Lou dengan wajah menahan tangis.
Gava mendongakkan kepalanya, tapi air mata terus keluar dari kedua matanya.
"Bersiap-siap. Kita akan menyelamatkan ketiga anak lain." titah Gava serak dengan rahang mengeras dan menampilkan wajah datar.
"Kalian berenam disini jaga anak-anak, Grace dan Calis." Lanjut Gava menatap 3 pasutri paruh baya.
"Kamu tenang saja, Gava." Lirih permaisuri Genia menyakinkan.
Gava dan yang lain menggunakan puluhan mobil untuk pergi ke arah selatan negara A dimana Gava, Leo, Lou dan pangeran Ello satu mobil di supiri Hide dan Ryker.
...🎞🎞🎞🎞🎞🎞🎞...
__ADS_1
...Sampai Ketemu Lusa 😘😘...
...Jangan lupa tekan Rate, Favorit dan Follow, terus tinggalkan jejak dengan tekan vote ❤❤, like 👍👍 dan komentar 💬💬...