Hot Young Mom And King Mafia (S1 Dan S2)

Hot Young Mom And King Mafia (S1 Dan S2)
Chapter 45


__ADS_3

...โš ๏ธ Warning โš ๏ธ...


...Awas berhati-hati karena typo bertebaran dimana-mana, kata-kata kasar, vulgar atau apapun tetapi author berusaha menutupinya, kalo author lupa berarti khilaf ๐Ÿคซ๐Ÿคญ๐Ÿ˜š๐Ÿ˜˜...


...Jangan lupakan di akhir cerita ada aja bikin gantung dan penasaran ๐Ÿคญ๐Ÿ˜Œ๐Ÿค—...


...โ™กโ™กโ™กโ™กโ™กโ™กโ™กโ™ก...


Mansion Utama RR


Gava pulang ditemani Miko dan Amel. Calis menyambut kepulangan mereka dengan air mata terus mengalir. Calis memeluk Gava, dimana pandangan Gava kosong saat ini.


Gava berpikir keras untuk mencari keberadaan si kembar. Sedangkan para pria sedang mencari keberadaan si kembar yang tiba-tiba saja hilang.


"Gue takut." Lirih Gava.


Amel, Calis, dan Miko menoleh.


"Gue takut si kembar di culik." Lirih Gava lagi.


"Gav, lo harus tenang dan percaya deh sama para suami kita. Para suami kita saat ini sedang mencari keberadaan si kembar." Ucap Amel berusaha menenangkan Gava padahalnya hatinya juga berkecamuk.


Gava terus mengeluarkan air matanya. Dia benar-benar takut ada yang menculik si kembar. Shafa dan Grace tiba di mansion Utama RR. Grace langsung memeluk Gava dari depan.


"Kenapa kembar bisa hilang kak Gava?! Bukannya Agung dan Ceilo menjemput mereka?!" Tanya Grace beruntun.


"Gue gak tau." Racau Gava menangis.


Gava menangis dan air matanya tidak berhenti sama sekali. Saat ini yang dipikirannya adalah si kembar yang hilang tiba-tiba.


"Kak Gava." Panggil Shafa.


"Ya." Sahut Gava mendongak.


"Apa si kembar memakai kalung pemberian Ryker?" Datar Shafa agak panjang.


"Iya mereka memakainya Shaf. Ada apa?" Tanya Gava dengan nada serak.


"Kita bisa melacak keberadaan mereka, kak." Balas Shafa datar mengambil tablet yang selalu dibawanya.


Shafa memainkan tabletnya dan melihat tanda berwarna merah menuju arah timur.


"Kak, kak Gava. Mereka menuju arah timur. Sebaiknya kita bersiap." Panggil Shafa datar saat menunjukkan tabletnya ke Gava.


"Ayok kita bersiap-siap. Cal, kalo bunda fira datang kau bilang saja kami menemukan jejak si kembar. Kau kabari suamimu Vori bilang si kembar ke arah timur." Sahut Gava lembut kemudian bangkit menuju kamarnya.

__ADS_1


Calis mengangguk paham. Grace, Shafa, Amel dan Miko menuju kamar masing-masing.


Di dalam kamar, Gava menuju arah kamar mandi. Dia menekan salah satu tombol tak terlihat di bawah cermin kloset. Tergeserlah kloset kamar mandi tersebut.


Gava memasuki lorong panjang, sambil ada sebuah pintu rahasia Gava menekan tombol sidik jari dan sensor mata. Pintu rahasia terbuka menambilkan sebuah ruangan senjata lengkap.


"Selain mesum ternyata cerdas juga, udah kamar di bikin beda dari yang lain, terus kamar mandi ada ruangan rahasia segala. Apa ada ruang rahasia lain lagi ya." Batin Gava takjub dan bertanya-tanya. ย 


Gava mengambil pistol ukuran kecil tetapi memiliki daya tembak sangat cepat dan tepat. Gava mengambil ponselnya untuk menghubungi suaminya.


"Halo baby."


"Halo, sayang. Jangan bicara dulu, jangan potong kata-kataku dan jangan banyak nanya, dengarkan kata-kataku terlebih dahulu."


"Ya."


"Kita harus ke arah timur. Kalung yang diberikan oleh Kak Ryker untuk si kembar merupakan alat pelacak. Dari kalung mereka, Si kembar seperti pergi ke arah sana."


"Baiklah, aku akan kesana baby. Apa kau akan ikut?"


"Ya aku ikut, sayang. Tapi kau jangan menjemputku. Kau langsung saja ke arah timur."


"Baiklah tetapi Kau harus tekan tombol di dekat ranjang kita. Aku dan kau akan membutuhkannya."


Gava mematikan ponselnya. Dia keluar dari ruangan rahasia itu. Kemudian berlari ke arah ranjang kingsize menekan tombol yang di perintahkan Leo.


Seketika ranjang terbelah dua dan menampilkan sebuah ruangan rahasia bawah tanah lain tetapi unik. Gava menuruni tangga dan melihat ruangan rahasia lain.


Gava membuka ruangan rahasia tersebut. Seketika Gava melotot dan membulatkan mulutnya ternyata ruangan rahasia ini seperti kedokteran karena banyak sekali berbagai warna botol obat.


Setelah Gava mengambil berbagai macam botol obat. Gava keluar dari kamar. Gava ditunggu Amel, Grace, Shafa dan Miko. Calis, dia dirumah menunggu kedatangan Fira.


Sementara di dalam mobil, Leo memberitahukan Zafar untuk menuju arah timur. Zafar mengangguk dan menekan earphonenya menuju arah timur untuk anak buah Alaskar.


Selang beberapa menit, Fira datang ke mansion utama RR. Dia mencari keberadaan menantunya tetapi Calis bilang bahwa Gava dan yang lain menyusul mencari keberadaan si kembar menuju arah timur. Wajah Fira kaget dan menelpon Dewa.


"Halo sayang."


"Apa Ayya akan ikut mencari si kembar?"


"Iya, aku baru saja dikhabari Leo sayang."


"Apa aku harus ikut sayang?"


"Tidak sayang, cukup kau di mansion saja. Aku tidak mau kalo kau kenapa-kenapa. Biarkan menantu kita dan si kembar urusan kami. Kau harus tenang. Aku maupun putra kita tidak akan membiarkan menantu dan kedua cucu kita terluka. Aku juga sudah menyuruh Hide, Tom, Kin dan Haris bergerak."

__ADS_1


Fira merasa lega karena suami dan putranya selalu beberapa langkah lebih maju serta memiliki orang-orang hebat.


"Sayang, kau tidak usah cemas dan bersikaplah tenang di mansion. Calis juga disana untuk menemanimu."


"Baik, sayang. I Love You."


"Me too."


Fira menutup sambungan ponselnya.


"Bagaimana Bunda apa kata ayah?" Cemas Calis.


"Tenanglah. Mereka semua sudah bergerak untuk mencari si kembar." Balas Fira lembut sambil merangkul Calis agar tenang.


Perlahan-lahan Calis mulai tenang. Fira dan Calis menunggu di mansion sambil berdoa agar semuanya selamat.


...โ™คโ™คโ™คโ™คโ™คโ™คโ™คโ™คโ™ค...


Sementara di mobil Van hitam sedang menuju arah timur.


"Lan, sepertinya kita menuju arah timur." Ucap Alana melihat kompas yang berada di jamnya.


"Iya, Na." Angguk Alan.


"Sepertinya aku akan merasakan hal buruk Lan dengan mobil ini." Cemas Alana.


Alan memeluk kakak kembarnya. Dia berusaha menenangkan agar Alana tidak cemas. Alan menekan tombol SOS melalui jam yang dipakainya untuk Gava. Seharusnya dia memberitahukan ini ke satpam atau keorang dewasa lain.ย 


Sementara di mobil, Gava dkk sedang menuju arah timur. Tiba-tiba saja ponsel Gava berbunyi. Gava membuka ponselnya, pesan Alan 'SOS' membuat hatinya gundah.


"Mik, kita percepat ke arah timur dan mulai bergabung dengan para suami kita. Sepertinya si kembar dalam bahaya. Alan mengirim pesan SOS." Perintah Gava berusaha tenang.


Miko mengangguk sambil berbicara dengan Agra di earphone. Selang sejam, Gava melihat hampir 10 buah mobil berjejer.


Gava melihat Leo menunggunya. Gava keluar dari mobil yang ditumpanginya. Gava berlari ke arah suaminya.


"Apa kau lama sayang?" Tanya Gava serak sambil memeluk suaminya.


"Tidak lama. Kita satu mobil bersama Zafar dan Adam." Balas Leo lembut sambil mendekap Gava.


Gava mengangguk membenarkan. Gava melirik Miko dan yang lain. Mereka juga mengangguk.


Mobil pertama berisi Adam, Zafar, Leo dan Gava. Mobil kedua berisi pasangan King, Agra, Miko dan Amel. Mobil ketiga berisi Lou, Vori dan Grace. Mobil keempat berisi Agung, Ryker, Ceilo dan Shafa. Selebihnya para mafia Alaskar dan mafia Askala. Anggota Organisasi Zero Zone, mereka berbaur dengan kedua mafia tersebut.


...Jangan lupa di follow terus tinggal jejak dengan tekan vote, like serta koment agar author semangat up ๐Ÿฅฐ๐Ÿ˜๐Ÿคฉ๐Ÿ˜˜...

__ADS_1


__ADS_2