
...โ ๏ธ Warning โ ๏ธ...
...Awas berhati-hati karena typo bertebaran dimana-mana, kata-kata kasar, vulgar atau apapun tetapi author berusaha menutupinya, kalo author lupa berarti khilaf ๐คซ๐คญ๐๐...
...Jangan lupakan di akhir cerita ada aja bikin gantung dan penasaran ๐คญ๐๐ค...
...โกโกโกโกโกโกโกโกโก...
Mereka hanya cengengesan saat di tatap tajam oleh Awan. Awan sudah mengenal ketiga perempuan di depannya ini. Awan dan yang lain keluar dari ruang penyiksaan bahkan Awan merangkul Leo seperti seorang teman lama yang tak saling bertemu.
Amel dkk, para anak buah mafia Alaskar, mafia Askala, anggota inti zero zone menganga tak percaya kecuali Gava.
"Kau sudah melindungi princess keluarga Atmaja, Leo. Kau emang pasangan yang pantas untuk Gava." Tulus Awan berbisik.
"Dia istriku kak. Jadi wajar aku melindunginya. Aku tidak akan membiarkan istriku terluka sedikitpun." Bisik Leo datar tapi tegas.
Beberapa menit kemudian, mereka sampai diruang perkumpulan. Aura Awan hampir sama dengan Aura Leo. Gava, Amel dan Miko disuruh ke kamar untuk membersihkan diri. Setelah selesai membersihkan diri Gava, Amel dan Miko duduk diruang perkumpulan.
"Kak Awan kenapa kakak bisa datang ke negara A?! Bukannya negara S sangat jauh ke negara A?!" Tanya Gava sambil memeluk Leo manja.
"Tanyakan aja sama adik nakalmu ini." Tunjuk Awan dengan dagunya ke Ello.
"El, kenapa bisa kak Awan kesini?" Tanya Gava curiga.
"Waktu bibi memesan al****, kak permaisuri Genia mendengarnya." Balas Ello polos.
Gava mencebik bibirnya, dia sekarang kesal. Kenapa juga sampe bocor ke keluarga kekaisaran. Kalo Awan sudah berada disini berarti Gava harus bersabar menghadapi sikap posesif dan protektif kakak sepupu iparnya.
"Genia akan kesini." Sahut Awan santai sambil menyesap tehnya.
"Kak Genia kesini sendiri apa sama Saguna? Terus ngapain?" Tanya Gava heran.
"Sendiri, Saguna lagi main sama kembar. Kak Genia penasaran pengen ngeliat orang yang sudah membunuh bibi." Balas Awan lembut.
Beberapa menit kemudian, seorang wanita dengan aura anggun terkesan membunuh memasuki ruangan perkumpulan.
"Princes/honey." Sapanya.
Gava, Awan dan yang lain menoleh melihat siapa yang datang. Gava bangkit dan berlari, Leo dan Awan berteriak:
"Sayang jangan lari ada anak kita."
"Princess hati-hati. Awas keponakan ku."
__ADS_1
Teriakan Leo dan Awan membuat Gava berjalan kembali. Genia terkikik melihat sikap protektif Awan dan Leo kepada Gava yang sedang hamil muda.
"Princess. Akhirnya kita bisa bertemu." Peluk Genia senang.
"Iya, kak." Angguk Gava memeluk Genia.
Geni dan Gava berjalan beriringan kemudian melihat Amel dan Miko.
"Mel, Mik." Sapa Genia hangat.
"Kak Genia." Senang Miko dan Amel bangkit kemudian memeluk Vania.
Tubuh Gava tergeser sedikit. Gava berjalan ke arah sofa yang di tempati Leo. Kemudian Gava duduk di pangkuan Leo.
Awan, Genia dan Ello baru saja melihat pemandangan Gava dan Leo bermesraan di depan umum menampilkan wajah syok syok + melongo. Mereka yang sudah terbiasa melihat kemesraan Gava dan Leo hanya terkekeh.
"Kak Lou, apa kak Gava dan kak Leo mesraan tak tau tempat?" Bisik Ello bertanya.
"Ya, tapi tidak pernah di depan umum." Bisik Lou membenarkan.
Ello menghela napas pasrah. Genia melepaskan pelukan Amel dan Miko. Kemudian dia duduk di sebelah Awan.
"Apa kalian sering seperti ini di depan umum?" Tajam Geni mengandung salah paham.
"Gak kak Genia. Kalo di depan umum kami masih bisa menjaga diri. Kan ini seperti di lingkungan keluarga gak ada anak kecil jadi gak papa bermesraan." Balas Gava berusaha agar Genia maupun Awan tak salah paham.
Awan dan Genia yang mendengar hal itu hanya menghela napas lega.
"Kalo sampe kalian kelepasan. Bersiap saja kalian berdua akan kakak seret ke kekaisaran moonlight untuk menjalankan tata krama." Tegas Awan tak terbantahkan.
"Apa?! Tata krama?! Gue gak mau masuk tata krama yang bikin tubuh gue tersiksa?! Cukup 2 kali gue belajar tata krama?!" Batin Gava memeluk Leo.
"Tata Krama?! Maksudnya?!" Batin Leo bingung.
"Princess, kakak mau lihat seperti apa orang yang sudah membunuh keluarga Rajendra?" Tanya Genia.
Gava yang memeluk Leo, kepalanya menoleh. Kemudian tubuh Gava bangkit dan menarik salah satu tangan Genia.
"Baby aku-" "biarkan saja mereka berdua Leo. Istriku mau bermain sebelum kembali ke negara S." Awan memotong perkataan Leo. Leo duduk kembali saat Awan memberikan kode agar duduk.
Di ruang penyiksaan hanya ada Gava dan Genia. Terlihat pemandangan menjijikan tetapi wajah Genia biasa saja tak sama sekalipun jijik.
"Apa keturunan perempuan keluarga Rajendra seperti ini? Disiksa dan diperk***?" Tanya Genia acuh dan datar.
__ADS_1
"Ya kak. Kau benar." Balas Gava datar.
"Astaga bibi kau harus liat dari surga bahwa anakmu membalaskan sakit hati dan penyiksaan 16 tahun yang lalu." Batin Genia meringis.ย
Tubuh Gava berjalan ke arah meja yang terdapat berbagai macam racun. Kemudian tubuh Gava mendekati tubuh Aaron dengan santai. Genia langsung menekan earphone agar Awan dan Leo datang ke ruang penyiksaan.
"Mau apa kau?" Tanya Aaron sinis.
Gava hanya mengedikkan bahu acuh kemudian menancapkan suntikan beracun ditubuh Aaron.
"Apa yang kau suntikan jalang." Murka Aaron.
"Racun yang akan menggerogoti tubuhmu." Sinis Gava datar dan dingin.
Ceklek
Genia dan Gava menoleh saat rombongan Awan dan Leo datang.
"Apa yang kakak lakukan?" Tanya Ello penasaran.
"Racun sel dalam tubuh." Balas Gava acuh.
"Apa?! Apa kakak gila?! Racun itu sangat berbahaya untuk manusia kak?!" Terang Shafa khawatir.
"Ya aku sudah gila karena si tua bangka itu. Aku akan melihat seberapa menderitanya tua bangka itu." Sinis Gava datar.
Awan memberi kode ke Leo agar Gava ditenangkan emosinya. Saat ini emosi Gava sama sekali tak terkontrol. Leo yang paham kode dari awan mendekati Gava dan mendekapnya erat sambil membisikkan kata-kata penenang. Emosi Gava mulai stabil karena bisikan Leo.
Setelah emosi Gava tenang, Awan dan Geni mendekati Gava.
"Ikhlaskanlah semuanya. Jangan kau menaruh dendam princess. Adikku orangnya mudah memaafkan. Lebih baik kau bunuh sekarang cukup sudah mereka tersiksa." Nasehat Genia.
Gava bimbang di satu sisi ingin sekali membunuh langsung, di satu sisi lain ingin melihat Aaron dan kedua putrinya yang masih hidup disiksa terlebih dahulu.
Setelah Gava berpikir lama. Dia memutuskan untuk menyiksa Aaron dan kedua putrinya agar di neraka tidak tersiksa lebih parah.
"Keputusanku tetap bulat kak. Aku akan tetap menyiksanya. Aku ingin melihat penderitaan Aaron lebih lama." Ucap Gava mantap dan tanpa penolakan.
Awan dan Genia saling tatap kemudian mengangguk agar jiwa iblis dan malaikat Gava tidak bangun. Kalo sudah bangun dipastikan siksaan Aaron dan kedua putrinya lebih mengerikan ketimbang siksaan sekarang.
Leo terus saja mengusap pundak Gava agar emosi Gava stabil. Leo saat ini hampir tidak mengenal Gava bahkan Leo seorang King of Mafia hanya diam menyaksikan apa yang dilakukan Gava untuk Aaron dan kedua putrinya.
...โคโคโคโคโคโคโคโคโค...
__ADS_1
...Jangan lupa di follow terus tinggal jejak dengan tekan vote, like serta koment agar author semangat up ๐ฅฐ๐๐คฉ๐...