
...⚠️ Warning ⚠️...
...Awas berhati-hati karena typo bertebaran dimana-mana, kata-kata kasar, vulgar atau apapun tetapi author berusaha menutupinya, kalo author lupa berarti khilaf 🤫🤭😚😘...
...Jangan lupakan di akhir cerita ada aja bikin gantung dan penasaran 🤭😌🤗...
...💞💞💞💞💞💞💞...
Sebulan telah berlalu, hari yang damai, tentram dan tenang di lewati oleh cast Hot Young Mom and King Mafia.
Beberapa hari sebelumnya Alana, Alan dan Sekar sudah lulus SMA dimana Alan menjadi siswa terbaik nomor 1 di seluruh SMA negara A jangan tanyakan Alana menjadi siwa terbaik nomor 2 dan Sekar di urutan nomor 5 di seluruh SMA negara A.
Radith, Resmi, Noe, Akbar dan Intan juga sama bahkan Radith dan Resmi siswa terbaik nomor 1 dan nomor 2 di seluruh Sekolah Dasar, Akbar nomor 3, Intan nomor 4 dan Noe nomor 5 di seluruh sekolah dasar negara A.
Jangan tanyakan Neira, selama 4 tahun berturut-turut dia menjadi juara 1 di satu angkatan di sekolah Dasar bahkan Amzar, Ahsan dan Alfa juara 2, 3 dan 4 selama 4 tahun berturut-turut.
Gava dan Leo selaku orang tua sangat bangga saat melihat prestasi semua anak-anaknya. Padahal Gava dan Leo tidak memaksa keenam anaknya. Gava dan Leo termasuk orang tua yang santai, humble dan tidak memaksa kehendak anaknya untuk menjadi juara disetiap bidang akademik maupun non akademik.
Kepintaran, kecerdasan dan kejeniusan Radith, Resmi dan Neira jangan lupakan Bintang di turunkan langsung oleh Gava dan Leo. Berbeda dengan Alan dan Alana berasal dari Azka, ayah kandung si kembar dan Atmaja.
Malam minggu di belakang mansion RR, para orang tua dan para anak-anak sedang melakukan syukuran kecil-kecil karena para orang tua dengan bangga melihat keberhasilan para anak-anak mereka. Para orang tua dan para orang tua duduk di tempat berbeda-berbeda.
Kita ketempat para anak-anak dulu
Para anak-anak sangat senang dengan kesuksesan dan keberhasilan mereka sambil duduk lesehan alias duduk di lantai.
"Bang Radith, kak Resmi. Neira gak nyangka deh kalo kalian juara 1 dan juara 2 di seluruh sekolah dasar di negara A bahkan nilai kalian terlalu sempurna, bang Radith nilainya 💯 disetiap ujian sedangkan kak Resmi nilainya 9,99 di setiap ujian. Bedanya 0,1 doang." Ucap Neira melihat hasil ujian kedua kakaknya dengan wajah tak percaya.
"bang Radith, ajarin Ahsan dong. Masa Ahsan tidak bisa mengalahkan si Neira." melas Ahsan puppy eyes.
"san." panggil Resmi.
"Ya."
"Kamu mau ngalahin Neira ya?"
Ahsan menganggukkan kepalanya dengan wajah berbinar.
"Nunggu 1 abad lagi ya." Ujar Resmi watados dan jujur membuat Ahsan lesu seketika mendengar ucapan Resmi ada benarnya. (Poor Ahsan 🤣)
Semuanya disana tertawa mendengar jawaban Resmi yang jujur dan jleb menusuk ulu hati. Alan, Alana, Sekar dan Ceilo melihat hasil ujian Radith dan Resmi bergantian bahkan nilai ulangan kenaikan kelas 5 SD untuk Neira setara dengan nilai Resmi. (Bintang masih belum ya karena masih kecil jadi masih rahasia 🤭)
__ADS_1
"Nilai ujian Radith dan Resmi sungguh luar biasa, bedanya cuman 0,1. Otak mereka berdua terbuat dari apa coba?! Padahal papa mama gak pernah tuh memaksa mereka untuk belajar?!" batin Alan dan Alana menatap nilai Radith dan Resmi.
"Anak jenius ... Masih kecil aja nilainya sudah segini?! Apalagi nanti pas sudah dewasa. Gue yakin perusahaan kedua mertua gue dan organisasi yang dibangun oleh kedua mertua gue kalo dipimpin oleh mereka bertiga,, bukan bertiga alias berempat gue pastikan perusahaan maupun organisasi AZZA akan semakin terkenal." batin Sekar menatap ketiga adik iparnya bergantian.
"Keturunan Rajendra, Ramos, dan Atmaja bersatu di Radith, Resmi, Neira dan Bintang si jenius monster sesungguhnya." batin Ceilo bergidik ngeri.
"Bang Alan, Kak Alana, kak Sekar. Resmi boleh lihat hasil ujian kelulusan kalian?" Ucap Resmi puppy eyes mewakili semuanya.
Alan, Sekar dan Alana saling pandang kemudian menyerahkan berkas nilai ujian mereka. Radith menerima berkas nilai ujian tersebut lalu Resmi dan yang lain berkerumun.
"Nilai Ujian Bang Alan hampir sama dengan nilai Akbar, sedangkan kak Alana hampir sama dengan nilai Intan, lalu kak Sekar sama dengan nilai Noe." sahut Intan sambil mencocokkan nilainya.
"Ujian SMA sesusah itu kah bang, kak?" tanya Resmi heran.
"Iya, Res. Abang dan lain sudah berusaha semaksimal mungkin untuk mengerjakannya." balas Alan lembut.
"Boleh lihat bang?" singkat Radith memgadahkan kedua tangannya.
Alan memberikan lembar ujian ke adiknya. Radith menerima lembar ujian tersebut kemudian membacanya satu persatu lalu tersenyum tipis.
Alan yang peka bahwa adiknya ini pasti sudah melihat lembar ujiannya seketika :"bisa jawab?"
"Serius kamu dith bisa mengerjainya? Kak Alana dan Kak sekar aja butuh sejam setengah?" Ucap Alana terbata-bata dan tak percaya.
"Kakak tidak percaya?" tanya Radith santai sambil meminum jus mangga kesukaannya.
"Coba deh nomor 1 sampai 10 kamu kerjain. Nanti kakak periksa." Ucap Alana menyuruh Radith.
Radith menganggukkan kepalanya. "Paman Ben, tolong ambilkan pulpen sama kertas ya."
Ben mendapat perintah langsung bergegas ke dalam mansion mengambil pulpen dan kertas lalu kembali ke tempat para anak-anak.
Setelah Radith mendapatkan pulpen dan kertas, dia juga memberikan ke Resmi. Resmi yang paham juga mengerjakan. Si kembar R dengan lincah dan tenang mengerjakan 10 soal yang ujian SMA.
Tidak sampai 10 menit, 10 soal ujian SMA sudah terjawab oleh si kembar R. Neira juga mempelajari soal ujian SMA Alan dan Alana tapi hanya diam dan tenang.
Radith dan Resmi menyerahkan kertas ke Alana dan Alan. Alan dan Alana memeriksa jawaban hasil ujian SMA seketika tercengang karena jawabanya benar semua.
"MAMA !!!! PAPA !!!!" teriak Alana memanggil Gava dan Leo yang juga berkumpul tidak jauh dari mereka.
Sebelum itu Kita ke tempat para orang tua terlebih dahulu sambil duduk lesehan ditemani berbagai cemilan dan minuman kesukaan masing-masing.
__ADS_1
"Gav, gue heran deh sama otak jenius anak lo. Kok bisa ya kedua anak kembar lo jadi juara nomor 1 di sekolah dasar. padahal mereka tidak pernah belajar cuman main-main aja kerjaannya bahkan Resmi sering tidur di kelas. Lo waktu hamil kasih makan apa buat si kembar?" jelas Amel panjang lebar kemudian bertanya.
"Lo heran sama anak kembar gue, Mel. Hahaha ... lo lucu mel. Lo kan tau waktu gue hamil si kembar R, ngidamnya apa-apa dicampur sama tomat." jelas Gava tertawa sekaligus menjawab.
"Iya iya,, waktu itu lo ngidam tomat saat kehamilan si kembar ,, kalo si Neira kalo gak salah lo suruh tuan Leo selalu pake baju warna pink dan hello kitty kalo di mansion,, kalo si Bintang yang ngidam si tuan Leo sampe-sampe Kak Zafar, Kak Adam, Lou dan Agra kena getahnya." Ucap Amel mencoba mengingat kehamilan Gava dulu.
"Nah lo tau ... Kenapa nanya balik gue ..." decak Gava sambil meminum susu coklat dingin.
"Gav, bentar lagikan si kembar R akan berangkat kekeluarga Ramos untuk menjalankan takdir sebagai seorang pangeran dan putri. Bagaimana perasaan lo?" tanya Amel serius.
"Perasaan gue sebenarnya campuk aduk Mel. Lo taukan semua anak-anak gue tidak pernah lepas pengawasan dari gue dan suami gue." sendu Gava sambil mengaduk minumannya.
"Iya, juga sih. Gue aja gak bisa jauh sama kedua anak gue si Intan dan Kenzo. Lo tau saat Kenzo berangkat ke kota C, gue gak rela untuk ngelepasinnya tetapi demi keselamatan putra gue. Mau tidak mau rela gak rela, gue akhirya berpisah untuk sementara untuk Kenzo." lirih Amel menitikkan air mata.
King mengusap punggung istrinya agar tidak bersedih lagi. Gava pun sama tetapi berusaha menahan agar tidak ada yang tau sisi rapuh Gava. Leo hanya mengusap punggung tangannya.
"Mama !!! Papa !!!" teriakan Alana membuat para orang tua bangkit dari duduk lesehan mereka dan mendekati para anak-anak.
"Ada apa?" tanya Gava khawatir dan cemas.
"Coba liat jawaban si kembar R." Sahut Alana menyerahkan dua kertas ke Leo dan Gava.
Leo dan Gava melihat dua lembar kertas yang diberikan Alana di ikuti para orang tua yang lain. Mereka semua membulatkan matanya melihat jawaban si kembar R kecuali Gava dan Leo yang sudah terbiasa dengan otak jenius keempat anak mereka.
"Jawaban siapa?" tanya Grace terbata-bata.
Para anak-anak menunjuk si kembar R. Yang ditunjuk hanya memasang wajah santai sambil meminum kesukaan masing-masing.
Para orang tua dan para anak-anak melihat keluarga Gava dan Leo bergantian seperti tak percaya melihat kejeniusan keluarga ini. Dibatin mereka semua : "keluarga monster jenius."
Tetapi mereka tidak sadar bahwa ada bahaya besar mengintai mereka semua. Jeslin, Meli dan Jacob perlahan-lahan memulai rencana mereka.
...💖💖💖💖💖💖...
...Cukup sampai disini author capek 😂...
...Author kasih double up 😘😘...
...Sampai Ketemu Lusa 😘😘...
...Jangan lupa tekan Rate, Favorit dan Follow, terus tinggalkan jejak dengan tekan vote ❤❤, like 👍👍 dan komentar 💬💬...
__ADS_1