
...⚠️ Warning ⚠️...
...Awas berhati-hati karena typo bertebaran dimana-mana, kata-kata kasar, vulgar atau apapun tetapi author berusaha menutupinya, kalo author lupa berarti khilaf 🤫🤭😚😘...
...Jangan lupakan di akhir cerita ada aja bikin gantung dan penasaran 🤭😌🤗...
...🎥🎥🎥🎥🎥🎥🎥...
Seketika wifi dan jaringan kouta mengalami gangguan ,, author gak bisa ngapa-ngapain 🤭🤭 Weekend kemaren author gak update karena istirahatkan otak dan tubuh 😊 Hari Senin lambat juga update karena tutorin anak-anak,, otak author harus kosong biar fokus jadi harap sabar 😘😘
Yuk kita baca ceritanya cekidot dengan author ngebut lalu ada pemberitahuan author gak update 3 hari 👉👉👉👉
Negara A ke arah Selatan
Puluhan mobil dengan lambang 2AZ, simbol organisasi AZZA sudah memasuki kawasan hutan lebat, sunyi dan mencekam.
Di dalam mobil Gava, Leo, Pangeran Ello dan Lou sedang memperhatikan layar netbook sekaligus memantau pergerakan titik merah, sedangkan Hide yang menyetir menunggu perintah dari tuannya sama halnya dengan mobil lain.
"Hide, percepat kecepatan mobil. Mereka sudah mulai bergerak." perintah Lou saat memantau pergerakan titik merah yang tiba-tiba saja bergerak.
Hide mendengar perintah itu langsung menekan gas mobil dengan kecepatan penuh.
"Berpencar." Perintah Leo dan Gava di balik earphone.
Beberapa mobil yang mengikuti mereka langsung melaksanakan tugas masing-masing lalu berpencar kepenjuru arah dengan menekan salah satu tombol membuat mobil mereka akan menerobos hutan dan mengepung titik merah.
"Amzar, bertahanlah. Daddy akan menjemputmu sayang." batin Lou dengan mata memanas, bersiap air mata akan turun kedua pipinya mengingat putra sulungnya yang masih disekap oleh penculik.
"Baby girl. Tunggu papa mama. Ya Allah,, tolong pertemukan aku, suamiku dengan putri kecil kami sebelum memulai takdirnya." batin Gava berdoa dan menggenggam kedua tangannya.
Leo melihat istrinya berdoa langsung memeluknya agar tubuh Gava lebih tenang dan relaks. Kepala Gava berada dipundak kanan Leo. Leo terus saja mengusap punggung tangan istrinya.
"Baby. Aku takut kita tidak sempat menemukan putri kita. Aku takut mereka membawanya terlebih dahulu sebelum kita." bisik Gava lirih.
"Tenanglah baby. Kita akan sempat melihat putri kecil kita. Kamu harus percaya sama anak-anak. Selama ini kita melindungi mereka secara terang-terangan, sudah saatnya kita akan melindungi mereka secara diam-diam." bisik Leo lirih sambil menatap pepohonan yang dilewati oleh mobil mereka.
Gava hanya mengangguk saja sambil terus terisak dipelukan Leo. Lou, Pangeran Ello dan Hide melihat kondisi Leo dan Gava yang terpuruk hanya diam memandangi saja.
...🎬🎬🎬🎬🎬🎬🎬...
Rumah Duka Dekat Mansion RR
Terjadi lagi untuk kedua kalinya, 1 peti jenazah kecil menandakan seorang anak kecil berusia 8an tidur dalam keadaan damai dan tenang.
Grace ditemani Calis terus saja menangis tersedu-sedu dengan wajah pucat, para anak-anak dan tiga pasang paruh baya juga menangis.
"Putraku hiks ... bangun nak hiks ... jangan tinggalin mommy hiks ... daddy hiks ... dan abangmu Amzar hiks ..." racau Grace menangis sambil mengelus wajah pucat dan damai Ahsan.
Calis terus saja memberikan usapan di punggung Grace supaya lebih tenang dan tidak histeris.
"Cal." panggil Grace.
"Ya."
__ADS_1
"Kita hiks ... ke ruang rawat yuk hiks ..." lirih Grace mengajak seperti ngelantur.
Calis mendengar itu hanya bisa memeluk Grace.
"Grace, tenang ya. Ahsan sudah tenang di sisi Tuhan." Ucapnya menahan tangis sambil memeluk Grace dan menepuk punggungnya.
"Gak Cal hiks ... Ahsan, putraku masih hidup hiks ..."
Racau Grace lirih dipelukan Calis.
Grace mulai berontak dari pelukan Calis, tetapi Calis dengan sigap menahan tubuh Grace.
"LEPAS CAL !!! LEPAS !!!"
"Gak, Grace. Calis tidak akan melepaskan Grace."
"Lepas hiks ... aku mohon lepas hiks ... aku ingin hiks ... membawa Ahsan hiks ... keruang pengobatan hiks ..." Racau Grace menangis dengan nada menyayat hati dipelukan Calis.
Air mata yang berada dimata Calis tumpah seketika mendengar suara Grace yang menyayat hati. Sebagai seorang ibu jika ditinggalkan seorang anak merupakan pukulan yang sangat berat.
Radith dan Resmi yang dirangkul oleh Intan dan Akbar serta Noe juga menangis melihat kondisi Grace yang frustasi akibat kehilangan seorang anak. Alana dan Sekar berada di pelukan Ceilo dan Alan.
"Ya Allah, lindungi Neira. Pertemuankanlah Neira ke mama papa sebelum Neira meninggalkan kami." batin Radith dan Resmi berdoa sambil menatap peti mati dimana tubuh dingin dan pucat Ahsan terpampang jelas.
ADA PENYUSUP !!!!!!!
Teriakan salah satu pengawal membuat Grace dan Calis, para anak-anak, pasutri muda dan ketiga pasutri paruh baya menoleh.
RADITH !!!!!!!!
Teriakan ketiga pasutri paruh baya melihat Radith keluar dari rumah duka bahkan disusul Resmi, Akbar, Intan dan Noe serta kedua pria. 3 pria paruh baya langsung menyusul kelima anak berusia 11an.
Sebenarnya Radith keluar sebagai pengalihan agar tidak ada yang mengetahui tombol tak terlihat di rumah duka.
PENGAWAL !!!!
Teriakan Radith menggelegar di luar rumah duka membuat 50an pengawal terlatih dan berbahaya datang mengelilingi sang majikan. Lalu ada 50an pengawal terlatih lainnya berada di dalam rumah duka untuk mengamankan Grace, Calis, Alana, Sekar, ketiga wanita paruh baya dan jenazah Ahsan.
Di luar rumah duka Para anak-anak, kedua pria dan 3 pria paruh baya dikepung oleh ratusan penyusup.
"Kalian mau apa?!" teriak Radith murka dengan wajah mengeras sama halnya Resmi.
"Membunuh kalian." Ucap sang ketua penyusup tersebut.
SERANG !!!!!!
Teriakan dua suara Radith dan ketua penyusup membuat para pengawal dan para anak buah penyusup bertempur.
Radith dan Resmi bekerja sama dalam menghadapi para penyusup hampir berjumlah 100 orang.
Bugh bagh krak
Aakkkggghhhh
__ADS_1
Dor dor dor
**Prang krang
Bleeeessshhhh**
Duarrrrr
Suara pukulan dan tendangan serta teriakan kesakitan, tembakan, adu pedang dan sedikit boom kecil membuat para penyusup hanya tersisa hampir 20 orang termasuk sang ketua penyusup.
Alan maju selangkah demi selangkah sampai bersiul ke arah ketua penyusup yang sudah diringkus oleh Agung bahkan pedang yang dipegangnya sudah ada darah segar artinya beberapa nyawa melayang akibat pedang tersebut.
Saat Alan berada di depan ketua penyusup itu, pedangnya di arahkan tepat ke jantung. Ketua penyusup yang sudah babak belur, rambutnya dicengkram kuat oleh Agung agar mendongak ke atas.
"Siapa yang menyuruhmu datang kemari?" bentak Alan dengan wajah datar dan dingin serta tatapan tajam mematikan.
Ketua penyusup itu hanya diam tetapi matanya melihat salah satu dari ketiga paruh baya.
"KENAPA DIAM !!! JAWAB !!!" bentak Alan murka sambil menekan pedangnya membuat luka yang berada di dada ketua penyusup itu.
AAAARRRGGGGGHHHHH
Teriakan ketua penyusup itu saat rambutnya dicengkram sangat kuat oleh Agung membuar Sekar menutup matanya.
"GAK MAU JAWAB !!! BAIKLAH, PENGAWAL BAWA DIA KE RUANGAN SEPERTI BIASA !!!" perintah Alan dingin dan wajah datar.
Tubuh Ketua penyusup itu diseret oleh Agung dengan cara mencengkram rambutnya membuatnya selalu teriak karena kepalanya hampir saja lepas setelah itu tidak sadarkan diri.
"Bereskan." perintah Ceilo melihat mayat bergelimpangan.
Alana melihat sekitar tetapi tidak menemukan keberadaan Radith dan Resmi.
"Alan, Kak Ceilo. Radith dan Resmi tidak ada." Ucap Alana histeris.
Alan dan Ceilo langsung mengedarkan pandangannya ke segala arah begitupun 3 pria paruh baya, Intan dan Noe berbeda dengan Akbar melihat sebuah sobekan kain yang tidak jauh dari tempat bertempurnya Radith dan Resmi.
Dia berjalan ke arah tempat bertempurnya Radith dan Resmi lalu berjongkok mengambil sobekan kain.
"Kak, bang." panggil Akbar singkat sambil mengangkat sobekan kain di tangannya.
"Sobekan baju Resmi." Ucap Sekar dengan tangis yang tidak dapat dibendung lagi.
Alana syok dan kaget mendengar ucapan Sekar. Dia berjalan kearah Akbar dan merebut sobekan kain. Lalu terduduk dengan memandang Alan dan Ceilo.
"Kita kecolongan, mereka memiliki bantuan dan menculik Radith dan Resmi." Lirih Alana sambil menggenggam sobekan kain tersebut.
Alan dan Ceilo mengepalkan tangannya saat mendengar kecolongan. Salah satu pria paruh baya itu tersenyum smirk.
...🎞🎞🎞🎞🎞🎞🎞...
...Sampai Ketemu Lusa 😘😘...
...Jangan lupa tekan Rate, Favorit dan Follow, terus tinggalkan jejak dengan tekan vote ❤❤, like 👍👍 dan komentar 💬💬...
__ADS_1