
...⚠️ Warning ⚠️...
...Awas berhati-hati karena typo bertebaran dimana-mana, kata-kata kasar, vulgar atau apapun tetapi author berusaha menutupinya, kalo author lupa berarti khilaf 🤫🤭😚😘...
...Jangan lupakan di akhir cerita ada aja bikin gantung dan penasaran 🤭😌🤗...
...♡♡♡♡♡♡♡♡...
Radit dan Resmi memejamkan matanya saat ini akibat emosi dan amarah menjadi satu. Radit menyerahkan Neira ke Ben. Alfa mendekati Neira dan Ben.
"Nona muda, apa anda terluka?" Cemas Alfa.
"Neira gak apa-apa, Alfa." datar Neira tersenyymum tipis.
Tubuh Radit berada disebelah tubuh Resmi, kembarannya. Saat ini aura yang dikeluarkan Radit hampir mirip seperti aura Leo.
"Tante menor." Sapa Radit frontal.
Wanita menor yang di sapa Tante Menor seketika wajahnya marah dan murka.
"Apa kamu bilang anak kecil, tante menor?! Nama saya Fitria Subandi, Ceo dari Subandi corp."
"Kami gak nanya tuh." Acuh Resmi datar + dingin.
Wajah Fitria benar-benar marah bahkan tanduknya sudah keluar melihat wajah kedua bocah berusia 10an memandangnya acuh + datar + dingin.
"Kalian bocah ingusan sungguh tak memiliki sopan santun karena ibu kalian seorang jalang." sindir Fitria sombong.
Aura Radit, Resmi, serta Neira sangat kelam dan menghanyutkan. Para karyawan baik itu staf, satpam, represionis meneguk salivanya kasar. Para karyawan perusahaan Ramos sangat mengenal Twin R karena selalu ikut datang ke kantor berbeda dengan Neira santai tetapi menghanyutkan.
"Tante Menor. Ibuku bukan seorang jalang yang anda maksud. Beliau adalah wanita terhormat. Saat anda mengucapkan kata JALANG disitulah siksaan anda akan menanti." Sinis Resmi datar + tajam.
"Orang tua kami juga mengajarkan kami sopan santun. Kau sudah membangunkan iblis didalam diri seseorang saat tante menor menyebutkan ibu kami dengan sebutan JALANG." Sinis Radit datar + tajam.
Sementara di ruangan ceo, Leo dan Zafar masih terlihat sibuk menyusun berkas-berkas agar tidak ketahuan ketiga anaknya.
Setelah 10 menit membereskan berkas, Leo melihat jam tangan seharusnya 15 menit yang lalu ketiga anaknya sudah sampai ke ruangannya. Leo merogoh ponsel di sakunya, dia menekan tombol. Tetapi ponsel itu tidak dijawab.
"Ben." Dingin Leo nada rendah.
Zafar bergidik ngeri saat aura dingin Leo menguar di seluruh ruangan Ceo.
Tok tok tok
__ADS_1
"Tuan Leonard, tuan Zafar. Maaf menganggu waktu anda. Ada kabar penting yang harus saya sampaikan mengenai tuan muda, nona muda serta nona kecil." Ucap seorang perempuan dibalik pintu.
Mendengar ucapan seorang perempuan membuat Leo dan Zafar sama-sama berdiri.
"Masuklah." Panggil Zafar ramah.
Seorang wanita masuk dengan wajah cemas dan panik.
"Tuan Leonard, tuan Zafar. Nona kecil Neira terjatuh oleh ......"
Wwwuuuusssshh
Ucapan karyawan wanita itu terpotong saat tubuh Leo berlari keluar ruangan dengan cepat. Tubuh karyawan wanita itu terdiam dan wajahnya melongo kaget. Wajah Zafar juga sama melongo tak percaya saat melihat tubuh Leo berlari dengan cepat keluar dari ruangan ini. Tubuh Zafar dan karyawan wanita itu juga keluar dari ruangan ceo dengan cara berlari.
"Tuan Leo, tungguin saya." Teriak Zafar berusaha menyamakan langkah Leo.
Karyawan wanita itu tertinggal di belakang. Leo terus saja berlari bahkan menghiraukan teriakan Zafar. Leo yang sudah berada di depan lift khusus ceo dan menekan tombol.
Lift terbuka, Leo masuk ke dalam lift di ikuti Zafar. Leo menekan tombol lantai dasar.
"Hosh ... hosh .... tuan Leo kamu harus tenang." Sahut Zafar berusaha menarik napas dalam-dalam.
"Bagaimana aku bisa tenang kalo putri kecilku terjatuh." Teriak Leo panik.
Leo tak mengubris nasehat Zafar. Saat ini yang ada pikirannya adalah ketiga anaknya.
Sementara di lobby perusahaan, Radit dan Resmi masih berseteru dengan Fitria.
"Cih ibu kalian benar-benar jalang, contohnya aja ini kalian berani melawan saya." Angkuh dan sombong Fitria.
Para karyawan perusahaan hanya menarik napas panjang saat ini. Resmi maupun Radit saat ini masih santai dengan wajah datar dan dingin.
"Maaf tante menor, kami melawan anda karena anda duluan yang cari masalah dengan kami." geram Resmi dingin dan datar.
"Kau benar-benar bocah ingusan. Kau sudah membuat saya marah. Rasakan ini." Geram Fitria saat salah satu tangannya ingin menarik rambut Neira keras dimana Ben dan Neira yang tidak jauh dari jangkauannya.
"Aaaa abang kakak sakit." Teriak Neira sambil menangis.
Wajah Resmi merah padam langsung saja menyerang Fitria dengan ilmu bela dirinya. Radit langsung mengambil alih tubuh Neira dari Ben agar menenangkan Neira. Para karyawan hanya mampu menarik napas dalam saat ini.
Bak buk bak buk Krak bak buk bak buk
Tubuh Fitria tersungkur ke lantai dimana salah satu tangannya patah, wajah babak belur dan rambut acak-acakan akibat serangan Resmi. Bahkan Fitria terbatuk darah.
__ADS_1
"Ckck segitu aja lemah." Sinis Resmi ke arah Fitria.
"Ada apa ini?" Suara berat Leo terkesan dingin dan datar.
Tubuh Leo berjalan ke arah Fitria, TwinR, Neira, Alfa dan Ben diikuti Zafar di belakang. Fitria yang merasa kalo Leo mendekatinya pura-pura bersedih.
"Tuan Leonard, anak perempuan ini melakukan kekerasan kepada saya padahal saya tidak melakukan apa-apa." Adu Fitria pura-pura sedih berusaha bangun di bantu asistennya.
Para karyawan yang melihat kejadian itu menatap sinis dan marah ke Fitria bahkan ada yang mencibir. Saat Fitria ingin berusaha mendekati tubuh Leo dengan lincah Leo menghindar. Tubuh Leo berada di depan Resmi. Resmi memeluk tubuh Leo.
"Tidak terluka sayang?" Tanya Lembut Leo mengusap kepala putrinya.
"Resmi baik-baik saja papa. Tapi Neira terluka." Geleng dan adu Resmi.
Fitria seketika memucat saat Resmi memanggil Leo dengan sebutan papa. Radit yang menggendong Neira ala koala mendekati tubuh Leo dan Resmi.
"Papa." Lirih Neira merentangkan tangannya.
Leo melepaskan tubuh Resmi dan menyambut tubuh mungil Neira. Wajah Leo saat ini tak bisa diartikan saat tau salah satu anaknya terluka bahkan aura gelap keluar dari tubuhnya.
"Ada yang bisa menjelaskan hal ini? Kenapa sampai nona kecil Neira menangis?" Tanya Zafar dimana menggendong Alfa, putranya.
Salah satu karyawan maju dan menjelaskan secara detail kejadian selama di lobby.
"Hancurkan perusahaan Subandi Corp." Singkat Leo murka dan marah.
Zafar paham dan mengangguk. Para karyawan hanya menatap kasian kepada Fitria. Wajah Fitria melotot dan kaget.
"Apa maksud anda tuan Leonard?! Saya tidak terima?!" Teriak Fitria tak terima.
"Ini gara-gara kalian bocah ingusan?!" Murkanya ingin menyerang Resmi.
Bag bug Uuhhuukk
Radit langsung memukul perut Fitria sampai darah segar keluar dari mulutnya.
Para karyawan melihat keberingasan sang calon ceo Ramos corp hanya meneguk salivanya kasar.
Leo mengkode bodyguard merangkap salah satu anak buah mafia Alaskar untuk membawa Fitria dan asisten ke markas.
...♡♡♡♡♡♡♡♡...
...Revisi Again agar pas dengan lanjutannya ☺...
__ADS_1
...Jangan lupa di follow terus tinggal jejak dengan tekan vote, like serta koment agar author semangat up 🥰😍🤩😘...