
...⚠️ Warning ⚠️...
...Awas berhati-hati karena typo bertebaran dimana-mana, kata-kata kasar, vulgar atau apapun tetapi author berusaha menutupinya, kalo author lupa berarti khilaf 🤫🤭😚😘...
...Jangan lupakan di akhir cerita ada aja bikin gantung dan penasaran 🤭😌🤗...
...🎥🎥🎥🎥🎥🎥🎥...
Author pengen dua bab sehari tapi apa daya kesibukan author terbagi-bagi jadi satu bab kepala author udah berkukus 🤯🤯🤯 Tinggal beberapa episode lagi penyiksaan keluarga Gava-Leo dengan kawan-kawannya, terus flashback dan tamat 🤫
Apakah sampai 100 episode ?? 🙄 Kayanya kisah keluarga kecil Alana-Ceilo dan Alan-Sekar dipisah dari sini, disini cuman beberapa episode tetapi kalo di kisah Alana dan Alan, pasangan Gava-Leo dengan yang lain masih hadir kok tetapi gak sebanyak, hanya moment tertentu aja 🤭😊
...🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱...
Setelah sebuah kata "PENGHIANAT" terucap di mulut Gita, Neira, si kembar R, dan salah satu pengawal.
Sepasang paruh baya itu menatap Gava dengan pandangan puas dan meremehkan. Gava yang dipandang menatap tak percaya bahwa pasangan paruh baya itu adalah mereka.
"DASAR PENGHIANAT, GUE UDAH MEMBERIKAN TAHTA UNTUK LO. TAPI BALASAN LO ADALAH MENGHANCURKAN KELUARGA KECIL GUE?" teriak Gava murka dengan wajah datar.
"Hahahaha sebenarnya saya sudah sangat lama ingin melakukan ini kepada anda, Gava adik kecil kesayangan saya hahahaha." Sinis pria paruh baya itu dengan aura intimidasi dan mencengkram dagu Gava erat sambil tertawa puas.
Gava sama sekali tidak merasa terintimidasi oleh tatapan pria paruh baya di hadapannya.
"Bersenang-senanglah dulu terus setelah ini akan boom." batin Gita tersenyum simpul.
"Ratu Ayya, kami punya kejutan untukmu." Sahut Jeslin dengan sombong dan angkuh.
Jeslin menekan sebuah tombol yang berada disalah satu tangannya. Sebuah layar besar perlahan-lahan turun di dinding dekat sebuah pintu.
Mereka semua menatap layar besar itu. Jeslin menekan lagi salah satu tombol lalu menampilkan tubuh Leo dibuang ke jurang membuat Gava, Neira dan si kembar R histeris.
"TIDAK !!!! BABY !!!!!" histeris Gava berontak bahkan kaki dan tangannya sudah terluka akibat ikatan masih belum terlepas.
"PAPAH !!!!" teriak ketiga anak Gava dan Leo di dalam kurungan yang terpisah-pisah.
Jacob, Jeslin, Meli dan pasangan paruh baya hanya tersenyum sinis dan kemenangan berbeda dengan Gita dan salah satu pengawal berwajah datar hanya tersenyum simpul.
"Kalian emang iblis?! Kalian tidak punya hati nurani?!" histeris Gava dengan perasaan hancur lebur menyaksikan tayangan yang terus di ulang-ulang.
Neira dan si kembar R hanya terdiam sambil menitikkan air mata yang terus mengalir dengan pandangan kosong.
"Hahahaha bagaimana rasanya kehilangan belahan jiwamu kak Ratu Ayya. Sakit kan?! Ya SANGAT sakit. Begitupula diriku saat menyaksikan hukum penggal keluarga Millano 16 tahun yang lalu." jelas Jeslin tertawa penuh dendam.
"Seharusnya lo dan ibu lo dulu juga ikut dihukum penggal oleh keluarga oma permaisuri Atmaja dan nenek ratu Rajendra, tetapi oma maupun nenek tidak mau melakukan itu kepada lo yang masih didalam kandungan ibu lo." jelas Gava menatap tajam ke Jeslin.
Plak
"Jeslin." Teriak Jacob saat Jeslin menampar pipi kiri Gava sehingga kepala Gava tertoleh ke kiri.
"Honey, kenapa kamu membela dia." teriak Jeslin tak terima.
"Aku membelanya karena aku ingin bermain ditubuhnya honey." Ucap Jacob menyeringai.
__ADS_1
Jeslin seketika teringat untuk hal ini lalu dia tertawa terbahak-bahak. Gava merasakan perasaan yang tidak nyaman hanya diam saja.
"Kasian sekali diri lo jadi gue." batin Gita tersenyum tipis. Salah satu pengawal berwajah datar itu juga tersenyum amat tipis.
"Mama ee salah tante maafkan kami ya,, semoga tante gak hantuin kami nanti." batin Neira tersenyum amat tipis.
"Mau sekarang apa nanti?"
"Sekarang honey, boy butuh pelepasan."
Jeslin memberi kode kepada pengawal yang tidak jauh dari mereka. Kedua pengawal itu mendekati Gava dan melepaskan ikatan Gava dari kursi lalu membopongnya ke arah kamar pojok.
"Lepaskan aku !!! Lepaskan aku !!!" teriak Gava berontak berusaha melepaskan diri dari gendongan salah satu pengawal.
"Om lepasin mama !!!."
"Mama !!!!"
Teriak ketiga anak Gava dan Leo. Jacob menulikan pendengarannya dan berjalan sambil bersiul menuju kamar pojokan.
"DIAM !!!" bentak Jeslin murka membuat ketiga anak Gava-Leo bungkam.
Beberapa menit kemudian, terdengar suara ******* antara Gava dan Jacob membuat si kembar R syok dan kaget. Berbeda dengan Jeslin, Meli, dan kedua pasangan paruh baya tertawa penuh kemenangan. kecuali Neira, Gita dan salah satu pengawal berwajah datar.
"Aduh, kasian ya mama kalian menjadi pelampiasan seseorang." batin Neira tertawa senang lalu menutup telinganya padahal rahasia 🤭
"Sungguh menjijikkan. Syukur bukan kamu, baby. Yang ada aku bisa gila." batin salah satu pengawal berwajah datar mengepalkan kedua tangannya.
Hampir 3 jam, Jacob terus saja bermain dengan Gava tanpa henti dengan berbagai gaya membuat tenaga Gava terkuras bahkan Jacob memberikan minuman sejenis ramuan agar pria paruh baya itu menikmati Gava.
Jacob keluar ruangan tersebut dengan wajah ceria dan senang. Jeslin, Meli dan pasangan paruh baya itu juga memasang wajah kemenangan.
"Bagaimana?"
"Nikmat sekali, bahkan sangat sempit padahal dia melahirkan 4 anak tetapi masih sempit." frontal Jacob berbinar.
"Bang, kamu juga harus coba. Dijamin, kamu akan senang." lanjut jacob menaik turunkan alis.
Pria paruh baya itu menatap istrinya. Wanita paruh baya itu hanya mengiyakan. Pria paruh baya itu memasuki ruangan yang berada di pojok.
Beberapa menit kemudian, terdengar suara merdu yang terus saja bersahutan-sahutan menandakan pria paruh baya itu asyik dengan kegiatannya. Berbeda dengan Gita dan salah satu pengawal berwajah datar hanya menatap satu sama lain alias berusaha menahan diri agar tidak tergoda demi keselamatan Neira.
...🏵🏵🏵🏵🏵🏵...
Ruangan VVIP rumah sakit pribadi organisasi AZZA
Alana dan Alan sedang diperiksa oleh dokter. Sekar dan Ceilo berada disamping pasangannya masing-masing dan terus berdoa.
"Bagaimana dok?"
"Syukur, Tuan muda Alan dan nona muda Alan hanya mengalami syok, tuan muda Ceilo, nona muda Sekar."
Sekar dan Ceilo menghela napas lega.
__ADS_1
"Apa mereka akan sadar?"
"Iya, nona muda Sekar. Tetapi kalian harus berada disamping Tuan muda Alan dan nona muda Alana takutnya akan mengalami gangguan mental."
"Baiklah, dokter.
Kedua dokter dan perawat itu pamit dan keluar dari ruangan VVIP.
Beberapa menit kemudian, Pangeran Ello datang ke ruangan VVIP untuk mendengar keadaan kedua keponakannya.
"Bagaimana?"
"Syok mendekati gangguan mental."
Seketika wajah pangeran Ello menatap sendu ke Alan dan Alana. Dia mengepalkan kedua tangannya.
"Paman. Apa benar itu papah? Bagaimana keadaan papah?" tanya Sekar sendu.
"Kritis. Bang Leo kritis." balas Pangeran Ello terbata-bata. "Maafkan paman, paman bohong kepada kalian. Bang, kak cepatlah kembali. Aku capek boong terus."
Sekar menangis sambil menggenggam tangan Alan yang tidak di infus sama halnya Ceilo menatap kosong sambil menggenggam tangan Alana yang tidak diinfus.
Ponsel pangeran Ello berbunyi.
"Halo."
"......."
"Apa bagaimana bisa?"
"......"
"Baik, saya akan kesana. Kalian tetap bertahan jangan sampai para pemberontak itu masuk ke kerajaan moonlight. Saya akan kembali kesana bareng kaisar Awan dan permaisuri Genia."
"......"
Tut
Pangeran Ello mematikan ponselnya.
"Ada apa paman?"
"Pemberontakan di kerajaan moonlight, paman akan pulang bersama kaisar Awan dan permaisuri Genia. Kalian tetaplah bersama Alan dan Alana."
"Baik Paman."
Pangeran Ello keluar dari ruangan VVIP lalu bergegas ke ruang ICU yang ditempati tubuh Leo, Amzar dan Alfa.
...🔜🔜🔜🔜🔜🔜...
...Sampai Ketemu Lusa 😘😘...
...Jangan lupa tekan Rate, Favorit dan Follow, terus tinggalkan jejak dengan tekan vote ❤❤, like 👍👍 dan komentar 💬💬...
__ADS_1