Hot Young Mom And King Mafia (S1 Dan S2)

Hot Young Mom And King Mafia (S1 Dan S2)
[S2] Page 58


__ADS_3

...⚠ïļ Warning ⚠ïļ...


...Awas berhati-hati karena typo bertebaran dimana-mana, kata-kata kasar, vulgar atau apapun tetapi author berusaha menutupinya, kalo author lupa berarti khilaf ðŸĪŦðŸĪ­ðŸĨ°...


...Jangan lupakan di akhir cerita ada aja bikin gantung dan penasaran ðŸĪ­ðŸ˜ŒðŸĪ—...


...ðŸ‡ēðŸ‡ĻðŸ‡ēðŸ‡ĻðŸ‡ēðŸ‡ĻðŸ‡ēðŸ‡ĻðŸ‡ēðŸ‡ĻðŸ‡ēðŸ‡ĻðŸ‡ēðŸ‡ĻðŸ‡ēðŸ‡ĻðŸ‡ēðŸ‡ĻðŸ‡ēðŸ‡ĻðŸ‡ēðŸ‡Ļ...


Alana Pov On


Gue saat ini berada di kamar pengantin bersama Sekar, yang sebentar lagi jadi adik ipar gue. Sekar sangat cantik dan anggun saat memakai gaun pengantin. Itu hanya cover belaka, sebenarnya saat ini Sekar sejak tadi mondar mandir bak cacing kepanasan.


Gue yang mulai jengah dan merasa gregetan.


"Sekar, lo bisa gak sih diam?! duduk manis aja kok ribet banget, Kar. Nanti make up lo luntur terus di rias ulang?!"


"Ish ... lo mah gak berperipersahabatan. Gue gugup Na, gugup banget. Lo juga waktu mau nikah seperti gue." Sarkas Sekar cemberut.


"Hahahaha .... akhirnya lo merasakan juga menjadi pengantin hahahaha ..." Ucap gue mengejek.


"Nyesel gue ngejek lo." Ucapnya pasrah.


"Ooo yaaa ... nanti kan kalian MP nih." goda gue menaik turunkan alis.


"MP apa? Emang harus MP ya setelah nikah?" polosnya.


"Astaga gue lupa kalo Sekar dan Alan merupakan pasangan polos dalam urusan ehem-ehem. Mama, papa, mommy dan daddy sudah berikan pelajaran belum ya." batin gue menepuk jidat dan bertanya-tanya.


"MP itu membuat adonan anak, dimana si boy masuk kerumah lo." vulgar gue.


Blushhhhhh


Kedua pipi Sekar memerah karena malu dan menunduk.


"Sakit gak?" cicitnya menatap gue.


"Awalnya sih, terus nanti enakkan kok seperti kenikmatan surga dunia. Lo sudah diajarin mama dan mommy gak?" frontal gue menggoda dan bertanya.


"Sudah, bahkan beberapa malam ini di kasih tontonan dewasa agar melayani suami kita." Ucap Sekar polos dan malu-malu.


"Good. Kalo bisa lo inisiatif sendiri ya agar Alan men...desah..." vulgar gue terkikik.


Gue melihat kalo Sekar mulai rileks dan tenang. Beberapa menit kemudian, kata SAH bergema nyaring di televisi kamar pengantin dimana gue dan Sekar melihat Alan dengan gagah dan tegas mengucapkan janji suci dihadapan penghulu dan Edwin, daddy Sekar.


"Akhirnya sahabat gue,, eehh bukan adik ipar gue jadi istri seorang Alan Vegar Rajendra." Ucap gue terharu.


Sekar sang pengantin wanita tanpa sadar air matanya menetes tetapi cepat dihapus olehnya karena takut makeup luntur.


Ceklek


Pintu dibuka oleh mama Gava dan mommy Grace dengan senyum lembut dan hangat.


"Mama." lirih Sekar tersenyum lembut.


"Selamat ya sayang. Sekarang kamu sudah menjadi menantu mama dan mommy." lirih mama Gava dan mommy Grace bersamaan sambil berusaha menahan air mata agar tidak keluar.


"Ayok kita keluar sayang. Kita harus bertemu dengan suamimu dan para tamu." lanjut mommy Grace tersenyum lembut.


Sekar di gandeng Mommy Grace, gue dan Mama Gava berada dibelakang.


Alana Pov Off


...⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘...


Alan Pov On

__ADS_1


Setelah gue mengucapkan janji suci pernikahan dengan satu tarikan napas dan beberapa orang mengatakan SAH, akhirnya bisa bernapas lega. Aku menunggu bidadari surga yang saat ini di jemput oleh kedua bidadari tak bersayap.


Beberapa menit kemudian, bidadariku keluar di gandeng oleh Mommy Grace dan mama Gava. Mataku tak berkedip sama sekali bahkan mulutku terbuka.


"Awas lalat masuk Lan." goda Alana menegur di sebelah Kak Ceilo.


Aku langsung menutup mulut dan pura-pura terlihat cool padahal jantung sudah pengen meloncat keluar melihat betapa cantik dan anggunnya istriku.


Setelah Sekar berada di hadapanku. Mama menyerahkan salah satu tangan Sekar membuat salah satu tanganku menyambut. Aku dan Sekar sekarang berada di atas pelaminan.


Aku melihat mama Gava dan mommy Grace menangis sesegukan sambil memeluk suami masing-masing.


Daddy Edwin, matanya berkaca-kaca saat ini kemudian menasehati : "Alan, jagalah putriku Cintai dan lindungi dia. Jangan membuat dia menangis ataupun terluka. Kalo kamu sudah tidak bisa menjaga dan mencintainya lagi, serahkan dia kepadaku."


"Iya, daddy. Alan akan mengingat pesan daddy." tegasku memeluk daddy edwin seperti memeluk ayah dan anak.


"Sekar, menantu mama. Akhirnya mama memiliki menantu seperti kamu. Sudah cantik, baik, dan sopan lagi. Sekar, bilang sama mama atau mommy kalo Alan berbuat macam-macam kepadamu." Ucap Mama Gava memeluk Istriku sekaligus mengancam.


"Mama terima kasih." lirih Sekar.


Sekar dan mama Gava memeluk layaknya anak sama ibu.


"Gav, gantian Gav. Kita semua pengen ngucapin juga pengantin baru." Ucap Amel membuat suasana awalnya melow jadi gak melow lagi.


"Iya, iya. Yuk, Papa. Kita ke tempat duduk. Mama capek." manja Mama Gava sambil menggandeng tangan papa Leo.


Aku dan Sekar hanya menggelengkan kepala saja. Lalu banyak sekali tamu-tamu yang datang memberi selamat kepada kami.


Alan Pov OFF


...ðŸŠīðŸŠīðŸŠīðŸŠīðŸŠīðŸŠī...


Di tempat duduk para orang tua, Edwin selalu tersenyum melihat kebahagian putri satu-satunya.


"Iya, nak." Ucap Nyonya Drixson.


Meli yang melihat ada kesempatan dalam kesempitan langsung saja pura-pura ke toilet. Dia tidak menyadari kalo ada seseorang mengawasi dan mengikutinya. Para orang tua tidak ada menyadari karena larut dalam pesta pernikahan kecuali Gava dan Leo.


Setelah Edwin keluar dari kamar mandi, dia bergegas ingin ke pesta pernikahan putrinya. Tetapi tiba-tiba saja Meli pura-pura terjatuh.


"Anda tidak apa-apa?" tanya Edwin khawatir ke Meli.


"Ternyata ayahnya Sekar mudah sekali dijadikan umpan." batin Meli menyeringai.


"Saya tidak apa-apa tuan." lirih Meli berpura-pura.


"Apa anda bisa berdiri?" tanya Edwin lagi.


"Bisa tuan." lirih Meli berusaha berdiri tetapi tiba-tiba terduduk.


"kakimu terkilir. Ayok kita obati terlebih dahulu."


Edwin mengangkat tubuh Meli ala bridal style. kemudian masuk ke rumah tamu yang dia tempati dan membawanya ke ruang tamu. Dia berlalu ke dapur untuk mencari kotak p3k. Setelah mendapatkannya, dia bergegas keruang tamu.


Dia mengambil minyak kayu putih dan mengoleskan dipergelangan kaki Meli. Meli pura-pura meringis.


"Tahan ya. Kakimu terkilir." Ucap Edwin berusaha untuk menekan pergelangan kaki Meli yang terkilir.


Meli hanya mengangguk dan meneteskan air mata buaya.


"Siapa namamu? Nama saya Edwin, daddy Sekar dan mertua Alan.


"Saya Meli, tuan. Saya maid baru yang baru saja dipekerjaan nyonya besar Ayya."


"Maid baru?! tumben nona Ayya mempekerjakan maid baru?! biasanya nona Ayya sangat hati-hati dan memilih dalam mempekerjakan seseorang dibawah perintahnya." batin Edwin mulai merasa curiga.

__ADS_1


"Tuan edwin, tuan Edwin." panggil Meli


"Ya. Bentar ya Meli?"


"Iya, tuan Edwin."


Edwin bangkit dan menelpon Gava untuk segera ke rumah tamu. Gava yang diseberang ponsel langsung mengiyakan.


"Sepertinya rencanaku mulai dicurigai tuan Edwin, aku harus menghubungi kak Jeslin untuk membantuku." batin Meli mesms Jeslin.


Beberapa menit kemudian Gava, Leo, Lou, Grace, pangeran Ello, Zafar dan Adam berada di rumah tamu. Yang lain sedang berada di pesta pernikahan untuk melayani para tamu.


"Ada apa tuan Edwin?" tanya Gava baru saja masuk.


"Apa dia maid baru, nona ayya?" tanya Edwin balik sambil menunjuk Meli di ruang tamu.


"Iya, dia maid baru yang masih dibawa pengawasan kami. Kenapa dia berada disini?"


"Dia terjatuh dan kakinya terkilir."


"Katamu tadi dia berada dibawah pengawasan kalian, kenapa dia bisa ke toilet dengan bebas?" lanjut Edwin curiga.


Meli yang merasakan kalo Edwin mulai curiga, dia terus saja mengumpat. Gava jangan ditanyakan dan hanya mengedikkan bahu acuh saja.


"Kakimu sudah enakkan Meli?"


"Iya, nyonya setelah saya diurut oleh tuan Edwin."


"Baiklah, kembali bekerja."


Meli berusaha bangkit tetapi tidak bisa. Dia pura-pura meringis membuat Edwin yang mencurigai dan waspada merasa kasian.


"Lebih baik suruh dia istirahat." Saran Edwin.


Gava dan yang lain menganggukkan kepala. Beberapa menit kemudian, Jeslin datang.


"Terima kasih sudah menolong adik saya tuan dan nyonya." Ucap Jeslin menunduk sebenarnya dalam hati mengumpat.


Meli dipapah Jeslin dan kepala apartemen unit 15 untuk ke kamarnya. Edwin, Gava dan yanv lain bergegas ke pesta pernikahan Alan dan Sekar yang sedang berlangsung.


...ðŸ‡ŪðŸ‡ĐðŸ‡ŪðŸ‡ĐðŸ‡ŪðŸ‡ĐðŸ‡ŪðŸ‡ĐðŸ‡ŪðŸ‡ĐðŸ‡ŪðŸ‡ĐðŸ‡ŪðŸ‡ĐðŸ‡ŪðŸ‡ĐðŸ‡ŪðŸ‡ĐðŸ‡ŪðŸ‡ĐðŸ‡ŪðŸ‡Đ...


Merdeka !!! Merdeka !!! Merdeka !!!


Merah Daarah Pahlawan


Tertumpah di Tanah Ibu Pertiwi


Putih Tulang Para Pejuang


Tertanam dalam Tanah Air Indonesia tercinta.


Di sini kita terlahir, di sini pula kita tiada.


Dirgahayu Republik Indonesia ke-76 !


Author mengucapkan "Selamat HUT Rebuplik Indonesia ke-76 (17 Agustus 1945)"


Merdeka !!!! Merdeka !!! Merdeka !!!


...Besok MPnya Alan dan Sekar ðŸĪ­ðŸĪ­...


...Author ngebut ðŸĪ­ðŸĪ­ Sampai ketemu Lusa 😊😊...


...Jangan lupa tekan Favorit kemudian Follow, terus tinggalkan jejak dengan tekan vote âĪâĪ, like 👍👍 dan komentar 💎💎 agar author semangat update ðŸĪ­ðŸĪ—😊...

__ADS_1


__ADS_2