Hot Young Mom And King Mafia (S1 Dan S2)

Hot Young Mom And King Mafia (S1 Dan S2)
Chapter 48 [Revisi]


__ADS_3

...โš ๏ธ Warning โš ๏ธ...


...Awas berhati-hati karena typo bertebaran dimana-mana, kata-kata kasar, vulgar atau apapun tetapi author berusaha menutupinya, kalo author lupa berarti khilaf ๐Ÿคซ๐Ÿคญ๐Ÿ˜š๐Ÿ˜˜...


...Jangan lupakan di akhir cerita ada aja bikin gantung dan penasaran ๐Ÿคญ๐Ÿ˜Œ๐Ÿค—...


...โ™กโ™กโ™กโ™กโ™กโ™กโ™กโ™ก...


Beberapa menit kemudian, semua rombongan menunggu kedatangan raja dan ratu karena misi mereka selesai. Mereka tahu raja dan ratu masih di dalam mansion tak terurus itu. Rombongan Amel sudah pergi sejak Gava dan Leo memasuki mansion tak terurus.


Anak-anak yang diculik diantar ke orangtuanya masing-masing, dimana beberapa anak buah mafia Askala dan mafia Alaskar bekerja sama.


"Kok lama sih keluarnya?" Sahut Grace tak sabar.


"Mulut ember, bisa gak sih jangan berisik. Telinga gue mau budek tau gak mendengar suara lo dari tadi." Omel Lou yang sejak tadi mendengar ucapan Grace unfaedah.


"Sirik lo, mulut gue, suara gue. Kenapa lo yang sewot." Grace ngegas.


"Sirik sama lo. Amit-amit. Suara lo, suara cempreng tau gak." Kesal Lou.


"Suara cempreng lo bilang?! Terus suara lo gak cempreng gitu?! Helllowwwww Kak Lou, suara gue itu merdu tau gak." Grace ngegas dan tak mau kalah.


"Merdu dari mana?! Suara lo kaya kaleng rombeng bin cempreng, sering teriak gak jelas." Ejek Lou.


"Wah, wah. Nih anak belum pernah gue bogem ya." Kesal Grace mengeluarkan tanduknya sambil melepaskan jaket di tubuhnya.


Lou yang tidak terima juga memasang wajah songongnya sekaligus mengejek. Saat Grace ingin maju suara Shafa yang terkesan dingin, datar dan rendah membuat Grace menciut. Lou pun juga merinding.


"Kalian berantem, gue suntik mati." Ucap Shafa dingin, datar dan rendah.


Grace dan Lou menurut seperti anak ayam. Aura Shafa hampir sama dengan aura Gava. Bedanya aura Gava memiliki sisi iblis dan malaikat berbeda dengan aura Shafa memiliki sisi malaikat.


"Tumben si tom and jerry akur." Sahut suara gadis heran di sampingnya seorang lelaki tampan memeluk pinggangnya posesif.


"Akhirnya nona Ayya datang juga." Lega Zafar.


Gava dan Leo mengernyitkan dahi mereka.


"Datang?! Maksudnya?!" Batin mereka bingung.


"Nona Gava sejak tadi mereka berdua adu bacot terus, pusing aku dengerinnya. Bahkan Kak Adam, Ryker dan Shafa gak sama sekali melerai dua human." Jelas Miya marah-marah.


Gava dan leo mendengar hal itu hanya menganggukkan kepalanya.


"Kak Gava, apa ada sesuatu menarik?" Antusias Grace.

__ADS_1


"Jangan disini. Kita ke markas Askala sekarang." Titah Gava.


Semuanya mengangguk. Mafia Alaskarpun ikut ke markas Askala.


"Adam, Zafar. Kalian bersama kami." Perintah Leo mendekap tubuh Gava.


"Lou kau hubungin Amel untuk ke markas Askala sekalian bawa Calis. Shaf, grace dan Miya kalian ke mansion utama RR untuk menjaga mertua gue, si kembar, Kak Agung serta dedek gemes. Vo kau hubungin Calis untuk bersiap-siap ikut bersama Amel." Titah Gava.


Leo mengangkat tubuh Gava ala bridal style. Gava mengalungkan tangannya. Leo memimpin jalan di depan.


"Leo, aku lelah." Manja Gava polos.


"Tidurlah. Nanti saat di markas aku akan membangunkanmu." Lembut Leo.


Gava mulai memejamkan matanya. Dengkuran halus terdengar ditelinga Leo bahwa Gava benar-benar tertidur.


Semua disana hanya geleng-geleng kepala saat Gava tertidur di gendongan Leo. Saat sampai di mobil, Leo menurunkan tubuh Gava hati-hati. Leo juga memasuki mobil tersebut. Setelah Leo dan Gava sudah di dalam mobil, mereka semua berangkat menuju markas Askala.


...โ˜†โ˜†โ˜†โ˜†โ˜†โ˜†โ˜†...


Satu jam setengah, beberapa mobil memasuki gerbang markas Askala. Di dalam mobil, Gava masih tertidur pulas. Leo yang tak tega keluar dari mobil kemudian mengangkat tubuh Gava ala bridal style.


Amel dkk yang tiba 20 menit lebih awal dari rombongan Gava khawatir dan cemas saat Gava berada di gendongan Leo.


"Tuan Leo, Gava gak apa-apakan?" Tanya Amel cemas.


Amel menghela napas lega sama halnya Miko, King, Agra dan Calis. Calis mendekati suaminya Vori. Vori mendekap dan menghirup aroma tubuh Calis yang menenangkan.


"Sebaiknya kita masuk. Aku kasian sama nona Ayya." Sahut Zafar mengalihkan atensi mereka.


Leo dan Lou memasuki markas Askala, dimana Lou memimpin jalan. Mereka menuju ruang pertemuan langsung. Tetapi jalan Leo malah berbelok ke arah kiri.


"Es balok, mau kemana lo?" Tanya Lou penasaran.


Leo memberi kode dengan matanya, dimana mata Leo memandang Gava yang tertidur pulas. Lou paham kemudian mengangguk.


"Loh, bukannya kita akan bahas mansion tak terurus itu. Kenapa Leo dan Gava berbelok?" Tanya Amel heran.


"Mel, lo gak liat apa si Gava lagi sleeping beauty." Balas Lou memutar matanya malas.


"Hehehehe" Amel cengengesan.


"Terus siapa yang mimpin nih pertemuan? Tuan Leo?" Tanya dan tebak Miko.


Lou mengangguk membenarkan. Amel dkk syok saat Leo yang akan menjadi pemimpin dalam hal ini.

__ADS_1


"Si balok es. Apa?! Mudahan gak pake kode-kode?!" Batin Amel mewakili semuanya.


...โ˜†โ˜†โ˜†โ˜†โ˜†โ˜†โ˜†...


Kamar AG, markas Askala


Leo meletakkan tubuh Gava dengan hati-hati. Saat Leo meletakkan tubuh Gava di atas ranjang, tiba-tiba saja tubuh Gava berusaha duduk. Tangan Gava mulai melepaskan semua pakaiannya satu persatu hanya tersisa pakaian dalam saja. Leo melihat itu meneguk salivanya kasar saat melihat pemandangan indah tubuh Gava yang hanya memakai pakaian dalam.


"Kuatkan iman hamba ya allah. Kuatkan iman hamba. Leo tahan jangan diterkam, istrimu kelelahan. Istrimu tidak menggodamu, istrimu cuman ngigo saja. Istrimu melepaskan pakaiannya karena semenjak menikah denganmu, dia terbiasa seperti ini. Sabar leo, sabar." Batin Leo berusaha menekan gairah yang ada ditubuhnya.


"Leo." Serak Gava tersenyum seperti habis bangun tidur.


"Ya, ada apa?" Tanya Leo menekan sesuatu yang ada ditubuhnya.


"Kau saja yang menghadiri pertemuan ini, aku mau istirahat." Balas Gava polos.


Leo dengan patuh mengangguk menyetujui. Wajah Leo maju dan mencium bibir Gava intens bin rakus. Leo yang tau Gava kehabisan napas melepaskan ciuman mereka sehingga melepaskan dan menghirup oksigen rakus.


"Kau kebiasaan Leo." Rajuk Gava bak anak kecil.


"Hahahaha maaf sayang." Leo terkekeh kemudian memeluk Gava.


"Sebaiknya aku ke pertemuan segera. Kau tau Amel seperti apa." Lembut Leo.


"Ya. Pergilah." Angguk Gava.


Gava merebahkan tubuhnya. Sekali lagi Leo mencium bibir Gava sekilas.


"Setelah pertemuan ini. Siap-siap saja kau yang aku makan sayang." Bisik Leo menggoda.


"Aku tunggu sayang." Bisik Gava genit dan sens**l.


Leo keluar dari kamar AG menuju ruang pertemuan. Wajah Leo kembali menjadi datar dan dingin.


Di ruang pertemuan, Lou dkk sedang menunggu Leo hampir sejam.ย 


"Sumpah ya tuan es kulkas. Lama amat, apa en*-en* dulu ya sama Gava baru kesini." Frontal Amel kesal.


"Lo gak tau aja sih sepupu ipar gue, Mel. Tiap malam tempur terus sama Gava. Bahkan ya kadang-kadang si kembar berada di kamar mereka juga tempur. Syukur gue cepat-cepat bawa si kembar agar otak polos mereka tidak diracuni." Kesal Lou keceplosan.


Lou menutup mulutnya keceplosan dengan tangan karena dia mengingat saat hari pernikahan Calis dan Vori.


"Serius lo?" Tanya Amel dan Miko tak percaya.


"Ya gue serius. Tanya aja Zafar. Itu saksi sesungguhnya." Balas Lou menunjuk Zafar seperti kambing hitam.

__ADS_1


Zafar yang di tunjuk ........


...Jangan lupa di follow terus tinggal jejak dengan tekan vote, like serta koment agar author semangat up ๐Ÿฅฐ๐Ÿ˜๐Ÿคฉ๐Ÿ˜˜...


__ADS_2