
...โ ๏ธ Warning โ ๏ธ...
...Awas berhati-hati karena typo bertebaran dimana-mana, kata-kata kasar, vulgar atau apapun tetapi author berusaha menutupinya, kalo author lupa berarti khilaf ๐คซ๐คญ๐๐...
...Jangan lupakan di akhir cerita ada aja bikin gantung dan penasaran ๐คญ๐๐ค...
...โกโกโกโกโกโกโก...
Mansion Utama RR
Pagi hari di sebuah kamar pasutri, tubuh polos Leo berada diatas tubuh polos Gava. Bibir Leo mencium bibir Gava dengan intens dan menuntut. Bibir Gava juga membalas ciuman Leo. Setelah itu bibir Leo melepaskan ciuman dan menelusuri tubuh polos Gava.
"Jangan memberi tanda di leher sayang, aku tidak ingin kekepoan putri dan putra bungsu kita." serak Gava dengan suara merdu.
Leo yang paham memberikan tanda di gunung kembar Gava bahkan salah satu tangannya asyik memijat gunung kembar itu, satu tangannya lagi asyik memijat di rumah Gava. Tubuh Gava yang di serang dititik sensitif merespon bahkan bibir Gava terus mengeluarkan suara merdu.
"Leo." Ucap Gava mengeluarkan suara merdunya.
Rumah Gava berkedut dan ingin segera pelepasan. Leo yang paham bahwa Gava sudah mencapai batas terus saja memberikan serangan dirumah Gava.
Tubuh polos Gava membusung ke atas bersamaan cairan deras keluar dari rumah Gava. Seringai Leo terbit kemudian kedua tangan Leo membuka kaki Gava lebar-lebar dan masuklah kepemilikkan Leo ke rumah Gava bersamaan suara merdu Gava. Tubuh Leo menggerakkannya perlahan agar Gava menikmatinya.
Selang beberapa menit, kepemilikkan Leo dan rumah Gava sama-sama mengeluarkan cairan. Tubuh polos Leo ambruk disebelah tubuh polos Gava.
Tok tok tok tok tok tok
"Mama !!!!" Teriakan dan ketukan pintu bertubi-tubi suara cempreng anak kecil.
"Sayang lepasin juni junimu." frontal Gava.
"Biarkan saja sayang." lembut Leo bodo amat dengan suara cempreng anak kecil.
Gava yang geram dan kesal mencubit pinggang suaminya.
"Aauu sayang jangan KDRT." ringis Leo mencabut kepemilikkannya dari rumah Gava.
"Makan tuh cubitan maut. Lepasin, putra kita sedang mencariku." Ucap Gava dengan wajah garang.
Gava bangkit dari ranjang kingsize lalu mengambil daster dan pakaian dalam. Leo memakai ****** ***** dan celana pendek lalu kembali lagi ke ranjang kingsize sambil menunggu anak kecil tadi. Gava berjalan ke arah pintu penghubung.
Ceklek
Pintu terbuka menampilkan sesosok bocah berusia 4an sedang menangis. Gava menggendong bocah itu ke kamarnya dan mendudukkan di ranjang kingsize. Leo juga mendekati bocah itu sambil mengelus pucuk kepalanya.
"Bintang, bayi kecil mama kenapa hmm?" lembut Gava.
"Mau mandi baleng papa sama mama. Papa janji kemalen mau mandi baleng." Cadel Bintang polos.
(Ket: Bintang memanggil tangtang karena sejak usia berapa tahun selalu tangtang)
__ADS_1
Gava menatap horor Leo. Leo yang ditatap hanya mengedikkan bahu acuh sambil menaikkan turun alis.
"Dasar suami mesum. Sudah tau putra bungsumu usianya 4 tahun." batin Gava kesal.
"Bagaimana mah, mau kan mandi baleng tantang dan papa." mohon Bintang puppy eyes
Gava yang gemes melihat wajah Bintang hanya menganggukkan kepalanya setuju. Bintang tersenyum gembira. Leo menyeringai saat Gava menyetujui mandi bersama.
Di dalam kamar mandi bak mandi besar dengan sabun aroma Vanilla dan jeruk nipis membuat busa-busa penuh. Bintang keasyikan dengan main bebek. Tubuh Leo bersandar dimana Gava di pangkuannya. Busa-busa sabun yang agak tebal mempermudah Leo bermain dengan tubuh Gava. Dalam hati Gava terus saja mengumpat akibat ide Leo. Gava memalingkan wajahnya saat kepemilikkan Leo sudah memasuki rumahnya.
"Kau mau apa?" Ucap Gava berusaha menahan suara merdunya.
"Kita main sebentar. Tahan suaramu." Serak Leo menggerakkan perlahan.
Gava berusaha mati-matian agar tidak mengeluarkan suara merdunya. Mata Gava terus memantau Bintang dan para bebeknya.
Selang 30 menit, Leo dan Gava mengeluarkan cairan bersamaan. Leo melepaskannya dari rumah Gava.
"Kau puas sayang." cemberut Gava berbisik.
"Ya. Adrenalin saat bersama putra kita membuatku puas." bisik Leo terkekeh.
"Lebih baik kita keluar dari kamar mandi. Aku tidak mau Bintang sakit." bisik Gava melihat wajah Bintang sedikit membiru.
Leo mengangguk kemudian mengangkat tubuh polos gempal Bintang menuju arah shower. Gava tersenyum manis saat Leo dengan telaten memandikan Bintang.
Setelah selesai, Bintang keluar dari kamar mandi dimana Anita sudah berdiri untuk membantu majikan kecilnya.
Gava bangkit dari bak mandi besar dan menuju ketempat Leo. Leo dengan mudahnya meloloskan pakaian dalam istrinya. Leo dan Gava mandi dibawah Shower.
20 menit kemudian, Leo dan Gava keluar dari kamar mandi dengan jubah mandi melekat di tubuh mereka. Gava mengambilkan pakaian suaminya dan pakaiannya.
Setelah selesai, Gava dan Leo menuju meja makan dimana di isi keluarga Lou-Grace, Zafar-Miya, Adam-Shafa, Miko-Agra, Bintang dan Gilang untuk sarapan pagi.
"Mana anak-anak?" Tanya Gava heran.
"Ckck kamu gak liat sekarang jam berapa?" Kesal Lou sambil menunjukkan Jam dinding pukul 07.00 WIB.
Gava melihat dinding dimana jam menunjukkan pukul 07.00 WIB. Gava cengengesan.
"Lama amat kalian di kamar mandi, mandi kembang ya." decak Lou kesal.
"Ya gak lah, mandi bareng sama Bintang." Ucap Gava santai.
Bbyyyurrrr Uuhhhuuukkkk
Lou dan Zafar tersedak minuman bersamaan.
"Serius kamu, mandi bareng Bintang. Kalian gak ngapa-ngapainkan?" kaget dan selidik Lou.
__ADS_1
"Selius daddy Lou, tangtang mau mandi baleng papa mama." cadel Bintang polos.
Lou menatap horor Bintang dan pasutri bergantian. Pasutri hanya mengedikkan bahunya acuh saja.
"Kak Gava sering mandi bareng bertiga?" tanya Miya penasaran.
"Gak juga." jawab Gava menggelengkan kepala.
"Kalo aja sering kak. kan kasian Bintang masih kecil." Ucap Grace menganggukkan kepalanya.
"Emang papa mama kenapa mom?" tanya Bintang kepo.
Grace bungkam akibat lupa bahwa Bintang, anak yang kepo akut seperti Ahsan, putra kembarnya. Grace menatap Gava meminta pertolongan.
"Gak apa-apa kok sayang. Yuk makan nasi gorengnya." Jawab Gava mengalihkan pembicaraan.
Bintang menganggukkan kepalanya dan memakan nasi goreng dihadapannya. Para pasutri menghela napas pasrah, mereka lupa kalo Bintang, Ahsan dan Resmi, para anak-anak kepo dan penasaran.
Setelah sarapan semuanya bangkit untuk pergi bekerja. Bintang dan Gilang ikut Gava dan Shafa ke perusahaan AG. Leo mengantarkan Gava terlebih dahulu baru dia ke perusahaannya.
...โโโโโโโ...
Perusahaan Pusat AG Corp
Di parkiran khusus perusahaan, sebuah mobil berhenti. Di dalam mobil, leo memberi nasehat kepada putra bungsunya.
"Bintang, ingat jangan buat mama khawatir atau apapun. Kalo mau pergi ajaklah Anita, Mama atau para bodyguard. Ingat kamu laki-laki harus ngelindungin mama. Papa sudah ajarin kamu seni bela diri." Nasehat Leo panjang lebar.
"Siap komandan. Tangtang akan menjaga mama sampai titik dalah penghabisan." Cadel Bintang tegas memberi hormat.
Leo dan Gava terkekeh mendengar nada tegas Bintang.
"Ma ada Om Hide." Senang Bintang.
Hide mendekati mobil Gava dan Leo. Bintang membuka pintu mobil dan melompat ke tubuh Hide. Hide yang memiliki repleks bagus menahan tubuh Bintang yang gemuk dan menggemaskan.
"Bintang." Peringat Gava sambil mengelus dadanya.
Bintang tersenyum dengan wajah polos. Leo memijit hidungnya saat melihat putra bungsunya yang tiba-tiba saja meloncat ke tubuh Hide.
"Mirip kamu sayang. Syukur jagoan coba cewek, jantung aku bisa keluar." Gumam Leo miris
"Hehehe kalo jantung kamu keluar aku tinggal cari suami baru." Goda Gava sambil mengerlingkan matanya.
Leo mendelik dan menatap tajam istrinya ini. Gava dengan tampang polos malah bodo amat. Leo membungkam bibir Gava dengan rakus.
Hide yang melihat hal itu langsung menutup mata bintang dan membawanya masuk ke perusahaan. Leo dan Gava menyudahi ciuman panas mereka.
...โกโกโกโกโกโกโกโก...
__ADS_1
...Sebagian di ubah, Panas uyy panas, Tolong jangan bertraveling ๐คญ๐ค...
...Jangan lupa di follow terus tinggal jejak dengan tekan vote, like serta koment agar author semangat up ๐ฅฐ๐๐คฉ๐...