
...โ ๏ธ Warning โ ๏ธ...
...Awas berhati-hati karena typo bertebaran dimana-mana, kata-kata kasar, vulgar atau apapun tetapi author berusaha menutupinya, kalo author lupa berarti khilaf ๐คซ๐คญ๐๐...
...Jangan lupakan di akhir cerita ada aja bikin gantung dan penasaran ๐คญ๐๐ค...
...โกโกโกโกโกโกโกโก...
Markas Pusat AZZA negara A bagian Barat.
Puluhan mobil memasuki markas tersebut. Mobil pertama ditumpangi para anak Gava-leo, mobil kedua ditumpangi keluarga Adam-Shafa dan Zafar-Miya, mobil ketiga ditumpangi pasangan Gava-Leo dan Lou-Grace.
Di mobil yang di tumpangi para anak Gava dan Leo, Resmi dan Radit tertidur pulas. Radit dan Neira berusaha membanguni dua anak beruang hibernasi.
"Res, bangun Res." Lembut Radit sambil menepuk pipi Resmi pelan.
"De Bintang, bangun de. Udah sampai." Neira juga melakukan hal yang sama di lakukan Radit ke Resmi.
Resmi maupun Bintang tetap tidak bergerak sama sekali. Radit dan Neira saling pandang kemudian sama-sama menggeleng. sedangkan Alan dan Alana mampu menghela napas pasrah.
"Resmi, Bintang kalo tidur mirip mama seperti beruang hibernasi." Batin Alan dan Alana.
"Apa yang harus kita lakukan bang Alan, Kak Alana?" Tanya Neira bingung.
"Gendonglah Nei. Kan kamu tau dua beruang kecil kalo sudah tidur seperti orang mati." Alan menghela napas pasrah.
"Maksud bang Alan nyuruh Nei angkat si gembul?" Tanya Neira syok.
Tak
Jitakan lembut di dahi Neira membuat Neira sedikit meringis.
"Bukan kamu yang gendong Bintang tapi abang." Gemas Alan membuat Neira membulatkan mulutnya dan menganggukkan kepalanya tanda paham.
"Terus si Resmi siapa yang gendong Lan, gue." Tanya dan tunjuk Alana ke dirinya sendiri.
"Bibi Anita aja. Kalo lo takutnya jatuh Na, gue gak mau ya Resmi atau Lo berakhir di ranjang pesakitan." Tolak Alan saat mengingat Resmi di gendong Alana.
Alana terkekeh saat mengingat dirinya dan Resmi berjalan di areakolam renang di belakang mansion RR, tiba-tiba saja Alana terpeleset sambil menarik tubuh Resmi sehingga Alana dan Resmi tercebur ke kolam renang. Hal hasil membuat satu mansion gempar. Gava dan Leo yang berada di negara B dalam hal bisnis membatalkan semua proyek demi Resmi dan Alana.
Anita mengangkat tubuh Neira yang tertidur bahkan Neira dengan pulasnya dan tak terganggu sama sekali.
Berbeda di mobil yang di tumpangi pasangan Gava-Leo dan Grace-Lou. Wajah Grace kentara sekali kelelahan saat melayani Lou dengan beringasnya selama 2 jam tanpa istirahat. Wajah Lou malah berseri-seri saat mendapat jackpot.
Pasangan Gava-Leo malah sebaliknya. Sedari tadi Leo terus saja berusaha membangunkan ibu beruang hibernasi tetapi tidak mendapat respon dari Gava.
"Baby, bangun" lembut Leo menepuk pipi Gava pelan.
__ADS_1
"Angkat aja Leo. Gue yakin nih emak masih kelelahan, liat aja wajahnya yang damai dan tenang saat tertidur." Saran Lou saat melihat wajah damai Gava bak bayi.
Leo mengikuti saran Lou. Ben membuka pintu samping, tubuh Leo turun kemudian mengangkat tubuh Gava ala bridal style.
Leo melihat Resmi dan Bintang terlelap di gendongan hanya menghela napas.
"Gak kamu, Resmi, Bintang kalo sudah tidur seperti beruang hibernasi." Batin Leo menghela napas.
Anak buah Azza tercekat saat melihat tubuh Gava ada bermandikan darah. Wajah Amel dan Miko kaget serta syok.
"Tuan Leo apa perlu saya siapkan ruang pengobatan. Saya takut dan cemas dengan nona Gava." Cemas Miko saat melihat tubuh Gava bermandikan darah.
"Tidak perlu. Istriku tidak terluka. Ini hanya darah musuh saja." Geleng Leo datar.
"Mau mama." Igau Bintang dengan mata terpejam.
"Bawa Bintang ke kamar yang biasa kalian gunakan berenam. Tidurlah dikamar itu." Ucap Leo lembut.
"Kalo kalian mau ke kamar papa mama datanglah." Lanjut leo memasuki markas dengan aura ke pemimpinannya.
Alan menganggukkan kepalanya. Kemudian dia memasang wajah datar dan dingin saat memasuki markas AZZA.
...โโโโโโโโ...
Kamar Gava dan Leo, Markas AZZA
"Dimana?" Serak Gava memegang tangan Leo.
"Di markas." Balas Leo lembut.
"Anak-anak?" Tanya Gava berusaha bangun.
"Di kamar My Ramos." Balas Leo membuka seluruh pakaian Gava tanpa sisa.
Gava menganggukkkan kepala saja. Leo meneguk saliva kasar saat tubuh polos Gava yang seksi.
"Ada apa?" Tanya Gava polos.
"Tidak. Ayok, aku antar kau ke kamar mandi." Geleng Leo dan ingin mengangkat Gava ala bridal style.
Gava menahan tubuhnya agar tidak diangkat Leo.
"Kenapa?"
"Pakaianmu masih lengkap. Aku ingin kita mandi bersama." Manja Gava.
"Baiklah." Lembut Leo seolah mendapat jackpot.
__ADS_1
Leo melepaskan pakaiannya hanya tersisa celana pantai.
"Kau curang. Masa aku polos kamu tidak." Rajuk Gava cemberut.
"Hahaha iya iya." Tawa Leo melepaskan celana pantainya.
"Astaga, gede juga. Gantung lagi. Kalo diri pasti tambah gede dan enak." Batin Gava saat melihat j****r Leo.
"Kau lihat apa baby." Sahut Leo membuyarkan lamunan Gava.
Gava tergagap kemudian tersenyum. Gava merentangkan tangannya ingin di gendong ala koala. Leo menerima dengan senang hati.
"Kalo mode manja gini, kau sangat menggemaskan baby. Coba kalo mode jahil dan semacamnya, ingin sekali ku buang ke sungai amazone." Batin Leo menggendong tubuh Gava ala koala.
Di kamar mandi, Gava di dudukkan di toilet. Leo menyalakan air hangat di bak mandi dan menuangkan sabun rasa vanilla.
Setelah beberapa menit menunggu, leo mengangkat tubuh Gava ala bridal style dan sama-sama memasuki bak mandi untuk berendam.
Tubuh Leo bersandar di bak mandi berbeda dengan Gava bersandar di tubuh Leo.
"Tangannya yo." Peringat Gava saat salah satu tangan Leo menekan salah satu gunung kembar.
"Siapa suruh mandi bareng." Acuh Leo terus saja bermain di gunung kembar favoritnya.
"Aku capek ingin istirahat." Rengek Gava manja.
"Istirahatlah. Bentar ya. Agar kau bisa istirahat." Acuh Leo kemudian menekan salah satu tombol di remote.
Seketika kamar mandi berubah lebih luas dan bak mandi seperti kamar tidur. Tubuh Gava terduduk dan menekan j****r Leo. Leo menahan mati-matian agar tidak terbakar nafsu. Mata Gava terbelalak dengan nuansa kamar mandi yang berbeda. (Imajinasi sendirilah ๐)
"Kita tidur disini. Di air hangat dengan bak mandi seperti kasur." Sahut Gava tak percaya sambil menatap lekat Leo.
"Ya. Tenang kita gak akan masuk angin sayang." Lembut Leo.
"Terima kasih sayang." Gava memeluk dan mencium bibir Leo.
Namanya juga Leo kalo sudah di goda Gava, langsung saja melahap bibir Gava. Ciuman panas dan hot terjadi bahkan tubuh Gava di angkat oleh Leo dimana j****rnya siap tempur.
"J****r Leo masuk rumah gue. Aduh, posisinya malah seperti ini lagi. Makin dalem lagi. Syukur gue pake alat pencegah kehamilan. Jadi kalo Leo mengeluarkan kecebongnya gak akan jadi adonan." Batin Gava sambil menggerakkan tubuhnya atas bawah.
Gava dan Leo malah berolahraga akibat Leo gak tahan melihat tubuh Gava yang montok dan menggoda.
...โกโกโกโกโกโกโกโก...
...Adegan terakhir ya allah,, Maafkan diriku yang tiba-tiba saja terketik ๐คญ๐คญ segini dulu,, tunggu beberapa hari lagi ๐๐...
...Jangan lupa di follow terus tinggal jejak dengan tekan vote, like dan koment agar author semangat up ๐ฅฐ๐๐คฉ๐...
__ADS_1