Hot Young Mom And King Mafia (S1 Dan S2)

Hot Young Mom And King Mafia (S1 Dan S2)
[S2] Page 29


__ADS_3

...⚠️ Warning ⚠️...


...Awas berhati-hati karena typo bertebaran dimana-mana, kata-kata kasar, vulgar atau apapun tetapi author berusaha menutupinya, kalo author lupa berarti khilaf 🤫🤭😚😘...


...Jangan lupakan di akhir cerita ada aja bikin gantung dan penasaran 🤭😌🤗...


...♨️♨️♨️♨️♨️♨️...


"Siapa di antara kita yang akan datang ke kantor mama?" Tanya Radith kedua adiknya, Resmi dan Neira.


"Resmi, bang." Ucap Resmi tersenyum manis.


"Neira aja, bang. Neira belum pernah main loh." Cemberut Neira polos menampilkan pipi chubby yang mengembung.


Resmi dan Radith seketika tersenyum tipis dan terkekeh bersamaan melihat raut wajah Neira yang menggemaskan.


"Nei, ini giliran kak Res ya. Nanti aja ada kok saatnya Nei akan bermain." Ucap Resmi lembut.


"Yah,, kok gitu sih. Bang Dith sama Kak Res gak asyik." Kesal Neira dengan cemberut.


Sekali lagi Resmi, Radith, Amzar, Ahsan, Alfa, Noe, Intan dan Akbar tersenyum dan terkekeh.


"Jadi siapa nih yang akan kesana, Radith apa Resmi?" Tanya Intan bingung sambil menatap si kembar bergantian.


"Aku." Balas Resmi tersenyum manis.


"Ya udah, berangkatlah ke kantor aunty Gava. Kasian uncle Adam dan aunty Shafa yang sudah menunggu." Ucap Intan memakan makanannya.


"Wokey,,, aku pergi dulu ya. Bang Dith, jagain nih anak satu supaya gak hilang. Kan gawat kalo hilang bisa-bisa mansion rusuh dan tak tenang." Resmi bangkit dari tempat duduk sambil menasehati saudaranya terutama Neira.


Neira yang di tatap Resmi menampilkan wajah kesal dan cemberut. Radith mengangguk dan tersenyum tipis saat ucapan Resmi seakan-akan tau apa yang dilakukan adik perempuannya yang lain.


"Ayok paman Kin. Kita berangkat, Resmi kasian sama papi Adam dan Mami Shafa, pasti lagi kerepotan." Sahut Resmi.


"Mari nona muda. Saya permisi tuan muda, nona muda kecil." Kin menganggukkan kepalanya tanda mengerti lalu ke arah Radith dan Neira.


...🌌🌌🌌🌌🌌🌌🌌🌌...


Author flashback sekilas terlebih dahulu, bagaimana Lou dengan seenak jidat menyuruh anak-anak Gava dan Leo untuk menghadiri rapat padahal usia mereka masih terbilang muda dan anak-anak, yuk di cek beberapa bulan yang lalu :


Villa AL (Ayya-Leo) bagian Utara


Leo dan Gava sedang berbulan madu dan liburan selama seminggu tanpa gangguan anak-anak mereka. Villa AL benar-benar kosong karena Leo hanya ingin berdua dengan Gava. Para pelayan dan pengawal pun hanya dibolehkan masuk apabila panggilan interkom dari Gava atau Leo.


Sejak pertama memasuki Villa AL, Leo dan Gava hanya memakai pakaian dalam. Leo melarang Gava memakai apapun agar Leo bisa puas untuk menggempur Gava habis-habisan.

__ADS_1


Bahkan ada selama 2 hari 2 malam, Leo tanpa ampun mengempur Gava sampai Gava tidak bisa jalan selama seminggu membuat Leo tersenyum puas dan Gava mendengus kesal sekaligus bermanja ria.


Suasana Villa AL selama seminggu hanya di iringi desahan, canda tawa, keceriaan dan kehangatan berbeda dengan suasana Perusahaan Ramos corp dilanda kericuhan dan keribetan karena salah satu perusahaan yang bekerja sama ingin bertemu langsung dengan Leo.


Di ruang asisten, lebih tepatnya sebuah kamar Zafar, selaku orang kepercayaan Leo berusaha menghubungi Leo melalui ponsel tetapi tidak aktif sama sekali.


"Astaga,,, di saat seperti ini kemana tuan Leo?! Kok susah sekali dihubungi?! Apa tuan Leo dan nona Ayya lagi ehem-ehem ya?!" Ucap Zafar dengan tubuh hanya terbalut celana pantai sambil mondar mandir bak cacing kepanasan dengan menampilkan wajah cemas, bingung dan heran.


"Sayang, bisakah kau duduk? Kalo kau mondar mandir yang ada tidak ada solusi." Tegur Miya memutar bola matanya malas.


Zafar mengikuti saran istrinya saat ini. Dia duduk sambil memangku istrinya yang masih berbalut selimut tebal. Kepala Zafar berada di pundak kanan istrinya, kedua tangannya sudah bermain di salah satu gunung kembar istrinya yang masih berbalut selimut tebal.


"Apa yang harus aku lakukan sayang? Kata kepala pengawal, ponsel tuan Leo dan nona Ayya ada pada mereka. Mereka hanya menggunakan interkom." seraknya lesu sambil memainkan gunung kembar favoritnya.


"Coba kamu tanyakan pada kak Lou, pasti kak Lou punya solusinya." Ucap miya mendesah saat Zafar terus sama bermain gunung kembarnya.


Zafar yang mendengar ucapan istrinya langsung berbinar. Dia mengambil ponselnya lalu menelpon Lou dengan meloudspeaker.


"Halo, Far. Ada apa?" Suara desahan bersahutan menandakan sang empu lagi ehem-ehem.


"astaga, saya sepertinya salah menghubungi tuan Lou saat ini." batin Zafar terbelalak.


Miya juga mendengarkan suara desahan seberang ponsel tetapi dia harus sadar kemudian menepuk pundak Zafar agar mau menjawab pertanyaan Lou.


"Buat apa gue datang kesana, kan ada lo yang ngehandle selama Leo dan Gava berbulan madu."


"Perusahaan itu selalu saja mengganggu tuan Leo. Sekarang saat ini ceonya seenak jidat ingin bertemu dengan tuan Leo."


"Lo aja yang nemuin perusahaan itu. Atau gak suruh anak-anak Gava dan Leo yang datang ke kantor."


"Buat apa tuan muda dan nona muda datang ke kantor?"


"Coba aja suruh mereka datang, mereka akan paham masalah ini. Gue yakin perusahaan itu gak akan bisa lagi seenak jidat mau bertemu Leo. Lagipula kerjaan penting Leo sudah selesai."


"Baiklah. Saya akan mencobanya."


Tut


Telepon di matikan secara sepihak oleh Lou. Zafar menatap Miya dengan penuh senyuman.


"Sebaiknya kita segera menghubungi mansion?"


"Iya sayang."


Miya menganggukkan kepalanya mengikuti apa yang dikatakan Lou. Zafar menghubungi mansion Utama RR dimana Radith, si sulung yang akan datang ke kantor bersama Ben dan Ryker.

__ADS_1


Radith juga berpesan kalo Zafar dan Miya berada di belakang layar saja dan jangan menganggu acara bermainnya. Zafar dengan senang hati sedangkan Miya mendengus saat mendengarkan hal itu.


Beberapa menit kemudian Radith, Ben dan Ryker berada di perusahaan Leo. Asisten Zafar menyambut mereka dan membawa mereka ketempat rapat. Zafar dan Miya jangan ditanya lagi ehem-ehem di kamar pribadi ruang asisten.


Di ruang rapat, wajah Radith benar-benar datar dan dingin sedangkan perusahaan itu ternyata ceonya seorang wanita seperti jalang.


"Apa-apaan ini?! Kenapa rapat ini di pimpin anak kecil?!" Marah wanita jalang itu tak terima.


Radith mengangkat salah satu alisnya saat wanita jalang itu marah dan tak terima. Kedua tangannya berada di dada, duduk Radith layaknya seorang bos besar.


"Kenapa?! Masalah buat tante?! Saya kesini juga karena tante dengan seenak jidat ingin bertemu papa saya?! tante tau bahasa manusia gak?! Kalo papa saya sedang berada di luar kota ada kepentingan yang sedang tidak bisa ditinggalkan?! Lagipula meeting penting pun sudah diselesaikan oleh papa saya." Frontal Radith dengan nada ketus dan acuh.


"Eh bocah kecil?! Kamu tau apa tentang perusahaan, sebaiknya kamu dirumah sambil minum susu lalu tidur siang." bentak dan ejek wanita jalang itu.


"Ckckck .... buang-buang waktu saya saja saat ini. Saya walaupun masih kecil dan anak-anak, papa dan mama saya selalu membawa saya dan adik-adik saya ke perusahaan bahkan saya dan adik-adik saya membantu papa dan mama di perusahaan. Daripada tante sendiri, menggoda papa saya apalagi perusahaan tante bisa saja saya hancurkan detik ini juga." Ejek Radith tanpa takut sama sekali.


Wanita jalang itu geram dan tak terima. Dia bangkit dan ingin menyerang Radith. Tetapi Radith dengan sigap mengeluarkan pistol di balik saku jaketnya.


Dor


Peluru menembus kaki sebelah kiri wanita jalang itu membuatnya histeris kesakitan.


"Syukur kaki, coba saya arahkan ke jantung tante. Mati tante di tempat." Dingin Radith dengan sorot mata tajam.


Ryker dan Ben memukul asisten wanita jalang itu sampai pingsan.


"Ben, urus tante jalang itu bawa ke markas. Ryker, hancurkan perusahaan tante jalang itu.. Saya tidak mau ada namanya parasit." Titah Radith menyimpan pistolnya di dalam saku jaketnya.


Ben dan Ryker mengangguk dan melaksanakan perintah Radith. Radith melangkah keluar dari ruang meeting dengan wajah santai, datar dan dingin.


Segitu saja ya flashbacknya 🤭🤭


Baru Si Radith, bocah usia 10an sudah bisa menyelesaikan di perusahaan papanya 😌😌


Belum lagi Resmi, Neira dan Bintang 😂😂


Satu keluarga gak ada yang normal 😌


...🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉...


...Akhirnya selesai 😚😚 Edisi malam minggu 😁😁...


...Sampai ketemu hari Senin yang akan datang 😊...


...Jangan lupa tekan Favorit dan Follow, terus tinggalkan jejak dengan tekan vote ❤❤❤, like 👍👍👍 dan komentar 💬💬💬 agar author semangat update 🥰😍🤩😘...

__ADS_1


__ADS_2