Hot Young Mom And King Mafia (S1 Dan S2)

Hot Young Mom And King Mafia (S1 Dan S2)
[S2] Page 69


__ADS_3

...⚠️ Warning ⚠️...


...Awas berhati-hati karena typo bertebaran dimana-mana, kata-kata kasar, vulgar atau apapun tetapi author berusaha menutupinya, kalo author lupa berarti khilaf 🤫🤭😚😘...


...Jangan lupakan di akhir cerita ada aja bikin gantung dan penasaran 🤭😌🤗...


...🎥🎥🎥🎥🎥🎥🎥...


Mansion Utama RR


Di ruang keluarga, pasangan Lou-Grace bersama Radith, Resmi, dan Noe sedang menunggu kehadiran 3 pasangan orang tua.


"Radith. Resmi."


"Noe."


Sahut dua orang wanita berusia 31an memanggil anak-anaknya memasuki ruang keluarga diikuti dua orang pria tampan dibelakang. Jangan lupakan pasangan lain juga mengikuti dari belakang.


"Mama."


"Ibu."


Jawab Radith, Resmi dan Noe bersamaan saat mendengar suara lembut yang menenangkan mereka.


Radith, Resmi dan Noe bangkit dari sofa dan berlari kearah Gava dan Miko yang baru saja tiba. Gava dan Miko menyambut anak-anak mereka.


"Kalian tidak apa-apa twin?" tanya Gava memeriksa tubuh si kembar.


Twin R menganggukkan kepalanya. Samahalnya Agra dan Miko memeriksa tubuh Noe.


"Kak." panggil Grace lirih sambil terisak.


Gava melepaskan pelukan kedua anaknya, Leo memeluk kedua anaknya yang lain. Gava berjalan ke arah Grace. Tubuh Gava duduk di sofa dan memeluk Grace.


"Jangan nangis Grace. Kita akan menemukan anak-anak secepatnya." Ucap Gava berusaha menenangkan Grace yang menangis dipelukannya.


Gava menatap wajah Lou yang sedang cemas dan khawatir dengan keadaan anak-anak. Agra mengelus pundak Lou.


"Ada yang bisa menjelaskan ke kami, bagaimana kejadian sebenarnya? Kenapa para anak-anak bisa diculik bahkan tuan Edward bisa masuk rumah sakit? Bukannya pengawasan sangat ketat dan susah ditembus." tanya Gava dingin seperti meminta penjelasan kepada bawahannya.


"Saya akan menjelaskannya nyonya muda." Ucap penjaga gerbang utama dengan wajah diperban.


Flashback on


Pagi hari sekitar pukul 9 pagi, penjaga gerbang utama melihat sebuah mobil keluarga diisi keempat anak kecil bersama dua orang dewasa dengan pakaian santai dan salah satu maid.


"Tuan muda, nona muda kecil. Kalian mau kemana?" tanya kepala penjaga gerbang ramah dan sopan.


"Jalan-jalan paman." Jawab Ahsan ceria.


"Kemana? Biar paman menghubungi kepala pengawal utama agar diberi beberapa pengawalan?" tanya kepala penjaga gerbang utama.


"Ke taman dekat gerbang aja. Iya, paman. Silahkan hubungi beberapa pengawal." Balas Neira lalu menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


Kepala penjaga gerbang menyuruh beberapa bawahanya untuk berjaga di sekitar mobil. Belum beberapa menit, kepala penjaga utama ingin masuk pos 5 buah mobil asing berhenti di depan gerbang utama lalu orang-orang berbaju hitam keluar dari dalam mobil sekitar 50 orang dengan senjata lengkap menembak beberapa penjaga.


"Kalian tetap berada disini. Maid Meli tolong jaga anak-anak." Perintah Edward mengambil dua pistol dan satu pedang lalu menekan tombol merah di dashboard mobil.


Di mansion Utama tepatnya di ruangan kontrol alarm tanda bahaya berbunyi. Salah satu manusia robot melihat tanda bahaya itu langsung membulatkan matanya.


"Para tuan muda dan nona muda kecil dalam bahaya. Kalian cepatlah ke gerbang utama." teriak salah satu manusia robot memberi perintah.


Sementara di gerbang utama, Edward bertarung dengan beberapa orang asing. Bahkan kepala penjaga gerbang utama dan para bawahannya juga ikut bertarung.


Mereka tidak sadar bahwa ada sekitar 10 orang mendekati mobil para anak-anak dan Meli.


Prang


"Mama !!! mommy !!! mami !!!"


Teriak para anak-anak bersamaan.


Para anak-anak melawan 10 orang asing itu tetapi karena tubuh mereka masih anak-anak dan ke 10 orang asing itu sudah terlatih dengan gampangnya meringkus para anak-anak bahkan di bius dengan suntikan membuat para anak-anak pingsan.


Maid Meli sudah di bius terlebih dahulu karena tidak bisa bela diri. Edward mendengar teriakan tersebut konsentrasinya buyar dan melihat situasi para anak-anak yang awalnya melawan akhirnya di ringkus juga.


Edward tidak melihat situasi bahwa salah satu orang asing mendekatinya langsung menikam Edward secara brutal dan sadis.


Darah segar keluar dari mulut Edward. Sebelum hilang kesadaran, Edward melihat seringai Meli ke arahnya dimana dirinya pura-pura ditawan. Para anak-anak diseret secara paksa oleh para orang asing itu.


Flashback OFF


Mendengar cerita para penjaga membuat Gava dan yang lain geram mendengarnya. Leo mengepalkan tangannya bahkan aura dingin dan intimidasi sangat mendominasi.


Leo juga menggenggam tangan istrinya. Di dalam hati, Leo benar-benar terluka :


"Maafkan papa dan mama, baby girl. Papa dan mama akan menunggumu menyelesaikan takdirmu terlebih dahulu."


"Maafkan mama, baby. Maafkan mama. Kamu harus bertahan baby girl. Mama, papa dan saudara-saudaramu akan membantumu dari jauh. Ya Allah, bisahkan pertemukan aku dan putri kecilku sebelum menjalani takdirnya terlebih dahulu." batin Gava menangis dan berdoa.


Dddrrrtttt


Dering ponsel Gava berbunyi tertulis Shafa sedang menghubunginya. Gava menekan tombol hijau.


"Halo Shaf, bagaimana keadaan disana?" serak Gava lirih menahan tangis.


"Tuan Edward tidak terselamatkan Kak Gava." isak Shafa diseberang ponsel.


"Apa?! Bagaimana mungkin?!" teriak Gava lirih sambil menggenggam tangan Leo.


"Racun dan penusukan yang berada ditubuh tuan Edward mengakibatkan Hati dan ginjalnya rusak parah."


"Terus bagaimana dengan menantuku?"


"Nona muda Sekar, histeris dan sekarang pingsan."


"Bawa jenazah tuan Edward kemari." lirih Gava.

__ADS_1


"Baik, kak Gava."


Belum sempat mematikan ponsel. Salah satu pengawal Mansion Utama RR mendekati ruang keluarga.


"Ada apa?"


"Nyonya Fira dan tuan Dewa mengalami kecelakaan mobil saat menuju kemari. Nyawa nyonya Fira dan tuan Dewa tidak tertolong lagi." jelas pengawal itu menunduk.


Wajah Leo terbelalak bahkan kosong sama halnya wajah Gava dan tubuhnya luruh ke lantai mendengar 2 orang penting dalam hidupnya meregang nyawa.


"Kenapa?" singkat Leo dingin.


"Mobil tuan Dewa dan nyonya Fira di sabotase." jelas pengawal sekali lagi.


"Kak Gava, kak Gava." panggil Shafa diseberang ponsel.


"Nona Shafa, tunggulah jenazah bunda Fira dan tuan Dewa agar bisa di urus pihak rumah sakit. Sampaikan hal ini ke tuan Adam dan para tuan muda serta nona muda." titah Agra serak dan lirih.


Agra mematikan ponsel secara sepihak. Miko memeluk Gava dengan erat dimana Gava sudah menangis dalam diam dan tidak mengeluarkan suara hanya tubuhnya saja bergetar. Samahalnya Leo, menundukkan kepala dan kedua tangannya menggenggam erat menandakan kesedihan mendalam.


"Gava." panggil Amel yang baru saja tiba bersama-sama dengan keluarganya dan keluarga Vori.


Amel dan Calis mendekati tubuh Gava di pelukan Miko, Miko menyerahkan tubuh Gava ke Amel. Amel memeluk Gava menyalurkan ketenangan. Calis terus mengusap punggung Gava.


Intan memeluk Resmi sahabatnya yang sudah menangis sama halnya Akbar memeluk Radith. Si kembar R begitu terpukul mendengar penculikan adiknya, meninggalnya kakek dan nenek mereka serta paman Edward.


"Tuan besar, nyonya besar." sahut kepala maid tergesa-gesa.


"Ada apa?" tanya Miko mewakili.


"Tuan Drixson dan nyonya Drixson dikabar meninggal di rumah tamu dalam keadaan makanan di racun." Ucap kepala maid menunduk.


Dddduuuaaarrr


Para orang tua dan para anak-anak membeku seketika mendengar kakek dan nenek Sekar meninggal dihari yang sama dengan daddy Sekar.


"Apa sudah diperiksa?" tanya Calis.


"Iya, nyonya Calis. Tuan Drixson dan nyonya Drixson meninggal akibat keracunan makanan." Ucap kepala maid membenarkan.


"Gav." panggil Amel.


Amel tidak merasakan bahwa ada pergerakan di tubuh Gava.


"Tuan Leo, Gava pingsan." Ucap Amel menepuk punggung Gava.


Semua orang kaget saat Gava tidak sadarkan diri. Leo bangkit dari kursinya dan mengangkat tubuh Gava ala bridal style diikuti Radith dan Resmi.


...🎞🎞🎞🎞🎞🎞🎞...


...Author tiba-tiba ingat kelanjutan novel ini ketimbang novel sebelah 🤣...


...Sampai Ketemu Lusa 😘😘...

__ADS_1


...Jangan lupa tekan Rate, Favorit dan Follow, terus tinggalkan jejak dengan tekan vote ❤❤, like 👍👍 dan komentar 💬💬...


__ADS_2