Hot Young Mom And King Mafia (S1 Dan S2)

Hot Young Mom And King Mafia (S1 Dan S2)
Chapter 30


__ADS_3

...โš ๏ธ Warning โš ๏ธ...


...Awas berhati-hati karena typo bertebaran dimana-mana, kata-kata kasar, vulgar atau apapun tetapi author berusaha menutupinya, kalo author lupa berarti khilaf ๐Ÿคซ๐Ÿคญ๐Ÿ˜š๐Ÿ˜˜...


...Jangan lupakan di akhir cerita ada aja bikin gantung dan penasaran ๐Ÿคญ๐Ÿ˜Œ๐Ÿค—...


...โ™กโ™กโ™กโ™กโ™กโ™กโ™ก...


"Gak papa. Ohya kata Zafar kau punya kejutan untukku?" Tanya Gava ceria dan polos.


"Ini." Balas Leo menyerahkan sebuah berkas ketangan Gava.


Gava membuka berkas itu demgan pandangan tak percaya kemudian: "Kau serius membangun mansion ini. Mansion ini sangat luas dan besar bahkan 3 kali lipat dari mansion Ramos dan mansion ku."


"Iya, aku serius. Mansion itu akan ditinggali keluarga kita dengan keluarga mereka." lembut Leo sambil menatap para pasangan lain.


"Terima kasih." Ucap Gava dengan mata berkaca-kaca.


"Lo kenapa Gav?" Tanya Amel penasaran.


"Daripada lo nanya, lebih baik lo lihat deh." Sahut Gava menyerahkan semua foto ditangannya.


Foto-foto yang di lihat Gava di letakkan diatas meja, sehingga Amel, King, Miko dan Agra mengambil foto tersebut.


"Mansion siapa?" Tanya King takjub.


"Mansion gue dan Leo."


"Hah?! Gak salah nih?! Mansionnya besar, luas bahkan megah banget?" Tanya mereka kaget dan takjub.


"Gak salah sama sekali. Malahan leo nyuruh kalian tinggal dimansion itu." Jawab Gava mengelus pucuk kepala Leo yang manja AKUT.


"Mami setuju." Sahut wanita paruh baya itu.


Gava dkk terkejut sambil mengelus dada.


"Mi, kalo datang kasih salam atau apa kek."


"Iya nih tante Fira, jantung Amel hampir copot."

__ADS_1


Protes Gava dan Amel dengan nada lembut.


"Hehehe maafkan mami sayang." Cengenges Fira. "kalian semua kecuali kamu, Gava. Mulai hari ini, saat ini, hari ini, jam ini, menit ini, detik ini kalian semua memanggil tante Fira dengan sebutan bunda Fira. Terus panggil om Dewa itu ayah Dewa." Lanjut Fira lembut kemudian duduk dikursi kosong.


"Kami mengerti bunda." Sahut mereka senang kecuali Calis dan Gava.


"Terus Gava juga manggil mami, bunda gitu?" Tanya Gava LOLA.


Fira dan Dewa saling pandang. Leo bangkit dari tempat duduk kemudian memalingkan tubuh Gava ke arahnya.


"Baby, tadi kan kamu dikecualikan kalo kamu manggi mami bukan bunda. Karenakan kamu istri aku nanti."Jelas Leo lembut dan gemes.


Gava mengangguk tanda mengerti dengan bibir mengerucut. Amel menatap miris melihat pasangan Leo dan Gava.


"Ketika LOLA Gava kambuh dan tidak tau situasi kondisi gimana ya. Leo, lo harus stok kesabaran kalo istri lo nanti LOLA saat tidak nentu." Batin Amel berdoa.


King melihat Amel yang melamun menatap pasangan Gava dan Leo.


"Ada apa sayang?" Bisik King sambil menyadarkan lamunan Amel.


"Hah, ehh. Aku hanya miris saja sayang melihat Leo nanti jadi suami Gava. Aku takut kalo keLOLAan Gava yang tak tau situasi kondisi akan membuat Leo frustasi." Bisik Amel sadar dari lamunannya.


King dan Agra pernah merasakan sikap LOLA Gava yang tidak ingat tempat membuat mereka frustasi dan menyetok kesabaran baik fisik maupun mental.


"Kenapa harus kak Gava yang manggil tante Fira, mami. Apa Kak Gava anak mami?" Tanya Calis amat polos dan LOLA.


Semua disana juga menepuk jidat, dua orang LOLA bersamaan dan tak ingat situasi kondisi membuat mereka yang disana ingin menangis bahkan Fira hanya menatap Gava dan Calis bergantian dengan pandangan tak bisa digambarkan.


"Calis." Panggil Miko.


Calis menoleh ke Miko dengan pandangan 'ada apa'.


"Bunda Fira menganggap kita anaknya karena kita tinggal bersama di mansion baru nanti. Kalo nona Gava pengecualian, nona Gava kan istri tuan Leo, maka nona Gava harus memanggil mami bukan bunda." Jelas Miko lembut.


Calis akhirnya paham karena penjelasan Miko yang mudah di mengerti. Beberapa menit kemudian, 3 orang baru saja masuk mansion menuju ruang keluarga. Mereka senang karena dua orang pemuda yang ditunggu sudah datang.


Calis melihat calon suaminya langsung berdiri dan berlari mendekap calon suaminya yaitu Vori. Jangan ditanya bagaimana perasaan Vori saat ini rindu, nyaman, senang dan lega bersamaan karena Calis menyambutnya.


Gava tentu saja berlari ke arah Lou. Gava memeluk erat Lou seakan Lou sudah lama pergi padahal cuman 5 hari doang. Gava melihat seorang gadis dan matanya melotot.

__ADS_1


"Grace/kak Gava." Teriak Gava dan Grace bersamaan membuat Lou menutupi telinganya dengan erat.


"Kalian kalo teriak ingat tempat dong. Gue berada ditengah kalian, seenak jidat kalian teriak." Oceh Lou.


Gava menggeser tubuh Lou sehingga Lou tergeser cukup jauh. Grace dan Gava malah berpelukan.


"Kok bisa sama sepupu gue? Lo gak diapa-apain dia kan? Terus lo masih SEGELKan?" Pertanyaan beruntun dan absurd Gava.


"Takdir kali kak. Gak, dia baik kok cuman mulutnya aja yang lemes. Masihlah, nunggu gue SAH dulu kak." Jawab Grace panjang lebar.


Amel dkk dari ruang keluarga hanya melongo mendengar dua gadis cerewet dan pecicilan asyik bercengkrama layaknya saudara yang terpisah.


"bukannya tadi gue tanya panjang lebar nih bocil gak bisa jawab?! lah ini bisa jawab pertanyaan sepupu gue?" batin Lou heran.


"Calon istri gue ajaib ya Allah." Batin Leo menatap penuh cinta Gava.


"Kenapa dia sangat dekat dengan kak Gava?! Calis saja sudah hampir disini beberapa bulan masih agak canggung dengan kak Gava?! gadis ini baru pertama kali malah langsung dekat dengan kak Gava." Batin Calis sendu menatap Grace dan Gava bergantian.


Vori hanya mengelus punggung Calis. Calis menatap Vori dengan tersenyum tulus.


"Gadis ini sepertinya mengenal kak Gava sebelum Calis." Batin Vori.


"Kayanya kakak lupa deh ngenalin lo ke mereka semua." Sahut Gava menyadarkan semua yang ada disana.


"Semuanya kenalin ini Grace Sofiya, panggil aja Grace, dia adalah adik angkat Kak Adam." Sahut Gava.


Fira, Dewa, King dan Agra hanya mengangguk. Leo memasang wajah flat seperti biasa. Zafar, Amel, Miko, Lou, Vori dan Calis bergantian menatap Grace dan Adam. Yang ditatap hanya lempeng gitu kaya mayat hidup. Ryker malah mengedikkan bahu.


"Kalian ngapain liatin Grace dan Adam bergantian gitu. Kalo penasaran tanya aja sama orangnya." Sahut Gava santai menuju kursi di ruang keluarga.


Mereka mengikuti Gava dari belakang ke ruang keluarga untuk interogasi Grace dan Adam.


Setelah mereka duduk pandangan curiga dan bertanya-tanya menyambut Grace. Kalo Adam dia hanya lempeng saja berasa gak ada beban gitu.


"Sumpah ya kak Gava. Gue harus jawab apa ini. Ka Adam bantuin gue." Batin Grace khawatir.


"Selamat berpusing ria, Grace. Lo akan di interogasi habis-habisan. Hahahaha...... mana mau gue membongkar identitas rahasia gue sebenarnya ke mereka. Belum saatnya mereka tau, little." Batin Gava bersorak.


...๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€...

__ADS_1


...Jangan lupa di follow terus tinggal jejak dengan tekan vote, like serta koment agar author semangat up ๐Ÿฅฐ๐Ÿ˜๐Ÿคฉ๐Ÿ˜˜...


__ADS_2