
...⚠️ Warning ⚠️...
...Awas berhati-hati karena typo bertebaran dimana-mana, kata-kata kasar, vulgar atau apapun tetapi author berusaha menutupinya, kalo author lupa berarti khilaf 🤫🤭😚😘...
...Jangan lupakan di akhir cerita ada aja bikin gantung dan penasaran 🤭😌🤗...
...🎥🎥🎥🎥🎥🎥🎥...
Selamat Hari Libur Semua ,, gak kerasa hari ini hari minggu besok hari senin lagi ☺☺
Sebelum memasuki dan mengamankan Gedung Tua arah Selatan Negara A terjadi pertempuran selama hampir 3 jam antara Organisasi AZZA melawan anak buah Mafia Shadow. Berbagai suara tembakan, ledakan boom dan pedang terus saja terdengar bersahut-sahutan.
Akhirnya, organisasi AZZA yang dipimpin Adam dan Zafar berhasil mengalahkan anak buah mafia Shadow berjumlah ratusan orang bahkan mengamankan gedung tua tersebut. Anak buah mafia Shadow semuanya tewas tak tersisa dengan tubuh yang tidak bisa dideskripsikan. Sedangkan organisasi AZZA hanya terluka ringan saja.
"Gedung."
"Aman."
"Anak-anak."
Kode Adam, Shafa dan Pangeran Ello datar.
"Ikut aku." Singkat Vori datar.
Vori memahami kode tersebut lalu bergegas masuk ke gedung tua di ikuti Zafar, Miya, Lou, Amel dan King beserta beberapa anak buah Organisasi AZZA.
Di luar gedung tua Adam, Shafa, Pangeran Ello, Miko dan Agra tidak memasuki gedung tua karena menunggu kemunculan Gava dan Leo. Miko memeriksa tanda yang berada disalah satu mayat anak buah Mafia Shadow.
"Mafia Shadow." Ucap Miko menatap Adam, Shafa, Pangeran Ello dan Agra.
"****." Umpat Pangeran Ello saat mendengar nama tersebut lalu menekan earphonenya. "Kak Gava, bang Leo. Kalian berada dimana?" tetapi tidak ada sahutan dibalik earphone.
"Bang Adam." panggil pangeran Ello datar memandang Adam.
"Kalian berada disini." Ucap Adam ke Miko dan Agra. Miko dan Agra menganggukkan kepalanya.
Adam, Shafa dan Pangeran Ello bergegas ke arah belakang gedung tua. Mereka menuju titik merah yang berada di dalam tablet pemberian Gava.
Sementara di dalam gedung tua, Zafar dan yang lain terus saja berjalan ke arah titik merah dimana Amzar dan Alfa berada.
"Disini." singkat Vori datar berhenti disebuah ruangan dimana titik merah menghilang.
Brak
Pintu ruangan di dobrak oleh King dan Vori. Mereka mengedarkan pandangannya ke segala penjuru ruangan seketika Zafar dan Lou melihat siluet dua anak kecil berusia 8an terbaring lemah di pojokan.
__ADS_1
"PUTRAKU !!!!!" teriakan Zafar dan Lou berlari kearah tubuh anak kecil itu yang berada di pojok ruangan diikuti Miya, Vori, Amel dan King.
Tubuh Miya meluruh ke lantai tetapi di topang oleh Amel saat melihat pemandangan luka disekujur tubuh yang dialami Alfa sangat mengerikan.
Miya berjalan tertatih dibantu Amel. Amel juga merasakan sakit yang amat dalam saat melihat luka Alfa dan Amzar.
"Boy hiks ... ini daddy boy hiks ... bangun boy hiks ..." tangis Lou sambil memeriksa keadaan Amzar yang dipenuhi luka-luka.
"Alfa hiks ... bangun nak hiks ... ini bunda sama ayah, alfa hiks ..." tangis Miya mengambil alih tubuh Alfa dari pelukan Zafar.
"Boy hiks ... bangun jagoan hiks ... ayah sudah hiks ... datang untuk hiks ... menyelamatkanmu hiks ..." tangis Zafar mengelus pucuk kepala Alfa.
Amel, King dan Vori memandang sekitar ruangan lalu terdapat sebuah kurungan serta lambang mafia Shadow di salah satu dinding.
"Mafia Shadow." Ucap Vori mengepalkan tangannya.
"Mafia Shadowlah dalang dari ini semua berarti saudara tiri Gava dibalik semua ini." Ucap Amel dengan pandangan berkilat amarah.
"Kita juga terlambat menyelamatkan anak-anak. Neira sudah dibawa oleh mafia Shadow bahkan dengan tidak berperikemanusiaan, mereka hampir membunuh anak kecil tak berdaya." Ucap King saat melihat sebuah kurungan tak jauh dari hadapannya.
"Tuan Zafar, nyonya Miya dan tuan Lou sebaiknya kita bawa tuan muda Alfa dan tuan muda Amzar keluar dari sini. Tuan besar Leo sudah menyiapkan 10 buah helikopter tidak jauh dari sini." Ucap salah satu anak buah Organisasi AZZA.
Miya, Zafar dan Lou mendongak lalu menganggukkan kepala. Zafar dan Lou menggendong putra mereka dengan hati perih dan terluka.
"Mafia Shadow sudah mengambilnya. Kita kehilangannya." jelas Amel sambil menunjukkan ke arah salah satu dinding.
Miya, Zafar dan Lou mengedarkan pandangan ke salah satu dinding lalu wajah mereka tidak dapat dikatakan lagi saat lambang mafia Shadow tercetak jelas.
...🎬🎬🎬🎬🎬🎬🎬...
Di luar gedung tua Miko dan Agra sedang memantau keadaan lalu datanglah Zafar dan Lou menggendong putra mereka masing-masing disusul Miya, Amel, King dan Vori.
Miko menahan napas dan tubuh seakan-akan seperti jeli saat melihat tubuh Amzar dan Alfa dipenuhi luka-luka. Agra menopang tubuh istrinya saat melihat tubuh Amzar dan Alfa. Miya terus saja menangis bahkan tubuhnya dipapah oleh Amel.
"Ada helikopter hanya berjarak 50 meter dari gedung. Naiklah, kalian berempat." Ucap Agra menunjukkan jalan untuk Zafar, Miya, Lou dan Vori.
"Vori, gue dan yang lain nitip anak-anak dan yang lain." Ucap Amel menepuk pundak Vori.
Vori menganggukkan kepala tanda mengerti. Zafar dan yang lain bergegas menuju helikopter. Tidak sampai 10 menit, salah satu helikopter terbang meninggalkan Amel dan yang lain.
Sementara di belakang gedung tua pangeran Ello, Adam dan Shafa sedang memeriksa keadaan Gava dan Leo. Pangeran Ello terus saja memeriksa titik merah yang berada di tablet lalu berhenti tiba-tiba.
Pangeran Ello berjongkok saat melihat kalung di leher Gava terlepas lalu menyerahkannya ke Shafa. Shafa syok dan kaget saat kalung di leher Gava terlepas artinya Gava dalam bahaya.
"Terus dimana bang Leo?" Ucap Pangeran Ello mengikuti titik merah lagi tapi terhenti saat titik merah tersebut tepat ditepi jurang.
__ADS_1
"Tidak mungkin. Tidak mungkin." Ucap Pangeran Ello agak teriak membuat Shafa dan Adam bergegas ke arah pangeran Ello.
Shafa dan Adam sekali lagi membulatkan mata saat melihat jurang dihadapan mereka.
"Jurang?!" tanya Shafa singkat, datar dan dingin.
Pangeran Ello hanya diam dan tak bisa berkata-kata lagi. Adam menekan earphone : "belakang gedung tua."
Beberapa menit kemudian, pasangan Amel-King dan Miko-Agra tiba di belakang gedung tua.
"Ada apa?"
Shafa dan Adam memberi kode ke arah jurang.
"GAK !!!! GAK MUNGKIN GAVA DAN TUAN LEO KALAH !!! GAVA !!!! TUAN LEO !!!! KALIAN DENGAR AKU KAN !!! INI AKU AMEL !!!!!" Amel histeris dan teriak memanggil nama Gava dan Leo.
"NONA GAVA !!!! TOLONG BERIKAN SINYAL KE KAMI AGAR KAMI MENJEMPUT NONA GAVA !!!" Miko berteriak di tepi jurang.
Amel dan Miko ingin sekali turun ke jurang tetapi di tahan King dan Agra dengan pelukan. "Sayang, tenang sayang."
"King, minggir. Aku mau menyelamatkan sahabat aku." isak Amel berontak dipelukan King.
"Iya, aku tau sayang. Tapi kita harus memakai pengaman agar kita tidak celaka. Ini di jurang bukan gunung, bukit atau danau." Ucap King menahan tubuh Amel.
Adam memberikan perintah ke anak buah organisasi AZZA agar mencari keberadaan Gava dan Leo di jurang.
Hampir sejam mereka mencari keberadaan tubuh Gava dan Leo hanya tubuh Leo saja ditemukan. Adam, King dan Agra memasang wajah syok, sedih dan terpukul bersamaan. Shafa, Amel dan Miko histeris saat melihat jasad Leo dengan wajah hancur dan tubuh luka-luka.
"Tidak !!!!! Gava !!!! nona Gava !!!! kak Gava!!!!" histeris Shafa, Amel dan Miko bersamaan ingin menjelajahi jurang tetapi ditahan Adam, King dan Agra.
"Kak Gava" lirih Pangeran Ello berlutut.
"Sebaiknya kita membawa jasad tuan Leo ke kediaman." lirih King dengan air mata bercucuran.
4 anak buah organisasi AZZA membawa tandu berisi jasad Leo dan memasukkan ke helikopter.
...📽📽📽📽📽📽...
...Sampai disini dulu 😘...
...Tenaga dan pikiran author terkuras 😄...
...Sampai Ketemu Lusa 😘😘...
...Jangan lupa tekan Rate, Favorit dan Follow, terus tinggalkan jejak dengan tekan vote ❤❤, like 👍👍 dan komentar 💬💬...
__ADS_1