
...β οΈ Warning β οΈ...
...Awas berhati-hati karena typo bertebaran dimana, kata-kata kasar, vulgar atau apapun tetapi author berusaha menutupinya, kalo author lupa berarti khilaf π€«π€βΊπ₯°...
...Hati-hati juga di akhir cerita selalu bikin gantung dan penasaran π€πππ€©π...
...ππππππ...
Tubuh gadis itu yang awalnya gemetar hebat sedikit mulai sedikit tenang. Sementara Gava terus saja nontsop mengomeli Vori.
"Gav, udah deh. Jangan ngomel, nanti lo cepat TUA." Sahut Amel menekan kata TUA.
"Gimana gue gak cepat TUA. Kalo nih anak satu tiba-tiba saja nyosor anak gadis orang bahkan sampe semua orang melihat adegan tak pantas hah." Kesal Gava.
"Itu mah gak papa kale, Gav. Vori dan dia juga cepat ketahuan. Daripada Lo, tidur bareng dengan tuan Leo gak ketahuan di saat belum SAH lagi." Sahut Amel Skakmat.
Gava terdiam dan wajahnya tiba-tiba saja seperti kepiting rebus saat Amel memberitahukan Gava tidur bareng dengan Leo. Wajah Adam, King, Agra dan Vori malah lebih syok mendengar tidur bareng.
"Kalian gak melakukan macam-macamkan?" Tanya King dan Agra menuntut.
"Gue masih SEGEL." Sahut Gava menyebutkan kata SEGEL.
"Menurut lo gak lakuin apa-apa, tapi kalo kebablasan gimana." Celetuk Amel.
"Sebelum dia melakukan sesuatu. Udah gue potong masa depannya. Kan enak tuu gak punya keturunan." Seringai Gava.
Leo mendengar hal itu menampilkan wajah pias dan memelas. Sedangkan wajah Adam, king, agra dan Vori hanya bergidik ngeri. Pasangan pasutri paruh baya terkikik mendengar jawaban calon menantu ajaib mereka.
"nona." Lirih gadis itu terbata-bata.
"Akhirnya lo ngomong juga?! gue kira lo bisu?!" celetuk Gava.
Pletakk Pletakk
Dua jitakan manis mendarat dikening Gava yang disebabkan oleh Vori dan Amel.
"Celetukan lo unfaedah banget." omel Amel.
"Hmm." Angguk Vori datar.
"Sakit woyyy... kepala gue sudah difitrahin emak bapak gue sebelum ke surga." Protes Gava sambil mengelus dahinya.
"Gue aja deh, kalo lo takut anak orang tiba-tiba ayan." Usul Amel sekaligus ngejek.
Gava mendengus saat ejekan Amel.
"Calista Jane kan nama lo?" Tanya Amel hati-hati. Gadis itu mengangguk dengan takut.
"Tenanglah. Kenalkan aku Amel, ini Miko. Yang ngomel tadi Gava, lalu yang menciummu tiba-tiba tadi Vori." Sahut Amel memperkenalkan Miko, Gava dan Vori satu-persatu.
"Lalu ini tante Fira, om dewa, king kekasihku, agra kekasih Miko lalu disebelahnya tuan Leo, kekasih Gava. Itu Adam dan juga zafar." Lanjutnya memperkenalkan yang lain.
Gadis itu memandang satu persatu wajah mereka dengan takut dan agak gemetar. Miko terus saja mengusap punggung gadis itu agar tenang.
"kamu dipanggil dengan sebutan apa?" tanya Miko hati-hati.
"jane."
__ADS_1
"gak bagus. cocoknya Calis." serobot Gava.
Jane aka Calis menunduk saat Gava mengubah namanya. Amel dan Miko ingin sekali menggetok kepala Gava.
"Mulut lemes lo. Bisa gak sih mingkep dulu jangan rusak suasana sementara waktu." Batin Amel kesal.
"Kak Gava." Batin Vori agak kesal.
"Mulut nona Ayya bener lemes." Batin King dan Agra.
"Lo jangan nunduk, nanti mahkota lo jatuh. Kan kasian Vori melihat lo insecure gitu." Lembut Gava.
Gadis itu mendongakkan kepalanya dan menatap Gava dimana Gava menatap balik.
Mata mereka bertemu, gadis itu melihat aura berbeda dari diri Gava sama halnya dengan Gava. Gava menyunging senyum tulus.
"Ini seterah lo, gue udah nyiapin dokter spesialis buat ngilangin trauma lo. Kalo lo gak mau juga gak papa. Gue gak maksa." ucap Gava to the point.
"Baik, nyo- kak Gava panggil gue kak Gava. Berasa TUA gue kalo lo manggil nyonya. Nyonya hanya orang-orang tertentu saja atau dalam pekerjaan." Jelas Gava memotong ucapan Calis. "Panggil lo-gue tapi kalo lo masih susah ya aku-kamu." Lanjutnya acuh tak acuh tetapi terkesan hangat.
Calis tersenyum tulus. Pertama kalinya, Calis tersenyum tulus karena merasa di hargai hidupnya.
"Kak Gava bolehkah lelaki itu menemaniku selama aku di obatin?" Tanya Calis menunduk sambil menunjukkan tangannya ke Vori.
Vori yang ditunjukkan hanya menampilkan raut datar dan dingin seperti biasa. Gava dan yang lain hanya menghela napas pasrah karena mengenal Vori seperti apa. Berbeda pasangan pasutri paruh baya dan leo.
"Boleh banget Calis, boleh banget. Bawa KUA juga boleh. Atau mau adain resepsi. Ayukkk kak Gava urus." Goda Gava dengan nada jahil.
Wajah Vori langsung merah karena malu. Calis, dia malah menundukkan kepalanya. Amel, Miko dan yang lain terkekeh melihat dua sejoli ini.
Fira dan yang lain menampilkan wajah tak bisa diartikan kecuali Gava yang menampilkan wajah agak memerah. Amel yang paham situasi langsung melancarkan aksinya.
"Iya Gav. Kenapa gak lo dulu dengan tuan Leo." Goda Amel.
"Nanti aja, gue harus urus masalah lain dulu." Tolak Gava dengan wajah memerah.
"Yah kasian loh tuan Leo, banyak wanita yang antri untuk menjadi pendamping tuan Leo. nona Ayya masa gak mau. Kalo sudah SAH bisa tidur bareng, gak dosa. Malah mendapat pahala." Goda King jahil.
Gava malah tambah malu. Dia memeluk Fira dan menyembunyikan wajahnya di ceruk leher Fira.
"Kenapa sayang." Goda Fira menepuk pundak Gava.
"Malu mi." Cicit Fira.
"Kalo malu kenapa gak peluk Leo?" Tanya Fira lagi.
"Belum SAH mi." Rengek Gava seperti anak kecil.
Fira dan yang lain tertawa terbahak-bahak kecuali Dewa, Leo, Adam dan Vori hanya tersenyum tipis. Calis juga tertawa senang. Dia seolah-olah melupakan beban dan traumanya.
"Ayok kita sarapan terlebih dahulu." Titah Fira.
Semua mengangguk. Calis dituntun oleh Miko dan Amel. Calis merasa nyaman dan terlindungi.
...β‘β‘β‘β‘β‘...
Di dapur tepatnya di meja makan. Dua bocah kembar sedang menyantap makanan di temani bodyguard mereka. Di mansion utama AG, kalo makan selalu bersama bahkan mereka saling menghormati dan menyayangi. Segerombolan orang dewasa sedang berjalan menuju dapur yaitu Gava dan yang lainnya.
__ADS_1
"Opa, oma, om, Ma, aunty, uncle." Sapa riang kedua bocah kembar.
"Kalian sudah makan?" Tanya Fira ke Alana dan Alan.
"Sudah dong. Kalian keasyikan di kamar tante sih." Cemberut Alana.
"Hahaha maafin kami ya sayang. Lupa sama anak-anak mama ini." Ucap Gava memeluk kedua anak kembarnya.
Alana mendekati Calis. Dia tersenyum tipis. "Tante, gak teriak lagi kan?" Tanya Alana Polos.
Calis merasa tatapan anak sangat polos mengelus pucuk kepala Alana.
"Lebih baik kita makan terlebih dahulu. Daritadi kita belum makan." Sahut Miko.
Mereka semua mengangguk. Gava cemburu karena Alana duduk diantara Vori dan Calis. Amel terkikik melihat wajah Gava menunjukkan kecemburuan.
Setelah sarapan pagi agak kesiangan, mereka kumpul diruang keluarga. Gava merasa ada yang tak beres antara King dan Amel.
"Amel, King apa kalian pacaran?" Tebak Gava.
King dan Amel yang duduk bersebelahan hanya menoleh kesana kemari.
"Jawab aja deh. Gak usah banyak tingkah." Sahut Gava kesal.
"Aunty Amel dan uncle king pacaran mama." Jawab Alan polos.
Duar Skakmat
Wajah king dan Amel kaget bukan main. Sedangkan yang lain terkikik. Gava mendengar hal itu berbinar seketika ide jahil muncul lagi.
"Benarkah?! Wah ,, harus dirayain ini?! PJ PJ." Histeris Gava heboh.
Amel dan king memasang wajah memelas.
"Gav, seharusnya lo yang traktir kita ?! kan lo duluan yang jadian sama tua Leo." Sahut Amel memelas.
"Gue traktir lo. Gue pacaran aja kagak." Ketus Gava malu.
"Gak pacaran, tetapi langsung nikah." Celetuk Leo datar.
Gava menabok Leo dengan bantal karena mulut lemes Leo yang tak bisa di kontrol. Semuanya tertawa kecuali Alana dan Alan yang bingung pembicaraan orang dewasa.
"Udah gue kasih hati, malah minta jantung. Dasar calon suami lakn*t. Ehh kok gue ngaku sih. Ayah bunda abang bantuin Gava." Batin Gava berteriak dan menangis.
"Jadi Leo sudah diterima nih?" Jahil Amel. Gava mengangguk.
"Alana, Alan kalian akan memiliki papa yeeee." Girang Amel sambil berjoget ria.
Alana dan Alan pun juga ikut berjoget ria mengikuti Amel. Gava hanya mendengus saja melihat tiga orang berbeda umur sedang berjodget ria gak jelas. Lalu Gava ingat dia ingin melatih King dan Agra.
"King, Agra apa kalian siap?" Tanya Gava ambigu.
Semua orang disana berpikir maksudnya apa pertanyaan dari Gava. Leo pun sama. Hanya Gava melirik Amel dan Miko. Mereka mengangguk sama-sama tersenyum lebar.
...πππππ...
...Jangan lupa di follow terus tinggal jejak dengan tekan vote, like serta koment agar author semangat up π₯°ππ€©π...
__ADS_1