Hot Young Mom And King Mafia (S1 Dan S2)

Hot Young Mom And King Mafia (S1 Dan S2)
[S2] Page 12


__ADS_3

...⚠️ Warning ⚠️...


...Awas berhati-hati karena typo bertebaran dimana-mana, kata-kata kasar, vulgar atau apapun tetapi author berusaha menutupinya, kalo author lupa berarti khilaf 🀫🀭😚😘...


...Jangan lupakan di akhir cerita ada aja bikin gantung dan penasaran πŸ€­πŸ˜ŒπŸ€—...


...β™‘β™‘β™‘β™‘β™‘β™‘β™‘β™‘...


Markas AZZA negara A bagian Barat.


Saat ini para orangtua hanya mengawasi latihan yang dibimbing oleh Ryker (Alana dan Alan), Anita dan Gauri (Intan, Resmi dan Neira), Malik dan Haris (Radith, Amzar, Ahsan, Noe, Akbar dan Alfa), serta Kin (Bintang, Gilang dan Kenzo).


"Nona muda, tuan muda. Tetap fokus dalam berlatih. Anggap kloning saya ini adalah musuh kalian." Perintah Ryker tegas.


"Ya uncle." Tegas Alana dan Alan.


Alana dan Alan terus menyerang kloning Ryker dengan sangat brutal bahkan tubuh Alana maupun Alan kadang kala membanting kloning Ryker, pasangan pasutri yang melihat hanya meneguk saliva kasar dan bergidik ngeri kecuali Leo, Gava, Vori, Adam dan Shafa hanya memandang datar tanpa ekspresi.


Sama halnya latihan Gauri dan Anita bersama Resmi, Neira dan Intan. Latihan Anita terbilang agak keras dan kejam saat melatih Resmi dan Neira berbeda dengan latihan Intan dan Gauri. Latihan yang diberikan Anita hampir dikuasai oleh Resmi dan Neira.Β Latihan para anak lelaki juga sama hanya saja Radith, Amzar dan Akbar yang paling dominan.


Berbeda dengan Bintang, Kenzo dan Gilang di latih bela diri dasar oleh Kin. Bahkan Bintang lebih dominan daripada Gilang dan Kenzo.Β 


"Dasar emak-emak sadis, ngasih latihan anak macam neraka." Sungut Lou bergidik ngeri.


"Lo gak peduli gitu sama anak-anak lo gav?" Tanya Amel serius.


"Latihan itu masih kurang menurut gue. Kalian kan tau musuh gue dan suami gue bejibun. Makanya anak-anak gue dilatih sejak dini. Lagipula keturunan Rajendra, Ramos dan Atmaja mengalir deras di darah anak-anak gue." Jelas Gava memutar matanya malas.


"Tapi kak Gava. Latihan zaman kita berbeda dengan latihan zaman para anak-anak kita. Gue tau anak kembar gue juga mengalir darah Rajendra. Tapi bisakah kita melatih mereka secara bertahap bukan macam neraka seperti ini?" Ucap Grace memantau latihan keras semua anak.


"Kalo kita melatih mereka bertahap yang ada para musuh bisnis maupun organisasi langsung menyerang secara bersamaan." Balas Gava memandang latihan keenam anaknya.


Tubuh robot Malik datang menghadap para orang tua yang sejak tadi mengawasi latihan semua anak mereka masing-masing.


"Tuan, nona." Sapa Malik.


"Ada apa?" Tanya Gava menoleh.


"Tom meminta para tuan dan para nona untuk keruang rapat katanya ada pekerjaan untuk para nona dan para tuan." Ucap Malik sopan.


Gava yang paham memberikan kode ke semuanya untuk ke ruang rapat. Semua yang paham seketika mengangguk dan bersamaan bangkit dari kursi.


Para anak-anak tidak menyadari karena fokus latihan berbeda dengan Bintang.


"Uncle Kin, tangtang mau ke toilet." Izin tangtang bohong.

__ADS_1


"Kemana tuan muda kecil?" Tanya Kin agak curiga.


"Mau belak. Tangtang udah gak kuat." Balas Bintang bohong sambil menahan pantat montoknya.


"Baiklah, tuan muda kecil. Anda buanglah BAB anda." Kekeh Kin saat melihat wajah Bintang seperti menahan sesuatu.


"Makasih uncle. Kenzo, Gilang. Nanti kita latihan lagi, tangtang mau boksel." Ucap Bintang berlari ke markas sambil menahan pantat montoknya.


Semua di sana tertawa saat melihat kelakuan absurd Bintang. Mereka merasa terhibur atas kelakuan Bintang 11 12 mirip Gava.


Di ruang rapat, para orang tua duduk di tempat yang biasa di temani Malik, Hide dan Tom.


"Ada apa Tom?" Tanya Gava langsung.


"Tuan Athaya dari mafia Cosmos meminta bantuan kita, nona Ayya." Ucap Tom ramah.


Gava dan yang lain langsung berubah wajahnya menjadi serius.


"Tumben sang ketua Mafia Cosmos meminta bantuan organisasi kita. Lagipula mafia Cosmos sangat bersih dari bisnis ilegal. Apalagi perusahaan Oliver corp atau perusahaan Salvador Corp juga bersih." Jelas Gava heran + bingung.


"Bukan masalah bisnis tetapi masalah keluarganya dengan orang bernama Barter dan Gama." Geleng Tom kemudian to the point.


"Barter dan Gama? Maksudnya?" Tanya Amel bingung.


Tom menjelaskan secara singkat, padat dan jelas tentang permasalahan antaraΒ  keluarga Oliver dengan Barter dan Gama.


"Tom, ini serius kan. Bukan prankkan?" Ucap Amel serius.


"Iya nona Ayya, nona Amel. Ini permintaan keluarga Oliver." Serius Tom.


"Kak Gava, Kak Amel. Kok gue merasa janggal ya. Tadi kan Tom menjelaskan bahwa tuan Athaya membongkar kembali kuburan Barter dan Gama tetapi jasad yang dikuburan itu bukan jasad mereka. Kemungkinan Barter dan Gama masih hidup." Jelas Calis memakai logikanya.


"Tapi gak menangkap setan juga kali. Calis, lo pikir aja ya Barter dan Gama meninggal 5 tahun yang lalu. Setelah diperiksa, itu bukan jasad mereka. Organisasi kita bukan organisasi perdukunan atau cenayang." Ucap Gava memijit pelipisnya.


"Terus lo mau tolak gitu Gav? Gav, informasi dari tuan Athaya pernah ngebongkar terus di periksa oleh ahli mayat ternyata bukan Mayat Barter dan Gama. Kemungkinan mereka masih hidup." Pikir Amel memastikan.


"Malik apa lo sudah mendapat data Barter dan Gama?" Tanya Gava.


"Maaf, nona Ayya. Data-data Barter maupun Gama tidak ditemukan." Jawab Tom.


Gava dan yang lain mengernyitkan dahi. Agra langsung berselancar ria dengan tabletnya. Sambil menunggu, data Barter dan Gama, Gava menatap satu persatu sahabatnya ini.


"Gue dan Leo yang akan datang kesana ditemani Agra dan Miko." Putus Gava final.


Semuanya melotot tak percaya saat Gava dengan mudahnya memutuskan akan turun tangan langsung.

__ADS_1


"Lo serius Gav?! Lo gak sakitkan?!" Tanya Amel beruntun dan tak percaya.


"Gue serius, bego. Sepertinya barter dan Gama ini orangnya benar-benar rapi dan mulus dalam melakukan kejahatan." Angguk Gava menyakinkan.


"Tapi gak harus lo jugakan yang turun tangan." Ucap Amel tak terima.


"Bagaimana Agra, apa lo dapat infonya?" Tanya Gava mengindahkan ucapan Amel.


"Aku mendapatkannya nona Ayya. Barter dan Gama hanya nama samaran. Mereka pembunuh bayaran, hip***** dan psikopat. 5 tahun yang lalu sudah termasuk daftar hitam pemerintah." Jelas Agra tanpa menatap yang lain.


"Gue, Leo, Agra, Miko dan Ben yang akan berangkat ke kota C. Sepertinya keluarga Oliver menganggap Barter dan Gama adalah musuh yang susah di jinakkan." Final Gava mendekap Leo.


Leo mengusap pucuk kepala Gava dengan sayang. Dia tau maksud dari perkataan Gava. Tetapi hatinya tidak tenang kalo meninggalkan ke-6 anaknya.


"Bagaimana dengan anak-anak?! Lo gak mungkinkan meninggalkan mereka kalo ada tugas perburuan seperti ini?!" Tanya Lou agak cemas.


"Gue serahin ke lo, daddy Lou, mommy Grace." Gava tersenyum manis.


"Ck.. lo ini selalu seperti ini. Syukur gue saudara sepupu yang baik hati." Kesal Lou kemudian menyombongkan diri.


"Tadi kesal sekarang sombong, rese lo." Decak Gava.


"Kapan kita berangkatnya ke kota C?" Tanya Miko.


"Tom, hubungi tuan Athaya bahwa kita akan bantu. Lo bilang aja tuan Agra dan nona Miko yang akan kesana. Kedatangan gue dan suami gue biar dijadikan kejutan." Titah Gava.


"Baik nona. Saya permisi." Ucap dan angguk Tom.


Tom berlalu dari ruang rapat.


"Baby." Panggil Leo. Gava mendongak.


"Kita kesana pakai jet?" Tanya Leo polos.


"Gak, pakai mobil aja lagipula butuh 4 jam dari kota kita menuju kota C." Geleng Gava manja.


"Siapa yang nyetir nona Ayya?" Tanya Agra menimpali.


"Lo dan suami gue." Tunjuk Gava ke Agra dan Leo.


Mereka semua menghela napas dengan gampangnya Gava menunjuk Leo dan Agra menjadi supir pribadi. Sementara, Bintang yang sejak tadi menguping tiba-tiba saja mendapatkan ide untuk ikut orangtuanya tanpa sepengetahuan yang lain.


...β™‘β™‘β™‘β™‘β™‘β™‘β™‘β™‘...


...Segini dulu,, tunggu beberapa hari lagi 😘😘...

__ADS_1


...Gava dan Leo akhirnya ke novel sebelah Young Grandmom walaupun nanti cuman beberapa episode 🀭😊...


...Jangan lupa di follow terus tinggal jejak dengan tekan vote, like dan koment agar author semangat up πŸ₯°πŸ˜πŸ€©πŸ˜˜...


__ADS_2