
...β οΈ Warning β οΈ...
...Awas berhati-hati karena typo bertebaran dimana-mana, kata-kata kasar, vulgar atau apapun tetapi author berusaha menutupinya, kalo author lupa berarti khilaf π€«π€ππ...
...Jangan lupakan di akhir cerita ada aja bikin gantung dan penasaran π€ππ€...
...β‘β‘β‘β‘β‘β‘β‘β‘...
"Di negara D, nona Ayya. Bahkan anak Aaron satu ini terkenal polos, lugu dan tak tau apa-apa bagaimana pekerjaan ayahnya." Jawab Kin tegas.
"Nona Laila hanya pion saja, nona Ayya. Nona Laila walaupun anak kandung, dia adalah anak istri simpanan tuan Aaron." Terang Hide datar.
"Istri simpanan. Si tua bangka ada berapa istri dan anak?" Tanya Gava heran.
"Aaron memiliki seorang istri sah dan seorangΒ putri. Terus puluhan istri simpanan. Dari semua istri simpanan hanya nona Laila yang berhasil bertahan hidup sebagai anak kandung Aaron." Jelas Hide datar.
"Mak, Maksudmu Hide, anak-anak Aaron yang lain sudah meninggal?" Tanya Gava kaget.
"Ya, nona Ayya. Setiap istri simpanan Aaron hamil, Aaron menyuruh mereka menggugurkan janin dengan bantuan dokter karena mereka hanya sebagai alat pem**s na**u saja."
"Si tua bangka itu benar-benar iblis jahanam. Anak sendiri di bunuh." Geram Gava.
Leo menenangkan istrinya dengan mendekapnya.
"Kenapa hanya nona Laila bertahan?" Tanya Leo datar disertai penasaran.
Gava mendongkak kepalanya menatap Leo dengan mengernyitkan dahi.
"Ibu dari nona Laila merupakan seorang jalamg kesayangan dan selalu memuaskan nafsu Aaron yang sangat besar. Makanya nona Laila bisa dengan mudah menaklukkan Aaron." Jelas Kin.
Gava dan Leo sama-sama menampilkan wajah tak biasa. Leo menangkup wajah Gava agar menatapnya. Pikirannya saat ini tertuju pada Gava.
"Sayang." Panggil Leo lembut. Gava merespon dengan deheman.
"Sepertinya rencana kamu untuk jadi umpan Aaron dan para anteknya harus diubah." Lanjutnya lagi.
"Kok kamu begitu. Kenapa?! Apa kau cemburu?! Leo, Aaron itu udah TUA?! Aku hanya menjalankan rencana dia saja?!" Cerocos Gava tak terima.
"Sayang, aku tidak mau kau bernasib sama dengan istri kak Azka. Makanya kita mengubah rencana. Lalu untuk rencana kali ini hanya kita saja yang tau." Jelas Leo lembut dengan kalimat panjang.
Kin dan Hide melongo mendengar nada suara Leo lembut saat bersama Gava serta kalimat panjang.
"Apa benar ini tuan muda Leo?!" Batin Hide kaget.
__ADS_1
"Pertama kali saya mendengar kalimat terpanjang tuan muda Leo saat bersama dengan nona muda Ayya." Batin Kin terkagum.
Leo melihat wajah Hide dan Kin menatap istrinya dan dirinya tiba-tiba saja jiwa pencemburunya keluar.
"Kalian berdua kenapa liat istriku seperti itu?" Tanya Leo cemburu.
Gava melongo melihat Leo cemburu sedangkan Kin dan Hide gelabakan saat ketahuan memandang keduanya.
"JAWAB!!!" bentak Leo.
Ppuuukkk
"Auuu sayang kenapa kau memukulku?" Tanya Leo kaget dan kesakitan saat Gava memukul pundak Leo sangat keras.
"Jangan seenaknya ngebentak mereka. Mereka punya mata." Balas Gava dengan suara rendah.
Leo menciut saat mendengar suara rendah istrinya. Kin dan Hide tersenyum tipis melihat wajah Leo seperti anak kecil. Gava menoleh Kin dan Leo bergantian. Idenya tiba-tiba muncul karena melihat postur tubuh Leo dan Kin yang gagah dan tegap.
"Leo, selama kita merencanakan untuk menangkap Aaron. Kau dan Kin bertukar peran." Sahut Gava berbinar.
Leo, Hide dan Kin saling pandang kemudian wajah mereka kentara sekali bingung. Gava menjelaskan ke mereka bertiga.
"Maksudmu aku dan Kin akan bertukar peran saat kamu bersama Aaron. Kin akan memakai wajah palsuku." Sahut Leo tak percaya dengan pemikiran istri mungilnya.
"Manusia robot?! Siapa yang membuatnya manusia robot?!" Tanya Leo penasaran.
"Aku, Grace dan Shafa." Jawab Gava tersenyum.
Wajah Leo tak bisa di gambarkan saat ini. Dia merasa Gava memiliki banyak misteri di kehidupannya. Kin dan Hide pamit karena ada tugas lagi. Gava dan Leo mengangguk.
...β‘β‘β‘β‘β‘β‘β‘...
Perusahaan Utama AG
Saat ini di ruang meeting Gava, Adam, Aaron dan Agam sedang membahas proyek yang akan di kerjakan untuk beberapa bulan di dekat jalan XX sebelah Timur.
Aaron terus saja menatap Gava dengan pandangan menggoda. Gava hanya tersenyum jijik.
"Gava, sabar, sabar. Jangan nonjok, jangan nonjok. Nanti ada waktunya." Batin Gava ingin sekali memukul wajah Aaron.
"Nona Ayya bagaimana?" Tanya Aaron menggoda.
"Bagus. Kapan pembangunannya tuan Aaron?" Jawab Gava berusaha menahan ingin menonjok wajah Aaron kemudian bertanya balik.
__ADS_1
"Sudah mulai nona Ayya. Apa nona mau melihatnya?" Tanya Aaron berusaha menarik perhatian Gava.
Gava menimbang dan mengangguk. Aaron bersorak gembira karena Gava mau ikut. Lalu Gava bangkit dan menekan earphone ditelinganya untuk menghubungi suaminya.
"Leo, ikutilah kami. Suruh Kin yang ambil alih dirimu." Ucap Gava pelan agar tak terdengar yang lain.
"Ya, sayang. Berhati-hatilah. Kita akan pelan-pelan menjatuhkan si tua bangka itu." Balas Leo lembut di earphone.
Mereka semua memakai earphone karena Gava adalah target utama Aaron.
Sementara di perusahaan Ramos Corp, sejak tadi Leo melihat kamera yang menampilkan meeting antara istrinya dan Aaron.
"Si tua bangka sialan, berani-berani dia menatap istriku dengan pandangan jijik." Batin Leo murka.Β
Zafar hanya diam menyaksikan ini. Dia sebenarnya marah karena nona mudanya jadi target utama Aaron.
"Leo, ikutilah kami. Suruh Kin yang ambil alih dirimu." Ucap Gava pelan agar tak terdengar yang lain.
"Ya, sayang. Berhati-hatilah. Kita akan pelan-pelan menjatuhkan si tua bangka itu." Balas Leo lembut di earphone.
Kin yang paham langsung memasang wajah palsu Leo. Zafar tetap disini agar yang lain tidak curiga. Leo akan bersama Hide dan Haris. Tom dia disuruh menjaga majikan kecil di mansion utama RR.
Kembali lagi ke Gava dan Aaron.
Aaron dan Gava satu mobil tanpa Agam dan Adam. Aaron mengemudi mobil dengan bersorak dalam hati. Salah satu tangannya dengan lancang mengusap kaki bagian atas Gava. Tangan Gava yang risih langsung menepis tangan Aaron.
"Maaf tuan Aaron. Anda jangan lancang saat bersama saya. Kita rekan sesama bisnis." Peringat Gava sinis.
Aaron terkekeh kemudian dia mengelus wajah Gava dan mengambil earphone.
"Kau memakai earphone ini sayang?" Tanya Aaron menyeringai.
Wajah Gava terlihat santai dan acuh saja. Aaron memberhentikan mobilnya agak jauh dari kota seperti hutan belantara karena Gava tak mengubris dirinya. Gava menyeringai tipis karena Aaron sudah masuk perangkap yang dibuatnya.
Tangan Aaron semakin berani bahkan tangan Aaron menarik rok Gava ke atas dan mengelus yang di bawah Gava. Gava hanya diam dan acuh saja. Gava terus memperhatikan sekitar, dia melihat wajah suaminya kemudian mengedipkan salah satu matanya untuk menjalankan rencana mereka. Gava pura-pura mengeluarkan suara merdunya sehingga membuat Aaron menyeringai.
"Tuan Aaron, kita main villa saya saja yuk." Ajak Gava genit dan mengigit bibir bawahnya.
"Baiklah. Tunjukkan arahnya." Sahut Aaron dengan pandangan berkabut.
Gava menunjukkan arah villa, dimana Villa itu sudah ......
...β€β€β€β€β€β€β€β€...
__ADS_1
...Jangan lupa di follow terus tinggal jejak dengan tekan vote, like serta koment agar author semangat up π₯°ππ€©π...