
...โ ๏ธ Warning โ ๏ธ...
...Awas berhati-hati karena typo bertebaran dimana-mana, kata-kata kasar, vulgar atau apapun tetapi author berusaha menutupinya, kalo author lupa berarti khilaf ๐คซ๐คญ๐๐...
...Jangan lupakan di akhir cerita ada aja bikin gantung dan penasaran ๐คญ๐๐ค...
...โกโกโกโกโกโกโกโก...
Markas AZZA negara A bagian Barat.
Di tempat latihan Kin sedang melatih Kenzo dan Gilang. Bintang baru saja bergabung bahkan saat wajahnya sedatar triplek dengan mata tajam menusuk. Tidak ada yang menyadari perubahan wajah dan tatapan Bintang kecuali kedua orang tuanya.
"Kamu boksel kok lama Bin?" Cadel Gilang polos.
"Iya, soalnya udah di ujung tanduk jadi lama." Cengenges Bintang.
"Udah BABnya tuan muda kecil Bintang." Sahut Kin menengahi sambil berkacak pinggang.
"Udah kok uncle Kin." Polos Bintang.
"Baik tuan muda kecil, saat saya menguji anda. Anggap saja saya adalah musuh anda jangan sekalipun anda ragu." Tegas Kin tak main-main.
Ucapan tegas Kin yang tak main-main membuat wajah Bintang menyeringai dengan menatap tubuh Kin dari atas sampai bawah.
"Baiklah Uncle, tapi kalo tubuh uncle belmasalah bilang aja ke Mama, Mommy Grace dan Mami Shafa ya." polos Bintang cadel.
Bintang dan Kin bersama memasang kuda-kuda kemudian menyerang bersama. Bela diri Bintang sangat cepat, kuat dan brutal. Gilang dan Kenzo melihat latihan antara Kin dan Bintang memasang wajah tak percaya.
Para anak-anak lain yang melihat hal itu seketika menghentikan latihan mereka. Sama halnya Ryker, Anita, Gauri, Malik dan Haris. Ryker dan Anita melotot kaget bahwa ilmu bela diri Bintang setara dengan orang dewasa.
"Astaga, tuan muda kecil harus segera di hentikan. Ini bukan latihan yang biasa Kin dan tuan muda kecil lakukan, ini semacam pertarungan antara tuan muda kecil versus kin. Kalo tidak tubuh Kin akan hancur." Ucap Anita melihat Ryker.
"Gauri, Haris dan yang lain jaga para tuan muda dan para noda muda." Perintah Ryker.
Gauri dan Haris serta beberapa anak buah AZZA membuat lingkaran.
"Malik kau ikut denganku." Lanjut Ryker mengamati Bintang dan Kin bertarung.
"Resmi, Neira, bang Alan, kak Alana, kita harus menghentikan bintang." Ucap Radit mengamati pertarungan Bintang dan Kin.
"Tidak tuan muda Radit, anda harus tetap berada disini." Tolak Ryker mengamati pertarungan Bintang dan Kin.
Seketika tubuh Kin terpukul mundur beberapa langkah saat tendangan Bintang tepat diperutnya. Bahkan tanpa ampun Bintang menyerang tubuh Kin membabi buta.
Beberapa menit kemudian, tubuh Kin terpental sejauh 5 meter bahkan Kin sudah merasakan ada beberapa tubuhnya yang tidak berfungsi akibat serangan bela diri Bintang yang mematikan.
"Beldili uncle. Tangtang belum puas." Teriak cadel Bintang datar + dingin.
Bintang maju dengan langkah kecilnya menuju Kin tak berdaya. Kaki sebelah kanan Kin tidak bisa di gerakkan, di daerah dada Kin juga mati rasa. Kin berusaha bangun dan berdiri tetapi usahanya sia-sia saat ini.
Ryker dan Malik langsung maju untuk menahan bocah berwujud iblis saat ini. Wajah Bintang menyeringai lagi karena gangguan datang tiba-tiba. Akhirnya Bintang melawan Ryker dan Malik. Anita, dia membantu Kin sambil mengamati pertarungan antara Malik dan Ryker VS Bintang.
"Kau baik-baik saja Kin?" Tanya Anita.
__ADS_1
"Tidak baik. Kaki kanan dan daerah dadaku mati rasa akibat serangan tuan muda kecil." Balas Kin terbata-bata.
Ryker dan Malik juga terpukul mundur 2 meter akibat serangan Bintang bahkan Ryker merasakan tangan kanannya mati rasa, Malik merasakan telinga kanan mati rasa.
"Uncle Lyker, uncle Malik. Kok mundul." Seringai Bintang polos.
Ryker dan Malik saling berpandangan. Mata Bintang benar-benar gelap. Bahkan tubuh Bintang berjalan santai dengan langkah kecilnya.
"HENTIKAN ARYA !!! MEREKA BUKAN MUSUHMU !!! KEMBALIKAN KESADARAN PUTRAKU, BINTANG!!!" teriak Gava menggelegar dengan wajah datar + dingin + tajam.
Arya aka Bintang menoleh ke arah Gava dengan wajah menyeringai. Gava berjalan ke arah Bintang.
"Yah, aku ketahuan oleh mama Gava." Kekeh Bintang saat ini.
"Kembalikan kesadaran putraku." Ucap Leo dengan aura king mafia pekat di belakang tubuh mungil Bintang.
Arya aka Bintang seketika merinding akibat tubuh Leo berdiri di belakangnya bak setan. Wajah Bintang menoleh dan tangan Leo tanpa aba-aba memukul tengkuk putranya agar putranya tak sadarkan diri. Leo memeluk putra kecilnya dengan penuh kasih sayang.
Gava mendekati Leo yang memeluk Bintang tak sadarkan diri. Tubuh Gava menyamakan tinggi badan Leo dan Bintang.
"Apa yang harus kita lakukan Yo?" Tanya Gava berkaca-kaca sambil mengelus pucuk kepala Bintang.
"Tenanglah, putra kita akan baik-baik saja, putra kita perlu waktu untuk menguasai alter egonya." Lembut Leo menenangkan Gava.
Gava melihat sekitar dimana Ryker, Malik dan Kin seperti menahan sesuatu.
"Ryker, Malik, Kin kalian ke lab. Perbaikilah fungsi tubuh kalian." Perintah Gava.
Ryker, Malik, dan Kin mengangguk. Kin di papah oleh Haris. Ryker dan Malik di papah Tom.
Neira langsung memeluk Gava, sama halnya Resmi dan Alana. Para orang tua dan para anak lain juga mendekati keluarga Ramos. ย
"ma, Bintang baik-baik sajakan?" tanya Resmi berkaca-kaca.
"Bintang baik-baik saja." Jawab Gava menyakinkan Resmi.
"Apa kalian akan meninggalkan Bintang di saat dia seperti ini?" Tanya Lou menatap Bintang dengan penuh kasih sayang.
"Gak, Bintang akan ikut kami ke kota C. Kalo di tinggal takutnya Arya akan menguasai Bintang kembali dan membuat kekacauan." Putus Gava mutlak.
"Ke kota C?! Kalian ke kota C?! Berapa lama?! Kapan?!" Tanya Resmi beruntun.
"Iya, papa mama dan Bintang akan ke kota C. Mama tidak tau karena disana ada kerjaan. Besok pagi little girl." Balas Gava beruntun.
Para orang tua dan para anak-anak melongo tak percaya mendengar pertanyaan Resmi dan jawabana Gava beruntun kecuali ke-6 anak Gava dan Leo.
"Gak anak, gak emak kalo nanya dan jawab bak ngerap." Gumam Lou menggelengkan kepalanya.
"Apa kami boleh ikut mah?" Tanya Alana mewakili ke-4 adiknya.
"Tidak. Kalian tetap berada disini. Kalian harus sekolah. Mama papa tidak mau kalian bolos." Tolak Gava lembut memberi pengertian.
Kelima anak Gava dan Leo menganggukkan kepala masing-masing.
__ADS_1
"Sebaiknya para anak-anak istirahat. Hari sudah mulai malam. Latihannya akan di lanjutkan besok pagi setelah keberangkatan Gava, Tuan Leo, Bintang, Agra dan Miko. Kalian sekarang mandi kemudian kita makan malam bersama-sama." Ucap Amel lembut.
Para orang tua dan anak-anak menganggukkan kepalanya.
"Ma, Bintang tidur di kamar my Ramos apa di kamar papa mama?" Tanya Alana.
"Di kamar oma opa." Sahut seorang wanita paruh baya berjalan ke arah mereka.
Alana, Alan, Neira, Radit, dan Resmi seketika melihat seorang wanita paruh baya datang dengan anggun dibelakangnya seorang pria paruh baya tersenyum lembut.
"Oma, opa." Teriak ke-5 anak Gava dan Leo berlari ke arah pasangan paruh baya yang baru saja datang.
Pasangan paruh baya itu memeluk ke-5 cucunya. Kemudian wanita paruh baya itu memeluk Gava.
"Terima kasih mami." Ucap Gava tulus.
"Kamu ini Ay. Ini orangtua kamu. Jadi kamu gak perlu sungkan atau apapun." Ucap Fira memeluk Gava.
"Apa Arya berulah lagi Son?" Tanya Dewa mengelus pucuk kepala cucu bungsunya.
"Iya, papi. Kin, Malik dan Ryker jadi korban kebrutalan Arya." Jawab Leo sambil memandang Bintang yang terlelap.
"Anita, bawalah Bintang ke kamar kami. Kalian berlima ke kamar my Ramos." Titah Fira.
"Baik nyonya Fira." Balas Anita di ikuti para anak-anak menuju markas AZZA.
"Disana siapa yang akan menjaga cucuku Ay?" Tanya Dewa.
"Seseorang Pi. Dari keluarga Sanjaya yang akan menjadi baby sitter untuk putraku." Balas Gava tersenyum manis.
Semua orang disana melotot saat Gava seenak jidat menyebutkan keluarga Sanjaya yang akan menjadi baby sitter untuk Bintang, para anak-anak sudah masuk ke dalam markas.
"Keluarga Sanjaya?! Maksud lo, Kenan Lucius Sanjaya?!" Tebak Lou membulatkan matanya.
"Ya. Lo benar." Angguk Gava.
"Gav, lo nyuruh si balok es berjalan itu menjaga si Bintang." Ucap Lou tak percaya.
"Terus siapa lagi yang akan menjaga putra gue kalo gak dia." Cebik Gava.
"Kan bisa Anita atau siapa gitu?! Masa harus si balok es berjalan?!" Sunggut Lou tak habis pikir dengan jalan pikiran sepupunya.
"Lou, lo gak merasa apa kalo sepupu ipar lo juga balok es berjalan." Sindir Amel.
Jjlleeebbb
Lou menoleh ke Amel dengan wajah di tekuk, dia lupa kalo saudara sepupu iparnya ini hanya berbicara panjang lebar kalo bersama anak-anak dan Gava.
Semuanya terkekeh saat melihat wajah Lou seperti itu kecuali Leo, Dewa, dan Vori hanya menampilkan senyum tipis.
Para orang tua masuk ke markas AZZA. Mereka bersih-bersih dan makan malam bersama yang sudah disiapkan oleh para pelayan di markas AZZA.
...โกโกโกโกโกโกโกโก...
__ADS_1
...Revisi Again ๐คญ๐...
...Jangan lupa di follow terus tinggal jejak dengan tekan vote, like dan koment agar author semangat up ๐ฅฐ๐๐คฉ๐...