
...β οΈ Warning β οΈ...
...Awas berhati-hati karena typo bertebaran dimana-mana, kata-kata kasar, vulgar atau apapun tetapi author berusaha menutupinya, kalo author lupa berarti khilaf π€«π€ππ...
...Jangan lupakan di akhir cerita ada aja bikin gantung dan penasaran π€ππ€...
...πΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊ...
Wahaaaiii pembacaaaa ....
author bikinnya panas dingin ini sampai ngebayangin padahal masih single π€£π€£π€£
Jadi jangan dilaporin π
Awas loh, author capek-capek bikinnya ππ
Gak hot banget takut di banned π€π€
Jadi Silahkanlah bertravelling sendiri kalo yang sudah punya suami/istri, kalo yang single harap bersabar, authorpun bersabar nunggu jodoh author yang belum juga keliatan π€π€
...ππππππ...
Gava Pov On
Beberapa jam setelah pesta pernikahan Alan dan Sekar selesai. Tepatnya malam hari setelah anak-anak gue dan Leo tidur semua.
Gue mengajak Leo, Grace dan Lou untuk mengintip malam pertama antara pasutri polos dan kaku dalam hal ehem-ehem. Awalnya Leo tidak mau kalo malam pertama Alana dan Ceilo terulang kembali.
"Baby, sebaiknya kita tidak usah mengintip mereka." cegah Leo lembut.
"Aku penasaran baby. Kalo kamu tidak mau ya udah JATAH SEBULAN PENUH gak ada." ancam gue dengan menyeringai.
"Ya sudah, tapi kamu harus siap kalo aku minta JATAH kalo aku ONFIRE." tantangnya.
"Iya, iya. Nanti aku kasih servis biar kamu puas." sahut gue menerima tantangan Leo.
Disinilah gue dan Grace menempelkan telinga di depan pintu kamar pengantin baru, dibelakangnya berdiri tubuh Leo dan Lou.
"Kok gak ada kedengaran ya suara mendesah Sekar maupun suara Alan." Ucap gue heran.
"Iya, jangan jangan mereka bingung lagi ehem-ehem, bukannya kita sudah liatin video ehem-ehem ke Alan dan Sekar." Ucap Grace menebak.
Sekali lagi telinga gue dan Grace menempel di depan pintu kamar pengantin hasilnya nihil alias gak ada suara.
Ceklek
Pintu kamar dibuka membuat gue dan Grace mundur, gue mengernyit heran saat melihat Alan berdiri dengan pakaian pengantin.
"Mama dan mommy sedang apa di depan kamar kami? Mau mendengar malam pertama kami?" tanya Alan heran dan menebak.
Gue dan Grace saling pandang kemudian cengengesan saat tebakan Alan benar.
"Ma, mom. Lebih baik kalian istirahat. Gak capek apa?! Alan aja capek loh ma, mom." tegur Alan seperti mengusir para orang tua secara lembut.
"Yahhhh .... mama dan mommy kan mau liat kalian ehem-ehemnya gimana?" Ucap gue puppy eyes.
"Gak, ada. Lebih baik mama dan mommy ke kamar masing-masing. Kalo mama dan mommy berada disini. Kami akan menunda membuat adonan cucu." Ucap Alan mengancam.
Leo dan Lou terkekeh sedangkan gue dan Grace cemberut.
"papa, daddy akan pergi sayang. Kalian lakukanlah sesuai insting dan naluri kalian." nasehat Leo menggendong gue ala bridal style.
Lou juga melakukan hal yang sama menggendong Grace ala bridal style. Rencana mengintip gatot alias gagal total. Wkwkwk
Gava pov Off.
...πΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊ...
Alan Pov On
Setelah pesta pernikahan selesai, aku dan Sekar berada di kamar pengantin. Tubuhku terlentang di ranjang kingsize.
"Hon, bantu aku melepaskan gaun ini." sahut Sekar berusaha melepaskan resleting belakang gaun pengantin.
Aku bangkit dari ranjang dan membantu melepaskan gaun pengantin istriku. Saat aku menarik resleting gaun pengantin Sekar, gaun pengantin itu lolos dengan mudah membuat jakunku naik turun saat melihat punggung mulus dan polos terpampang di depan mataku.
__ADS_1
Perlahan-lahan aku mendekati tubuh Sekar dan mencium leher Sekar bahkan memberi tanda. Sekar mengeluarkan suara ******* yang membuatku mabuk. Lalu aku menyudahi ciuman tersebut.
"Mandilah. Nanti kita lanjutkan." Mesumku sambil memberikan jas pengantinku karena tubuh Sekar polos dan hanya memakai celana pantai.
Wajah Sekar memerah dan berlalu ke kamar mandi. Aku terkekeh kemudian mendengar suara mama Gava dan mommy Grace berada dikamar kami.
"mama sama mommy mau ngintip nih pasti. Maaf ya, ma. Mom. Aku bukan Alana dan kak Ceilo yang bisa di intip oleh mama maupun mommy." batinku menyeringai.
Langkah kakiku berjalan ke arah pintu masuk kemudian salah satu tanganku memegang handel pintu.
Ceklek
Aku membuka pintu kamar dimana terlihat mama Gava dan mommy Grace memasang wajah tak biasa.
"Mama dan mommy sedang apa di depan kamar kami? Mau mendengar malam pertama kami?" tanyaku heran dan menebak.
Mama Gava dan mommy Grace saling pandang kemudian cengengesan.
"Ma, mom. Lebih baik kalian istirahat. Gak capek apa?! Alan aja capek loh ma, mom." tegurku lembut seperti mengusir halus para orang tua.
"Yahhhh .... mama dan mommy kan mau liat kalian ehem-ehemnya gimana?" Ucap mama Gava puppy eyes.
"Gak, ada. Lebih baik mama dan mommy ke kamar masing-masing. Kalo mama dan mommy berada disini. Kami akan menunda membuat adonan cucu." Ancamku.
Aku melihat wajah papa Leo dan daddy Lou terkekeh sedangkan mama Gava dan mommy Grace cemberut bak anak kecil.
"papa sama daddy akan pergi sayang. Kalian lakukanlah sesuai insting dan naluri kalian." nasehat papa Leo menggendong mama Gava ala bridal style.
Daddy Lou juga melakukan hal yang sama menggendong mommy Grace ala bridal style. Aku hanya terkekeh saat melihat wajah kedua mama Gava dan mommy Grace.
Aku pun menutup pintu lalu melihat pemandangan yang membuat jakunku naik turun.
"Hon, siapa tadi didepan?" tanya Sekar keluar dari kamar mandi menggunakan jubah mandi.
"Mama sama mommy." jawabku mengalihkan pandangan dari tubuh seksi Sekar.
"Mama, Mommy. Ngapain?" Sekar membeo dan bertanya lalu duduk ditepi ranjang kingsize.
Aku hanya mengedikkan bahu acuh lalu bergegas ke kamar mandi. Di kamar mandi, aku melepaskan pakaian pengantin dan mandi di shower dengan cepat dan kilat.
"Hon, kamu cepat banget mandinya?" tanya Sekar manja dan heran.
"Hon, sekarang aja ya." mohonku puppy eyes.
"Hah?! Apaan sekarang?" tanyanya polos.
Aku perlahan mendekati Sekar yang berada di tepi ranjang. Sekar hanya menatapku heran.
"Pindah ke tengah hon. Jangan dipinggir, nanti kamu jatuh." saranku berada dihadapannya.
Dia pun mengikuti saranku dan duduk ditengah-tengah. Aku juga melakukan hal yang sama.
"Hon, kata papa sama daddy kita harus melakukan malam pertama?" Ucapku polos.
Bbblllluuussshh
Sekar menunduk dengan kedua pipi memerah. Aku mengangkat dagu Sekar kemudian mencium bibirnya. Awalnya kecupan biasa lama-kelamaan menjadi intens.
Aku terus saja mencium bibir Sekar dengan sangat intens sampai Sekar mendesah. Aku dan Sekar tanpa sadar sudah melepaskan jubah mandi masing-masing.
Sekar menepuk dadaku karena kehabisan napas membuatku tak rela melepaskan pagutan kami. Tanpa sadar mata Sekar melihat boyku sudah berdiri tegak bak tiang listrik.
"Kkyyyaaaaaaaa"
"Hon, boy mu besar sekali."
Teriak Sekar sambil menutup matanya dengan tangan.
Akupun langsung menutup boyku dengan selimut. Wajahku juga menghadap ke arah lain karena melihat pemandangan didepanku.
"sudah ditutupin belum hon?" Sahut Sekar dengan mata masih di tutupi dengan tangannya sendiri.
"Liat saja sendiri." godaku jahil.
Perlahan-lahan dia menurunkan tangannya dan mulai membuka matanya. Dia menghela napas saat boyku sudah tertutup selimut.
__ADS_1
Seketika ide jahilku terlintas. "Hon, asetmu sungguh luar biasa."
"Apaan?"
"Asetmu itu loh. Sungguh luar biasa dan menggoda." serakku sambil menunjuk asetnya.
Dia menunduk dengan wajah memerah lalu menarik selimut sehingga membuat boyku yang terbebas dari selimut.
"Hon, jangan liat aku malu." cicitnya dengan wajah memerah.
Aku yang gemes dengan naluri dan insting langsung mencium bibir Sekar intens serta menuntut.
Aku dan Sekar terus saja bertukar saliva bahkan kedua tanganku sudah berada di salah satu gunung kembarnya dan rumahnya.
Aku terus memberikan rangsangan ke Sekar dan Sekar terus saja mengeluarkan *******.
"Hon, mau pipis." desahnya disela-sela kenikmatan.
"Keluarkan saja hon." serakku yang paham.
Sekar mengeluarkan cairannya dimana salah satu tanganku basah akibat cairan Sekar. Akupun membuka kedua kaki Sekar lebar-lebar agar boy bisa memasuki rumahnya.
Saat aku mulai memasuki boy ke rumah Sekar, terus saja boy meleset membuatku frustasi.
"Ada apa hon?" polosnya.
"Gak mau masuk, hon. Padahal sakit banget." polosku bingung.
"Masa sih?! boymu kali yang kebesaran hon?! kamu kan tau rumahku kecil?!" polosnya vulgar.
"Terus gimana dong?! Sakit nih boyku?!" rengekku bak anak kecil.
"Kamu nanya aku, aku nanya siapa hon. Aku juga bingung." polosnya sampai menggelengkan kepala.
"Masa iya sampe pagi boyku bak tiang listrik hon." vulgarku berkaca-kaca.
Aku dan Sekar hanya diam dimana posisi Sekar dengan kedua kaki terbuka lebar dan boyku tepat berada dirumahnya.
Aku terus menekan boyku, lama kelamaan boyku mulai memasuki rumah Sekar bahkan aku langsung menghentakkan boy sampai masuk dengan sempurna.
"Aaaaaaaa ..... sakittttttttt." teriak Sekar bahkan kedua tangannya mencakar punggung.
Aku hanya menggeram bahkan mendiami boyku terlebih dahulu agar Sekar bisa beradaptasi dengan boyku bahkan mengucapkan kata maaf berulang kali.
"Astaga ... sempit sekali. Boyku terasa dipijat-pijat." batinku kenikmatan.
"Hon, bergeraklah." lirihnya memberikan jalan.
Aku menggerakkan perlahan-lahan, awalnya lemah lembut menjadi cepat dan bergairah. Kami melakukannya di semua tempat kecuali kamar mandi. Kamar pengantin bahkan sudah seperti kapal pecah akibat ulah kami.
...πΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏ...
Pagi hari suasana di kamar kami. Di ranjang kingsize, aku dan Sekar tertidur pulas dibalik selimut akibat pertempuran panas tadi malam.
Aku yang tiba-tiba saja terbangun melihat Sekar yang berada dipelukkanku. Aku merasakan kalo boyku mulai onfire.
Aku langsung menindih Sekar dan mencium bibirnya berulang kali bahkan memberikan rangsangan. Aku tau Sekar mulai merasa terganggu.
"kak, jangan ganggu. Aku masih ngantuk dan capek." serak Sekar mendesah.
"kamu hanya diam saja sayang. biarkan aku bergerak. kamu hanya perlu meneriakkan namaku saja." sahutku dimana boyku sudah berada di rumah Sekar.
Kedua tanganku bermain di kedua gunung kembar favoritnya. Sekar terus mendesah dan meneriakan namaku.
Sejam kemudian, kami sama-sama pelepasan. Aku melepaskan boyku dari rumah Sekar. Sekar kembali tertidur kembali akibat ulahku.
Aku pun bangkit menuju kamar mandi. Setelah selesai mandi, aku memakai pakaian santai ku kemudian membiarkan Sekar tidur dibalik selimut.
Aku menekan interkom, meminta salah satu maid untuk menyiapkan sarapan dan dibawa ke kamar kami.
Alan Pov Off
...ππππππππ...
...Jangan lupa tekan Rate, Favorit dan Follow, terus tinggalkan jejak dengan tekan vote β€β€β€, like πππ dan komentar π¬π¬π¬...
__ADS_1