Hot Young Mom And King Mafia (S1 Dan S2)

Hot Young Mom And King Mafia (S1 Dan S2)
[S2] Page 11


__ADS_3

...โš ๏ธ Warning โš ๏ธ...


...Awas berhati-hati karena typo bertebaran dimana-mana, kata-kata kasar, vulgar atau apapun tetapi author berusaha menutupinya, kalo author lupa berarti khilaf ๐Ÿคซ๐Ÿคญ๐Ÿ˜š๐Ÿ˜˜...


...Jangan lupakan di akhir cerita ada aja bikin gantung dan penasaran ๐Ÿคญ๐Ÿ˜Œ๐Ÿค—...


...โ™กโ™กโ™กโ™กโ™กโ™ก...


Markas AZZA negara A bagian Barat


Pagi hari di kamar My Ramos, Bintang terbangun sambil mengerjapkan matanya dan meneliti kamar yang ditempatinya serta kelima saudaranya.


Bintang melihat Alan yang masih tertidur pulas disebelahnya. Lalu Bintang menoleh ke ranjang sebelah dimana Radit juga tertidur dibalik selimut.


Berbeda dengan Neira yang tidurnya 180ยฐ, dimana bantal udah dibawah ranjang, selimut entah tau kemana, guling di ranjang Alana. Tidur Alana dan Resmi paling tenang dan damai.


"Aa Neila kalo bobo lusuh sepelti gasing." batin Bintang geleng-geleng kepala. (Gak nyadar kamu, tong tidur cuman napas doang ๐Ÿ˜‚)


Bintang melihat Alan masih tertidur pulas seketika ide jahilnya.


"Bang Alan ~ bangun ~ sudah pagi abang ~~~ " Ucap Bintang mendayu-dayu dan meniup-niup bau mulutnya ke wajah Alan.


Alan mulai terusik saat mendengar suara Bintang menurutnya eerrmmm serta bau khas bangun tidur.


"Gembul, hentikan. Napasmu bau." serak Alan tengkurap sambil tersenyum di balik bantal.


"Tapi bangun dulu abang, udah pagi jangan tidul lagi." rengek Bintang kesal.


"Iya, iya nih abang bangun." Balas Alan mendudukan diri dengan wajah bantal.


"bang, coba deh liat Aa Neila. Aa Neila tidulnya macam gasing." Bintang menunjukkan Neira dan terkikik.


"lebih baik begitu daripada kamu mbul, tidur cuman napas doang seperti Resmi." batin Alan menggelengkan kepalanya.


"Ayok kita bangunin dulu yang lain." Ucap Alan bangkit diangguki Bintang.


Yang paling pertama bangun Alana, Radit, disusul Neira, terakhir Resmi. Mereka masuk ke kamar mandi masing-masing. (Syukur Leo dan Gava membuat kamar mandi ada enam buat para anak ๐Ÿ˜‚)


Selesai mandi, mereka memakai pakaian latihan yang ada di lemari karena hari ini adalah jadwal latihan mereka.


"Kita ke mama papa dulu. Baru kita sarapan." Ajak Alan lembut.


Semuanya malah tersenyum senang saat menganggu acara romantis Gava dan Leo.


Sementara di kamar pasutri, dini hari sekitar jam 2 pagi setelah Leo dan Gava berolahraga lebih tepatnya Leo yang meminta haknya. Gava dan Leo tertidur pulas saling berpelukan di balik selimut tebal.


Akibat cuaca dingin dipagi hari, tubuh Gava malah memeluk erat tubuh Leo untuk mencari kehangatan. Leo merasakan gunung kembar Gava menghimpit di dada bidangnya berusaha membuka matanya.


"Kalo lagi tidur macam anak kecil, kalo sudah bangun macam malaikat berwujud iblis." Batin Leo sambil mencium dan mengelus pucuk kepala Gava.


"Sayang, sudah pagi. ayok bangun. Anak-anak sebentar lagi akan kesini." Lembut Leo berusaha membangunkan emak beruang hibernasi sambil mencium bibir Gava bertubi-tubi.


Gava yang merasa bibirnya di cium bertubi-tubi mulai mengerjapkan matanya. Mata Gava mulai terbuka perlahan-lahan dan melihat pemandangan wajah tampan Leo.


"Ciptaan Tuhan yang mana lagi akan kau dustakan. Belum mandi aja suami gue tampan apalagi mandi kadar ketampanannya 100ร— lipat." Batin Gava memandang wajah Leo.


"Sudah puas memandang wajah tampanku sayang." Goda Leo menyadarkan lamunan Gava.


Blussshhhh


Wajah Gava memerah karena malu, Gava berusaha duduk sehingga selimut tebal yang dipakai mereka melorot menampilkan gunung kembar dan maha karya Leo. Leo tersenyum bak orang gila saat melihat maha karyanya ditubuh istrinya.

__ADS_1


"sayang, hei. kamu kenapa senyam senyum bak orang gila?" tanya Gava berusaha menyadarkan Leo.


"Gak kok sayang, gak papa." geleng Leo lembut.


"Tapi aku suka melihat maha karyaku di tubuhmu sayang." lanjutnya Frontal.


Gava seketika melihat kebawah dan melotot. kemudian Gava menaikkan selimut tebal sampai ke batas leher tetapi di cegah Leo.


"sayang jangan ditutupi, aku pengen lihat." ucap Leo mesum berusaha menarik selimut Gava.


"Gak, gak. kalo kamu lihat malah minta jatah. aku capek pengen istirahat." tolak Gava berusaha menarik selimut.


Terjadilah tarik menarik selimut antara Gava dan Leo di atas ranjang mereka. Leo yang gemes langsung saja mendorong Gava terlentang dan kedua tangan Gava di pegang Leo. Leo sukses selimut yang dikenakan Gava melorot kebawah sampai pinggan Gava.


"aku menang sayang. Morning kiss apa morning s**?" tanya Leo menggoda.


"gak ada pilihan lain apa, itu sih keuntungan kamu." cibir Gava mengerucut bibirnya.


Leo yang gemas langsung saja membungkam mulut Gava. Gava yang terhanyut membalas ciuman Leo yang intens. Leo terus saja bermain dibibir Gava. kedua tangan Gava dan Leo terlepas, membuat Gava mengalungkan tangannya di leher Leo. Salah satu tangan Leo ke gunung kembar favoritnya. Seketika suara ketukan seperti gedoran agak keras dan kencang dari arah pintu dengan 3 suara cempreng membuat Gava dan Leo menghentikan ciuman panas mereka. Leo dan Gava saling pandang sekaligus terkekeh.


Tok tok tok tok


Dug dug dug


Brak brak brak


"Mama, papa. Bangun udah pagi. Ayo salapan."


"Ma, pa. Laper."


"Ma, pa. Ayok bangun. Udah pagi. Kami ingin masuk."


"Hehehe Sayang, anak-anak sepertinya berada di depan?" Kekeh Gava saat melihat wajah lemes Leo.


"Bangunlah sayang. Nanti di lanjutkan lagi, aku tidak mau anak-anak melihat adegan kita. Mereka masih kecil." Manja Gava berusaha bangun dibantu Leo.


"Mandilah sayang, biarkan aku membuka pintu untuk anak-anak." lembut Leo mencium bibir Gava sekilas.


Leo bangkit dari ranjang tetapi tangannya di cekal oleh Gava.


"Ada apa sayang?" Tanya Leo heran.


"Kamu gak sadar ya. Pakai celana dulu sayang. Masa ketemu sama anak-anak kamu harus polos, apalagi j****rmu gantung gitu." Ucap Gava menatap horor Leo.


"Hehehe lupa sayang." Cengir Leo mengambil celana pantai dan celana panjangnya tanpa baju.


"Jangan dibiasakan sayang." Gemes Gava langsung menuju kamar mandi tanpa sehelai benangpun.


Ceklik


Leo membuka pintu dan menatap ke-6 anaknya. Lalu menatap putra bungsunya yang sudah merentangkan tangan.


"Masuklah. Mama lagi mandi sekarang." Lembut Leo bergeser agar ke-5 anaknya memasuki kamar Gava dan Leo.


Leo terus saja mencium pipi gembul Bintang. Wangi Bintang khas bayi membuatnya betah berlama-lama mencium Bintang.


"Papa, hentikan. Pipi tangtang jangan diciumin telus. Tangtang udah mandi." Rengek Bintang risih.


"Gak, kamu wangi sayang. Papa suka baunya." Jahil Leo yang terus saja mencium pipi khas bayi Bintang.


Kedua tangan mungil Bintang menahan wajah dan bibir Leo agar tidak mencium lagi. Kelima saudaranya terkekeh.

__ADS_1


Beberapa menit kemudian, Gava keluar dari arah kamar mandi menggunakan jubah mandi.


"Mama, mama." Ucap Bintang ke arah Gava.


"Sama kakak dulu ya baby boy. Mama mau berpakaian dulu. Pa, mandi sana sudah mama siapkan." Lembut Gava dan mengkode Leo.


Leo menyerahkan Bintang ke Alan. Lalu mencium pipi gembul Alan lalu berlari.


"PAPA !!!! PIPI TANGTANG JANGAN DICIUM!!! PIPI TANGTANG UDAH GAK SUCI LAGI!!!" teriak Bintang merajuk.


"Siapa suruh pipi kamu seperti bakpao lalu wangi lagi. Jadi papa akan terus cium pipi kamu agar kempes." Teriak Leo dari arah kamar mandi.


Semua disana tertawa karena Leo dan Bintang bak tom and jerry, samahalnya Neira dan Gava. Gava yang berada di walk in closet hanya terkekeh saat mendengar teriakan Bintang dan sahutan Leo.


Beberapa menit kemudian, keluarga Rajendra Ramos keluar dari kamar pasutri menuju ruang makan. Disana sudah berkumpul keluarga Lou-Grace, Zafar-Miya, Agra-Miko, King-Amel, Vori-Calis dan Adam.


"Kak Adam, Shafa dan Gilang mana?" Tanya Gava tidak melihat Shafa dan Gilang disebelah Adam.


"Lagi dikamar nona Gava." Sahut Adam.


"Terus kakak tinggal gitu?! kan bisa sarapan di kamar bareng?! ck.. kak Adam gak ada romantisnya sama istri dan anak?!" Cerocos Gava bak rapper.


Semua disana melongo tak percaya mendengar nada rapper Gava. Bintang yang heran dan bingung.


"Mama, nunduk ma." Panggil Bintang memegang ujung pakaian Gava.


Gava menyamakan tubuhnya dengan tubuh gembul Bintang. Kemudian Bintang menyentuh suhu dahi Gava dengan salah satu punggung tangannya dan suhu dahinya bergantian.


"Nolmal, mama gak sakit." Angguk Bintang polos.


Di ruang makan semuanya tertawa terbahak-bahak saat Bintang dengan polosnya memeriksa suhu tubuh Gava.


"Ish anak gue, dikiranya gue sakit apa?! benar kata Leo, kayanya kami salah bikin adonan." Batin Gava gemes.


"Kelakuan Bintang dan Gava sangat Mirip." Batin Leo terkekeh.


"Loh, Kalian belum pada sarapan?" tanya Shafa baru muncul bersama Gilang digendongannya.


Gilang merentangkan tangannya Ke Adam, disambut Adam. Shafa menyerahkan Gilang ke Adam.


"bukannya lo tidur Shaf?" beo Gava.


"tidur. siapa aku kak?" tanya Shafa heran.


"iya, kata kak Adam, Lo dan Gilang di kamar." balas Gava heran.


"Di kamar bukan berarti tidurkan. Jangan bilang Kak Gava langsung cerocos." Ucap Gava sekaligus menuduh. Semua yang disana mengangguk membenarkan.


"Jangan biasakan Kak Gava. Dengerin dulu kalo suami gue ngomong." cebik Shafa.


"ye, mana -" Kkkrruuuuyyyyuuuuukkkk


Saat Gava ingin bersuara tetapi suara perut Bintang berbunyi agak nyaring seketika yang lain tertawa kembali. Bintang, si pelaku bersembunyi di kaki Leo karena malu.


"Kita makan dulu baby boy." Sahut Gava terkekeh.


Bintang mengangguk kepalanya. Gava mengambilkan sarapan untuk ke-6 anaknya. Setelah selesai sarapan, para anak-anak pamit untuk berlatih dengan Ryker (Alana dan Alan), Anita dan Gauri (Intan, Resmi dan Neira), Malik dan Haris (Radith, Amzar, Ahsan, Noe, Akbar dan Alfa), Kin (Bintang, Gilang dan Kenzo).


...โ™กโ™กโ™กโ™กโ™กโ™กโ™กโ™ก...


...Part terpanjang dalam episode ๐Ÿ˜‚,, segitu dulu ya tunggu beberapa hari lagi ๐Ÿ˜š๐Ÿ˜˜...

__ADS_1


...Jangan lupa di follow terus tinggal jejak dengan tekan vote, like dan koment agar author semangat up ๐Ÿฅฐ๐Ÿ˜๐Ÿคฉ๐Ÿ˜˜...


__ADS_2