Hot Young Mom And King Mafia (S1 Dan S2)

Hot Young Mom And King Mafia (S1 Dan S2)
[S2] Page 37


__ADS_3

...⚠️ Warning ⚠️...


...Awas berhati-hati karena typo bertebaran dimana-mana, kata-kata kasar, vulgar atau apapun tetapi author berusaha menutupinya, kalo author lupa berarti khilaf 🤫🤭😚😘...


...Jangan lupakan di akhir cerita ada aja bikin gantung dan penasaran 🤭😌🤗...


...🐉🐉🐉🐉🐉🐉🐉...


Hari ini di halaman cabang mansion utama RR sudah terlihat kesibukan raturan pekerja untuk hari Pernikahan Alana dan Ceilo dengan tema outdoor dengan dekorasi mewau dan elegan.


Yang datang ke pernikahan Alana dan Ceilo hanya rekan bisnis perusahaan AG, Ramos dan Rajendra. Pernikahan Alana dan Ceilo tidak dipublikasikan dan ditutup rapat oleh Gava dan Leo ke media karena Alana masih belum lulus sekolah SMA.


Alana sekarang berada di kamar pengantin dengan memakai gaun pengantin yang sejak tadi mondar mandir tanpa henti. Sekar yang menemani Alana hanya menatap jengah dan gregetan melihat sahabatnya sekaligus calon kakak iparnya ini.


"Na, bisa gak sih lo gak seperti cacing kepanasan?! nanti make up lo luntur terus nanti dirias ulang?!" Sahut Sekar berusaha menenangkan Alana yang sejak tadi gelisah dan mondar mandir gak karuan.


"Gue gugup kampret. Sumpah lebih baik gue ngehadapin para fansnya Alan daripada gue nikah." cerca Alana dengan gelisah dan mondar mandir.


"Kan gue bilang tenangin diri lo dulu, bego. Lo duduk tarik napas buangnya perlahan-lahan." decak Sekar bangkit kemudian menarik tangan Alana untuk duduk di kursi rias.


Sekar memberi perintah untuk Alana. Alana mendengar perintah Sekar dengan baik sehingga tubuhnya lebih tenang dan rileks.


SAH


Suara kata SAH bergema nyaring di televisi dimana Alana dan Sekar menyaksikan Ceilo dengan lantang mengucapkan janji suci dihadapan penghulu dan Leo, wali dari Alana.


"Akhirnya sahabat gue sekarang sudah menjadi istri dari Kak Ceilo Brava Franklin." Ucap Sekar terharu.


Alana, sang pengantin wanita terharu bahkan air matanya mulai menetes tetapi cepat dihapus olehnya.


Ceklek


Pintu terbuka dimana tubuh Gava memasuki kamar pengantin tersebut dengan senyum lembut dan hangat mendekati Alana dan Sekar.


"Mama." lirih Alana tersenyum lembut.


"Selamat ya sayang. Sekarang kamu sudah menjadi istri Ceilo." lirih Gava terharu berusaha menahan air matanya agar tidak keluar.


"Ayok kita keluar sayang. Kita harus bertemu dengan suamimu dan para tamu." lanjutnya tersenyum lembut.


Alana digandeng Gava dan Sekar keluar dari kamar pengantin menuju tempat pernikahan di halaman mansion.


...⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘...


Di halaman mansion tepatnya di pelaminan, sejak tadi Ceilo, pria yang sudah menjadi suami Alana terus saja menatap tempat dimana Alana akan berjalan di gandeng Gava. Leo yang berada disebelah Ceilo hanya menampilkan senyum tipis.


Beberapa menit kemudian, Ceilo melihat Alana, istrinya memakai gaun pengantin dengan sangat cantik digandeng Gava, ibu mertuanya. Sekar, dia duduk disebelah Alan. Tangan mereka berpegangan.


Saat di pelaminan, Gava menangis sesegukan dan memeluk Alana dan Ceilo bergantian. Samahalnya Leo memasang senyum tulus sekaligus memeluk Alana dan Ceilo.

__ADS_1


"Jaga dan cintai putriku, Cei. Jangan buat putriku menangis dan terluka. kalo kamu sudah tidak bisa menjaga dan mencintainya lagi, serahkan dia kepada kami." Nasehat Leo datar terkesan hangat lalu memeluk tubuh Ceilo ala laki-laki.


"Iya, papa. Ceilo akan mengingat pesan papa dengan baik." tegas Ceilo juga memeluk Leo ala laki-laki.


Gava dan Alana saling pandang satu sama lain. Seketika ide Gava terlintas di otaknya.


"Na, nanti mama bikinin jamu kuat bikinan omamu ya. Buat kamu malam pertama dengan Ceilo nanti." bisik Gava frontal menggoda Alana.


Blush


Alana yang mendengar kata JAMU KUAT seketika wajahnya memerah malu.


"Ma." bisik Alana malu bak kepiting rebus.


Leo hanya menggelengkan kepalanya saja berbeda dengan Ceilo yang memandang dengan wajah bertanya-tanya.


"Pa, mama kenapa sih?" bisik Ceilo Kepo.


"mama pasti memberikan jamu kuat untuk Alana agar Alana kuat melayanimu." bisik Leo santai.


Wajah Ceilo seketika memerah saat Leo dengan santainya dengan mengatakan kata MELAYANI. Gava dan Leo pamit untuk turun ke pelaminan.


Setelah Gava dan Leo turun dari pelaminan, banyak kolega bisnis Gava-Leo dan Ceilo yang datang ke acara pernikahan Alana dan Ceilo untuk memberikan selamat.


(Author SKIP, pasti akan panjang banget ceritanya 😉)


...🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴...


Gava dan Grace menempelkan telinga mereka di depan kamar pengantin baru, dibelakangnya berdiri tubuh Leo dan Lou.


Setelah selesai makan malam, Gava menarik Alana ke kamar pengantin baru.


"Minum ini agar staminamu kuat sayang." Ucap Gava memberikan segelas jamu kuat ke Alana.


Alana meneguk segelas jamu kuat itu dimana rasanya luar biasa. Kemudian Gava menyerahkan paperbag ke Alana. Alana mengambilnya dan melihat isi paperbag itu.


Ma, ini pakaiannya terlalu terbuka dan seksi mah. Alana gak mau makai." tolak Alana mentah-mentah menyerahkan paperbag ke Gava.


"Kamu harus pakai itu?! layani suamimu, masa iya kamu pakai kaos dan celana pendek aja. Gak, gak. Pake pakaian itu." Sahut Gava menolak mengambil paperbag itu.


"Tap-" "tidak ada tapi-tapian, sekarang kamu ke kamar ganti, ganti pakaianmu dengan pakaian ini. Jangan lupa pakai jubah mandi." Gava memotong ucapan Alana dan mengajak ke kamar mandi.


Alana ke kamar mandi dan mengganti pakaiannya. Beberapa menit kemudian, Alana keluar dari kamar mandi menggunakan jubah mandi. Gava tersenyum puas.


Sedangkan Ceilo dan Leo sedang berada tidak jauh dari kamar pengantin. Ceilo gelisah dan resah bahkan pandangannya terus saja menghadap kamar pengantin.


"Tenanglah son, kamu akan menerkam istrimu habis-habisan akibat ulah mama mertuamu sendiri." datar Leo terkekeh terkesan hangat dan ambigu.


Ceilo mengernyitkan dahinya heran saat mendengar ucapan Leo, papa mertuanya terkesan ambigu.

__ADS_1


"Ayok, papa sudah di sms mama mu untuk ke kamar pengantin." ajak Leo bangkit dari sofa.


Ceilo dan Leo sejajar menuju kamar pengantin. Pintu terbuka, Gava mendorong tubuh Ceilo ke kamar dan menutupnya kembali.


Gava dan Leo tetap berada didepan kamar pengantin baru lebih tepatnya Gava menempelkan telinganya.


Hampir 2 jam, Gava menempelkan telinganya di depan kamar pengantin. Gava hampir mendengar suara desahan samar-samar dan ranjang berdenyit. Padahal kamar pengantin baru kedap suara tetapi Gava memasang alat di pintu masuk kamar pengantin baru agar bisa mendengar malam pertama pengantin baru.


"Berhasil !!!! Ye ..... cucu ... cucu .... cucu ....." teriak Gava antusias dan heboh sambil menggoyangkan tubuhnya kesana kemari.


Leo hanya menggelengkan kepalanya gemes saat kelakuan Gava antusias dan heboh mengatakan berhasil dan cucu.


"Kak Gava, Tuan Leo. Kalian ngapain berada di depan kamar pengantin baru?" tegur Lou di ikuti Grace.


"Lou, Grace. Sini." teriak Gava melambaikan tangannya.


Lou dan Grace saling pandang kemudian berjalan kearah Gava dan Leo.


"Ada apaan kak?"


"tempelin telinga kalian di depan kamar pengantin baru dan dengerin."


Lou dan Grace mengikuti perintah Gava seketika wajah mereka memerah bersamaan karena mendengar samar-samar desahan dan ranjang berdenyit.


"Bagaimana?"


"Lo sungguh gila, Gav. Malah mendengarkan malam pertama Alana dan Ceilo." Sahut Lou bergidik ngeri sambil mengusap telinganya.


"Hehehe sesekali mendengarkan anak dan menantu malam pertama hehehe." Gava terkekeh dengan wajah polos dan Leo hanya tersenyum tipis.


"Dasar suami istri gila, malam pertama anak dan menantu malah di jadikan tontonan live." batin Lou menatap horor kedua manusia didepannya ini.


"Sebaiknya kalian berdua istirahat terutama lo, Gav. Gak capek apa sejak kemaren lo seperti kucing liar sampai pawang lo dianggurin." cibir Lou menarik tangan Grace agar kekamar mereka.


"Sayang, ayok ke kamar. Benar kata Lou, kamu butuh istirahat banyak." Ucap Leo lembut.


"gendong." manja Gava merentangkan kedua tangannya.


"Depan apa belakang?"


"Depan, koala."


Leo menggendong Gava ala koala bahkan sepanjang perjalanan menuju kamar utama mereka berciuman bahkan sangat intens. Bersyukur para anak-anak dan penghuni lain sudah ke kamar masing-masing alias tidur karena kelelahan akibat acara pernikahan Alana dan Ceilo.


Setelah sampai kamar utama mereka, pintu tertutup otomatis dan kedap suara sudah dinyalakan. Leo dan Gava di dalam kamar utama sedang berolahraga ranjang akibat Leo tidak tahan sejak mendengar malam pertama Alana dan Ceilo.


...🥀🥀🥀🥀🥀🥀...


...Pernikahan Alana dan Ceilo sudah terlaksana tinggal pernikahan Alan dan Sekar, apa yang akan dilakukan emak Gava lagi 🤭🤭...

__ADS_1


...Jangan lupa tekan Favorit dan Follow, terus tinggalkan jejak dengan tekan vote ❤❤❤, like 👍👍👍 dan komentar 💬💬💬 agar author semangat update 🥰😍🤩😘...


__ADS_2