Hot Young Mom And King Mafia (S1 Dan S2)

Hot Young Mom And King Mafia (S1 Dan S2)
[S2] Page 56


__ADS_3

...⚠️ Warning ⚠️...


...Awas berhati-hati karena typo bertebaran dimana-mana, kata-kata kasar, vulgar atau apapun tetapi author berusaha menutupinya, kalo author lupa berarti khilaf 🤫🤭🥰...


...Jangan lupakan di akhir cerita ada aja bikin gantung dan penasaran 🤭😌🤗...


...🇲🇨🇲🇨🇲🇨🇲🇨🇲🇨🇲🇨🇲🇨🇲🇨🇲🇨🇲🇨🇲🇨🇲🇨🇲🇨...


Hampir tengah malam di sebuah kamar apartemen RR khusus yang belum menikah, dua orang wanita masih terbaring dengan selang infus masih terpasang di punggung telapak tangan kiri dan kanan ditemani kepala apartemen dan kepala pengawal apartemen.


Kedua wanita tersebut menggerakkan kedua mata dan perlahan-lahan membuka mata untuk menyesuaikan cahaya yang masuk ke retina mata.


Kepala apartemen dan kepala pengawal apartemen akhirnya tersenyum lega saat melihat kedua wanita tersebut siuman.


"Haus." serak kedua wanita itu terbata-bata.


Kepala pengawal apartemen dan kepala apartemen memberikan segelas air putih bahkan membantu kedua wanita itu meminumnya hingga tandas.


Setelah air putih masuk ke tenggorakan mereka masing-masing. Kedua wanita tersebut direbahkan kembali.


"Ini dimana?" tanya salah satu wanita tersebut dengan nada lirih sambil mengamati sekitar.


"Di kamar tamu apartemen RR." jawab kepala apartemen tersenyum.


(Apartemen yang berada di kediaman RR terdiri dari 20 lantai dengan fasilitas lengkap. Apartemen di kediaman RR hampir ratusan tetapi yang terpakai hanya 30 apartemen, gak tau deh nanti zaman anak Gava-Leo. Yang tinggal di apartemen beragam pekerjaan sesuai di bawah pengawasan Gava-Leo)


"Kalian kenapa bisa pingsan di gerbang besar kediaman RR?" tanya kepala pengawal apartemen.


"Kami kelaparan dan kami di usir." jawab salah satu wanita itu menunduk padahal terdapat seringai licik.


"Apa kalian memiliki pekerjaan?" tanya kepala pengawal apartemen.


"Kami baru saja di pecat." balas salah satu wanita itu lagi.


"Kalo boleh kami mau menanyakan nama kalian?"


"Nama saya Meli Aisha, di panggil Meli. Usia saya 28an, saya lulusan SMA dan bekerja sebagai maid. Kalo disebelah saya, dia kakak perempuan saya namanya Jeslin Adinda, dipanggil Jeslin. Usianya 32an, kakak saya lulusan diploma 1 dan bekerja sebagai karyawan perusahaan kecil. Kami berdua anak yatim piatu karena orang tua kami meninggal saat kecelakaan." jelas Meli pura-pura sendu dan berbohong.


"Tadi kata kalian di pecat. Itu karena apa?"


"Saya mengundurkan diri karena saya hampir diperkosa oleh Manajer saya." lirih Jeslin berbohong bahkan menunduk padahal tersenyum mengejek.


"Saya dipaksa melayani para pria hidung belang jika datang ke rumah tuan saya." lirih Meli berbohong dengan air mata buaya.


"Baiklah nona Meli, nona Jeslin. Kami menyiapkan makan malam. Makanlah terlebih dahulu, lalu istirahatlah." Balas kepala apartemen iba melihat keadaan Meli dan Jeslin sambil meletakan nampan berisi makan malam.


"Terima kasih, nyonya kepala." angguk Meli dan Jeslin tersenyum.


"Saya dan kepala pengawal pamit." Ucap Kepala Apartemen.


Setelah kepala pengawal apartemen dan kepala apartemen keluar dari kamar tamu. Jeslin dan Meli tersenyum menyeringai, rencana Meli berhasil memasuki kediaman RR.


"Meli, rencana kamu berhasil." sahut Jeslin tersenyum.


"ya, pelan-pelan tapi pasti." Ucap Meli terkekeh.


Jeslin dan Meli memakan makan malam mereka dengan hati dan pikiran jahat merajalela.


☆☆☆


☆☆



Di ruang tamu, kepala pengawal apartemen menghubungi kepala maid utama dengan ponsel.


"Selamat malam. Saya berbicara dengan siapa?" sapa seorang wanita paruh baya diseberang ponsel.


"Malam, kepala maid utama. Saya kepala pengawal apartemen unit 15."


"Ya, ada apa kepala pengawal apartemen unit 15, apa ada masalah?"


"Saya ingin memberitahukan kepada nyonya besar bahwa kedua wanita pingsan di gerbang utama baru saja sadar."


"Siapa Bi?"


"Nyonya besar, dari kepala pengawal apartemen unit 15 katanya kedua wanita yang pingsan di depan gerbang baru saja siuman."


"sambungkan ke earphone saya sama suami saya, bi."


"Iya, nyonya besar."


Sambungan ponsel kepala pengawal apartemen unit 15 ke earphone Gava dan Leo.


"Ada apa kamu menghubungi saya?! Apa mereka sudah sadar kepala pengawal unit 15?!"


"Iya, nyonya besar. Apa saya menganggu anda?"

__ADS_1


"Tidak sama sekali, saya sedang makan malam yang tertunda saja bersama suami saya. Apa sudah kamu tanyakan siapa mereka sebenarnya?"


"Iya, nyonya besar. Wanita cantik disebelah ranjang kiri bernama nona Meli Aisha, di panggil Meli. Usianya 28an, lulusan SMA dan bekerja sebagai maid tetapi di pecat karena di paksa untuk melayani para pria hidung belang oleh majikannya. Kalo disebelah nona Meli, wanita itu kakak perempuannya bernama nona Jeslin Adinda, dipanggil Jeslin. Usianya 32an, lulusan diploma 1 dan bekerja sebagai karyawan perusahaan kecil yang hampir diperkosa oleh manajer. Mereka berdua, anak yatim piatu karena orang tua kami meninggal saat kecelakaan." jelas kepala pengawal apartemen menjelaskan panjang lebar.


"Lalu mereka di usir dan menjadi pengangguran." tebak Gava di seberang ponsel.


"Iya, nyonya besar."


"Besok pagi, suruh mereka bekerja sebagai maid terlebih dahulu untuk membantu mendekorasi pesta pernikahan putraku Alan, tetapi jaga mereka dengan ketat dan waspada secara diam-diam jangan sampai mereka mencurigai kita. Ingat jangan suruh mereka menyentuh makanan dan minuman atau masuk ke mansion cabang." perintah dan peringat Gava di seberang ponsel.


"Baik, akan saya laksanakan perintah dan peringatan nyonya besar."


Tut


Setelah mendapat perintah dan peringatan dari Gava, kepala pengawal apartemen unit 15 diam-diam memberi kode keanak buahnya tanpa di ketahui oleh siapapun. Kepala apartemen paham pergerakan diam-diam kepala pengawal apartemen unit 15.


●●●


●●



Alan Pov On


Sore hari aku, Sekar ~ calon istriku, Alana dan Kak Ceilo pulang dari butik menuju salah satu rumah tamu yang berada di kediaman RR diantar kepala penjaga gerbang utama. Sampai di depan gerbang rumah tamu nomor 20, penjaga gerbang utama pamit untuk menyelesaikan tugasnya yang tertunda.


Aku memasuki gerbang tersebut terlihatlah rumah tamu mewah dan megah bercat biru. Kami keluar dari mobil lalu memasuki rumah tamu nomor 20.


Aku melihat Daddy Edwin Drixson, calon ayah mertua beserta opa oma Drixson yang sedang duduk diruang keluarga sambil menonton berita televisi dengan cemilan.


"Daddy, oma, opa." teriak Sekar membuatku, Alana dan Ceilo menutup telinga rapat-rapat.


"Sekar, jangan teriak nak. Gak kasian apa sama calon suamimu, calon adik iparmu, calon suami adik iparmu." tegur oma Drixson lembut.


Sekar memeluk opa dan oma Drixson bergantian dengan sangat manja bahkan duduk ditengah diantara pasutri paruh baya.


Aku, Alana dan kak Ceilo duduk di sofa panjang yang muat hampir 4 orang. Aku hanya tersenyum tipis berbeda dengan Alana dan kak Ceilo yang tertawa.


"Kalian sudah lama disini?" tanyaku lembut.


"Baru tadi siang, mamamu menelpon daddy disuruh menginap dirumah tamu yang sudah disiapkan menjelang 2 hari sebelum hari pernikahan kalian berdua." jawab daddy Edwin.


"Apa kalian lapar?" tanya oma Drixson. Kami semua menganggukkan kepala.


"Tunggu sebentar, lebih baik kalian memakan cemilan sebelum makan malam tiba." Ucap oma Drixson memanggil kepala maid yang bertugas di setiap rumah mewah kediaman RR.


Aku, Alana dan Kak Ceilo saling pandang kemudian menganggukkan kepala tanda menyetujui.


"Kalian pergilah ke kamar yang sudah disiapkan kepala maid." Ucap oma Drixson.


Kami menuju kamar masing-masing untuk istirahat sebelum makan malam tiba. Saat ini aku berada di kamar tamu, aku pun merebahkan diri dengan telentang.


"Baby, terima kasih sudah menjadi warna dalam hidupku." batinku tersenyum membayangkan wajah Sekar.


Aku pun bangkit dan menuju kamar mandi. Selesai dari kamar mandi, aku membuka paperbag dan memakai pakaian. Setelah itu, aku pun keluar kamar untuk melihat calon istriku dimana kamar kami bersebelahan.


Tok tok tok


"Siapa?"


"Aku honey, Alan."


"Buka saja honey. Pintunya gak di kunci."


Ceklek


Aku memasuki kamar Sekar terlihat Sekar sedang berada di balkon dengan pakaian santai yaitu celana pendek diatas lutut dan pakaian kaos lengan panjang.


Dia tersenyum ke arahku, aku membalasnya dengan senyuman lembut dan hangat. Aku berjalan kearah balkon sambil memeluknya dari belakang.


"Apa kamu bahagia?" tanyanya saat kepalaku bertumpu dipundak kanannya.


"Ya, aku sangat bahagia honey. Kamu cahaya dan ratu yang sudah membuat diriku keluar dari hitam dan putih." jawabku lembut sambil memeluk pinggangnya.


"Honey, sejak kapan kamu mulai mencintaiku?" tanyanya melepaskan pelukan kami dan menghadapku.


"Aku tidak tau pasti, cinta tiba-tiba saja tumbuh di hatiku saat bersamamu. Saat kamu sedih dan terpuruk, hatiku terasa diremas. Tetapi saat kamu senang, bahagia dan tertawa hatiku merasakan damai dan tenang." jawabku mencium keningnya.


"Kata Alana, kamu sampai di goda oleh mama Gava dan mommy Grace?" tanyanya tersenyum lalu terkekeh.


"pengen cium ya Allah. Sabar Alan, sebentar lagi SAH. Nanti tubuhnya akan menjadi milikmu seutuhnya Alan. SABAR kuncinya Alan." batinku melihat bibirnya menurutku sangat seksi.


"Alan, honey. Hei."


"Aaa... Ya ,,, ada apa Hon?" tanyaku yang baru saja sadar dari lamunan.


"Pertanyaanku tadi jawab dong?" rajuknya sambil mengerucutkan bibirnya.

__ADS_1


"Ya Allah, tahan Alan, tahan. Jangan kebablasan." batinku menahan diri agar tidak mencium bibir seksinya.


"Baiklah aku ceritakan, ingat jangan tertawa ya." pasrahku.


Sekar mengangguk antusias saat aku ingin menceritakan.


...🐳🐳🐳...


Flashback beberapa tahun sebelum Alan dan Sekar pacaran dan menikah


Saat itu aku mencari keberadaan papa Leo, mama Gava, daddy Lou dan mommy Grace. Ternyata keempat orang tuaku berada di belakang mansion untuk bersantai ditemani Bintang yang masih berusia 2 tahun bahkan Anita, baby sitter Bintang.


Aku pun mendekati papa Leo dan daddy Lou karena kami sesama lelaki.


"Pa, dad." panggilku membuat papa Leo dan daddy Lou menoleh.


"Ada apa Alan?" tanya mereka lembut.


"Dadaku beberapa hari terakhir terasa sakit dan berdebar tak karuan kalo dekat sahabat Alana yang namanya Sekar. Apa aku memiliki penyakit jantung ya?" polos dan tanyaku.


"hahahahaha polos sekali kamu, Lan Hahahaha." tawa mama Gava pecah.


"Iya, Kamu Lan. Ada-ada aja. hahahaha" tawa mommy Grace.


"Kamu jatuh cinta son." balas papa Leo. Aku mengernyitkan dahi bingung.


"Ternyata putraku masih polos dan kaku dalam soal percintaan baby." sahut mama Gava. (Mak Gava, author yang bikin juga masih polos dalam hal percintaan 😒)


Papa Leo, Daddy Lou, dan Mommy Grace menganggukkan kepala.


"Nih mama tanya ke kamu, kalo didekat Sekar jantungmu berdetak cepat?"


Aku mengangguk membenarkan.


"Kalo Sekar terluka atau terpuruk, kamu marah dan ingin melakukan apapun agar Sekar bahagia?"


Aku mengangguk sekali lagi.


"Kalo Sekar bahagia, perasaanmu bagaimana?"


"Senang, tenang dan damai sampai ke dalam hati bahkan ada bunga-bunga." jawabku jujur dan polos.


"Fiks, kamu sudah jatuh cinta ke Sekar." Ucap Mama Gava.


"Kapan aku jatuh cintanya mah?"


"Waktu yang menjawabnya prince. Tatapanmu itu bukan seperti tatapan kasih sayang dan cinta antara sahabat tetapi tatapan antara pria ke wanita." jelas mama Gava tersenyum lembut.


"Gav, tuan Leo. Grace tidak percaya deh, kalo si Alan. Anak yang terkenal dingin dan kaku, irit bicara dan susah didekati perempuan normal juga." ejek mommy Grace.


"maksud mommy?"


"Alan, mama dan mommy ingin sekali mencarikan kamu sesosok perempuan yang bisa meluluhkan hati dan sikap gunung es kamu. Kamu kemana-mana sama Yudis terus, mama dan mommy kira kamu suka pisang sama pisang, bukan pisang sama apel." Ucap mama Gava mengejek sekaligus menggoda.


"Mama !!! Mommy !!! Alan masih normal !!! Alan gak belok." pekikku malu lalu memasuki mansion dimana aku mendengar jelas mama Gava dan mommy Grace tertawa terbahak-bahak.


Flashback Selesai


●●●


●●



Setelah aku selesai menceritakan flashback ke Sekar, calon istriku.


"Hahaha lucu juga mama dan mommy hahaha" tawanya terbahak-bahak.


"honey jangan ketawa." rajukku cemberut.


"Haha lucu tau haha. nih ya honey, aku juga sempat mengira kamu itu tidak normal haha." ejeknya tertawa.


"Awas aja kamu nanti, setelah kita menikah. Kamu akan aku gempur sampai tidak bisa jalan." Ucapku sedikit mengancam.


"Aku tidak takut honey." Godanya. "sebaiknya kita makan malam. Aku takut opa oma akan melihat kita berada di dalam kamar berduaan." lanjutnya menarik tanganku lembut.


Makan malam telah tiba, kami makan malam diiringi canda tawa. Setelah makan malam aku, Alana dan kak Ceilo pamit ke mansion utama RR.


Alan Pov Off


...🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩...


...Malam banget ya ,,, author kasih part terpanjang hampir 2000 kata 🤭🤭...


...Alasannya dunia real life 🙄🙄 jadi otak author fokus dulu lalu istirahat ,, gak bisa memikirkan novel 🤭🤭...


...Sampai ketemu Lusa 😊😊...

__ADS_1


...Jangan lupa tekan Favorit kemudian Follow, terus tinggalkan jejak dengan tekan vote ❤❤, like 👍👍 dan komentar 💬💬 agar author semangat update 🤭🤗😊...


__ADS_2