Hot Young Mom And King Mafia (S1 Dan S2)

Hot Young Mom And King Mafia (S1 Dan S2)
[S2] Page 60


__ADS_3

...⚠️ Warning ⚠️...


...Awas berhati-hati karena typo bertebaran dimana-mana, kata-kata kasar, vulgar atau apapun tetapi author berusaha menutupinya, kalo author lupa berarti khilaf 🀫🀭😚😘...


...Jangan lupakan di akhir cerita ada aja bikin gantung dan penasaran πŸ€­πŸ˜ŒπŸ€—...


...🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼...


Malam hari setelah pesta pernikahan Alan dan Sekar selesai dan aksi mengintip malam pertama gagal total. Di kamar pasutri, Gava memandang Leo dengan wajah kesal dan cemberut lalu memalingkan wajahnya ke arah lain agar tidak melihat wajah Leo yang hanya menggelengkan kepala saja.


Leo yang gemes, memeluk Gava dari belakang dimana kepalanya berada di ceruk leher Gava.


"Jangan marah ya, baby. Sudah cukup kita kemaren ngintipin malam pertama Alana dan Ceilo."


"Baby aku penasaran dengan malam pertama mereka bagaimana?! Kamu tau sendiri bagaimana Alan dan Sekar sama-sama polos dalam hal ehem-ehem." Oceh Gava dengan mengerucutkan bibirnya.


"Baby, mereka sudah dewasa. Mereka tau apa yang harus dilakukan?! Kita sebagai orang tua hanya membimbing dan menasehati saja." pesan Leo untuk Gava.


Gava melepaskan pelukan Leo dan berbalik menghadap Leo. Kedua matanya berkaca-kaca kemudian memeluk dada pelukable Leo. Leo yang gemes terus saja mencium pucuk kepala Gava.


"Baby, bagaimana malam ini kita liburan ke villa Barat bareng anak-anak. Kita sudah lama tidak quality time sama keempat anak kita." usul Leo membuat Gava mendongakkan kepalanya.


"Aku setuju." angguk Gava mencium bibir Leo.


Leo yang mendapat ciuman tiba-tiba menahan tengkuk Gava dengan salah satu tangannya. Terjadilah ciuman panas dan pertukaran saliva dengan durasi hampir 30 menit.


Kedua tangan Gava memukul dada Leo agar melepaskan ciuman panas mereka. Leo yang paham melepaskan bibirnya dengan tak rela.


Gava menarik napas rakus akibat ciuman panas itu. Leo terus mengusap bibir Gava yang membengkak akibat ulahnya.


"Sebaiknya kita bersiap-siap. Kamu ke kamar para anak cowok sedangkan aku ke kamar para anak cewek." usul Gava ceria.


Leo menganggukkan kepala saja mengikuti usulan Gava. Sebelum ke kamar para anak-anak, Leo sekali lagi mencium bibir Gava sekilas.


...🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱...


Di kamar Neira lantai 4.


Ceklek


Pintu kamar Neira dibuka, Gava memasuki kamar Neira. Dia melihat anak ketiganya kalo tidur seperti gasing yang berputar.


Perlahan-lahan Gava mendekati ranjang kingsize yang berbentuk hello kitty bahkan bantal, guling dan selimut juga bergambar hello kitty.


"baby girl." panggil Gava menggoyangkan tubuh Neira dengan lembut bahkan mencium kening sang anak.


Neira yang merasakan ada ciuman hangat di keningnya perlahan-lahan membuka kelopak matanya.


"Mama." serak Neira khas bangun tidur.


"Bangun baby. Papa mama akan ngajak kalian liburan." Ucap Gava lembut.


Neira mendengar kata liburan langsung membuka mata bahkan bangun mendadak membuat kepala Neira dan dagu Gava terbentur.

__ADS_1


Aaaauuuu


Ringis Neira dan Gava bersamaan. Neira dengan mata berkaca-kaca seperti ingin menangis mengusap kepalanya, membuat Gava memeluk sang putri.


"Maafin mama ya sayang." Gava mengusap pucuk kepala Neira.


"Hiks... sakit mama... hiks..." isak Neira lirih didalam dekapan Gava.


"Neira, kenapa baby?" sahut suara bass seorang pria memasuki kamar Neira.


Gava dan Neira sama-sama menolehkan wajah mereka. Di depan kamar, terlihat tubuh Leo menggendong Bintang yang masih tertidur lelap ala koala berbeda dengan Radith digendong di punggung dengan mata terpejam. Anita sudah berada di belakang Leo dengan sekoper besar di yakini kepunyaan Bintang dan tas punggung.


"Papa dan suami yang siaga." batin Gava melihat Leo menggendong kedua jagoannya dengan raut wajah menahan beban.


"Baby, Neira kenapa?" tanya Leo sekali lagi dengan menampilkan wajah khawatir dan cemas.


"aku sama Neira habis kecelakaan kecil baby sehingga daguku dan kepala Neira jadi sasarannya." jelas Gava berusaha menenangkan Leo.


Leo menghembuskan napas lega saat melihat istri dan putrinya yang lain.


"Baby, panggillah Ben, Hide dan Malik. Ajaklah mereka ke Villa Barat buat jaga keempat anak kita nanti disana." saran Gava.


Leo menekan tombol earphonenya dimana Hide, Ben dan Malik diseberang earphone mengiyakan.


Beberapa menit kemudian Ben, Hide dan Malik berada di kamar Neira. Leo menyerahkan Radith, putra sulung kami ke Malik.


Radith sama sekali tidak terganggu saat tubuhnya diambil alih oleh Malik. Ben, pengawal Neira akan mengangkat nona muda kecil. Neira yang masih mengantuk sudah terlelap digendongan ala koala.


Di kamar Resmi, Gava dan Leo terkekeh melihat Resmi yang tertidur bak kepompong.


"Gak Resmi, Bintang atau Kamu. Kalo tidur pasti macam kepompong." batin Leo tersenyum manis dan lembut.


Gava mendekati ranjang kingsize Resmi. Resmi namanya 11 12 seperti Gava sama sekali tidak terganggu.


"Little girl." Ucap Gava mengusap kepala Resmi.


Resmi merasa ada seseorang yang mengusap kepalanya perlahan-lahan menurunkan selimutnya dan mengerjapkan matanya.


"Mama." seraknya khas bangun tidur.


"Yuk, bangun." ajak Gava.


"Kemana? Apa sudah pagi?" tanya Resmi dengan nyawa melayang kemana-mana.


"Papa mama ingin ngajak kalian liburan. Masih malam sayang." balas Gava sambil mengusap kepala Resmi.


"Liburan?!" beo Resmi yang masih belum sadar.


"Iya, liburan ke Villa sebelah Barat aja kok." balas Gava membantu Resmi untuk duduk.


"Cuman kita mah?" tanyanya. (Kalian taulah nyawa belum terkumpul semua gimana, pasti responnya lemot 🀣)


"Iya, cuman kita."

__ADS_1


"Pakaiannya?"


"Di Villa Barat ada semuanya sayang."


"Villa Barat dimana?"


Gava menghembuskan napas saat mendengar pertanyaan dari anak keduanya. Gava memberi kode untuk Hide agar mengangguk anak keduanya. Hide yang paham kemudian melangkah kedepan dan Gava bangkit dari ranjang kingsize.


"Paman mau ngapain?"


"Disuruh nona besar untuk menggendong nona muda."


Resmi merentangkan kedua tangannya tandanya minta digendong ala koala. Tubuh Hide sedikit menunduk kemudian mengangkat Resmi ala koala. Resmi dengan gampangnya menopang kepalanya di pundak kiri Hide dengan mata terpejam kembali alias tidur.


"Baby, sebaiknya kita beritahukan ke kak Adam atau kak Zafar ketimbang Lou dan Grace." Saran Gava.


Leo mengernyitkan dahinya heran. "kenapa gak ke Lou saja baby?"


"Baby, jam segini mereka lagi bikin adonan. Kamu mau anak-anak kita mendengar suara laknat hem." decak Gava.


Leo yang paham maksud ADONAN dan SUARA LAKNAT langsung mengangguk mengerti.


Gava, Leo sambil menggendong Bintang dengan 3 pengawal yang diutus meninggalkan kamar Resmi menuju kamar Kak Adam dan Kak Zafar yang berseberangan di lantai 3 khusus para orang tua.


Tok tok tok


Ceklik


Pintu kamar Zafar dan Adam terbuka akibat di ketok oleh Leo dan Gava. Wajah bantal Zafar dan Adam, jangan lupakan wajah bantal Miya dan Shafa juga terlihat oleh Leo dan Gava.


"Ada apa tuan, nona?" tanya Adam dan Zafar bersamaan.


"Gue, Leo dan anak-anak akan ke pergi liburan keluarga. Kalian jaga mansion ya. Suruh Lou dan Grace urus Mansion." jelas Gava ke Adam dan Zafar.


"Liburan keluarganya kemana?" tanya Shafa.


"Rahasia. Ya kali gue bilang ke kalian dua. Gue dan suami gue mau quality time bareng anak-anak tanpa ada gangguan dari siapapun."


"Ben, Hide, Malik dan Anita kenapa ikut?" tanya Miya heran.


"Mereka ikut buat jadi baby sitter dadakan."


"Ya, sudah selamat bersenang-senang."


Sahut Zafar, Adam, Shafa dan Miya bersamaan. Setelah Gava, Leo serta keempat anaknya pergi. Kamar kedua pasutri itu ditutup kembali dan melanjutkan tidur.


...🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁...


...Author ngebut dan kemungkinan author update malam buat hari esok 😁😁😁...


...Sampai Ketemu Lusa 😁😁😁...


...Jangan lupa tekan Rate, Favorit dan Follow, terus tinggalkan jejak dengan tekan vote ❀❀, like πŸ‘πŸ‘ dan komentar πŸ’¬πŸ’¬...

__ADS_1


__ADS_2