Hot Young Mom And King Mafia (S1 Dan S2)

Hot Young Mom And King Mafia (S1 Dan S2)
Chapter 28


__ADS_3

...⚠️ Warning ⚠️...


...Awas berhati-hati karena typo bertebaran dimana-mana, kata-kata kasar, vulgar atau apapun tetapi author berusaha menutupinya, kalo author lupa berarti khilaf 🀫🀭😚😘...


...Jangan lupakan di akhir cerita ada aja bikin gantung dan penasaran πŸ€­πŸ˜ŒπŸ€—...


...πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€...


"Lo ngapain hah?! Turunan gak?!" Bisik Grace berontak.


Buugh


Tubuh Grace terjatuh tidak elit. Bokongnya mencium tanah sekali lagi.


"Ssshh ... lo kalo mau nurunin gue baik-baik dong. Sakit nih bokong cantik gue. Lo kayanya punya dendam kesumat deh sama gue." Ringis Gava kesal.


Lou hanya mengedikkan bahu acuh kemudian mengawasi area sekitar.


"Ish ... benar-benar nih ya satu human ini. Udah gendong gue seenak jidat, nuruninnya pun gak elit." Batin Grace menggerutu.


Lou memberi kode agar mereka masuk perlahan ke mansion terbengkalai itu. Saat keadaan aman, mereka masuk ke mansion terbengkalai secara perlahan.


Saat di dalam mansion terbengkalai itu Lou, Grace dan Vori takjub serta merinding. Bagaimana bisa mansion terbengkalai di pulau tak berpenghuni, saat diluar mansion seperti tak layak dihuni saat di dalamnya terdapatΒ tulang belulang manusia tertempel di setiap dinding.


Mereka juga menemukan lorong panjang sehingga menambah suasana mencekam. Vori memimpin jalan karena dia tau Lou sudah berkeringat dingin malahan dibelakang Lou adalah Grace. Grace hanya menghela napas panjang karena tangan Lou mendekap erat tangannya.


Di ujung lorong, ada sebuah tangga untuk menuju lantai 2. Mereka menaiki satu persatu tangga itu untuk menuju lantai 2.


Sampai di lantai 2, mereka menatap tak percaya bahwa di sepanjang lantai 2 baik di kamar maupun di luar kamar melakukan kuda-kudaan.


Wajah Vori dan Lou yang sudah terlatih melihat adegan kuda-kudaan biasa saja berbeda dengan wajah Grace yang memerah. Salah satu tangan Lou menutup mata Grace dan Lou memakaikan earphone di kedua telinga Grace. Vori tetap berjalan dan melewati begitu saja. Lou menuntun Grace seperti menyembunyikannya agar dia tidak melihat hal yang tidak di inginkan. Anak buah Askala sudah menyebar saat memasuki mansion terbengkalai.


"Kak lou, kak Vori. Kalian gak merasa aneh dengan mansion terbengkalai ini?! Grace takut ini jebakan musuh?!" cerocos Grace pelan.


"Gue rasa ini bukan jebakan. Kita tetap menelusuri mansion ini. Grace tetap berada di dekat gue." Sahut Lou melihat keadaan sekitar kemudian mendekatkan tubuh Grace kepadanya.

__ADS_1


"Modus amat nih orang. Gue mah sering melihat hal begituan karena diajak Ryker dan Agung saat umur gue beranjak 18 tahun." Batin Grace.


Tiba-tiba saja Lou dan Vori melihat Aaron dan rombongannya memasuki ruangan berpintu bertirai hitam. Lou dan Vori mengikuti mereka dengan mengendap-endap tanpa kecurigaan dari siapapun.


Saat memasuki ruangan itu, napas Lou dan Vori tercekat melihat Aaron beserta rombongannya melakukan operasi pembedahan tubuh kepada dua pria.


"Hahahaha .... dua detektif gak becus." Tawa Aaron menggelegar.


"Iya dad." Senyum gadis itu.


"Feli, yuk kita ke kamar. Daddy butuh belaianmu sayang." Goda Aaron sambil mencium bibir sexy Feli.


Feli mengangguk dan menampilkan wajah menggodanya. Aaron melihat siluet tiga bayangan tak dikenalnya kemudian mengeraskan rahangnya.


"Agam. Lucas. Ada penyusup." Teriak Aaron membuat Lou, Vori dan Grace keluar dari persembunyian mereka.


Agam Abdillah, dipanggil Agam usianya 45an berbadan kekar dan sangar, tangan kanan Aaron. Si mesin pembunuh dan psikopat.


Agam dan Lucas mengejar Lou, Vori dan Grace bersama anak buahnya. Vori berpisah dengan Grace dan Lou membuat Agam dan Lucas serta beberapa anak buahnya terbagi dua. Grace yang melihat sebuah kamar kosong langsung menarik tangan Lou.


Saat memasuki kamar, ada ranjang kingsize membuat pikiran Grace mau tidak mau melakukan sesuatu. Grace melepaskan pakaian luarnya menyisakan pakaian dalamnya, tangannya mengacak rambutnya agar seperti melakukan adegan tak senonoh.


Grace yang melihat Lou dengan pakaian lengkap langsung saja melepaskan kaos hitam dan celana panjang menyisakan pakaian dalam berbentuk pantai. Seketika tubuh Lou bak patung hidup.


"Lo apa-apain sih." Histeris Lou menutupi tubuhnya sebagian.


"Ssst ... diam lo. Ikuti rencana gue." Sahut Grace sambil menutup mulut Lou.


Grace menarik tangan Lou. Tubuh Lou terlempar di atas ranjang dengan terlentang kemudian Grace mengambil selimut dan duduk di atas tubuh Lou.


"apa lo sudah menguncinya?" Tanya Lou menarik jakunnya naik turun melihat pemandangan menggiurkan.


"Kayanya gue lupa deh hehe..." cengenges Grace.


"Ya allah, dosa apa gue dapat cewek macam ginian. Gue merasa melakukan hal tak boleh dilakukan. maafkan hamba ya Allah. Kak Gava maafin gue, gue janji deh ngikutin kata-kata Lo. Aduh neng, kulit mulus amat ya, badannya ya Allah seksi habis. Gunung kembarnya masya Allah. Ya Allah senjata gue mau berdiri. Ya allah ampuni hambamu ini." Batin Lou mengalihkan pandangannya dari tubuh Grace dengan wajah memerah dan hampir bernafsu.

__ADS_1


"Ya Allah, berdosa gue. Tapi mau gimana lagi, ide gue terlintas begitu saja. Kak Gava maafin gue ya, gue melakukan ini kepada sepupu kesayangan lo. Wajahnya memerah lagi, kasian gue sama dia. Aduh,, ada yang ngembung. Ya Allah, mudahan gak diterkam gak diterkam." Batin Grace merasakan sesuatu di sekitar bokongnya.


(Maafkan author ya Allah, author masih ngetik tanpa direm dan dicerna dulu😣)


Brakkk


Seorang pria paruh baya berusia 45an mendobrak pintu kamar. Dia melihat adegan itu hanya menatap datar dan dingin seperti sudah pernah melihat. Lou dan Grace menarik selimut agar tidak ketauan.


"Apa kalian melihat seorang pemuda dan seorang gadis masuk kekamar ini?" Tanyanya dengan pandangan kesana kemari.


"Tidak. Justru anda lah yang sudah mengganggu kesenangan kami, tuan." Sahut Lou datar pura-pura marah.


Lou memainkan perannya. Tangannya menarik tubuh Grace sehingga tubuh Grace menyentuh dada bidang Lou.


"Maaf menganggu kesenangan anda, tuan dan nyonya. Saya permisi." Ucapnya menutup pintu kamar tersebut.


Lou dan Grace membuka telinga lebar-lebar agarΒ  mendengar beberapa langkah kaki menjauh dari kamar mereka. Setelah aman, Grace bangkit dari tubuh Lou.


"Tanggung jawab." Serak Lou sampai menahan gairah.


Grace menoleh kemudian mengangkat salah satu alisnya. "Tanggung jawab apa?" Tanya Grace polos.


"Ini." Sahutnya menunjukkan senjatanya dibalik celana berbentuk pantai yang mengembung.


Grace mengikuti arahan Lou menuju senjatanya seketika wajahnya memerah. Dia melempar kaos hitam Lou.


"Lo ternyata mesum juga ya. Gue kira lo lelaki gentle." Kesal Grace.


"Gue gak akan seperti ini kalo lo gak mancing tadi." Acuh Lou datar.


"Tapi punya lo itu udah ngembung. Gue mana pernah melakukannya." Sarkas Grace.


"Terus gue diemin gitu. Sumpah ini sakit banget, gue butuh pelampiasan." Ringis Lou menahan sakit.


"Ke kamar mandi sana. Urus senjata lo, nih ada sabun buat senjata lo." Polos Grace memberikan sabun untuk Lou.

__ADS_1


Lou ternganga tak percaya. Dia lalu bangkit sambil berlari menuntaskan di kamar mandi. Grace tersenyum tipis. Dia merasa bersalah sekaligus malu banget telah melepas pakaian dirinya dan Lou. Sebenarnya ide itu yang terlintas dibenaknya agar orang-orang tadi tidak mengetahui siapa mereka.


...Jangan lupa di follow terus tinggal jejak dengan tekan vote, like serta koment agar author semangat up πŸ₯°πŸ˜πŸ€©πŸ˜˜...


__ADS_2