
...β οΈ Warning β οΈ...
...Awas berhati-hati karena typo bertebaran dimana-mana, kata-kata kasar, vulgar atau apapun tetapi author berusaha menutupinya, kalo author lupa berarti khilaf π€«π€ππ...
...Jangan lupakan di akhir cerita ada aja bikin gantung dan penasaran π€ππ€...
...β‘β‘β‘β‘β‘β‘β‘β‘...
Markas AZZA negara A bagian Barat.
Di depan pintu markas AZZA, Fira menggendong dan mengecup seluruh wajah Bintang. Ke-lima anak Gava-Leo serta Noe juga hadir.
"Noe, selama mami papi pergi. Tugas mami papi untuk sementara waktu kau yang mengurusnya." Ucap Miko memeluk putra tunggalnya.
Agra hanya mengelus pucuk kepala putra tunggalnya.
"Iya mi. Noe akan berusaha menggantikan tugas mami papi selama mami papi pergi bersama tuan Leo dan nona Gava." Tegas Noe mantap.
Sementara, Gava memeluk Neira dengan erat. Neira malah terisak dan tidak mau melepas tubuh Gava.
"Ma, Nei mau ikut." Isak Neira.
"Kan ada ponsel sayang." Lembut Gava menangkan Neira.
"Gav, gue udah menghubungi Aily." Santai Lou.
"Apa?! Lo menghubungi si pria salon itu?! Buat apa Lou?!" Gava bertanya dengan wajah syok campur kaget.
"Ck..." Decih Lou. "Lo lupa sama anak buah lo itu, dia kan banyak kenalan di kota C." Lanjutnya. (Aily memiliki nama Aileen bobby, di Young Grandmom nanti muncul π)
"Hehehe .... maklum faktor usia." Cengenges Gava yang baru saja sadar.
"Usia, usia. Lo aja kali lupa siapa anak buah lo dan suami lo yang bejibun." Dengus Lou kesal.
"Lebih baik kita berangkat nona Gava. Perjalanan kali ini memakan waktu 4 jam atau bisa juga lebih." Ucap Miko melerai perdebatan Gava dan Lou.
"Baiklah. Ayok." Ucap Gava memasuki mobilnya di ikuti Leo menggendong Bintang.
"Dadah,, jangan kangen sama tangtang ya." Lambai Bintang pede.
Semuanya terkekeh dan gemas bersamaan saat wajah polos, manis dan gembul Bintang di balik jendela mobil.
...β‘β‘β‘β‘β‘β‘β‘...
Perjalanan menuju ke kota C membutuhkan waktu 4 jam lamanya bahkan bisa lebih. Di dalam mobil Bintang malah asyik bernyanyi ria.
# Satu satu tang tang sayang mama ~
# Dua dua tang tang sayang papa ~
# Tiga tiga sayang abang kakak ~
# Satu dua tiga sayang semuanya ~
Bintang menyanyikan lagu 'sayang semuanya'
"Kamu pinter sekali sayang. Siapa yang ajarin kamu nyanyi hmm?." Gemes Gava sambil bertanya.
"Di ajalin abang Alan, abang ladit." Ucap Bintang tersenyum.
"Judulnya apa tuan muda?" Tanya Miko gemes.
"Sayang semuanya." Jawab Bintang polos merentangkan semuanya.
__ADS_1
Gava, Leo, Agra dan Miko tertawa saat melihat wajah gemes dan polos bintang.
"Mah, kapan tangtang sekolah? Tangtang juga ingin sekolah sepelti abang sama kakak?" Tanya Bintang polos.
"Nyebut huruf R aja belum bisa, mau minta sekolah?" Cibir Agra menggoda.
Bintang mendelikkan matanya tak sukaΒ ke Agra.
"Tangtang bisa kok nyebut huluf L." Ucapnya cadel tak terima.
"Coba sebutkan RRRRRR ...." ucap Agra menyebutkan huruf R dengan lancar.
"LLLLLLLL" Ucap Bintang cadel menyebutkan huruf R.
"Bukan L tapi R." Ejek Agra sambil menggoda Bintang dan terkekeh.
"Mamah." Lirih Bintang di mana mulutnya melengkung ke bawah.
Pletak
Gava menjitak dahi Agra agak keras sehingga membuat sang empu meringis.
"Nona Ayya kenapa kau menjitakku?" Tanya Agra tak terima.
"Gue jitak kepala lo karena lo goda putra gue. Nangis nih anak, lo yang diemin." Sengit Gava ke Agra. "Tapi benar juga ya kata lo, kalo Bintang masih belum bisa nyebut huruf R." Lanjutnya menggoda Bintang.
Awalnya Bintang tersenyum mengejek sambil menjulurkan lidahnya saat Gava membelanya tetapi pupus karena Gava malah menyetujui ucapan Agra.
"Papah." Manja Bintang merentangkan tangannya ke Leo.
Leo terkekeh saat wajah Bintang yang hendak menangis akibat ulah istrinya dan Agra. Leo mengambil alih tubuh gempal Bintang dari pangkuan Gava.
"Baby boy, nanti ya saat usiamu menginjak 5 tahun." Jelas Leo lembut.
Gava, Leo, Agra dan Miko gemes melihat pipi bak bakpao itu.
"Ben, ke supermarket sebentar." Sahut Gava.
Leo yang asyik bersama Bintang, pasangan Agra-Miko menoleh ke arah Gava.
"Mama ngapain kita ke supelmalket?" Tanya Bintang polos + heran.
"Mama mau beli cemilan buat di perjalanan. Tadi Bintang sempat gak masukin cemilan ke dalam mobil?" Jawab dan tanya lembut Gava ke Bintang.
"Tangtang lupa mamah. Paman ke supelmalket." Geleng dan semangat Bintang.
Ben menganggukkan saja dan menjalankan mobilnya menuju supermarket terdekat.
Saat di parkiran supermarket, Gava dengan gesitnya meninggalkan yang lain membuat Leo, Bintang, Miko dan Agra melongo tak percaya.
"Pah, mamah kok cepat amat ya." Polos Bintang.
"Ayok kita susul mamah baby boy. Kau tau mamahmu kalo sudah beli cemilan asal ambil saja tanpa tau berapa sudah yang berada di keranjang. Jadi sebelum mubazir dan uang papa terbuang sia-sia kita susul mama." Nasehat Leo panjang lebar.
Bintang menganggukkan kepalanya. Agra dan Miko sudah menyusul Gava lebih dulu. Leo menggendong Bintang dan menyusul istrinya.
Di dalam supermarket, banyak sekali pengunjung wanita memandang wajah tampan Leo yang menggendong Bintang bahkan ada beberapa berbisik.
Hei hei ada hot daddy
Iya gak ayahnya, anaknya juga ganteng
Bang jadikan aku istri kedua
__ADS_1
Leo yang menggendong Bintang hanya memasang wajah datar + dingin + acuh saja bahkan terus berjalan sambil celingak celinguk mencari keberadaan istrinya.
"Kamu dimana sih, yang? Susah banget cari tubuh mungilmu?! Begini nih kalo punya istri mungil, lincah dan petakilan, pasti ngilang mulu macam hantu. Apa harus aku ikat ya tanganmu dan tanganku." Batin Leo cemas.
"Pah itu mamah sama uncle Agla dan aunty miko." Sahut Bintang sambil menunjukkan siluet tubuh Gava bersama Agra dan Miko.
"Sayang, baby boy sini." Teriak Gava melambaikan tangannya.
Para pengunjung yang sejak tadi membicarakan Leo dan Bintang seketika:
Astaga, ternyata sudah punya istri
Istrinya cantik dan manis ya
Yah, potek hatiku π bangΒ
Leo memasang wajah tersenyum lembut kemudian berjalan ke arah Gava, Agra dan Miko.
Saat sudah di dekat istrinya, dia melihat keranjang banyak sekali cemilan yang di beli istrinya.
"Sayang." Panggil Leo lembut.
"Hmm." Balas Gava tanpa menoleh.
"Kamu beli cemilan banyak buat siapa? Itu buat seminggu? Lagipula ini hanya untuk di perjalanan? Beli cemilan sesuai kebutuhan kamu, Bintang dan beberapa yang ikut kita." Tanya Leo gemas memberi nasehat.
Gava menoleh keranjang bawaannya seketika terkekeh.
"Hehehe... aku khilaf sayang." Kekeh Gava malu.
Gava memilih cemilan yang berada di keranjang dengan bingung. Gava mendongak dengan mulut melengkung kebawah.
"Mirip Bintang kalo lagi merajuk." Batin Leo terkekeh.
"Pilihlah sesuai kebutuhan sayang, aku akan beli roti dan kita akan cari restoran untuk makan nanti. Perjalanan kita butuh beberapa jam lagi karena menuju ke kota C agak padat." Lembut Leo panjang lebar.
"Baby boy, bantu mamahmu ya." Lanjutnya lembut ke Bintang.
Bintang mengangguk senang. Leo menurunkan tubuh gempal Bintang. Bintang dan Gava sama-sama memilih cemilan kesukaan mereka. Cemilan kesukaan mereka yaitu tango coklat, taro rasa original, bengbeng, minuman teh pucuk harum, susu kotak coklat dan beberapa sereal. (Kalo author weekend, author nyetok makanan hampir semua rasa coklat π)
Sementara Leo bersama Agra membeli beberapa roti dengan varian rasa.
"Tuan Leo kok coklat ada 4?" Tanya Agra heran.
"Buat Ayya sama Bintang." Jawab Leo datar.
Agra menganggukkan kepalanya. Dia takjub sama Leo karena roti atau cemilan apapun pasti rasa coklat. Leo dan Agra berjalan ke arah kasir untuk membayar belanjaan mereka.
Di kasir saat melakukan transaksi pembayaran, keranjang cemilan yang di isi Gava membuat Leo tersenyum Lembut. Bintang malah asyik makan es krim rasa coklat tanpa mempedulikan sekitar.
"Berapa semuanya?" Tanya Agra ramah.
"Semuanya 4 juta 500 ribu, tuan." Sopan kasir itu.
Agra memberikan kartu unlimited ke kasir itu. Kasir itu kaget saat melihat kartu tersebut kemudian menggesek kartu tersebut.
Setelah pembayaran selesai, Agra membawa 8 kantong plastik untuk 4 mobil. Gava dan Leo benar-benar loyal saat membelikan cemilan untuk para bodyguardnya.
Gava, Leo, Bintang, Agra dan Miko sudah memasuki mobil, Ben yang berada di kursi kemudi langsung menjalankan mobilnya menuju kota C.
...β‘β‘β‘β‘β‘β‘β‘β‘...
...Revisi Again π...
__ADS_1
...Jangan lupa di follow terus tinggal jejak dengan tekan vote, like dan koment agar author semangat up π₯°ππ€©π...